NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Pengantin Pengganti Konglomerat / Tamat
Popularitas:326.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rhiy Navya

Sekuel Dinikahi Konglomerat Sejagat!
Biar terasa greget baca dulu novel tersebut, baru maraton ke sini.

Devin terpaksa menikahi anak dari asisten pribadi orangtuanya, karena calon istrinya kabur di hari pernikahannya.

Perintah dari Argan selaku orangtua, tidak dapat dia tolak. Terpaksa menerima pengantin pengganti, meski dia tidak mempunyai perasaan apapun.

Akankah Devin bisa membangun cinta, bersama Tasya yang super cuek? Atau justru Tasya yang sulit membangun cinta, pada Devin yang dingin nan arogan?

Simak kisahnya hanya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhiy Navya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernyataan Cinta

Tasya menyiapkan perlengkapan, yang akan dibawa untuk kegiatan PBAK.

"Tasya kecil, apa kamu ingat hari ini?" Tanya Devin.

"Iya, ini adalah hari pertama masuk kuliah." Jawab Tasya.

"Salah, ini adalah hari di mana aku akan menepati janji." Ujar Devin.

"Hah janji, kok aku tidak ingat." Jawab Tasya.

"Iya bocah kecut, kita akan pergi setelah pulang kuliah." Ucap Devin menjelaskan.

Tasya teringat ucapan Devin beberapa hari yang lalu.

"Oke pria kaku. Aku tunggu iya." Jawab si Tasya, dengan santai.

Di kampus, suara riuh mahasiswa dan mahasiswi terdengar.

"Eh, itu nama ketua BEM Devin Sebastian iya?"

"Iya, konglomerat sejagat. Masak kamu tidak tahu."

"Harusnya, mereka berdua jadian. Itu Devin dan Saras serasi." Menunjuk dua orang yang berdiri di depan.

'Aku harus merebut posisi si Saras itu. Bagaimana pun caranya, aku harus dekat dengan Devin.' Batin Rubis.

Devin dan Saras mengintruksikan untuk mengisi formulir PBAK. Setelah selesai mereka masuk ke dalam ruangan, memperhatikan hal yang disampaikan oleh Devin.

"Sya, kamu harus hati-hati." Ujar Tera.

"Lihatlah, perempuan di sebelah Devin itu cantik." Timpal Okta.

"Apaan sih kalian, memangnya dalam perjalanan harus hati-hati." Jawab Tasya.

"Siswa dan siswi dari SMA Pelita Raya." Panggil Devin.

Banyak yang mengangkat tangan ke atas, begitupula dengan Rumi, Rubis, Okta, Tasya, Tera dan Jelita.

Waktu untuk istirahat akhirnya tiba, mereka semua keluar dari kelas. Tasya melihat Rubis mengejar Devin yang hendak keluar ruangan.

"Devin!" Seru Rubis.

Devin menoleh ke sumber suara. "Iya." Jawabnya.

kamu pria yang telah menolong aku waktu itu 'kan?"

"Iya, aku yang mengantar kamu sampai ke sekolah." Jawab Devin.

Rubis mengeluarkan botol air minum yang disembunyikan olehnya. "Ini untuk kamu."

Devin menoleh ke arah Tasya, yang ada di belakang Rubis. "Terimakasih."

Devin menerima botol pemberian Rubis. Perempuan itu tersenyum bermekaran bagai bunga, tidak menyadari bahwa Devin sudah punya istri.

Rubis segera pergi, setelah tersenyum sambil melambaikan tangan. Devin menghampiri Tasya, namun istrinya itu malah menghindar.

"Tasya, kamu kenapa." Devin mengejar Tasya, yang berjalan sambil cemberut.

"Tidak apa-apa." Jawabnya.

"Kalau kamu tidak suka dengan botol ini, katakan saja." Ujar Devin.

"Terserah." Jawabnya ketus.

Devin memeluk Tasya dari belakang, karena dia berjalan terus. Devin ingin Tasya berhenti, dan menoleh ke arahnya.

"Jangan marah sayang, kamu ada janji pergi bersamaku." Bisik Devin, di telinga Tasya.

"Lepaskan Devin, soal janji pasti aku tepati." Jawabnya.

Devin melepaskan pelukannya, lalu memutar tubuh Tasya agar menghadap ke wajahnya. Dia membenarkan poni rambut Tasya, yang hanya beberapa helai di samping.

"Kamu tidak suka, kalau aku menerima pemberian dari perempuan tadi?"

"Terserah, bukan urusanku." Jawab Tasya, masih cemberut.

"Kalau kamu ingin aku membuangnya, katakan saja sayang. Aku rela demi dirimu, karena kamu teman yang berarti." Devin membuang botol ke tong sampah, yang ada di samping mereka.

Tasya tersenyum, dia senang Devin melakukan itu untuknya. Devin menjadi tahu, bahwa Tasya cemburu. Devin memeluk Tasya dengan erat, begitupula dengan Tasya yang ingin memeluk. Tangannya sudah ada di belakang, tapi ragu-ragu untuk memeluk. Tangan Devin membantu tangan Tasya, agar melingkar di pinggangnya.

"Aduh, sakit sekali." Ujar Tasya, sambil memegangi perutnya.

Devin melepaskan pelukannya, sambil memegang perut Tasya. "Kenapa tiba-tiba sakit?" Tanyanya.

"Mungkin aku lapar." Jawab Tasya.

Devin menggendong tubuh Tasya, menuju ke arah kantin. Tasya memberontak minta dilepaskan, karena menjadi pusat perhatian.

"Eh dia siapa, kok diperlakukan istimewa."

"Waw, baru kali ini pria dingin itu menggendong perempuan."

"Aku ingin di posisi perempuan itu."

"Sudahlah, dia hanya asisten kantor tuan Devin. Mereka tidak ada hubungan lebih, tidak perlu berlebihan." Sahut Rubis, dengan tatapan tidak suka.

"Oalah, cuma asisten. Pantaslah saja, Devin itu peduli. Sudah kuduga dari awal, pasti bukan pacarnya. Dari penampilan saja kampungan gitu."

Rubis mengacungkan dua jempolnya.

Devin memesan makanan di kantin itu. Kantin khusus, yang mengolah makanan secara bersih.

Tak berselang lama, pelayan datang membawa makanan. Devin menyendok makanan yang masih hangat, lalu memaksa Tasya menerima suapan darinya.

"Alhamdulillah, sakitnya sudah berkurang." Ujar Tasya.

"Jangan telat makan lagi Tasya kecil." Devin mengingatkan.

Pukul 13.00 mereka singgah di masjid, Tasya dan Devin salat terlebih dulu. Setelah selesai, barulah mereka hendak pergi ke tempat tujuan mereka.

"Kamu mau mengajak aku ke taman itu lagi?" Tanya Tasya.

"Iya, tapi ada hal yang telah aku persiapkan untukmu." Devin mengambil kain, lalu menutup mata Tasya.

Beberapa menit dalam perjalanan, barulah mereka sampai ke taman itu. Devin membuka pintu mobil, lalu mengitari mobil untuk membukakan pintu untuk si Tasya.

Devin membantu Tasya berjalan, karena kedua matanya ditutup. Devin membuka penutup ruangan bawah tanah, lalu menuntun Tasya untuk ikut turun. Setelah itu, Devin membuka kain penutup di wajah Tasya.

"Tasya, surprise untuk kamu." Ujar Devin.

Tasya mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ruangan itu bagaikan kamar pengantin. Di ranjang itu sengaja dihias dengan bunga-bunga. Ada kelopak bunga mawar yang berbentuk love di kasur sofa.

"Kamu kenapa harus repot-repot, untuk mendekorasi ruangan ini." Tasya masih heran.

Devin menggenggam kedua telapak tangan Tasya. Setelah itu, dia menghembuskan nafasnya perlahan.

"Sya, aku benar-benar cinta kamu." Ujar Devin.

"Aku juga cinta sama kamu." Jawab Tasya jujur.

"Aku mau mulai hari ini menjalankan kewajiban masing-masing." Ucap Devin.

Dia lebih mendekatkan diri, tangannya memegang kancing baju putih Tasya.

"Aku lagi datang bulan." Jawab Tasya gugup, karena berbohong.

Devin tahu kalau Tasya berbohong. "Yah, sayang sekali iya."

"Iya sayang, kamu tidak perlu khawatir." Jawab Tasya.

'Fix, parah aku bohongin dia. Huaaa, merasa bersalah banget deh. Tapi, aku takut kalau dia melakukan itu.' Batin Tasya.

Tasya segera duduk di ranjang tidur, memainkan boneka Pokemon yang ada di atasnya.

"Wah, lucu sekali." Ucap Tasya.

Devin duduk di sebelah Tasya, lalu mencium pipinya.

"Lucu seperti kamu." Jawab Devin, sambil memuji istrinya.

"Sejak kapan kamu mulai suka sama aku?" Tanya Tasya.

"Tidak tahu, aku merasa perasaan itu terus tumbuh." Jawab Devin.

"Kalau aku merasakan sakit, ketika kamu dikelilingi oleh banyak perempuan di aula SMA." Ujar Tasya.

"Oh, jadi karena itu. Berarti waktu itu kamu menangis karena cemburu. Sudah kuduga, bukan karena kamu rindu Elina." Jawab Devin.

"Aku rindu, tapi tidak sampai menangis." Ucap Tasya.

"Maafkan aku iya sayang. Aku janji, aku tidak akan membuat kamu menangis lagi." Jawab Devin.

"Benar iya, jangan nempel-nempel dengan perempuan lain lagi." Ucap Tasya.

"Benar, aku akan nempel sama kamu saja." Devin mencium bibir Tasya.

1
De'Ran7
ngapain buat orang nangis..kek kurang kerjaan aja dah nih orang
De'Ran7
dih udah baik di gantiin..kalo gak yg malu banget kan situ ya.wkwk dikhianati udah gitu pengantinnya lari lagi sama sahabatnya
De'Ran7
hm..lucu sekali ya itu kata²(maaf)..pasti sakit banget dah tuh n malu jga sama orang yg undang
De'Ran7
ini mah udah keliatan kaleus kalo dia cewek gk bener..mudah dirayu
Amanah Amanah
lanjut ahh..
Amanah Amanah
Yana minta adiiik😄😄
Amanah Amanah
satu kawan satu musuh ya...
Amanah Amanah
singkat padat dn jesusu ya thooor
Amanah Amanah
ooooh ..gitu ya...Rumi bls dendam
Amanah Amanah
aneh ah ...Heru dn argan Kya g pernh menghdpi mslh yg lebih besar dri ini,jln pkirannya g mennjukn klo dia seorng yg konglomerat😏😏
Amanah Amanah
msa orng Kya g bisa menyelesaikan mslh Kya gini,g nyruh orng2 utk mnyeldikinya gitu
Amanah Amanah
kenapa sikap Heru sama argan jdi ksar si thooor secara dia itu kndlu asistennya argan,dan ada apa dg Rumi ya ...koq dia dendam SMA Tasya dn devan
Amanah Amanah
siapa ya...dalng di balik semua ini apa dia rumi atau Ferdian?
Amanah Amanah
iiiiih Smpe segitunya ya Ruby...itu kriminal,g mkir nnti dia mendekam di oenjara
Amanah Amanah
sabaaar hdpi ujian dg kepla dingin sya
Amanah Amanah
Tasya si nangis knpa thooor?
Amanah Amanah
kembali ke pelakor2 GJ
Amanah Amanah
ngebalas pesn dri kampus koq SMA mm nya yg nelpon g di bls ya...?
Amanah Amanah
begitulah klo g nrut swami,menyesl setelah kejdian yg menimpanya,semoga Tasya segera di temukn
Amanah Amanah
duuuuh tuh dokter lgi pdkt ya....SMA rubis,sayang jga si dr. tmpn,baik HTI hrus Deket dengn ult kket mcm rubis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!