NovelToon NovelToon
Cinta Diujung Waktu

Cinta Diujung Waktu

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:293.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: El Geisya Tin

#Wanitakuat
#Ceo

Maisara Hayati hampir saja menangis, saat berdiri di dekat pintu kamar Roni dan mendengar ucapan sang kekasih yang membuat telinganya sakit.
Namun, hal inilah yang membuat gadis itu akhirnya mantap menerima pernikahannya dengan Harlan Mahespati Prawira, seorang pria yang menderita stroke, dan tidak bisa melakukan apa-apa.
“Aku bersyukur, Maisara mau menikahi laki-laki itu atas permintaan Bibi Wendi, coba kalau dia menolak ... kita nggak akan bisa menikah secepatnyaa!”
Kalimat yang menyakitkan didengar Maisara dari balik pintu kamar Roni, kekasihnya itu. Ia tidak menyangka jika orang yang dicintai ternyata tega menghkianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Tidak suka Anak-anak

Wendi yang mendengar kesimpulan dokter itu pun, berinisiatif untuk mencari seorang wanita baik-baik yang bisa mengandung benih dari putranya. Lalu, siapa yang menyangka justru setelah ia mendapatkan Maisara, wanita yang menjadi pilihannya, Harlan justru bisa sembuh.

Maisara pun menyudahi olah raga renangnya, ia keluar dari kolam dengan pakaian basah yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan sempurna. Itu adalah ukuran ideal bagi seorang wanita dan Raina pun mengakuinya, badan Maisara jauh lebih menarik dari bentuk tubuhnya.

“Hai! Aku bertanya padamu!” tanya Raina dengan emosi, karena ia melihat Maisara lewat begitu saja seolah menganggap dirinya tidak ada.

Maisara menoleh sambil menyeringai, ia menatap Raina dari ujung kepala sampai ujung rambutnya.

“Ini rumahku, rumah suamiku, kenapa kau harus bertanya? Ah, seharusnya aku yang bertanya mau apa kau di sini?” kata Maisara dengan senyuman mengejek di bibirnya.

“Kau kurang ajar sekali, dasar wanita tidak tahu diri!”

“Kamu yang tidak tahu diri, berani-beraninya mengumpat tuan rumah di sini? Hah!” Maisara berjalan mendekati Raina sambil berkaca pinggang.

“Kau istri yang tidak diakui, Harlan tidak mencintaimu! Buktinya pernikahanmu tidak diumumkan di depan orang dan di pesta, tidak ada orang yang tahu kalau kau ini istri sahnya! Jadi, buat apa membanggakan diri, dan mengaku kalau ini rumah suamimu, kau tidak diharapkan!”

“Siapa bilang? Kalau aku tidak diharapkan mungkin aku sudah dibuang, tapi Harlan tidak mau menceraikan aku! Kau harus tahu itu! Walaupun orang lain tidak tahu aku istri sahnya, tapi kau tahu, kan? Jadi, seharusnya kau mikir!”

Maisara pun berlalu, setelah Hara memberinya handuk kering. Ia pergi ke kamar ganti di dekat kolam renang dan keluar lagi hanya dengan menggunakan handuk kering tadi. Ia melangkah meninggalkan Raina dan meliriknya sekilas.

Sementara Raina masih berdiri di sana, sambil menatap Maisara penuh kebencian.

Harlan tidak mungkin bercinta dengannya, kan?

Raina tahu, Harlan tidak menyukai anak-anak, hingga ia selalu menelan pil anti hamil, setiap kali mereka bersama. Ia berharap Harlan mau bercinta atau membuat peluh, di tempat tidur semalaman dengannya. Namun, selama ini keinginannya tidak pernah terwujud. Sehingga ia menganggap kalau Harlan pun tidak akan melakukannya dengan Maisara. Ia pikir Harlan tidak akan tertarik, karena wajahnya jauh lebih cantik di bandingkan Maisara.

“Hai tunggu!” teriak Raina menyusul langkah Maisara.

Langkah Maisara menuju kamarnya terhenti dan ia menoleh kepada Reina, sambil mengangkat alisnya lalu melipat kedua tangannya di depan dada.

“Ada apa lagi?” tanya Maisara.

“Katakan di mana Harlan?” tanya Raina ketus.

Mendengar pertanyaan itu, Meisara jadi berpikir buruk jika Harlan tidak bersama Raina, kemungkinan pria itu sedang main-main dengan banyak wanita. Ia akan melakukannya di tempat yang berbeda-beda hingga dia tidak pernah pulang ke rumah ataupun ke kantor.

Lalu di mana dia?

“Aku tidak menyembunyikannya, kenapa kau tanyakan padaku? Aneh, kau merasa dia mencintaimu dan selama ini sering bersamanya di kantor, dan di mana pun, kan?”

“Jangan bohong!”

“Kalai kau tidak percaya, kenapa kau tidak periksa saja rumah ini?” Setelah berkata seperti itu Maisara pun pergi ke kamarnya. Ia tidak perlu peduli dengan perempuan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan dirinya.

“Harlan!” topik Raina tidak lama setelah itu.

Sementara Maisara yang sudah menapaki anak tangga, menoleh ke bawah dan melihat Harlan tengah berjalan masuk dengan kursi rodanya. Pengawal mendorong kursi dan berhenti di depan Raina.

Harlan memasuki ruang tengah dan ia mendongak pada Maisara, lalu mereka berdua saling melempar pandangan dan menguncinya sesaat.

Raina melangkah lebih dekat ke arah Harlan, memeluk dan mencium pipi kanan kirinya dengan lembut. Sementara pria itu hanya diam tidak bereaksi apa-apa seperti biasanya, ia akan seperti itu jika Raina bersikap mesra. Pandangannya tidak lepas dari wanita yang masih berdiri di anak tangga.

Maisara merasakan hatinya seperti tersengat lebah, ia segera memalingkan muka dan kembali berjalan menuju kamarnya sendiri, lalu menghilang di balik pintu yang tertutup.

Harlan membawa Raina masuk ke kamar kerjanya pengawal dan asisten ikut di samping mereka.

“Duduklah!” kata Harlan setelah mereka berada di dalam, ia sengaja datang karena mendengar Raina ingin bicara serius.

Selama beberapa hari ini Harian menghabiskan waktu di ruang khusus terapi, yang memiliki oksigen terbaik dan ketenangan hingga menunjang kesembuhannya lebih cepat. Ia bahkan sudah bisa berdiri dan melakukan aktivitas seperti berjalan dan membungkuk, atau sekedar menggunakan senjata ringan seperti busur dan pistol.

“Apa yang bisa aku bantu untukmu sekarang?” tanya Harlan.

“Harlan, Sayang ... kau harus membantuku, menikah denganku dan kita harus membuat pesta besar-besaran!”

“Kenapa aku harus melakukan itu, kau tahu? Kan, aku sudah punya istri?”

“Tapi kau tidak mencintainya! Mai itu hanya dijodohkan ibumu, bukan pilihanmu sendiri!” Raina mengingatkan Harlan dan nada bicaranya penuh permohonan.

“Lalu, apa bedanya? Dijodohkan atau tidak, dia tetap jadi istriku!”

“Harlan, Sayang ... kumohon kali ini bantulah aku ...” Raina bicara sambil menangis, “Aku, aku hamil!”

“Siapa yang sudah menghamilimu, kenapa kau tidak meminta pertanggungjawaban pada laki-laki yang sudah melakukannya?” Harlan berkata dengan geram, jari tangannya mengepal.

“Aku tidak tahu siapa dia!”

❤️❤️❤️❤️

1
Muliahati Ziliwu
harusnya pergi jauh dr hdp Harlan biar dia sadar bahwa tindakannya salah
El_Tien: suatu saat dia akan sadar, hehe
total 1 replies
Muliahati Ziliwu
moga aja bapak laknatnya may metong cuma nyusahin
El_Tien: iya, nyusahin banget
total 1 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
bersambung kemana?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
pengulangan?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
danang, ujianmu berat.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
😍😍😍😍😍😍😍😍😁😍😍😍
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
apakah surya akan bertemu mentari lagi?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
ya ampun. minar jahat juga anaknya itu
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
pembicaraan orang-orang yg menjelang putus asa
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
oh gani abangnya ayana?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
😭😭😭😭😭😭😭😭..... kisah miris lagi.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 sedih banget
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
akhirnya menikah
El_Tien: asyik tuh 🤣
total 1 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
hayo. adam jawab apa ya?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
kayanya ibu pingsan gegara kedatangan erik ya?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
langsung lamar aja napa, cih? lama benel
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
jadikanlah yura ibunya.. 🤭
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
naina gak jelas
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
liat rumah baru bareng calon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!