Aku tak terkalahkan!
Xu Xiaoyao mulai melakukan perjalanan untuk mencari tahu kenapa dirinya bisa pergi ke dunia lain dan cara untuk bisa kembali ke bumi.
Sepanjang perjalanan Xu Xiaoyao mulai menguak berbagai misteri kuno ditemani berbagai keindahan dan teman yang setia.
Berbagai konspirasi menjebak dirinya, tapi hanya dengan satu pikiran semua musuh musnah.
Akankah Xu Xiaoyao bisa kembali menemukan jalan ke bumi ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lonely Tree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vol.2 Bab.16 Membuat Rencana
Tetua pertama membawa Xu Xiaoyao dan Xiao Chen menuju ruangan untuk tempat Xu Xiaoyao beristirahat.
“Senior, ini ruangan tempat kau beristirahat” ucap Tetua pertama sedikit gemetar.
“Hm” angguk Xu Xiaoyao.
Xu Xiaoyao masuk ke dalam ruangan sedangkan Xiao Chen masih berdiri di depan pintu ruangan.
“Xiao Chen, kau bisa beristirahat di sebelah” ucap Xu Xiaoyao.
“Iya tuan” angguk Xiao Chen.
Setelah itu Xu Xiaoyao pergi meninggalkan Xiao Chen dan Tetua pertama di luar.
Setelah sampai di dalam kamar, Xu Xiaoyao duduk di kursi. Xu JInhu melompat keluar dari balik jubah Xu Xiaoyao dan langsung berbaring di karpet.
“Jinhu, kau beristirahatlah” ucap Xu Xiaoyao.
Xu Jinhu mengangguk dan segera menutup matanya untuk beristirahat.
Sedangkan Xu Xiaoyao masih dalam perenungan dalam.
“Sepertinya kehidupanku di dunia ini tidak mungkin bisa berjalan damai dan tenang. Banyak hal yang tanpa sebab sudah terikat denganku”
“Walaupun aku tidak takut dengan siapapun, tapi jika kehidupan tenang dan damaiku terganggu, hal itu pasti sangat tidak mengenakan”
“Tapi bagaimanapun aku harus tetap memasang fasad kuat. Di dunia ini aku tidak bisa sama sekali menunjukan sisi lemahku, aku tidak bisa sama sekali menjadi manusia yang naif sama seperti di bumi”
“Hukum di dunia ini tidak sama dengan hukum di bumi. Di dunia ini hanya yang kekuatanlah yang menjadi hukum. Jika aku masih menggunakan akal sehat yang sama dengan di bumi, mungkin akan selalu dibodohi oleh orang di dunia ini”
Xu Xiaoyao merenung sangat dalam, dia mulai mencoba memahami kebenaran sejati di dunia ini.
Setelah melakukan pembunuhan beberapa kali, Xu Xiaoyao masih merasakan gangguan pada mentalnya. Bayangan ketika dia membunuh terus menghantui dirinya.
Bagaimanapun dia adalah seorang yang berasal dari bumi, dan dia juga bukan orang yang suka terlibat dengan kekerasan selama di bumi.
Namun selama beberapa hari di dunia lain, Xu Xiaoyao mulai beradaptasi dengan gaya hidup di dunia lain dan akal sehat.
“Besok aku akan mencoba menggunakan pencerahan segala hal kepada Xiao Chen, aku penasaran dampak seperti apa yang akan ditimbulkan” gumam Xu Xiaoyao.
“Baiklah, sudah saatnya aku tidur”
Xu Xiaoyao segera menaiki tempat tidur.
…
Di kamar dagang 4 lautan.
Setelah kembali, Qian Ruyan segera masuk ke dalam kamar pribadi miliknya dan mengeluarkan sebuah piringan perunggu.
Piringan perunggu itu dipenuhi dengan berbagai garis dan tulisan rune-rune misterius. Saat Qian Ruyan menyuntikan Energi spiritual miliknya ke dalam piringan perunggu, sebuah cahaya seperti hologram muncul.
Dari cahaya tersebut perlahan-lahan sebuah wajah tua mulai tampak.
Wajah tua menatap Qian Ruyan dengan senyuman manis dan lembut.
“Cucuku yang manis, akhirnya kau menghubungi kakek juga. Apa kau tidak tahu, kakek sudah merindukan dirimu” ucap sosok itu dengan manja.
Sosok tersebut tidak lain lain adalah kakeknya Qian Ruyan Alias Leluhur ketiga kamar dagang 4 lautan.
“Kakek Stop, aku sudah besar. Jangan perlakukan aku seperti itu lagi” ucap QIan Ruyan Kesal.
“HEHE, baiklah. Untuk cucuku yang manis, kakek akan menurutinya” ucap Kakek Qian Ruyan.
“Cucuku, ada keperluan apa kau memanggil kakek pada malam hari seperti ini ?” tanya kakek Qian ruyan.
“Begini kek…”
Qian ruyan mulai menceritakan semua hal yang terjadi, mulai dari Xu Jinhu dengan garis keturunan murni, Xu Xiaoyao yang ada kemungkinan adalah seorang yang mendapatkan warisan era manusia terdahulu.
Kekek QIan Ruyan mendengarkan dengan seksama. Dia menunjukan wajah tertarik dan antusias ketika Qian Ruyan bercerita.
Setelah Qian Ruyan selesai bercerita, Kakek QIan Ruyan menatap cucu nya dengan semangat.
“Bagus, cucuku memang luar biasa pintar. Untung saja kau tidak tergesa-gesa mengambil tindakan” puji Kakek Qian Ruyan.
“Seorang yang mampu memukul ahli ranah Menginjak langit dengan mudah tanpa menggunakan kekuatan spiritual. Hal ini hanya ada satu kemungkinan, bahwa dia telah mendapatkan warisan itu dan berhasil pada kultivasinya”
“Untung kau tidak segera merampas anak harimau itu, jika kau salah langka, mungkin nasibmu tidak akan bagus”
“Untuk sekarang, biarkan orang lain yang menguji kedalaman orang itu. JIka kekuatanya setara Holy King, maka tidak perlu menahan diri, tapi jika kekuatannya melampaui Holy King, maka jangan jadi musuh, kemungkinan daging miliknya telah di kultivasikan setara Seorang Supreme” ucap Kakek Qian Ruyan.
“Jadi apa yang harus kita lakukan ?” tanya Qian Ruyan.
Kakek Qian Ruyan menatap cucunya dengan senyum misterius.
“Apa kau masih memiliki Ordo Pembunuh Malam ?” tanya kakek Qian Ruyan.
“Masih, apa hubungannya dengan Ordo pembunuh malam ?” tanya Qian Ruyan heran.
“Kau berikan Ordo itu pada Penguasa kota maupun Keluarga Chen, biarkan mereka yang menguji kedalaman orang itu. Jika orang itu mampu mengatasi pembunuh dari Aula Pembunuh Malam, maka tidak perlu ragu untuk menangkapnya, tapi jika dia berhasil dengan mudah mengatasinya, maka cukup cari cara untuk berteman”
“Ingat, Belalang menangkap jangkrik, oriole dibelakang” ucap kekek Qian Ruyan licik.
“Saat kau memberikan Ordo ini, jaga identitasmu agar tidak ketahuan, katakan saja bahwa kau hanya menginginkan Harimau tersebut sebagai pengganti Ordo Pembunuh malam”
Setelah mendengarkan penjelasan kakeknya, Qian Ruyan menjadi tercerahkan.
“Baik, kalau begitu Ruyan akan segera melaksanakannya” jawab Qian Ruyan.
“Bagus, kakek akan menunggu kabar dari cucuku yang cantik” ucap Kakek Qian Ruyan berpisah.
Setelah selesai menghubungi, Qian Ruyan segera menemui Nenek Ju untuk melaksanakan rencana yang telah disiapkan.
…
Jauh dari kediaman keluarga Chen, di mansion milik penguasa kota. Tiga patriark keluarga Besar beserta penguasa kota sedang berkumpul.
Dengan tubuh yang masih penuh lebam, mereka dalam kondisi serius membahas sesuatu yang sangat penting.
“Sekarang orang itu telah berada di kediaman keluarga ku. Dia bukan hanya mengacau, tapi juga berani mengatakan bahwa Keluarga Chen-ku adalah budak miliknya” ucap Patriark Chen geram.
“Tenang, sekarang kita berkumpul untuk mencari cara memecahkan masalah ini. Orang itu dengan berani mengatakan akan memperbudak keluarga Chen, bukan tidak mungkin keluarga lainnya akan dia perbudak juga” ucap Patriark Qiu.
“Hmp, jika dia berani memperbudak keluarga Zhao, aku pasti akan berperang sampai mati dengannya” ucap patriark Zhao.
“Hanya denganmu ? kau saja tidak bisa menahan satu pukulan darinya, bagaimana kau ingin berperang dengannya, itu hanya akan menjadi Pembantai sepihak” cibir Patriark Chen.
“Kau!” Teriak Patriark Zhao melotot.
“Diam!” ucap Penguasa kota.
“Sekarang bukan saatnya bertikai diantara kita. Pertama kita harus mencari tahu tingkat kekuatan miliknya”
“Dengan kekuatan kita , kita sama sekali bukan lawannya. Kemungkinan dia berada di ranah Holy King. Jadi untuk mengatasinya hanya ada 2 cara, kita mencari seorang Holy King untuk berhadapanya, dan kedua kita menggunakan taktik racun. Tapi kedua rencana ini masih penuh resiko”
“Pertama, kita tidak tahu Holy King mana yang bisa kita undang untuk menghadapinya. Kedua, kita tidak tahu apakah dia kebal racun atau tidak”
Suasana menjadi hening setelah Penguasa kota selesai berbicara tentang beberapa idenya.
Masing-masing ide Penguasa kota sama -sama sulit untuk dilaksanakan.
Saat suasana dalam keheningan, sebuah suara serak tua terdengar memecahkan suasana yang hening.
“Bagaimana kalau aku memberikan kalian ini” ucap suara tua itu.
Masing-masing dari mereka menoleh ke arah sumber suara, dan melihat ke arah benda yang dipegang oleh orang itu.
Mereka terkejut dengan apa yang dipegang oleh orang tersebut.
“Ordo Pembunuh Malam!” teriak mereka serempak.
1 Mencerahkan
2 Mencerahkan
3 Mencerahkan
4 Mencerahkan
5 Mencerahkan
saran saja Thor Jan masukin dalam hati
"salam pembaca setia"