NovelToon NovelToon
Mutiara Hatiku

Mutiara Hatiku

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:250.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sarah Mai

Series Kedua

Sebelum membaca novel ini hendaknya terlebih dulu baca novel Terjerat Rasa.

Sebuah kisah cinta yang kembali terulang dalam ruang waktu dan jiwa yang berbeda, bertemu kembali merangkai kisah cinta dan mengarungi peliknya kehidupan.

Mutiara Mikha Aditama adalah gadis kalem nan cantik yang tangguh, ia jarang tersenyum karena badai kehidupan itu terlalu kuat mengepungnya.

Akankah ada seseorang yang mampu membebaskan Mutiara dari kepungan badai kehidupan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 - Malam yang memukau

Pukul 21.30 Malam hari.

Setelah Mutiara dan Bastian puas menikmati suasana makan di tengah kota, sekaligus rehat sejenak dari rutinitas mereka yang membosankan, akhirnya keduanya menuju mobil dan kembali pulang.

"Kak Tiara!" suara nyaring 4 orang anak kecil yaitu 3 anak perempuan dan satu anak laki-laki, berpakaian lusuh, serentak memanggil nama gadis itu. Mereka terlihat baru saja pulang berjualan keliling dengan dagangan kecil seperti pancake, kerupuk palembang, jangek, tisu, aqua.

Sontak Mutiara tersenyum riang menyebut satu per satu nama anak-anak itu.

Bastian reflek menarik tangan Mutiara agar melangkah cepat memasuki mobil, pemuda itu merasa takut Mutiara akan diganggu orang asing yang pura-pura mengenal mereka.

"Ayo cepat!"

Namun, Mutiara melepas tangan Bastian.

"Aku kenal dengan mereka, tidak apa-apa, meraka itu anak-anak baik juga lucu!" ucap Mutiara, iapun berpaling dari Bastian lalu mendatangi sekelompok anak-anak itu.

Bastian terbengong melihat aksi Mutiara yang begitu berani di alam bebas tanpa rasa takut sedikitpun akan bahaya yang mengintai kapan saja. Pria itu bersandar di mobilnya menghidupkan sebatang rokoknya sambil memperhatikan mereka.

Suasana yang cukup berisik membuat Bastian tidak bisa mendengar komunikasi mereka.

*

"Kak Tiara cantik sekali, seperti bidadari!" puji polos keempat anak itu.

Senyum Mutiara yang begitu senang bertemu mereka.

"Jam segini kalian masih berdagang?"

"Hari ini dagangan kami sepi kak, kami terlambat, karena habis magrib baru mulai!"

"Apa kalian sudah makan?"

Satu sama lain saling memandang, memberikan jawaban tidak serentak;

"Sudah.."

"Belum...!"

"Yah sudah, kalau begitu ayo kita beli makanan!"

Bastian semakin siaga memperhatikan aksi para bocah itu karena ia sedikit khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepada Mutiara dan menganggap hal itu adalah jebakan. Meskipun Bastian memiliki darah Indonesia dari Adinda. Namun budaya, karakter, pola pikirnya sama seperti bule pada umumnya yang hidup lebih individual berhati-hati dalam beradaptasi dengan orang-orang sekitar dan lebih mementingkan keamanan diri.

Di kejauhan, Bastian terus memperhatikan gerak-gerik mereka, terlihat Mutiara sedang memesan makanan dan minuman buat anak-anak itu.

*

"Kak Mutiara, tidak usah!" ucap sungkan salah satu dari mereka.

"Tidak apa-apa sayang, kalian pasti lapar kan!"

Mereka mengangguk malu-malu.

"Kak Tiara kapan jualan lagi!"

"Kemarin kakak mencari-cari alamat kalian, apa kalian sudah pindah?"

"Kontrakan yang lama sudah di gusur kak, jadi kita tinggal sedikit lebih jauh!" jawab lusuh mereka.

"Begitu yah! Sekarang kakak jualan cake, Ouh Iyah, ini alamat toko kakak, kalau kalian pingin makan cake, tinggal datang saja!" Mutiara memberikan kartu namanya, mereka bergantian saling melihat.

"Beneran kak!"

"Benar!"

"Sekarang kak Mutiara sudah sukses yah!"

"Alhamdulillah!"

"Yah sudah, kakak pulang dulu yah, karena kakak enggak bisa lama-lama dengan kalian, seseorang sudah menunggu, tunggu saja makanannya, semua sudah kakak bayar!"

"Itu pacar kakak yah?"

"Bukan, dia Atasan kakak!"

Mutiara mengambil sejumlah uang dari dompetnya lalu satu per satu memberikan uang ke dalam saku mereka.

"Apa ini kak?"

"Kakak ada rezeki, ambil lah?"

"Kak Mutiara, terima kasih banyak yah!" keempat anak itu berkaca-kaca menatap Mutiara dan berebut memeluk gadis itu. Bastian semakin khawatir sampai ingin mendatangi mereka, namun ia balik lagi ketika ternyata terasa aman-aman saja.

"Kami kira kakak sudah tidak mengenal kami lagi, semoga kehidupan kakak semakin sukses dan jangan pernah lupakan kami!"

"Tentu sayang, pesan kakak, jangan pernah menyerah dan tetap terus sekolah, ingat! Masa depan itu adalah milik kalian dan siapa yang tau, esok hari, justru kalian lah yang lebih sukses dari kakak!" Mutiara melangkah pergi.

Keempat anak itu serentak melambaikan tangan mereka ke arah Mutiara, wajah yang tadinya lusuh tidak bersemangat, kini kembali tersenyum cerah setelah bertemu dengan Mutiara yang menjadi inspirasi bagi mereka.

*

"Maaf yah Bos, sudah lama menunggu!" ucap senyum Mutiara.

Keduanya lalu masuk ke dalam mobil, Bastian mulai mengemudikan mobilnya.

"Kamu kenal mereka?"

"Mereka adalah teman-teman seperjuangan dulu, saat aku masih berdagang di pasaran."

"Hem!"

"Kamu berdagang seperti mereka juga?"

"Yah kurang lebih seperti itu!"

"Jualan apa?"

"Jualan apa saja yang bisa di jual, mulai dari makanan, pakaian, alat-alat rumah tangga, kosmetik dll!"

"Kemudian, kamu beralih berjualan cake!"

"Iyah! Awal pertama mengenal mereka, aku sering mengeluh di depan Oma, merasa tidak pernah bersyukur!

Lalu Oma diam-diam membawaku ke perkampungan kumuh, tempat anak-anak yang kondisinya itu sangat-sangat menyedihkan, kehidupan mereka begitu keras dan jauh dari kata sejahtera, dari sana aku sadar, ternyata aku masih beruntung, masih mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik dibanding mereka.

Aku menyuruh mereka, menjualkan barang-barang daganganku, setiap ada yang laku, kami bagi hasil. Begitulah caraku untuk membantu mereka!"

"Apa mereka tidak sekolah?"

"Ada yang sekolah, ada juga yang tidak, karena masalah biaya?"

"Ouh!" jawab Bastian mengangguk-angguk mulai paham. Ia baru mengerti anak-anak seperti itulah yang dimaksud oleh ibunya sebagai anak yang kurang beruntung, tidak seperti dirinya begitu lahir langsung menjadi sultan.

*

Kekaguman kedua yang mulai diperhatikan Bastian dari Mutiara, Bastian sendiri lebih memberi nilai plus untuk wanita dari karakter sifatnya daripada fisiknya.

Ditengah perjalanan, Mutiara terlihat tertidur. Tepat di lampu merah, Bastian memperbaiki kursi Mutiara menjadi mode setengah tidur agar punggung tidur gadis itu lebih nyaman, lalu sejenak memperhatikan wajah manisnya.

kekaguman itu mulai muncul di hatinya.

Selama mulai menetap di Jakarta, Bastian mulai memperhatikan penduduknya saling membantu untuk bertahan hidup dan berkembang, ini yang diterapkan oleh Ryan dan Adinda sehingga perusahaan Woong berkembang cepat.

*

Tanpa terasa Bastian dan Mutiara telah sampai di rumah.

Bastian lebih dulu berjalan memasuki rumah, Rosida dan pengawal lainnya langsung menyambut sang majikan. Semua barang-barang bawaan telah Mutiara berikan kepada pelayan kecuali laptop dan tas pribadi.

Langkah Bastian berhenti lalu berbalik menghadap Mutiara.

"Oh Iyah, tolong jangan pernah biasakan dirimu terlalu berani di luar sana, karena kamu belum merasakan, seperti apa jika tengah berada di dalam bahaya. Selama kamu tinggal di rumah ini, keselamatan mu menjadi tanggung jawab besarku!" ucap tegas Bastian lalu memasuki ruang lift menuju kamarnya.

Mutiara terdiam lalu berkata;

"Itu kata-kata marah atau perhatian sih?" ucap senyum Mutiara melangkah masuk menuju kamarnya.

*

Pukul 11. 05 Wib.

Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian, Mutiara tidak langsung tidur, ia masih bekerja dengan laptopnya.

"Sepertinya Bastian belum melengkapi datanya!" ucap Mutiara langsung menelpon Bastian.

Pria itu terlihat belum tidur masih bekerja. dengan leptopnya.

*

"Aku berada di ruang kerja, kalau mau, ambil sendiri!" ucap ketus Bastian langsung menutup panggilan Mutiara.

"Trup!"

*

"Tinggal kirim saja apa susahnya sih!" gumam kesal Mutiara begitu malas harus naik lift ke lantai tiga.

1
Afnan S
se menderita nya mutiara masih bisa kuliah dan pergi ke luar negeri Berlin. berarti dia termasuk orang rang yang mampu..beda dengan rakyat jelata..kalo kekurangan ya bener2 ga bisa sekolah tinggi.. untuk makan aja susah
februari
terimakasih thor atas cerita yang sangat luar biasaaaaaa 🌹
rena
luar biasa
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
adakah season jin Hui dan Tifani berlanjut ka Sarah???
Olivia Madelyn
Alhamdulillah....pada akhirnya segala perjuangan hidup yg dijalani mutiara dan keluarganya akhirnya berujung bahagia.semuanya merupakan hasil dari kegigihan,kesabaran,dan ketabahan yg penuh dengan air mata.
Dera Aulia
semakin menarik ceritanya
🏡s⃝ᴿ 𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉKᵝ⃟ᴸ¢ᖱ'D⃤OFF
Alhamdulillah semua berakhir bahagia...
ikut merasa senang dan gembira dengan akhir cerita yang berakhir bahagia, Farel pun akhirnya mnyadari kesalahannya serta mau meminta maaf.

Setiap kehidupan ada hal2 yang harus kita lalui baik ataupun buruk. terkadang kita menanyakan mengapa hal2 buruk harus menimpa diri kita..namun yakinlah setiap kejadian yg kita lalui adalah garis hidup yg harus kita lalui yang mngkin saja memberikan pelangi buat hidup kita kedepannya.

Begitu juga dengan kehidupan Mutiara..yg sedari kecil harus menderita, memiliki ibu yg gila dan ayah yg sudah tiada. Namun berkat doa, jerih payah, usaha, kepintaran dan hati yang tulus menerima semua kehidupannya dengan ikhlas dan sabar semuanya akhirnya berakhir bahagia dan indah untuknya

Tentunya banyak hal yg dapat kita petik dari novel ini seperti ttg kasih sayang seorang nenek dan Bunda Adinda kpd cucu dan anaknya. Serta ketulusan hati mutiara dalam mnjalani kehidupannya

Terima kasih Kak Mai atas novelnya..ditunggu utk novel berikutnya.
Tetap semangat, sehat selalu dan sukses utk karya2nya...🙏
🏡s⃝ᴿ 𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉKᵝ⃟ᴸ¢ᖱ'D⃤OFF
waahhhh....kerenn Nia masih bisa hamil di usia yg sdh tidak muda..🤭🤭
ini adiknya Mutiara akan seumuran sama anaknya dong 🤭🤭🤭
🏡s⃝ᴿ 𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉKᵝ⃟ᴸ¢ᖱ'D⃤OFF
jadii terharuuu..😥😥😥😥
🏡s⃝ᴿ 𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉKᵝ⃟ᴸ¢ᖱ'D⃤OFF
wahh ada sang dokter juga ternyata
🏡s⃝ᴿ 𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉKᵝ⃟ᴸ¢ᖱ'D⃤OFF
uhuyyyy...kode nih....kode nih
semoga bs mngikuti jejak Bastian dan Mutiara 🤭🤭
🏡s⃝ᴿ 𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉKᵝ⃟ᴸ¢ᖱ'D⃤OFF
cieee...bnyak fans nih yeee...
jgn kalah lahh..coba dekatin Tiffani
🏡s⃝ᴿ 𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉKᵝ⃟ᴸ¢ᖱ'D⃤OFF
mngenaskan nasibnu thalia...
itulah buah dari kedengkian dan keserakahanmu..
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
Q terlat baca ka karna lama off....


dan alhamdulillah semua happy ending dengan pasangan'y masing", trimakasih banyak buat ka'Sarah yang telah membuat karya luar biasa ini banyak hikma yang di petik dari kisah MH banyak pelajaran hidup terutama PERJUANGAN, SABAR juga Keikhlasan... jangan menyerah dengan ke ada'n di saat qita berasa dalam titik terendah selalu berserah diri dan berpasrah kepada Allah...

trimakasih banyak ka'sarah di tunggu lagi karya" hebat mu tetep semangat dan sehat selalu ya🤗🤗🤗🥰🥰🥰🥰
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
cihuuuuuyyyyyy🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭yah begitulah... semua pasti bahagia asal mau bersabar karna itu yang di hasilkan dari buah kesabaran
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
eeeeee Thalia kenapa itu??? kenapa harus scan otak juga.... apa ini balasan dari perbuatan Farel dulu dan kini berimbas ke anak'y
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
ciyeeee yang manten baru😍😍😍mesra'n mulu yeeeeee
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
kode tuh Dan kalo Jin Hui tuh pengen ngajak u nikah🤭🤭🤭ya enggak'y kan u bisa nikah muda walaupun sudah 🅣🅘🅓🅐🅚 gadis lagi, kenapa mesti nunggu usia 40
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
sungguh hancur hati seorang kakek setelah mendengar sendiri ucapan kasar cuxu'y🥺🥺🥺
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
hadew Thalia masih kekeh ya ingin mendapatkan pulau itu... 🤣🤣🤣wkwkwk Jin Hui kau memergoki boss mu bucin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!