Elvia Aurellie seorang gadis pendiam yang mengalami banyak kepahitan dalam hidupnya. Banyak hal terjadi, cobaan dan ujian yang selalu menguji kesabaran.
Elvia dirawat oleh Siska yang di anggapnya ibu kandungnya, tapi ternyata Siska merupakan mantan kekasih ayah kandung Elvia. Siska dengan sengaja menculik dan menyiksa Elvia sebagai alat untuk balas dendam.
Elvia di usir dari rumah oleh Siska, dan dipertemukan dengan Alvian Atmaja. Elvia menolong Alvian dari preman yang mengeroyoknya.
Alvian Atmaja seorang pengusaha muda yang tidak pernah tertarik pada perempuan karena trauma masa lalunya.
Masih banyak rintangan yang menunggu mereka kedepannya dan menguji kekuatan cinta mereka.
Elvia yang tidak mengetahui apapun harus menjadi alat untuk membalaskan dendam seseorang yang sangat membenci Alvian dan menaruh dendam pada Alvian sejak lama.
Elvia dihadapkan yang dengan banyak masalah membuatnya menjadi gadis yang tangguh dan kuat.
Akankah mereka bisa bersatu???
Dan bisakah kesabaran Elvia berbuah manis??
Kalau mau tau kalian baca ceritanya disini!!!
Jangan lupa rate, vote, like, komen dan favorit ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifi F. S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 32
Happy reading 😊
Jangan lupa rating nya ya!
Elvia masih belum mempercayai semua kebenaran tentang dirinya.
Ia merasa dipermainkan oleh takdir, ia merasa hidupnya bagaikan roller coaster.
Elvia hanya ingin hidupnya saat ini bisa lebih baik daripada yang dulu. Tapi memang saat ia bertemu dengan Alvian, ia benar-benar merasa beruntung. Alvian yang dulunya hanya orang asing di kehidupannya, tapi berbeda dengan saat ini. Alvian menjadi orang yang penting, orang yang bisa menerima dia apa adanya. Orang yang selalu ada untuknya, Elvia hanya berharap bahwa dia dan Alvian bisa berjodoh.
Dan untuk masalah keluarganya ia merasa senang karena sudah ada titik terang, meskipun semuanya belum pasti. Elvia sudah merasa ada ikatan dengan Sarah dan Henry saat pertama kali bertemu.
Intinya dia hanya berharap yang terbaik untuk semuanya.
Elvia yang sudah lelah dengan pikiran-pikirannya, tanpa sadar matanya mulai berat dan menutup.
Elvia sudah terlelap dalam mimpinya, yang kali ini ia harapkan adalah mimpi indah yang akan menjadi kenyataan.
Esok harinya, Elvia sudah bangun dan segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Begitu juga dengan Alvian.
Semua orang sudah bangun dan bersiap. Terutama Sarah, ia sangat bersemangat untuk memasak sarapan. Apalagi Elvia sedang berada di rumahnya, tentu ia memasak makanan yang istimewa untuk Elvia yang bisa dibilang putrinya.
Padahal tes DNA nya belum keluar, tapi itu ikatan batin seorang ibu pada anaknya. Ia sangat yakin jika Elvia adalah putri kandungnya.
Saat Sarah sedang masak untuk sarapan, Elvia yang baru saja turun dari kamarnya datang untuk membantu Sarah.
Sarah awalnya menolak tapi karena Elvia bersikeras untuk membantunya maka ia pun mengizinkannya.
"Sayang, mending kamu tunggu disana aja ya," ucap Sarah.
"Gak pa pa kok Tan eh Ma, aku udah biasa," ucap Elvia yang masih canggung memanggil Sarah dengan sebutan mama.
"Ya udah tapi hati-hati ya, Mama gak mau kamu terluka," ucap Sarah.
"Iya Ma," ucap Elvia sambil tersenyum.
Sarah yang melihat itu pun ikut tersenyum, ia tidak menyangka keinginannya selama ini terwujud dengan kehadiran Elvia. Dari dulu ia sangat ingin bisa memasak atau membuat kue bersama putrinya dan saat ini terkabulkan.
Mungkin menurut orang lain keinginan Sarah begitu sederhana, tapi itulah faktanya terlebih ia tidak pernah melihat dan mengetahui siapa putinya? dimana putrinya? Dan saat ini disampingnya sudah ada sang putri yang sangat dirindukannya.
"Terimakasih Tuhan, Engkau telah menjawab semua do'a dan mengabulkan keinginan hamba." ucap Sarah dalam hati.
Ia berjanji akan selalu menyayangi dan memberikan kebahagiaan yang tidak pernah di dapat Elvia selama ini.
Setelah sarapan selesai, Sarah dan Elvia menyiapkan makanan di meja makan.
Henry, James dan Alvian yang melihat keduanya sangat bahagia. Karena ibu dan anak itu bisa berkumpul bersama lagi.
Alvian sangat bahagia Elvia bisa bertemu dengan keluarga kandungnya.
James yang melihat di wajah sang mama terpancar kebahagiaan, ia sudah mengambil keputusan apapun nanti hasilnya ia akan berusaha melupakan perasaannya pada Elvia. Dan berjanji menyayangi maupun melindungi Elvia layaknya seorang kakak.
"Wah, enak nih makanannya," ucap James.
"Iya dong, kan Mama sama putri Mama yang masak," ucap Sarah.
"Emang kamu bisa masak El?" tanya Henry.
"Bisa Om, masakan Elvia enak banget," ucap Alvian menjawab pertanyaan Henry.
"Wah, kamu beruntung banget ya Nak Alvian dapat anak Om yang jago masak ini," ucap Henry.
Elvia yang mendengar pujian dari Alvian dan Henry hanya tersenyum malu.
"Justru saya Om yang beruntung memiliki Elvia, karena dia hidup saya lebih berwarna dan saya takut kehilangan Elvia," ucap Alvian tulus sambil menatap Elvia.
Elvia semakin malu karena tatapan Alvian padanya.
"Ehem, wah kita sebentar lagi dapat mantu nih Pa," ucap Sarah menggoda Elvia.
"Hahaha, iya Ma. Kita sebentar punya cucu juga Ma," ucap Henry terkekeh dan ikut menggoda Elvia yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus.
"Lebih baik sekarang kita sarapan dulu," ucap Sarah.
Mereka semua sarapan dalam keheningan.
James yang sedari tadi diam, sebenarnya ia sedang berusaha untuk tidak cemburu. Bagaimana tidak ia harus melupakan perasaannya pada Elvia, tapi disisi lain ia juga tidak bisa mengendalikan perasaannya.
Alvian merasa bahagia karena ia merasa hubungannya dengan Elvia direstui oleh kedua orang tuanya.
Siang hari, waktu yang di tunggu-tunggu sudah tiba.
Dokter Hans, sudah datang membawa hasil tes DNA.
Henry membuka hasilnya dengan perlahan, ia merasa sangat gugup tapi juga penasaran.
Dan saat membukanya,
Hasilnya menunjukkan kecocokan antara kedua sampel yang diberikan.
Yang berarti Elvia memang benar putri kandungnya.
Henry menangis bahagia, Sarah yang melihat ekspresi suaminya merasa penasaran. Dan ia membaca kertas itu.
Memang benar Elvia adalah putrinya. Sarah menangis haru, dan ia memberitahukan hasilnya.
"Elvia memang anak kami," ucap Sarah dan beranjak memeluk Elvia yang sedang duduk di samping Alvian. Henry melakukan hal yang sama, Alvian yang mengerti situasi langsung beranjak untuk memberikan mereka waktu melepas rindu.
Alvian tersenyum bahagia saat melihat Elvia bahagia seperti saat ini.
"Jadi aku beneran anak kandung Papa dan Mama?" tanya Elvia seolah masih tidak percaya.
"Iya Sayang, kamu putri kami," ucap Henry sambil memeluk Elvia bersamaan dengan Sarah.
"Jadi James dilupain," ucap James.
"Ya gak lah James, sini," ucap Sarah.
Mereka ber-empat berpelukan seperti keluarga bahagia.
James berjanji akan melindungi adiknya dan akan membalas semua perbuatan Siska.
Dokter Hans pamit karena ada urusan penting.
Saat ini mereka sedang berkumpul di taman belakang mansion.
"Mulai sekarang kamu tinggal disini ya, kan gak mungkin kamu tinggal sama Nak Alvian apalagi kalian belum menikah" ucap Henry pada Elvia.
"Iya Pa," ucap Elvia sambil menatap Alvian yang menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ke arah Elvia.
"Ehem, sebenarnya yang chat kamu waktu itu Kakak. Dan Kakak juga mau ngomong kalau sebelum Kakak tahu kamu adik Kakak, Kakak udah suka sama kamu bahkan mungkin cinta. Tapi tenang aja Kakak anggap perasaan Kakak ke kamu rasa cinta sama seorang adik," ucap James jujur.
Sarah dan Henry hanya tersenyum mendengar penuturan sang putra, karena mereka sudah mengetahui semuanya.
Alvian pun ikut tersenyum karena ia tahu saat James menatap Elvia itu adalah tatapan seorang lelaki yang mencintai wanitanya. Tapi karena sekarang Alvian sudah tahu jika Elvia dan James adik kakak, Alvian merasa saingannya sudah tidak ada.
Sedangkan Elvia jangan ditanya lagi, dia terkejut mendengar pengakuan James yang ternyata kakak kandungnya. Meskipun sebelumnya Alvian dan Andi sudah mengatakannya, tapi tetap saja ia merasa terkejut.
"Tenang aja gue restuin lo sama adik gue, karena gue tahu elo cinta banget sama adik gue. Dan mulai sekarang jangan terlalu formal sama gue, kecuali di kantor," ucap James.
"Iya makasih Kakak Ipar," ucap Alvian sambil nyengir.
"Haish, kenapa gue ngerasa aneh ya kalau elo manggil kayak gitu." ucap James yang membuat semua orang yang berada disana tertawa.
Bersambung
Note:
Terkadang hidup memang tidak adil, tapi percayalah Tuhan selalu punya rencana jauh lebih indah dari yang kita bayangkan. Karena Tuhan tahu apa yang baik dan yang tidak baik bagi hambanya.
Mohon untuk tinggalkan jejak komen, jangan lupa like dan votenya ya😊
Terimakasih.
Like dan komentar di beberapa part agar Kaka lebih semangat lagi yah... Dan jangan lupa follow Star Kembali oke... 😉
Salam dari :
" Kebun Terong Sigadis Narsis "
mantan kekasih
kalo ada Andi didepan ku, tak gebogg dia
Ayo teruskan