Di Bumi, dunia modern yang dimana status seseorang di pandang dari seberapa banyak hartanya, merupakan kehidupan yang sungguh tidak adil bagi seorang pria bernama Chao Xing.
Chao Xing adalah seorang pria dengan status yang tergolong biasa saja. Sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta, kehidupan yang di jalaninya sungguh tidak berarti apapun. Dimana dirinya hanya hidup sebatang kara.
Hari-harinya, ia habiskan dengan bekerja dan bermain game. Yap, benar! Chao Xing juga merupakan seorang gamer. Dirinya sering bermain Game MMORPG di komputernya untuk mengisi kesepian yang selalu datang menghampiri.
Namun naas, ia harus wafat di umur ke 25 tahunnya. Namun Dewa masih memberikannya kesempatan kedua untuk berenkarnasi bersama sebuah System yang akan membantunya untuk bertahan hidup.
Bagaimana kah kehidupan Chao Xing di Dunia Baru tersebut ?
Ikuti terus kisahnya yah >.<
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muchtar T, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Kota Air Hitam
Setelah terbang selama dua jam, akhirnya mereka berlima memutuskan untuk beristitahat di kota terdekat.
Mereka pun segera mendarat di hutan dekat dengan pintu masuk kota tersebut.
" Dari sini, kita akan masuk ke kota untuk mengisi kembali energi. Setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan. Turunkan tingkat kultivasi kalian berdua dan sebaiknya tuan putri mengenakan cadar, jika tidak nanti kita akan terkena masalah yang merepotkan.." ujar Jing Quo yang membuat Zhang Xin Xin kebingungan.
Ming Hao dan Xin Qian kemudian menurunkan tingkat kultivasi mereka sampai ke tingkat manifestasi begitupun dengan Jing Quo.
Xin Xin yang nampak masih kebingungan kemudian menyadari bahwa wajahnyalah yang akan menjadi masalah ketika orang lain melihatnya. Lalu ia menurut kata Jing Quo dan mengenakan cadar berwarna biru laut. Tapi tetap saja, dirinya masih terlihat menawan, meski telah menggunakan cadar. Dan juga ia menekan tingka kultivasinya sampai ke tingkat manifestasi level 3 awal.
Lalu kelimanya pun segera berjalan memasuki kota tersebut. Terlihat beberapa pengawal sedang berjaga-jaga di pintu masuk kota.
" Berhenti. Jika kalian ingin masuk, segera tunjukan identitas dan biaya masuk. satu orang biayanya empat batu roh.." ujar pengawal itu menghentikan langkah Chao Xing dan lainnya.
Dengan segera Jing Quo menunjukan identitasnya sebagai sebuah tetua klan kecil dan menyerahkan kantong berisikan 20 batu roh. Pengawal yang mengenali token itu pun segera memberi hormat dan mempersilahkan kelimanya untuk segera masuk.
Secara perlahan mereka mamasuki kota itu, terlihat sangat banyak orang memenuhi jalanan tersebut.
" Kota ini bernama kota Air Hitam. Silahkan beristirhat dan nikmatilah waktu kalian. Dalam waktu empat hari lagi kita akan bertemu di tempat ini. Ingat jangan membuat masalah dan menarik perhatian orang.." ucap Jing Quo
" Baik patriak..." ucap mereka semua serentak.
Ming Hao dan Xin Qian pergi berdua memisahkan diri dari kelompok lainnya. Chao Xing dan Zhang Xin Xin juga pergi bersama. Sedangkan Jing Quo, menghilang entah kemana.
Chao Xing dan Xin Xin mencari penginapan untuk beristirahat, segera menuju pusat kota.
" Saudara, dimanakah penginapan terdekat di daerah ini ?.." tanya Chao Xing pada seorang pemuda.
" Haha.. Saudara pasti orang baru di daerah ini, saudara, kebetulan aku akan melawati arah itu. Mari ikut aku.." ucap pemuda itu menjawab pertanyaan Chao Xing.
Pemuda itu mengenalkan dirinya sebagai Bei Hong.
" Saudara Chao Xing, kita sudah sampai.." ujarnya sambil menunjuk nama penginapan yang tertulis dengan indah bernama penginapan laut biru.
" Saudara Bei Hong, apakah ini benar-benar penginapan ?.." tanya Chao Xing ragu.
" Benar saudara, silahkan masuk. Aku akan melanjutkan perjalananku.." ujarnya kemudian sambil berlalu.
Chao Xing ingin memberikan uang pada Bei Hong sebagai ucapan terimakasih, akan tetapi ditolaknya.
Kemudian mereka berdua pun memasuki penginapan. Penginapan tersebut memiliki 5 lantai. Di lantai satu dan dua penginapan adalah sebuah restoran yang terbilang cukup luas. Lantai satu untuk kalangan biasa sedangkan lantai dua keatas untuk para bangsawan orang kaya, tuan kota atau sekte-sekte terkenal.
Chao Xing memasuki ruangan dengan tatapan banyak orang. Seorang pemuda lemah tanpa aura di ikuti seorang wanita cantik dengan aura tingkat manifestasi awal. Meski telah menggunakan cadar, aura kecantikan masih terpancar dari wajahnya. Tatapan iri, dan serakah sebagian orang membuat Chao Xing merasa tidak enak pada Xin Xin.
" Itu pasti tuan muda yang kaya, lihat saja pakaiannya dan gadis itu, mungkin kultivator yang menjadi pengawalnya.." bisik seseorang pada yang lain.
Chao Xing yang akan segera duduk menghentikan niatnya. Dirinya merasa senang dengan tatapan dan pembicaraan orang tersebut.
" Pelayan !.." panggil Chao Xing pada seorang pelayan.
Pelayan yang mendengar panggilan Chao Xing segera lari mendekat ke arah suara.
" Apakah ada tempat yang lebih tenang ?.." tanya Chao Xing pada pelayan tersebut.
Pelayan itu mengangguk dan kemudian menjelaskan bahwa tempat yang di tanyakan oleh Chao Xing ada di lantai dua, namun tempat itu biayanya dua kali lipat.
" Baiklah, kami akan memilih tempat itu.." ujar Chao Xing kemudian
" Baik tuan, silahkan ikuti saya.." balas pelayan tersebut.
Chao Xing meraih tangan Xin Xin dan berjalan mengikuti pelayan di depan mereka. Xin Xin yang tangannya di pegang oleh Chao Xing merasa sangat gugup bahkan pipinya merona kemerahan.
" Haha.. Rupanya mereka adalah sepasang kekasih. Sungguh kasihan si gadis. Prianya seorang yang lemah, aku akan memilikinya dan menyentuh kukit putih gioknya yang halus itu.." ucap seorang pemuda angkuh dengan suara keras.
Semua orang dapat mendengarnya dengan jelas dan mereka tertawa terbahak-bahak.
Chao Xing yang berjalan mengikuti pelayan menghentikan langkahnya. Lalu berbalik menatap pemuda tersebut. Tangannya meraih garpu yang terletak di atas meja. Dan..
Shwuss..
Garpu itu menghilang lalu menancap pada kepala pemuda tersebut.
" Ahh.." teriaknya kesakitan. Darah mengucur deras keluar dari kepalanya dan seketika roboh.
Orang-orang terdiam. Tidak ada yang berani berbicara. Mereka terdiam dan bingung, bagaimana pemuda tersebut tiba-tiba menyerang dan membunuh seorang kultivator tingkat manifestasi level 2 menengah.
" Tuan muda Chen Gong terbunuh, ini akan menjadi masalah yang besar..." ujar seorang pelayan Chen Gong
" Aku tidak peduli siapa dia dan siapa kalian. Jika ada yang tamak dengan tatapan tidak pantas pada calon istriku dan bahkan menghinanya aku akan membunuh kalian semua !.." ujar Chao Xing dengan tatapan membunuh menatap mereka semua
Para tamu yang ada terdiam dan bergedik ketakutan tak berani membalas tatapan Chao Xing. Matanya yang berwarna ungu menatap tajam kearah mereka, membuatnya menjadi semakin mengerikan.
Chao Xing tidak memperdulikan mereka dan berlalu menuju lantai dua.
Dua pelayan yang bersama Chen Gong meraih tubuh tuannya dan pergi meninggalkan penginapan tersebut.
Dilantai dua, Chao Xing memasuki ruangan khusus untuknya. Desain ruangan tersebut sungguh elegan dengan warna biru laut yang menjadi ciri khas penginapan ini.
Lalu Chao Xing memesan masakan spesial yang ada di penginapan laut biru. Ia menyerahkan kantong yang berisi seratur batu roh tingkat normal.
" Apakah itu cukup ?.." tanya Chao Xing pada pelayan.
" Ini lebih dari cukup tuan.." ujar pelayan tersebut lalu bergegas menyiapkan pesanan.
Di sela waktu yang berlalu sambil menunggu makanan mereka datang, Xin Xin menatap Chao Xing dengan mata yang berbinar-binar. Hatinya sungguh hangat. Sebab ia akan sangat bahagia jika dapat menikahi Chao Xing seorang pria yang dapat di andalkan.
Ini adalah kali pertama, seseorang membunuh karena dirinya. Ayahnya pun tidak akan berani membunuh sembarang orang tanpa mengetahui asal usulnya dengan jelas meski ia adalah seorang kaisar.
" Aku tahu tatapanmu, kita akan baik-baik saja.." ujar Chao Xing sambil menggenggam tangan Xin Xin.
Xin Xin mengangguk " Xing Gege, bolehkah aku bersandar di pundakmu ?.." ujar Xin Xin meminta untuk bersandar di bahu Chao Xing
Chao Xing pun mengijinkan hal itu. Dan dengan bahagia Xin Xin menyadarkan kepalanya di bahu Chao Xing.
***
Keluarga Chen
" Siapa yang berani membunuh putraku !.." teriak Chen Hong dengan penuh kemarahan saat dua pelayannya membawa tubuh Chen Gong yang sudah menjadi mayat.
Di kepala Chen Gong, masih ada sebuah sendok garpu yang tertinggal di sana.
" K-kami tidak mengetahui identitas pemuda tersebut patriak. Yang kami tahu pemuda tersebut masih sangat muda. Kemungkinan mereka masih berada di penginapan laut biru.." ujar salah satu pelayan dengan terbata-bata.
Kedua pelayan tersebut menjelaskan situasinya.
" Aku akan membunuh pemuda tersebut !.." ucap Chen Hoi yang merupakan patriak Keluarga Chen dengan kemarahan yang meledak-ledak.
***
Penginapan laut biru
Setelah selesai menyantap makanan yang mereka pesan, Chao Xing lalu memesan dua buah ruangan. Karena saat ini mereka belum resmi menjadi pasangan suami istri jadi mereka akan tidur secara terpisah. Chao Xing tak ingin ada kejadian yang tak di inginkan jika mereka tidur bersama.
Xin Xin mengerti akan hal itu dan menyetujuinya.
" Xin'er, apakah kita akan beristirahat atau berjalan melihat-lihat kota ?.." tanya Chao Xing pada Xin Xin.
" Aku ingin melihat-lihat kota terlebih dahulu. Malamnya kita dapat beristirahat..." jawab Xin Xin dengan bersemangat.
" Baiklah, kita berangkat sekarang..." ujar Chao Xing yang kemudian keduanya beranjak untuk meninggalkan penginapan tersebut.
Dan bersambung >.<
...----------------...
1. body tempering (lv 1-9) (1)
2. formation (lv 1-9) (1)
3. qi creation (lv 1-9) (1)
4. manifestation (lv 1-9) (1)
5. nirvana (lv 1-9) (1)
rana lanjutan keabadian
1. asal mula (lv 1-9)
2. dewa beladiri (lv 1-9)
3. dewa biasa (lv 1-9)
4. dewa sejati (lv 1-9)
5. jindan (lv 1-9)
6. golden core (lv 1-9)
7. imortal (lv 1-3)
di eps 1 imortal hanya sampai d lv 3
knp bukan kakek kakek atau apalah kek