Aku terpaksa menikah dengan anak teman ibuku, awalnya bagai mimpi buruk, hingga aku menyadari bahwa dia adalah pilihan terbaik dari ibuku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ivia putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CEMBURU
Sudah hampir satu minggu Vina terbaring di rumah sakit.
Ayah, ibu bahkan para sahabatnya bergantian menemaninya.
Namun tidak dengan suaminya, Reyhan yang tengah disibukkan dengan urusan kerjaan, belum bisa menemui bahkan menemani istrinya itu.
Rey menggantikan posisi ayahnya sebagai pemimpin di perusahaannya, dia juga sudah resign dari kampusnya, karena sudah tidak bisa membagi waktu antara mengajar dan bekerja.
Vina hanya bisa bersabar menunggu suaminya pulang, dia masih merasa bersalah sekarang.
.........
" Dok, aku sudah bosen dirumah sakit, kapan aku bisa pulang?" ucapku saat dokter datang untuk memeriksa kondisiku.
"biar saya periksa dulu ya nak Vina." jawab dokter lalu menempelkan stethoscop, nya di dadaku.
" hari ini saya mau pulang dok." suaraku sedikit memaksa
" kalau memang nak Vina ingin pulang, sudah boleh kok, tapi inget jangan banyak gerak, jangan banyak mikir berat dulu." jawab dokter memberikan saran.
Akhirnya siang itu juga aku pulang diantar Ibuku.
Kami pulang ke rumah orang tuaku, karena Kak Rey yang memintanya.
Saat kami tiba di rumah, aku langsung menuju kamarku.
Rasanya kangen pengen merebahkan tubuh di kasur yang lama aku tinggalkan.
........
Sudah hampir satu minggu aku tinggal dirumah, namun Kak Rey belum juga datang menjemputku.
Kami hanya berkomunikasi lewat ponsel.
Rasa bersalahku pada kak Rey mulai berubah menjadi rasa kesal.
Selama aku di rumah sakit dia tak ada, selama aku dirumah dia juga tidak pulang.
Sampai terbesitlah untuk mengunjunginya di kantor.
Hari itu pun tiba, aku diantar sopir menuju kantor kak Rey.
Ibuku menyuruhku membawa kotak makan untuknya.
Sesampai di kantor, aku menuju meja receptionist.
" siang Bu, saya mau bertemu Pak Reyhan." ucapku kepada wanita paruh baya dengan nama Ola di nametag,nya.
" mbak ini siapa, sudah ada janji sebelumnya?" jawab Ola
" saya Syavina, adiknya Kak Rey." ucapku memperkenalkan diri.
" owh adik bungsunya Pak Reyhan yah." jawab Ola yang mengira aku adalah Alin
" iya bu." jawabku
" Pak Rey sedang makan siang di kantin, dari sini masuk belok kiri lalu kantin ada di lantai 3." jelas Ola memberi arahan.
" terima kasih bu." jawabku lalu menuju kantin yang diarahkan si receptionist tadi
Aku bergegas menuju lift, namun terdapat tulisan
" lift sedang dalam perbaikan."
tertempel di pintu lift.
Terpaksa aku menuju lantai 3 menaiki tangga.
Sesampainya di lantai 3 aku mengatur nafasku yang cukup ngosngosan, segera aku menuju kantin.
Saat kaki akan melangkah masuk, ku lihat pemandangan yang cukup membuat mata terbelalak.
Disana ada Kak Rey yang tengah duduk bersama seorang wanita cantik.
Mereka sedang makan bersama, terlihat sangat akrab.
Bahkan mereka sesekali tertawa bersama.
Melihat kak Rey yang sedang tertawa seperti itu, kakiku berat melangkah untuk masuk.
Akhirnya aku putuskan untuk pergi.
Aku menuruni anak tangga dengan perasaan yang semakin sesak, air mata tak tertahan mulai mengalir, kakiku serasa lemas.
Sakiiiiiit rasanya.
" jadi ini, yang katanya kerja lembur, sampai gak bisa pulang." batinku cemburu
Aduuuuuuuuh,,,,
aku terpeleset karena melamun.
Kakiku terkilir, sementara tanganku masih mempertahankan bekal makanan agar tak tumpah.
Pelan aku menuruni anak tangga dengan kaki pincang.
" loh Vina kenapa balik lagi, apa Pak Reyhan tidak ada di kantin?" tanya Ola yang melihat kedatanganku.
" gakpapa kok Bu. " ucapku sambil menghapus sisa air mata
" Bu aku titip bekal makan siang kakak disini ya, nanti tolong sampein ke kakak." pintaku lalu meletakkan kotak makanan di meja receptionist.
Aku keluar dengan kaki pincang dan perasaan campur aduk, sakit, sesak, marah, kecewa jadi satu.
............
Rey keluar dari lift khusus bersama Indra dan beberapa staff.
" permisi, maaf Pak Rey ini ada titipan dari adik bapak." ucap Ola sambil memberikan kotak yang berisi makanan.
" adik saya? Kapan dia kesini? " tanya Rey penasaran.
" sekitar 30 menit yang lalu, tadi saya arahkan ke kantin untuk menemui bapak, tapi tiba-tiba balik lagi." jelas Ola
" tumben Alin kesini, " saut Indra.
" maaf Pak, namanya Syavina bukan Alin." ucap Ola menambahkan.
" apa!! Vina kesini! " Rey tersentak
" iya Pak gadis muda, cantik, putih, tinggi, mirip Bapak lah." jelas Ola mendiskripsikan sosok Vina.
" Maaf ndra, gue mesti balik dulu, lu handle sementara, nanti gue balik lagi." jelas Rey lalu pergi
"tapi Rey kita ada rapat." teriak Indra yang melihat Rey pergi.
Rey tak mengindahkan ucapan Indra, dia buru2 menaiki mobilnya.
Rey mengendarai mobilnya kencang.
Dia ingin segera menemui istrinya, dia tidak ingin Vina salah paham dengan apa yang dilihatnya.
Sampailah dia di rumah mertuanya.
" ada apa nak Rey buru-buru begitu." ucap ayah Vina
" maaf yah. " jawabnya gugup lalu mencium tangan mertuanya itu.
" lo kok sendiri, Vina mana? bukanya tadi Vina ke kantor buat nganterin makan siang, dia sudah kangen katanya, makanya nyusulin ke kantor kamu." tanya ayah yang tak melihat sosok anaknya.
" jadi Vina belum sampe rumah? " tanya Rey cemas.
Ayah menggelengkan kepalanya,
" sebenarnya apa yang terjadi nak?" tanya ayah lagi.
" maaf yah, Rey pergi dulu, nanti Rey jelasin saat Rey pulang." jawab Rey lalu bergegas pergi untuk mencari Vina.
..........
Saat ini Vina tengah berada di rumah Putri.
Dia menangis menceritakan perihal suaminya.
Putri hanya bisa menenangkan sambil sesekali memijit kaki Vina yang mulai membengkak.
" lu sabar dulu Vin, jangan negatif dulu, dengerin dulu lah penjelasan kak Rey." putri mencoba bersikap bijak.
" ogah ah, dia aja gak peduli ama gue." ucap Vina jengkel.
Putri hanya terdiam, dia hafal betul bagaimana sifat sahabatnya itu.
Kalau lagi ngambek mending didiemin jangan dilawan.
" put gue balik dulu ya." pamit Vina
" gue anterin yak, tunggu gue ambil kunci mobil dulu." saut Putri.
Putri mengantarkan Vina ke rumahnya.
Kaki Vina masih bengkak, tapi rasanya tak sesakit hatinya.
............
Rey sampai dirumah Putri.
Tingtongtingtong
" nyari siapa mas? " ucap wanita paruh baya yang membukakan pintu.
" permisi, maaf apa Putri ada? " jawab Rey
" non Putri barusan keluar, nganterin temennya pulang." sautnya lagi.
"ya sudah terima kasih bi, saya pamit." ucap Rey yang langsung tau kalau Putri tengah mengantar Vina pulang.
*istri bebas dekat dan perhatian dengan pria lain
*pebinor harus diperlakukan baik
*istri tidak pernah salah, dia bebas dengan pria lain
coba suami kalian yang minta maaf tidak bisa antar wanita lain pulang dan dia merasa bersalah dan berjanji ganti dengan main kerumah wanita itu, bagaimana perasaan kalian, lucu novel ini
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya. 😉✨
jangan lupa mampir di cerita ku yah
"ISTRI Ku"
terimakasih
aku bawa 5 rate dan bom like yah kak