NovelToon NovelToon
Asisten Tak Terduga

Asisten Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

"Menjadi asisten pribadi seorang CEO paling dingin di ibu kota bukanlah rencana awal hidupku."

Bagi Kenzo, perfeksionisme adalah segalanya. Baginya, asisten bukan sekadar pembantu, tapi mesin yang harus bekerja 24/7 tanpa celah. Namun, kedatangan asisten barunya yang "tak terduga" mulai mengacaukan ritme hidupnya yang kaku.

Ia tidak menyangka bahwa di balik kopi yang selalu pas suhunya dan jadwal yang tertata rapi, asistennya menyimpan rahasia besar yang bisa menjungkirbalikkan dunia bisnisnya. Setiap babak baru dalam hubungan mereka hanyalah awal dari lapisan misteri dan percikan rasa yang lebih dalam.

Akankah hubungan profesional ini tetap pada jalurnya, atau justru terjebak dalam permainan perasaan yang tak berujung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amarah Sang Singa Muda

Nabila ambruk dalam pelukan Kenzo, seluruh tubuhnya gemetar hebat menahan rasa ngeri yang luar biasa. Air matanya langsung tumpah membasahi kemeja hitam Kenzo. Bayangan moncong senjata yang diarahkan ke kepala ayahnya tadi bener-bener merusak seluruh pertahanan mentalnya.

"Kenzo... Ayah... kita harus selamatin Ayah sekarang," isak Nabila dengan suara yang terputus-putus.

Kenzo nggak menjawab dengan kata-kata. Dia cuma mempererat pelukannya di pinggang Nabila, seolah mencoba memindahkan seluruh kekuatan dan ketenangannya ke dalam tubuh istrinya. Namun, sepasang mata elang Kenzo kini memancarkan aura membunuh yang sangat pekat. Rahangnya mengatup rapat sampai terdengar bunyi gemertak gigi yang menahan amarah yang teramat sangat.

Kenzo perlahan mendongak, menatap tajam ke arah kakeknya, Wijaya Aditama, yang masih duduk tenang di kursi roda. "Kek, lo liat ini? Sisa-sisa anjing peliharaan Bram berani masuk ke wilayah kita dan menyentuh mertua gue."

Wijaya tidak tertawa lagi. Wajah keriputnya mendadak berubah menjadi sangat serius dan berwibawa. Dia memutar kursi rodanya mendekati meja kerja, lalu menatap Hadi. "Hadi, aktifkan Satuan Elit Angkatan Darat bayangan kita di Jakarta. Lacak titik koordinat sinyal video tadi dalam waktu tiga menit!"

"Baik, Tuan Besar!" Hadi langsung bergerak cepat, jemarinya menari dengan brutal di atas keyboard komputer canggih di sudut ruangan.

Kenzo melepaskan pelukannya dari Nabila pelan-pelan. Dia nangkep kedua pipi Nabila, memaksa istrinya itu buat natap matanya yang penuh keyakinan. "Bil, dengerin gue. Ayah lo nggak bakal kenapa-napa. Mereka nggak akan berani nembak Pak Ardiansyah sebelum mereka mendapatkan apa yang mereka mau, yaitu dana cair X-Corp dan pembatalan transaksi saham gue. Sekarang, lo tunggu di sini bersama Kakek. Biar gue yang balik ke Jakarta."

"Nggak! Aku mau ikut, Kenzo!" seru Nabila sambil memegang erat kerah kemeja Kenzo. "Itu ayahku! Aku nggak bisa cuma duduk diem di sini sambil nunggu kabar!"

"Terlalu bahaya, Nabila!" bentak Kenzo, suaranya menggelegar di dalam ruangan, bikin Nabila agak tersentak. Tapi sedetik kemudian, nada suara Kenzo melembut, dia mengecup kening Nabila dengan sangat lama. "Gue nggak mau fokus gue terpecah karena harus mikirin keselamatan lo di medan pertempuran. Tolong, kali ini aja, nurut sama suami lo."

Wijaya Aditama ikut berdehem, menatap cucunya dengan pandangan bangga yang tersembunyi. "Nabila, tetep di sini bersama orang tua ini. Vila ini adalah tempat paling aman di Indonesia sekarang. Kalau Kenzo harus bertarung, biarkan dia bertarung tanpa beban di pundaknya."

Nabila menatap Kenzo dan kakeknya bergantian. Dengan berat hati, dia akhirnya mengangguk pelan sambil menghapus air matanya. "Janji sama aku... bawa Ayah pulang dengan selamat. Dan kamu... kamu juga harus balik tanpa luka, Kenzo."

Kenzo tersenyum miring, senyuman nakal yang penuh percaya diri. "Gue ini Kenzo Aditama, Bil. Tikus-tikus itu salah milih lawan."

"Tuan Muda, koordinat sudah didapatkan!" seru Hadi tiba-tiba, memecah ketegangan. "Mereka tidak berada di kantor pusat X-Corp. Video itu menggunakan latar belakang palsu (green screen). Lokasi asli penyanderaan Pak Ardiansyah ada di sebuah pabrik semen tua yang sudah terbengkalai di kawasan industri Cakung, Jakarta Timur!"

"Bagus," desis Kenzo. Dia langsung berbalik, menyambar kunci mobilnya di atas meja.

"Kenzo, tunggu!" panggil Wijaya. Pria tua itu melemparkan sebuah kunci kecil berwarna perak ke arah Kenzo. Kenzo menangkapnya dengan refleks yang cepat. "Di garasi bawah tanah vila ini, ada mobil sport lapis baja milik mendiang ayahmu yang sudah dimodifikasi dengan mesin jet militer. Pakai itu. Dan bawa tim Alpha-mu. Hancurkan bajingan-bajingan yang berani mengusik nama Aditama."

Kenzo menatap kunci perak itu, lalu mengangguk hormat ke arah kakeknya—sebuah pengakuan pertama bahwa mereka berada di pihak yang sama sekarang. "Terima kasih, Kek."

Sebelum melangkah keluar, Kenzo sempat menoleh ke arah Nabila sekali lagi. Dia memberikan isyarat lewat tatapan matanya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Begitu pintu ganda itu tertutup, Kenzo langsung berlari menyusuri lorong menuju garasi bawah tanah dengan kecepatan penuh.

Malam itu, di tengah kabut Puncak yang makin tebal dan dingin, sebuah mobil sport hitam legendaris menderu kencang, membelah jalanan turun menuju Jakarta dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Di dalam mobil, Kenzo memasang alat komunikasi nirkabel di telinganya.

"Surya, instruksikan seluruh tim Alpha persenjataan lengkap tingkat satu untuk mengepung pabrik semen Cakung dalam waktu tiga puluh menit! Nyawa mertua gue taruhannya. Malam ini... kita bantai semua sisa-sisa pengkhianat sampai ke akarnya!"

Napas singa muda itu memburu, dan Jakarta malam ini akan menjadi saksi amukan seorang CEO yang tidak akan membiarkan siapa pun merusak kebahagiaan rumah tangganya yang baru seumur jagung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!