Tak disangka-sangka nasib buruk menimpa Putri Isnari, gadis belia yang baru berumur 21 tahun, ia harus menikah dengan pria arogan dan sombong. Pernikahan tersebut baginya adalah mimpi terburuk dalam hidupnya. Ia harus menikahi seorang pria yang sama sekali tak dikenalnya!
Pernikahan itu sama sekali tak ada landasan cinta dan juga kasih sayang.
Mampukah ia menjalani rumah tangga yang teramat rumit itu, mampukah dia membuat pondasi rumah dengan cinta dan kasih sayang?
Yuk bareng-bareng baca kisahnya:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oktavia Ellisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Tuan Ridho
Cahaya mentari mulai menyilaukan mata, masuk lewat celah-celah gorden jendela, dua pasutri yang masih asik dengan tidur nya mulai mengerjapkan matanya.
"Hoamm.." dehem mereka, mereka mulai bangun dan duduk bersandar.
"Kau sudah bangun?" tanya mereka kompak dengan muka bantalnya.
Putri yang bicara dengan bahasa biasa tidak formal, dan Ridho yang tumben-tumbenan tidak dingin seperti es
"Tumben Tuan Ridho mau bertanya," batin Putri.
"Tumben Putri berbicara tidak dengan bahasa formal," batin Ridho.
Jodoh dah... wkwkwk.
"Saya mau mandi," lagi-lagi berbarengan.
"Ehm tuan duluan saja,"
"Ehm kamu duluan aja," ucap mereka bareng lagi.
Hening..
Mereka berdua jadi canggung mau berbicara duluan akhirnya Ridho buka suara juga.
"Kamu duluan aja, saya masih pengen rebahan," ucap Ridho datar.
"Ba.. baik Tuan," jawab Putri gugup.
"Tadi aku gak salah denger kan, Tuan Ridho bilang aku kamu, akh bahagianya aku," batin Putri.
"Ehh apaan sih aku, tutup hati kamu Putri, jangan sampai kamu jatuh hati sama singa gila itu," tepis Putri.
Mereka berdua bergantian untuk mandi, rasa canggung masih menyelimuti diri mereka masing-masing.
"Pagi Mama Papa," sapa Ridho dan Putri kompak
"Lah tumben kompak," heran Ayu.
"Ehm kebetulan aja Ma," lagi-lagi bareng.
"Nah itu bareng lagi," saut Wira.
"He he..." cengir mereka berdua.
"Kenapa bareng terus sih dari tadi," batin Ridho dan Putri satu pemikiran.
"Jodoh ditangan Allah," sambung Rilli.
"Sok tau," ketus Ridho.
"Udah-udah ayo makan, keburu dingin ntar makannya, kalo kalian adu mulut terus," lerai Ayu.
"Oh iya Dho Put, kita mau hadiri pesta pernikahan rekan bisnis Papa, kalian mau ikutkan?" tanya Wira disela-sela makannya.
"Kapan Pa?" tanya Ridho.
"Nanti malam pukul 7," jelas Wira.
"Oke, Idho ikut," jawab Ridho santai.
"Kamu Put?" tanya Ayu.
"Kalo Putri mah ngikut aja," jawab Putri.
"Berarti deal ya ikut semua," ucap Wira memastikan.
"Ili sama Key ikut juga?" tanya Ridho.
"Iya mereka ikut," Ayu.
"Kok ikut sih, nanti mereka ngabisin makanan disana lagi, kan repot," ledek Ridho.
"Sembarangan, emang kita dikira apa," saut Rilli tak terima.
"Udah-udah ayo dilanjutin makannya," ucap Ayu.
Sarapan pagi pun akhirnya terselesaikan setelah ada sedikit perdebatan.
"Pa Ma, Idho berangkat dulu ya," pamit Ridho.
"Putri sekalian pamit ya Ma Pa," sambung Putri.
"Ili sama Key juga pamit ya Mama Papa," ucap Rilli dan Keila bareng.
"Hati-hati dijalan ya anak-anak Mama semuanya," ucap Ayu.
"Assalamualaikum," ucap Dhoput dan duo trenggiling bersamaan.
"Wa'alaikumsalam," jawab Ayu dan Wira kompak.
"Hem sepi ya Pa, kalo udah pada kabur sendiri-sendiri," ucap Ayu setelah kepergian anak-anaknya.
"Sabar Ma, pasti bentar lagi kita nimang cucu kok," ucap Wira menyemangati.
**
"Hai gaess," seru Putri pada karyawannya.
"Eh Bu bos udah dateng, apa kabar Bu?" tanya mereka.
"Alhamdulillah baik dong," songong Putri.
"Udah pada sarapan belum?" lanjut Putri.
"Udah kok, tenang aja, masalah perut mah udah rebes," jawab Sita.
"Beres kali," protes yang lainnya.
"Yeah aku kan emang sengaja nyelewengin kata-katanya," Sita tersenyum kikuk.
"Let's go, kita kerja," seru Putri menyudahi pembicaraan para karyawan nya.
"Goo," saut mereka bersamaan.
**
Siang
Mobil mewah berhenti tepat dihalaman toko Putri, semua para karyawan bertanya-tanya siapakah gerangan yang singgah di toko kue mereka.
"Kita masuk Tuan?" tanya Roy, ya mereka adalah dua manusia es, siapa lagi kalo bukan Ridho dan Roy, 2R wkwkwk.
"Hem."
Roy turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Ridho.
"Wahhh gila-gila, itu Tuan Ridho," heboh para karyawan didalam toko.
"Mba Putri.. Mba," salah satu karyawan memanggil Putri.
"Iya ada apa?" tanya Putri heran.
"I.. itu,"
"Itu apa?" tanya Putri lagi.
"Itu ada Suami Mba Putri," jawab karyawan itu.
"Maksud kamu Tuan Ridho, akh kamu bercanda ya sama aku," Putri sama sekali tak percaya.
"Put, ada Suamimu," ucap Dila memberitahu.
"Hah jadi bener Dil, aku kira kalian pada bercanda," muka Putri udah mulai pucat, ia takut Ridho berbuat seenaknya disini.
"Dimana Putri?" tanya Ridho dingin.
"Mba Pu.. Pu.. Putri lagi diruangannya Tu.. Tuan," jawab Sita gugup.
"Tuan Ridho ngapain kesini?" tanya Putri saat sudah berada didepan Ridho.
"Liat istriku lah, gimana sayang lancarkan kerjaan nya?" tanya Ridho santai.
Semua orang terkejut dengan ucapan Ridho yang memanggil Putri sayang, tak terkecuali Putri sendiri, Roy pun tak kalah terkejutnya.
"Rencana apa lagi yang dia buat, haduhhh pusing gue, mikirin tingkah nya," batin Putri.
"Hey sayang, kau dengar aku kan, kenapa bengong?" tanya Ridho lagi.
"Ha ha ha... lihatlah mukanya, sudah pias begitu, ingin sekali qku tertawa didepannya," batin Ridho puas.
"Eh iya.. maaaf Tuan.. kerjaan sa.. ya lancar-lancar aja kok," jawab Putri gugup.
"Tidak kau suruh aku duduk sayang, aku capek tau berdiri terus," tutur Ridho.
"Hah.. oh iya, mari Tuan silakan duduk," ucap Putri mempersilakan.
"Roy, bawa kesini," perintah Ridho.
"Baik Tuan," jawab Roy.
"Gila Tuan Ridho gantengnya, Sekretaris nya juga gak kalah ganteng dengan bosnya," batin para karyawan.
Roy menyerahkan bawaan makanan pada karyawan-karyawan Putri.
"Wahhh, terimakasih Tuan," mereka semua langsung melahap nya.
"Tuan ngapain kesini?" tanya Putri lirih.
"Maen," jawab Ridho singkat.
"Pulang saja yuk Tuan, saya sudah selesai kok," Putri berusaha mencari cara agar bisa pergi secepatnya dari toko kuenya.
"Aku baru saja sampai Putri," jawab Ridho enteng.
"Gimana makannya enak kan?" tanya Ridho, namun suaranya tetap dingin.
"En.. enak kok Tuan," jawab mereka gugup.
"Gak bisa apa ya suaranya gak dingin kayak es batu gitu," batin Putri geram.
"Kau tidak ikut makan Roy," ledek Ridho.
"Tidak Tuan," jawab Roy sedikit kesal.
Ridho dan Roy tetap berada di toko Putri, sampai jam menunjukkan pukul 3.
"Tuan ayo pulang, kerjaan saya udah selesai," ajak Putri.
"Beneran udah selesai, kalo belum saya tungguin kok," jawab Ridho.
"Ingin sekali aku menggampar nya," batin Putri.
"Iya udah kok, ayo pulang," ajak Putri lagi, bahkan ia sampai menarik tangan Ridho.
"Semuanya Putri duluan ya, assalamualaikum," pamit Putri.
"Wa'alaikumsalam," all karyawan.
**
"Kenapa buru-buru sih Put?" tanya Ridho tersenyum menyeringai.
"Gak papa," jawab Putri singkat.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, 3 manusia itu hanya diam tak ada percakapan sama sekali, sedangkan Putri ia terus menatap keluar jendela, ia masih kesal dengan kedatangan Ridho yang membuat seisi toko heboh.
30 menit kemudian, mereka telah sampai dikediaman Wira Aditama.
Putri dan Ridho minta bantuan Like dan Vote sebanyak-banyaknya ya😉❣️