Asyifa Alexandre Saputri sering dipanggil syifa,anak seorang pengusaha yang kaya raya bernama Albert Alexandre.memiliki sifat dingin,keras kepala tapi pintar. kesibukan orangtuanya membuat Syifa melakukan hal hal yang tidak baik,sehingga kedua orangtuanya memasukkan Syifa kepesantren untuk memperbaiki ilmu agama di pesantren milik teman dari ayah adinda kakak dari Albert
namun tidak disangka Syifa malah mendapatkan jodoh
tapi saat dia bertemu jodohnya Syifa mengalami kecelakaan sehingga membuat setengah ingatannya hilang,lalu apa yang terjadi selanjutnya
saksikan kelanjutannya ceritanya di novel yang berjudul "cintaku di pesantren story"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supriyanti210701, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31.Pergi ke Australia
"Kamu memang teman yang terbaik bagiku."
Siang telah berganti sore,sore sudah berganti malam hari sudah semakin larut Faris dan keluarganya sudah tertidur, keluarga Kyai Ismail sudah pulang dari tadi sore.
Matahari sudah muncul untuk menunjukkan jati dirinya, Faris bangun dari tempat tidurnya melangkah menuju kamar mandi.
Faris bersiap siap untuk pergi menyusul Albert ke Australia, Adinda dan keluarganya juga telah bangun untuk melihat kepergian Faris.Semua telah siap,Faris dan keluarganya menuju pesawat pribadinya.
"Papa hati hati ya nanti video call Adinda kalau sudah sampai dan bertemu dengan Syifa, Adinda mau melihat keadaan Syifa."Adinda berpesan dengan semangat.
"Adinda kangen Syifa Pa."Wajah memelas berharap Papanya akan mengajaknya.
"Kamu pikir hanya kamu yang kangen sama Syifa Kakak juga kangen. Jadi Papa harus mengajak kami semua video call nanti saat bertemu dengan Syifa." Kak Alex tak mau kalah.
"Iya tenang saja, Papa pergi dulu ya."Pamit Faris kesemua keluarganya.
"Ih Papa gak peka banget sih, Adinda itu mau ikut Pa itu saja gak ngerti."Batin Adinda kesal dengan sifat sang Papa.
Faris melangkah menuju pesawat lalu naik.
Setelah begitu lama di dalam pesawat akhirnya Faris tiba di Australia.
"Alhamdulillah akhirnya sampai juga."gumam Faris merasa lega,apalagi sebentar lagi bertemu Syifa.
Faris segera melangkah menuju mobil lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh agar cepat sampai ke rumah Albert.
Tapi setelah sampai di rumah Albert.
"Assalamualaikum."Faris mengucapkan salam berkali-kali tapi tidak mendapat jawaban dari orang.
"Mungkin Syifa sudah sadar dari koma lalu sekarang mereka di kantor, sebaiknya saya pergi ke kantor Albert saja."Gumam Faris sendiri.
Faris kembali melajukan mobilnya bahkan dengan sangat semangat karena mengira Syifa sudah tidak koma lagi bahkan sudah sangat sehat.Setelah sampai di depan sebuah gedung yang sangat besar Faris turun dari mobilnya dan melangkah menuju gedung itu.
Saat di dalam kantor.
"Permisi Mbak apakah Albert ada di kantor?"tanya Faris kepada seorang resepsionis wanita.
"Maaf Pak,anda siapa?"resepsionis itu balik bertanya lagi pada Faris.
"Saya Kakak dari CEO Albert,apakah dia berada di ruangannya?"
"Tidak Pak, tuan Albert sudah pindah,perusahaan di serahkan kepada sekretaris kepercayaannya."
"Apakah Mbak tau sekarang Albert tinggal dimana?"
"Tidak Pak,semua orang tidak mengetahuinya bahkan sekretaris yang dipercayai tuan Albert saja tidak tahu sekarang tuan berada dimana."
"Kalau nomor telepon Albert apakah anda memilikinya?"
"Maaf tuan saya tidak tahu semua tentang tuan Albert."
"Baiklah,apakah saya bisa bertemu dengan sekretaris kepercayaan Albert."
"Dia pasti punya nomor telepon Albert,jika tidak bagaimana Albert mengawasi perusahaannya ini."Batin Faris menebak.
"Sekretaris Han masih ada meeting dan selesainya mungkin sore."
"Saya akan tetap menunggunya."Putus Faris singkat lalu melangkah menuju sofa.
"Apa yang sebenarnya terjadi disini?,mengapa Albert pindah tanpa memberi tahu saya terlebih dahulu lalu dimana sekarang mereka tinggal?"Batin Faris berpikir keras dan terus menebak nebak.
Matahari sudah hampir menghilang sekretaris Han masih belum juga pulang, Faris kembali bertanya kepada salah satu resepsionis.
"Permisi Mbak, saya mau bertanya apakah sekretaris Han akan kembali ke kantor?"
"Mungkin tidak tuan,biasanya kalau sudah sore seperti ini dia langsung pulang ke rumahnya."
"Kenapa tidak bilang dari tadi."Ucap Faris kesal lalu melangkah menuju pintu ke luar kantor.
Saat menuju pintu kantor Faris tidak sengaja mendengar ada orang yang menyebut nama sekretaris Han,fa6ris segera memutar kepalanya melihat kearah sekretaris Han.
"Sepertinya itu orang yang bernama sekretaris Han."Tebak Faris.
Faris memutar arah tubuhnya dan melangkah mendekat kearah orang yang dikiranya sekretaris Han,saat sudah di depan orang tersebut.
"Permisi apakah anda sekretaris Han, sekretaris kepercayaan dari Albert?"tanya Faris dengan sopan dan berharap mendapat jawaban iya dari orang itu.
"Ya,saya sekretaris Han orang kepercayaan dari tuan Albert."Jawabnya dengan memandang wajah Faris mencari tahu siapa yang ada di depannya.
"Sebelumnya perkenalkan nama saya Faris, Kakak dari Albert saya mau bertanya tentang keberadaan Adik saya." Faris menjelaskan dengan penuh harapan agar sekretaris Han bisa menjawab pertanyaannya.
"Sebaiknya kita berbicara saja di ruangan saya."sekretaris Han melangkah menuju ruangannya.
Faris mengikuti langkah sekretaris Han saat tiba di depan suatu ruangan.
"Silahkan masuk,kita akan berbicara di dalam."
"Baiklah." Faris melangkah masuk.
Sekretaris Han mempersilahkan Farsi duduk di sebuah sofa yang ada di ruangannya setelah Faris duduk sekretaris Han menyusulnya duduk.
"Maaf tuan,apa yang ingin anda tanyakan?"
"Saya mau bertanya dimana Adik saya sekarang,saya menghubunginya tapi tidak bisa."
"Tuan Albert sekarang tidak lagi disini tuan,saya juga tidak tahu keberadaannya tapi setiap satu bulan sekali tuan Albert akan datang untuk mengecek perusahaan."
"Apa ada yang terjadi sebelum dia pergi meninggalkan Australia?"
"Apakah tuan ini benar Kakak dari tuan Albert?"sekretaris Han bertanya balik pada Faris memastikan.
"Ya,apakah kau tidak percaya,lihatlah wajahku hampir mirip dengan Albert."
"Maaf tuan tapi kenapa anda tidak mengetahui tentang Adik anda,itu saja."
"Albert orangnya tertutup,saat dia bercerai saja kami tidak tahu.Kami baru tahu saat Syifa koma."Jelas Faris yang sudah mulai kesal.
"Oh iya apakah kamu tahu tentang Syifa?apakah dia sudah sadar dari koma?."
"Baiklah saya percaya,tapi bisakah anda bertanya satu satu."
"Baiklah saya mau bertanya,apakah Syifa sekarang sudah bangun dari komanya?"
"Nona Muda sudah tidak koma lagi."Lalu berhenti sebentar.
Faris terlihat sangat senang mendengar perkataan dari sekretaris Han.
"Tapi nona muda melupakan setelah dari ingatannya,dia hanya dapat mengingat saat dia masih tinggal bersama Nenek dan Kakeknya."Tambahnya lagi.
Raut muka Faris berubah seketika saat mendengar ucapan dari sekretaris Han.
"Tidak apa lah yang terpenting Syifa tidak melupakan kami seutuhnya,kami masih berada di ingatannya itu saja sudah lebih dari cukup."Batin Faris untuk menenangkan hatinya.
"Lalu apakah terjadi sesuatu saat sebelum Albert pergi dari Australia?"tanya Faris lagi
"Iya,tuan Albert menemui suami dari nyonya Fitri untuk meminta agar nyonya Fitri dapat menemui Syifa."Jelas sekretaris Han singkat dan ingin menghentikan ceritanya.
"Kenapa berhenti,lanjutkan."Perintah Faris dengan nada yang sedikit meningkat.
"Lalu nyonya Fitri menemui Syifa sehingga Syifa sadar dari koma,sebelumnya suami dari nyonya Fitri memberikan suatu syarat untuk tuan Albert tapi saya juga tidak tahu apa syarat dari tuan Febry." sekretaris Han kembali menjelaskan.
"Jadi begitu, berarti memang saya harus menginap disini untuk beberapa hari."Ucap Faris dengan senyuman yang licik.
"Saya akan memberi sedikit perhitungan pada dia karena berani memisahkan saya dan Albert."
_____________Di Indonesia____________
Semua keluarga yang berada di Indonesia sedang repot untuk mempersiapkan acara pernikahan Ustadz Bian dan Adinda,dan sekarang di sebuah butik tampaklah 3 orang wanita dan 1 orang pria sedang membuat pegawai butik sedikit sibuk.
Adinda sedang mencoba beberapa gaun pengantin.
"Sayang kamu coba gaun yang ini ya."Mama memberikan sebuah gaun.
"Baiklah Ma." Adinda melangkah ke ruang ganti.
Tidak begitu lama Adinda keluar dari ruang ganti.
"Bagaimana Ma?"
"Menurut Mama sih sudah cantik.Tapi coba kamu tanya juga Umi dan Bian."
"Bagaimana Umi,apakah Umi suka?"tanya Adinda dengan mengarahkan tubuhnya kearah Umi.
"Apapun yang kamu kenakan itu pasti bagus nak karena kamu itu memang cantik,tapi coba kamu tanya sama Bian ya."Ucap Umi sengaja meminta pendapat Bian.
**Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara like, komen, tip dan votenya
untuk yang ingin tahu bagaimana kelanjutan hubungan Bian dan Adinda terus ikuti alur ceritanya ya.
"Sebelum janur kuning melengkung masih ada kesempatan."
Terimakasih 🙏🥰**
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
tapi masih sayang dan perhatian itu melebehi segalanya