Banyak Tipo bertebaran
Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.
"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)
"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).
Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari ulang tahun Kaiden
Cahaya lampu kristal yang menggantung di langit-langit ballroom hotel berbintang itu, memantulkan kemilau keemasan di atas lantai marmer yang dipoles sempurna. Ruangan itu telah disulap menjadi sebuah negeri dongeng modern. Balon-balon helium berwarna navy blue dan silver membentuk lengkungan megah di pintu masuk, menyambut setiap tamu yang hadir dengan kemewahan yang tak terbantahkan.
Tamu-tamu mulai berdatangan, tempat itu dengan cepat di penuhi dengan lautan manusia. Di atas panggung Kaiden di sulap bagaikan pangeran negeri dongeng. Dengan mahkota di atas kepala nya dengan kostum ala pangeran kerajaan negeri dongeng. Ya, Ulang tahun Kaiden saat ini bertemakan kerajaan negeri dongeng.
Tamu-tamu sebaya Kaiden yang telah di undang ke acara tersebut, juga semua menggunakan kostum ala kerajaan. Yang perempuan rata-rata berdandan ala princess negeri dongeng dan yang pria berkostum ala pangeran, panglima perang dan raja.
Kaiden duduk di atas panggung yang di sulap seperti singgah sana kerajaan yang berjejer tiga. Ada Aylin di samping nya yang berkostum bagaikan Queen ala negeri dongeng namu sayang singgah sana di samping kiri Kaiden masih kosong. Karena sang raja belum juga tampak datang untuk menduduki singgah sana nya.
Edward datang bersama Levent, dia membawa kado yang sangat besar. Dia mengunakan kostum pangeran juga dengan mahkota kecil di atas kepala nya, sedangkan Levent menggunakan kostum Panglima perang yang sedang mengawal pangeran kecil Edward. Edward menepuk pelan bahu Kaiden, dengan sok dewasa ia berkata. "Hai saudara ku, selamat ulang tahun. Kakak sudah menyiapkan kado yang besar untuk mu."
"Cih, aku tidak sudi, memiliki ipar seperti mu. Kau menganggap diri mu kakak. Tapi nalaimu bahkan jauh di bawah Kaiden!" Cibir Ilaida yang datang bersama pengasuh dan pengawalnya dengan membawa kado tak kalah besar dari Edward. Sejak kehadiran Kaiden di tengah Kedu nya. Bocah kecil beda gender itu sering sekali beradu mulut.
"Apa urusan mu' lihat saja, jika nanti aunty Aylin menjadi mommy ku, aku akan menentang hubungan mu dengan Kaiden !" Ancam nya. Dengan gaya angkuh seolah dia benar-benar kakak kandungnya Kaiden.
Ilaida melotot lebar ke arah Edward. Namun Levent segera memisahkan kedua nya. Atau pesta Kaiden akan berubah menjadi kapal pecah dalam sekejap. Dang pengasuh Ilaida pun juga segera menarik Ilaida. "Ih, apa-apaan sih nani, aku tuh mau kasih ucapan ulang tahun buat calon suami masa depan ku!" kata Ilaida dengan bibir manyun nya.
Aylin segera beranjak dari duduknya lalu menghampiri Ilaida. Dia langsung menggendong Ilaida dan mendudukkan nya di pangkuan nya. Hal tersebut membuat Kaiden dan Edward langsung memandang kesal ke arah Ilaida yang tersenyum lebar. Seolah mengejek kedua pria itu, bahwa dia lah pemenang dari perebutan kasih sayang Aylin.
Ruang gedung hotel berbintang itu kini semakin padat dengan lautan manusia. Namun sang raja belum juga menampakkan batang hidungnya. di atas panggung Ratu dan pangeran tengah menunggu dengan sabar. Acara belum bisa di laksanakan karena sang kepala keluarga yang belum juga muncul.
Padahal Nyonya Gunez dan Tuan Ahmed saja sudah berada di sana sedari tadi. Mereka ikut merasa gelisah karena Albert tak juga segera muncul, sedangkan hari sudah hampir larut. Tamu-tamu juga sudah sangat menantikan acara tersebut segera di mulai.
*
*
"
Albert baru saja keluar dari kantor nya, dia dengan buru-buru ingin segera membelikan kado terbaik untuk Kaiden. Saat ini Albert tengah selesai membeli sebuah laptop keluaran terbaru. Karena akhir-akhir ini Albert perhatikan Kaiden sangat tertarik dengan dunia teknologi.
Albert segera memasukkan kado tersebut ke kursi belakang mobil nya, dia ingin segera bergegas untuk pulang dan berganti kostum. Dia yakin Aylin dan Kaiden pasti sudah menunggu nya datang.
Baru saja Albert menghidupkan mesin mobil nya, handphone nya berbunyi nyaring. Albert mengecek handphone nya, untuk melihat siapa yang menghubungi nya. Ia pikir itu dari Aylin tetapi ternyata bukan. Panggilan tersebut berasal dari Dorothea.
Albert segera menekan tombol hijau, untuk menerima panggilan masuk dari Dorothea tersebut.
"Halo." Kata Albert memulai percakapan.
"Halo Albert , Albert !! Arabella sedang tantrum di sebuah butik !!! Albert dia menginginkan sebuah gaun! Aku... Ah maksudku Arabella sulit sekali di tenangkan. Aku bingung harus bagaimana. Bisakah kau kesini Albert, Pliss..! kata Dorothea memohon dengan suara mengiba.
Albert menghela nafas pendek. Rasanya dia tak tega membiarkan sahabat kecil nya Dorothea kesulitan. Apalagi Dorothea bercerita tentang rumah tangga nya yang berada di ujung tanduk. Membuat Albert iba. Tanpa dia inggat ada orang-orang yang sedang menantikan ke hadiran nya.
Dengan cepat Albert mengendarai mobilnya menuju ke alamat yang Dorothea kirim kan. Dia benar-benar lupa dengan hari ulang tahun Kaiden dan Aylin yang sudah menunggu kedatangan nya sedari tadi.
*
*
Albert tiba di butik yang Dorothea sebutkan. Dan benar saja Arabella menangis meraung-raung sambil memegangi sebuah gaun Aurora yang begitu cantik. Dan terlihat kedua pelayan toko yang kualahan di buatnya.
Albert segera mendekat. Arabella yang melihat kedatangan Albert pun langsung berlari ke pelukan Albert. Dan dengan sigap Albert menyambut pelukan Arabella dan menggendongnya. "Uncle, aku mengiginkan gaun itu. Tetapi kedua orang ini tidak mengizinkan nya!" Adu Arabella dengan suara manja, seolah Albert itu adalah ayah kandung nya sendiri.
Albert memandang salah satu dari dua pegawai butik itu. pegawai yang di pandang tajam Albert pun paham, bahwa Albert sedang meminta penjelasan. "Mohon maaf sekali tuan, gaun ini sudah di beli oleh orang lain. Kita juga sudah melepas nya dari manekin dan hendak kami paking untuk kami kirim ke pembeli. Namun putri tuan terlanjur melihat kami yang hendak melipat gaun ini. Dan bersikeras meminta gaun ini!"
Albert menghela nafas berat. Ternyata orang lain mengira dia adalah ayah dari Arabella. Tapi sekarang bukan itu poin utamanya. "Arabella itu sudah di beli orang, kamu tidak bisa memiliki nya, carilah gaun yang lainnya." Bujuk Albert dengan lembut.
Tapi Arabella tidak mau tau, dia marah dan kembali tantrum. "Uncle jahat !! Bella pokoknya mau gaun itu, Bella tidak mau yang lain!!! Hu.. Hu.. Uncle jahat !!!"
Dengan telaten Albert membujuk Arabella hingga akhirnya Arabella tenang, setelah Arabella tenang, Albert mengajak Arabella dan Dorothea ke butik lain nya untuk membeli gaun yang Arabella ingin kan. Setelah berkeliling beberapa butik akhirnya Arabella menemukan gaun yang cocok untuk nya.
Arabella dengan riang mencoba gau baru itu, berputar-putar di depan cermin untuk melihat ke indahan gaun tersebut, yang melekat kuat di kulit putih nya. Saat Albert menatap Arabella yang memakai gaun ala princess barulah Albert inggat. Bahwa dia harus menghadiri acara ulangtahun perdana Kaiden.
buat si serbet dapur kapok sama si Dorothea busuk
padahal cuma novel tapi kok aku takut ya?
Albert & Aylin