Pernikahan yang Syahila dan Rendra lakukan hanya pernikahan kesepakatan. Demi menunaikan keinginan terakhir ibu Rendra. Syahila terpaksa menerima pernikahan ini demi kesembuhan ayahnya yang terbaring dirumah sakit.
Setelah bertemu Syahila, ibu Rendra meminta Rendra berjanji tidak akan menceraikan Syahila walau dia sudah meninggal. Padahal Rendra sudah memiliki kekasih yang masih kuliah di luar negri.
Apakah Rendra akan memperjuangkan cintanya atau menunaikan janjinya pada ibu?
******************
mohon bimbingan kalian semua..
kritik dan saran kalian suatu masukan berharga 🥰😊😊😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Kembali.
Setelah Syahila merasa lebih baik, Rendra membawa pulang Syahila kerumah mak Ijum. Rendra sangat terkejut melihat rumah yang selama ini di tinggali Syahila. Hatinya sungguh sedih, selama ini istrinya tinggal di sebuah gubuk reot.
Fatma dan Baim suaminya menyambut mereka semua, Fatma kaget melihat pengusaha yang selama ini dia lihat di tv ada di depan matanya.
"Ada angin apa nek pengusaha datang ke rumah kita," Fatma tegang.
"Ini suaminya Hilya, eh maksud nenek suami Syahila," Jawab Ijum.
Fatma jadi kikuk menyadari siapa Syahila.
Para warga mulai berdatangan ke rumah Ijum menjenguk bayi Syahila. Beberapa warga kaget melihat laki-laki yang sering di tv, ada di rumah mak ijum.
"Ayo para ibu-ibu, minta maaf sama pak Rendra, kalian kan sering gosipin dia sama artis sinetron itu," Seru Ijum.
"Emak," gumam Rendra. Dia tersenyum sendiri mengetahui dirinya jadi bahan gosipan di pelosok desa.
Warga yang berkunjung, mereka semua hanya tersenyum, karena malu sendiri.
"Lizty itu anak sahabat almarhumah ibu saya, dia sudah saya anggap seperti adik saya, seharusnya saya yang minta maaf, karena istri saya tidak memakai nama aslinya, dia Syahila, bukan Hilya, mohon maaf ya," kata Rendra.
Rumah Ijum kembali sepi, karena para warga sudah pulang. Setelah makan siang Rendra masuk ke kamar yang Syahila tempati, setelah menunaikan sholat Zuhur Rendra berbaring di samping Syahila yang membelakanginya, Rendra melingkarkan tangannya, memeluk Syahila dari belakang.
"Mas sangat ridu kamu," bisik Rendra.
Saat yang sama Fatma langsung nyelonong masuk ke kamar Syahila, ia lupa kalau ada orang lain selain Syahila. Matanya pun melihat pemandangan indah itu.
"Ada apa?" Petanyaan Rendra mengejutkan Fatma yang mematung melihatnya memeluk Syahila.
"Maaf, ada orang di luar cari tuan," Kata Fatma.
Rendra segera bangun, dan melangkah keluar menemui orang yang mencarinya, Syahila juga ikut bangun, sambil menggendong bayinya lalu ikut keluar. Sedang Fatma langsung kembali ke kamarnya.
"Effan?" Rendra kaget melihat siapa yang datang.
"Selamat bos, akhirnya nona ditemukan," Seru Effan.
"Wah ... itu Rendra kecil apa Syahila kecil?" Seru Effan lagi, saat dia melihat Syahila menggendong bayi.
"Baby boy," Jawab Renda
"Ayo Fan, masuk," Ajak Syahila. Effan dan Rendra masuk kedalam rumah, mereka duduk leseh di lantai. Syahila menyerahkan bayinya ke Rendra, sedang dia pergi kedapur mengambilkan air minum buat mereka. Syahila datang kembali membawa nampan yang berisi air minum.
"Silahkan diminum Fan, oh ya, bagaimana kabar Monica?" Tanya Syahila.
"Memprihatinkan." Jawab Effan.
"Kenapa?" Tanya Syahila.
"Dia kurang perhatian dan kasih sayang, karena, aku terlalu sibuk mencarimu selama empat bulan ini," Jawab Effan.
"Maaf." Jawab Syahila.
"Maafmu tidak cukup nona, tolong jangan pergi lagi dari majikanku ini, agar aku bisa menikmati hidupku, pak Rendra Mahardika ini seperti orang gila, jika anda tidak di sampingnya, Karena akal sehatnya tertinggal diantara kedua paha anda," Kata Effan.
Syahila melempar apel ke arah Effan.
"Ngaco!" Bentak Syahila, sedang Effan tertawa terbahak sambil menggigit buah apel yang Syahila lempar padanya.
"Kapan kalian kembali ?" Tanya Effan.
"Mungkin seminggu lagi," Jawab Rendra.
Syahila mengambil kembali bayi yang ada di gendongan Rendra. Rendra memandangi wajah Syahila lekat, sambil membelai halus pipi Syahila.
"Aahkk hhem ...." Effan berdehem.
"Sepertinya aku hanya hama yang berkeliaran disini, hem, baiklah bos, aku izin pulang," Seru Effan.
"Baiklah Fan, tapi aku punya tugas buat mu, tolong kau sulap kamar lama ku menjadi kamar bayi kami, juga kamar yang di sebelahnya, siapkan itu untuk kamar pengasuh bayi kami nanti, sekalian carikan pengasuh yang handal dan tepercaya," Pinta Rendra.
"Okey, baik pak bos, ada lagi?" Tanya Effan.
"Ada, lima hari lagi aku ingin adakan syukuran dan aqeqahan bayi kami di sini, kamu siapkan semuanya. Tolong kamu urus semuanya, aku ingin merehab rumah ini," Effan fokos mendengari perintah Rendra.
Rendra mengisyarat pada Effan, agar Effan mendekat padanya, Effan pun mendekatkan wajahnya ke arah Rendra. Rendra berbisik pada Effan. Belikan satu posel." bisik Rendra.
"Okey ... baiklah bos, aku akan lakukan apa yang anda minta, nona selamat siang, aku pulang permisi semuanya," Seru Effan.
"Malang sekali nasib anda bos, anda menemukan nona di saat anda tak bisa melepaskan kerinduan yang lain," Seru Effan. Effan pun langsung lari meninggalkan rumah itu menuju mobilnya. Sebelum Rendra melempar sesuatu padanya.
***
Seminggu sudah Rendra menginap di gubuk mak Ijum.
Hari ini acara aqeqah bayi Syahila dan Rendra yang mereka beri nama Muhammad Reyhan. Syahila juga sekalian berpamitan kepada semua warga yang hadir, karena siangnya mereka akan kembali ke kota.
Selesai acara Rendra dan Syahila berpamitan pada Ijum.
"Terimakasih mak, selama ini emak menjaga dan menyayangi istri saya." Kata Rendra.
"Mak, Syahila pamit mak," lirih Syahila.
"Fatma, nanti kapan kapan datanglah ke rumah kami, kami akan senang sekali jika kalian mengunjungi kami dan anak kami Rey, ini ponsel buat kamu, di dalamnya ada nomer Syahila dan nomerku, kabari kami selalu Fatma," Pinta Rendra.
Fatma menerima ponsel pemberian Rendra. Sedang Syahila dan Rendra segera pergi meninggalkan desa mak Ijum. Perjalanan panjang baby Rey di mulai.
Syahila hanya diam, selama perjalanan, Rendra berusaha mengajaknya bicara, namun Syahila hanya menjawab sekenanya dan sepernya. Membuat Rendra tidak bisa bicara banyak hal untuk mengisi kasunyian selama perjalanan.
Setelah lama menjalajahi jalanan, akhirnya mereka sampai di kediaman Rendra. Semua pembantu menyambut Syahila, mereka sangat bahagia, akhirnya pelita rumah ini kembali menyala dengan kembalinya nyonya mereka ke rumah itu. Semua pembatu terlihat sangat girang melihat majikan kecil mereka.
Syahila kini kembali ke rumah Rendra, setelah Rendra berhasil meyakinkan Syahila dan meluruskan semua kesalah fahaman selama ini.
Baby Rey sudah lelap di tempat tidurnya, Syahila merebahkan dirinya di samping Rendra. Rendra langsung mengurung tubuh Syahila dalam pelukannya.
"Maafkan aku, karena kebodohanku, ketakutanku, dan kesalah fahamanku, kita semua menderita, aku menderita karena jauh darimu, anak kita juga pasti menderita karena sangat merindukan kamu, setiap kali aku melihat mu di tv, baby kita sangat aktif bergerak waktu masih dalam kandunganku, apalagi saat kita bertemu di rumah sakit waktu itu, aku hampir mati mendengar kamu kritis, aku datang kerumah sakit seperti orang gila." Lirih Syahila.
"Sudah ... semua itu ujian rumah tangga kita, karena terpisah aku semakin takut kehilangan kamu, dan aku semakin cinta sama kamu," Kata Rendra mengencangkan pelukannya.
Mereka pun terlelap dalam tidur mereka.
Rendra sama dengan menjatuhkan harga diri nya sendiri 👻
itu sih tips buat OB 😂