NovelToon NovelToon
My Old Wife

My Old Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: As-Sana

(ISTRI TUAKU) Ketika cinta tak memandang usia.

Season 1

Angga seorang mahasiswa 24 tahun berusaha untuk mendapatkan hati Keisha wanita karir sukses yang usianya 10 tahun lebih tua darinya.

Cinta yang diberikan Angga begitu tulus, ia menikahi Keisha sebagai bentuk tanggungjawabnya terhadap amanah ibunya sebelum meninggal.

"Nyonya aku datang kemari ingin melamarmu, apa kamu bersedia menjadi istriku?"

Season 2

Cinta akan menyapa pada mereka yang berhati baik.

Setelah mendapatkan kebahagiaan dengan kelahiran Hasa, putra mereka yang telah dinanti lebih dari lima tahun usia pernikahan. Cinta tulus keduanya di uji dengan munculnya orang-orang yang mengaku menyukai keduannya karena kebaikan yang mereka lakukan di masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon As-Sana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restu

~Suatu hubungan tanpa landasan yang kuat, laksana rumah tanpa tiangnya~

Setelah Angga cukup puas menumpahkan air matanya, pemuda itu mulai berani menunjukkan wajahnya. Di pelupuk matanya dipenuhi dengan gumpalan kristal yang sudah mengering, rambutnya juga sudah acak-acakan tidak tertata rapi seperti sebelumnya.

"Apa kamu sudah merasa baikan?" Tanya Keisha pelan, perempuan itu belum berani menggeser tubuhnya karena masih ditimpa oleh berat kepala Angga.

"I-ya, saya sudah lebih baik Nyonya," jawab Angga dengan suara paraunya.

Pemuda itu sedikit demi sedikit mengangkat kepalanya, dia mencoba untuk menengadahkan wajahnya namun dia masih belum berani melihat ke arah Keisha.

"Seharusnya aku tidak menangis di hadapan Nyonya, ini benar-benar memalukan." Batin Angga dalam hati.

"Segera cuci mukamu di kamar mandi agar lebih segar, aku akan membuatkanmu teh hangat." Ucap Keisha pelan.

Pada akhirnya mereka masuk ke dalam rumah, untuk menghangatkan tubuh mereka yang mulai merasa dingin karena hawa embun pagi. Keisha menuju ke dapur untuk melakukan apa yang dia katakan, sementara Angga masuk ke dalam kamar mandi yang sudah ditunjukkan Keisha tadi sekedar menghapus air matanya.

"Bodoh kamu Angga, bisa-bisanya kamu menunjukkan sisi lemahmu pada calon istrimu. Ingat! kamu itu laki-laki jadi kamu harus lebih kuat dari perempuan. Kamu yang akan menjaga Nyonya Keisha, bukan dia yang justru melindungimu. Ahhhhh....!" Gumam Angga dalam hati sembari menepuk-nepuk pipi kanan dan kirinya yang tidak sakit.

Pemuda itu bercermin di kaca toilet untuk melihat wajahnya yang sudah hancur berantakan, hidungnya yang merah, matanya yang sembab, dan pipinya sedikit ada bekas pukulan dari telapak tangannya sendiri karena ulahnya tadi.

Setelah cukup lama di toilet pemuda itu memutuskan untuk menuju ke ruang makan. Di sana Keisha telah menunggunya dengan secangkir teh hangat di atas meja.

"Minumlah," pinta Keisha pada Angga.

"Terimakasih Nyonya," jawab Angga pelan. Dia mulai meneguk sedikit demi sedikit teh hangat yang telah disuguhkan.

Tidak ada percakapan di antara mereka, kedua manusia itu hanya saling diam. Keisha menemani pemuda itu meminum tehnya sampai habis, setelahnya dia kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri. Sementara Angga dia membaringkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang tamu.

Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 05.00 pagi, satu per satu manusia di sana mulai bangun dari tidur lelap mereka, yang pertama bangun adalah Bi Asih dia langsung menjalankan tugasnya sebagai asisten rumah tangga.

Setelahnya disusul si pemilik rumah Tuan Heru dan istrinya Hanum. Istrinya menyusul ke dapur dan membantu pekerjaan Bi Asih untuk mulai membuatkan sarapan pagi, sementara Tuan Heru duduk di teras menikmati sinar matahari yang baru terbit.

Adapun Helen dan suaminya Kevin, mereka masih setia di kamarnya. Mereka baru akan turun saat keluarganya sudah berkumpul di meja makan.

Semua penghuni rumah itu tidak menyadari akan kehadiran pemuda yang semalam bertamu ke rumah mereka. Sampai Pak Hendri sang penjaga ke amanan memberitahukan ini pada majikannya yang tengah bersantai di teras rumah.

"Tuan Besar, tadi Tuan Angga kemari pagi-pagi buta. Saya membukakan gerbang untuknya, tapi saya tidak melihatnya masuk ke dalam rumah. Tapi mobilnya juga masih ada di garasi. Jadi apakah Tuan Besar sudah bertemu dengan Tuan Angga?"

"Benarkah? Pemuda itu kemari?"

"Iya, Tuan."

"Terimakasih Pak atas informasinya. Pak Hendri bisa pulang sekarang, nanti biar Anton yang ganti berjaga."

"Iya, Tuan. Saya pamit pulang."

Setelah laporan yang diterima Heru dari Pak Hendri satpamnya, dia bergegas masuk ke dalam rumah untuk mengecek setiap sudut ruangan di rumahnya. Dan benar adanya, dia menemukan pemuda itu telah tertidur lelap di sofa ruang tamu. Dengan sebuah selimut yang menutupi tubuhnya, yang diberikan Keisha saat dia melihat Angga telah tertidur cukup pulas di sofa tersebut.

"Ayah jangan bangunkan dia, dia baru saja tertidur." Tutur Keisha.

"Kapan dia datang? Apa dia mengganggumu Kei?" Heru mendudukkan dirinya di sofa sebelah yang ditiduri Angga.

"Dia tidak menggangguku Ayah. Aku akan membantu Ibu dan Bibi di dapur sebentar," pamit Keisha sembari melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur dan meninggalkan Heru sendirian bersama Angga.

Heru hanya melihat wajah Angga yang begitu tenangnya tertidur dengan satu tangannya menutupi matanya. "Aku menyuruhnya untuk datang esok hari. Tapi, dia justru datang pagi-pagi buta, apa dia tidak dapat berpikir? Kalau sampai Pak Hendri tidak ada dan putriku tidak membukakan pintu untuknya dia akan mati kedinginan di luar sana? Hah.. pemuda ini terlalu gegabah." Batin Heru.

Meskipun dia sedikit merutuki kebodohan Angga, tapi pria paruh baya itu tersenyum samar. Dia merasa sedikit tenang karena ternyata pemuda ini benar-benar serius dengan putrinya. Keraguannya dengan Angga yang masih ada di hatinya sedikit demi sedikit mulai berangsur hilang.

"Aku berharap kamu dapat menjaga putriku dengan baik. Kali ini aku benar-benar merestuimu," ucap Heru dalam hatinya.

Beberapa jam kemudian semua anggota keluarga telah berkumpul di meja makan, tak terkecuali dengan Angga. Pemuda itu telah bangun dari tidurnya kurang lebih tiga puluh menit yang lalu. Saat Ayah mertuanya membangunkannya dan memintanya segera bersiap-siap untuk ikut pergi bersama mereka ke perusahaan Keisha. Kini Angga telah berpenampilan rapi dengan kemeja dan jas yang dipinjamkan Kevin untuknya.

"Makanlah yang banyak, agar tubuhmu sedikit bertenaga," kata Hanum sembari menaruh satu sendok nasi dan dua paha ayam goreng ke piring Angga.

"Jangan terlalu memanjakannya, dia akan semakin besar kepala," tutur Heru tidak suka. Karena istrinya lebih dulu mengambilkan nasi untuk Angga dan bukan dirinya.

"Sepertinya Ayah mertua sedang cemburu," batin Angga.

"Terimakasih Ibu mertua, Ibu sangat baik. Pantas Ayah sangat menyayangi Ibu," puji Angga pada Hanum.

Perempuan itu tersenyum ramah, sementara Heru menatap tajam ke arah Angga. Pria itu sedang memberikan peringatan pada calon menantunya. Hanum yang melihat tingkah suaminya hanya tersenyum kecil. Acara makan pagi keluarga mereka berjalan harmonis.

"Setelah ini kamu ikut kami ke perusahaan Keisha, aku yakin pasti akan banyak wartawan yang datang ke sana. Kita akan melakukan klarifikasi atas berita yang sudah mulai muncul di internet. Dan mungkin juga tentang hubungan kalian," kata Heru.

"Iya, Ayah mertua." Sahut Angga sopan, karena ini adalah pembicaraan yang serius jadi dia tidak bercanda.

"Kamu pergilah bersama dengan Keisha, aku akan bersama dengan Kevin." Pungkas Heru lagi.

Angga mengangguk sebagai jawaban. Kini mereka segera menghabiskan makanan mereka yang ada di piring. Setelahnya mereka segera berangkat menuju ke perusahaan Keisha seperti yang telah di rencanakan.

Selama dalam perjalanan Angga terus berdoa agar semuanya berjalan lancar, dan publik dapat menerima hubungan mereka. Sementara itu, Nona Anggie Nicoline juga telah mengirimkan pesan bahwa dia juga akan ikut bersama mereka ke Jewelry Group. Dia dan asistennya akan berada di sana untuk membantu Angga menangani para wartawan.

"Nyonya aku harap semuanya akan baik-baik saja," doa Angga dalam hati.

_________________^_^

Jangan lupa dukung Author dengan Like + Vote + Komen yaa...

Author update lagi nanti Sore (ditunggu yaa🤗🤗)

1
Suherni 123
masih gedeg sama Heru
Suherni 123
tuhkan bukannya ngunjungi kk nya yg tinggal sendirian di negeri orang si helen sengaja ngirim foto bulan madu
Suherni 123
disini juga udah keliatan keluarga nya Keisha ga ada yg perhatian sama Keisha apalagi ayahnya si Heru padahal Keisha itu anak kandungnya
Suherni 123
tuhkan,,, kenalan waktu di Kanada dulu
Suherni 123
Ella cuma anak angkat aja lagaknya sombong amat
Suherni 123
si Julian aja belum jelas siapa dia sekarang nambah Angga lupa ingatan 😵
Suherni 123
waduh,, Angga ngasih ide ke Julian
Suherni 123
dasar Ella
Suherni 123
mungkin Julian kenalan Keisha waktu belajar di Kanada dulu ya sambil berobat efek dari operasi sum sum tulang belakang
Suherni 123
Ella merasa di tipu.....🤔🤔🤔
Suherni 123
tuh kan balik lagi karena anak
Suherni 123
Keisha masih aja mikirin orang lain
sedang keluarga nya ga ada perhatian nya sama perawatan pengobatan nya Keisha
Suherni 123
selalu aja ngerepotin keisha dan Angga
Suherni 123
masih gedeg aja sama pak Heru 😬
Suherni 123
coba pak Heru tau Keisha donorin sum sum tulang belakang nya terus ada efeknya masih acuh ga sama Keisha
aneh lebih berat sama anak tiri daripada anak kandung
Suherni 123
duh Keisha terlalu lembek lah
Suherni 123
paling ujung ujungnya balik lagi tuh si kevin karena anak
Suherni 123
idih pd banget pak nyerahin anaknya buat Keisha,,
Suherni 123
pak Heru ga sadar diri ya,, yang di omongin orang itu benar dengan memberikan saham buat Doni agar bisa nikahin Keisha itu kesannya ngejual anak
Suherni 123
hadeh kei kenapa mesti nolongin tuh orang luknut yah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!