NovelToon NovelToon
Key And Bian

Key And Bian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: LaSheira

Selamat Membaca kisah Key And Bian 💖💖

Takdir masa lalu Presdir Adiguna Group dan seorang model bernama Jesika, telah membuat sebuah benang kusut untuk kehidupan anak-anak mereka.

Key dan Bian dua manusia yang mengenal arti cinta dengan cara berbeda. Semua terasa sederhana jikalau itu hanya tentang rasa mereka berdua. Tentang cinta berbeda status, tentang orang ketiga. Namun takdir masa lalu orangtua telah menyeret mereka dalam hubungan rumit tentang penghianatan, tentang ibu yang tersakiti, tentang kebencian yang diwariskan.


Dan bagaimana kalau takdir masa lalu itu memunculkan seseorang, anak yang tak diketahui. Dari situlah rumitnya takdir masa lalu itu akan terurai.

Akankan cinta Key dan Bian bersatu menuju perayaan?

Akan ada banyak tawa dan bahagia, namun juga akan ada airmata.

selamat membaca 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaSheira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketakutan Bian (Part 1)

Setelah menghabiskan waktu dengan pikirannya sendiri di gelanggang olahraga, akhirnya Bian kembali kerumahnya. ia bahkan tidak berfikir untuk pergi kekantor hari ini.

Bian melemparkan handuk diatas

meja, mengambil sebotol air dikulkas, meraih ponselnya diatas meja, lalu

berjalan menuju ruang tamunya, menjatuhkan tubuh di sofa, lalu meneguk

minumannya. 30 panggilan tidak terjawab, dan pesan chat belum terbaca. Wajahnya

berubah malas saat sudah membuka hp. “ Memang apa yang aku harapkan.”

Dilemparkannya ponselnya ke atas kursi di sampingnya. Semua panggilan dan pesan

hanya dari Amanda. Gadis itu benar-benar kuatir dengan sikap Bian yang terkesan

kesal dan marah semalam. Walaupun Bian menjelaskan dengan bahasa yang baik,

bahwa dia hanya merasa lelah, namun Amanda menyadari ada kemarahan di wajah

tunangannya.

“ Kak apakah kamu pulang dengan selamat semalam.”

“ Bagaimana hari ini?”

“ kak Bian, kumohon, balaslah, dan katakan kamu baik-baik saja.”

Dan banyak lagi. Gadis itu

benar-benar pantang menyerah, sekalipun Bian tak pernah membuka pesan darinya.

Bian memejamkan matanya, sebenarnya

dia merasa lapar, namun dia benar-benar malas untuk memikirkan makan sekarang.

Hari ini dia bahkan tidak muncul di kantor, Anjaspun belum menghubunginya

setelah tadi pagi di gelanggang olahraga. Lagi-lagi wajah penjaga mini market

itu muncul lagi.

“ Apa? Kenapa memikirkanku? Apa

yang kau pikirkan tentangku CEO?”  katanya sengit. Wajah polos dan manisnya berubah garang. “ kenapa? Apa

kamu pikir aku tidak akan berubah sikap setelah tahu kamu ternyata seorang CEO.

Dasar bodoh, bayar semua makan malammu selama ini, kalau kau punya uang kenapa

minta amakan gratisan hah!” Key melemparkan kotak makanannya yang berhamburan

ke wajah Bian.

Aaaaaa. Bian berteriak keras.

Terlonjak dari lamunan. “ Mas Bian kenapa?” pelayan Bian datang tergopoh-gopoh

dari luar, memandang tuannya yang masih memakai pakaian olah raga terjerembah

di lantai.

“ Tidak pak.” Merasa malu. “ Saya lapar pak.” Mengalihkan situasi.

“ Baik mas, saya siapkan makanan dulu, mas Bian sebaiknya mandi saja dulu.”

“ Ia pak.” Bian bangun dari lantai

dan menuju kamarnya. Dia mengelengkan kepalanya, mengusir bayangan Key dari

pikirannya.

Kamar mandi ini terletak dikamar

Bian. Berada di ruangan yang sama dengan lemari pakaiannya, masih menyatu

dengan kamar. Jadi ketika memasuki kamar, hanya akan bisa di temukan sebuah

kasur besar dan sebuah tv . Sebuah meja kerja dengan rak buku dan dokumen di

belakangnya. Walaupun di luar Bian memiliki ruang kerja, namun dia lebih senang

duduk di kamarnya ketika membaca laporan, atau berkas-berkas kantor yang ia

bawa pulang. Tidak ada lagi yang lain. Dan menempel pada didinding, ada sebuah

pintu yang warnanya sama dengan cat didnding, sengaja di samarkan, jika di

geser ke arah kanan maka akan terlihatlah sebuah ruangan besar yang dipakai

sebagai tempat menyimpan koleksi dan keperluan pribadinya. Deretan pakaian,

lemari khusus kemeja, jas, atau pakaian sehari-harinya. Tertata dengan rapi.

Koleksi jam tangannya, dasi, dan juga dompet mewah. Tidak terhitung nilainya.

Lalu di sudut semua koleksi mewah itu terdapat pintu lagi, saat terbuka, sebuah

kamar mandi yang seukuran kamar utama.

Bian melepaskan pakaiannya dan

berbaring di dalam bethtub, dia menghidupkan air. Air dingin segar mengalir

mengisi bak secara perlahan.

“ Apa yang kau inginkan dariku,

dengan menyamar menjadi laki-laki biasa. Ya, aku memang gadis polos dan lugu

yang bisa kau perdayai.” Key menyeringai marah. “ Dan pertunangan, ada apa

dengan semalam, kenapa kau bertunangan, jadi selama ini kau menganggapku apa.

Mainan untuk mengisi hari-hari kesepianmu. Ia.” Menatap penuh kebencian. Bian

merinding, wajah key yang biasanya ramah dan terlihat manis lenyap ntah kemana. Kini yang ada dihadapannya

bukanlah key yang selama ini dia kenal. “ Inilah aku yang sebenarnya. Kenapa?

Kau kecewa kalau ternyata aku bukan gadis polos dan juga manis. Kau kecewa, kau

kecewa. Aku juga sangat marah dan kecewa. Marah, marah, marah.”

Untuk ke dua kalinya Bian gelagapan.

Bayangan Key yang menghantuinya berubah menjadi wanita yang menyeramkan. Dia

bangun dari bethtub, meraih handu. Masih memakai handuk yang berbentuk piayama

dia keluar dari kamar, menuju ke dapur.

“ Sudah siap mas, silahkan”

“ Duduklah, temani aku makan.” Katanya pelan.

“ Baik.”

Mereka makan dalam diam. Pak wahyu

sudah terbiasa dengan ini, diapun menikmati makanannya. Sambil pikirannya

melayang ntah kemana. Begitu pula Bian. Yang terus mengelengkan kepalanya,

mengusir wajah galak key dari pikirannya. Bian memang cenderung pendiam untuk

beberapa situasi, terlebih jika suasana hatinya kurang baik. Setelah selesai

makan, pak wahyu membereskan meja, sementara Bian memilih duduk di sofa sambil

menyalakan tv. Berita pertunangannya belum berhenti di bahas tv. Beberapa kali

dia menganti chanel tetap sama saja. Dilemparkan remote saat tidak menemukan

acara bagus untuk dilihat. Dia memilih meraih ponselnya.

“ Satu jam lalu kau membuka pesanmu.” Dia menghapus chat dari Amanda tanpa membacanya. “ Apa yang harus kulakukan sekarang.” Wajahnya terlihat sedih, kesal dan bingung. “ apa aku

harus minta maaf, tapi aku benar-benar takut dengan reaksinya selanjutnya. “

sebenarnya yang Bian takutkan bukanlah kemarahan key, sejujurnya ia tidak

terlalu takut jika key marah, memandangngnya kesal atau berwajah galak seperti

bayangannya. Tapi, bagaimana jika sebaliknya yang terjadi.

Tiba-tiba bayangan gadis lain

melintas, seorang yang dulu sangat dekat dengan dirinya. Saat tahu dia ternyata

bukan orang biasa, gadis itu bukannya marah, malah memeluknya dengan bangga.

Dan akhirnya gadis itu tidak berbeda dengan wanita yang lainnya.

 “ key seperti apa kamu akan bersikap padaku

sekarang”. Sejujurnya Bian merasa takut akan kenyataan dari jawaban

pertanyaannya barusan. Ia penasaran sekaligus takut.

Bersambung............

1
Nurma Sadiah
cie yang seneng di posesif🤣
Abizar Alfarizki
hadeeh bian 🫩
Nurma Sadiah
wow ternyata bian dan basma adik kakak😄
Nurma Sadiah
mau bakso🤤 apalagi makannya bareng orang kaya bian
Septi Msi Yogyakarta
halo kak author
aku rindu dgn krya2 mu
Nurma Sadiah
amanda sama anjas aja, cocok👍
Nurma Sadiah
ih sakit banget sih klo jadi manda/Sob/
Nurma Sadiah
happy ending😍
Mahendra Sari Anwar
kak,,ko blm ada lg cerita yg baru?
aku selalu tgu lohhh cerita nya🔥🔥🫶
love love love berkobon² nanas kan🫶
Mahendra Sari Anwar
maui lagiii🔥🫶
Maryam Husain
luar biasa
Putriani
izin mampir yah😍
☠Arin_
aku suka final ending yg bahagia gini
☠Arin_
the end🙏
☠Arin_
waaaah mau pamer🤣🤣🤣
☠Arin_
Senengnya🤣🤣🤣
☠Arin_
Sedih aja
☠Arin_
plong
☠Arin_
wah kena deh🤣🤣🤣
☠Arin_
😭😭😭😭masih berlanjot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!