NovelToon NovelToon
Suamiku (Bukan) Orang Gila

Suamiku (Bukan) Orang Gila

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta setelah menikah / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Fradella Gauta terpaksa menikah dengan Dayaksa Herlos, Tuan Muda keluarga Herlos yang dikenal sebagai orang gila setelah kematian ayah dan ibunya akibat kecelakaan. Ratu Mayesa, kakak tirinya yang merupakan tunangan Dayaksa (Aksa) merebut tunangannya Fradella, Adryan Juardi karena tidak mau berakhir menjadi mayat. Tak banyak yang tahu Fradella (Della) dirawat di rumah sakit jiwa selama lima tahun setelah ayahnya menikahi ibu Ratu. Kini Della harus tinggal dan bertahan di "Rumah Sakit Jiwa" yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TWENTY EIGHT

Tanpa menunggu persetujuan atau jawaban dari Emily yang sempat menghentikan bicaranya dengan raut wajah kesal, Zacky langsung memegang lengan Aksa, membantu pria bertubuh besar itu bangkit berdiri dan menuntunnya melangkah cepat keluar dari ruang rapat utama melalui pintu belakang yang terisolasi.

​Untuk menghindari perhatian dari para karyawan yang berlalu-lalang di koridor utama, Zacky dengan setengah menyeret tubuh Aksa membawanya masuk ke dalam toilet eksekutif yang berada di ujung lorong lantai tiga puluh enam. Begitu mereka berdua berada di dalam ruangan bernuansa marmer hitam tersebut, Zacky langsung memutar kunci pintu dari dalam dengan gerakan cepat, mengunci akses ruangan tersebut sepenuhnya dari dunia luar.

​KLIK!

​Begitu pintu terkunci, pertahanan terakhir Aksa runtuh total. Tubuh kekarnya terhuyung menabrak wastafel kristal. Aksa langsung mengangkat kedua tangannya ke atas kepala, mencengkeram dan menjambak rambut hitamnya sendiri dengan sangat kuat hingga beberapa helai tercabut. Wajah tampannya yang biasa kaku kini memerah padam oleh pasokan darah yang meluap karena emosi, dan napasnya memburu, tersengal-sengal seperti orang yang kekurangan oksigen di tengah kepungan asap.

​"Tuan Muda! Tuan Muda Dayaksa, Anda kenapa?!" seru Zacky, suaranya tidak bisa lagi menyembunyikan rasa panik yang mendalam. Ia mencoba mendekat untuk melepaskan tangan Aksa dari kepalanya sendiri.

​"Zacky... Zacky!!! Kenapa orang-orang di luar sana pada ribut?!" teriak Aksa tiba-tiba, suaranya pecah, melengking penuh dengan keputusasaan yang mengerikan. Ia membalikkan tubuhnya, menatap Zacky dengan sepasang mata yang sudah dipenuhi oleh urat-urat merah darah, pupil matanya melebar liar, persis seperti mata seekor binatang buas yang sedang terdesak di dalam perangkap.

​Aksa maju satu langkah, mencengkeram kerah kemeja Zacky dengan kedua tangannya yang gemetar hebat, mengangkat tubuh sekretarisnya itu hingga ujung sepatu Zacky nyaris terangkat dari lantai. "Kenapa tatapan mata mereka semua sangat merendahkanku, Zacky?! Kenapa mereka menertawakanku?! Kenapa mereka bilang aku orang gila yang tidak berguna?! Kenapa... Aaarrgggg... Kenapa!!!"

​Aksa melepaskan cengkeramannya dari kerah Zacky dengan sentakan kasar, membuat Zacky terdorong ke belakang hingga membentur pintu toilet. Aksa kembali memeluk kepalanya, berlutut di atas lantai marmer yang dingin sambil berteriak histeris, menyuarakan rasa sakit yang luar biasa di dalam otaknya yang sedang mengalami malfungsi akibat halusinasi tingkat tinggi.

​"Tuan... Tuan Dayaksa, tolong tenang, Tuan! Itu semua tidak nyata! Mereka tidak ada yang mengejek Anda! Itu hanya ilusi pikiran Anda, Tuan!" teriak Zacky, mencoba mengembalikan kesadaran majikannya dengan suara baritonnya yang lantang.

​Tangan Zacky dengan gemetar meraba saku jasnya, mengambil ponsel miliknya dengan terburu-buru. Ia berniat untuk segera menelepon Dokter Leon yang saat ini seharusnya sudah berada di lobi bawah sesuai dengan instruksi darurat dari Della semalam. "Saya akan panggil Dokter Leon sekarang, Tuan. Mohon bertahan—"

​"TIDAK!!! JANGAN PANGGIL SIAPA-SIAPA!!!"

​Melihat ponsel di tangan Zacky, paranoia di dalam kepala Aksa melonjak ke titik tertinggi. Di dalam halusinasinya, ponsel itu terlihat seperti sebuah alat perekam yang akan digunakan musuh untuk membuktikan kegilaannya kepada dunia. Dengan kecepatan dan kekuatan yang tidak manusiawi, Aksa melompat bangkit, menyambar ponsel dari genggaman Zacky, lalu membantingnya ke atas lantai marmer dengan kekuatan penuh.

​PRAKKKK!

​Ponsel pintar berspesifikasi tinggi itu seketika hancur berkeping-keping, baterai dan komponen layarnya hancur berhamburan di atas lantai toilet.

​Zacky tersentak mundur, tubuhnya merapat ke pojokan dinding toilet marmer. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun ia mengabdi sebagai sekretaris utama dan pengawal pribadi keluarga Herlos, mendadak ada rasa takut yang sangat besar merayap di ulu hatinya saat melihat sosok Aksa saat ini. Pria di hadapannya bukan lagi Tuan Muda Dayaksa yang jenius dan berwibawa, sosok itu terlihat seperti seseorang yang sedang kesurupan oleh iblis hitam yang kejam.

​Napas Zacky memburu, matanya tidak berkedip menatap Aksa yang kini sudah kehilangan kendali penuh atas motorik tubuhnya. Kekuatan fisik Aksa dalam mode mengamuk seperti ini dua kali lipat lebih besar dari manusia normal, dan Zacky tahu betul, jika ia salah mengambil tindakan, Aksa bisa saja membunuhnya di dalam toilet terkunci ini tanpa sadar.

​"Aaaarrrrgghhh!!! Pergi dari kepalaku!!! Pergi!!!" jerit Aksa lagi, suaranya memenuhi ruangan toilet yang kedap suara itu.

​BUM! BUM! BUM!

​Aksa mulai memukulkan kedua kepalan tangannya yang telanjang ke arah tembok marmer hitam di sampingnya secara membabi buta. Setiap hantaman menimbulkan suara dentuman yang mengerikan, meninggalkan noda darah segar dari kulit buku-buku jarinya yang mulai pecah dan robek akibat benturan keras dengan batu marmer. Namun, Aksa seolah-olah sudah mati rasa terhadap rasa sakit fisik tersebut; ia terus memukul tembok itu seolah sedang menghancurkan wajah-wajah orang yang mengejeknya di ruang rapat tadi.

​"Tuan Muda, hentikan! Tangan Anda bisa terluka parah, Tuan!" teriak Zacky dari pojokan, air matanya hampir menetes melihat kondisi majikannya yang begitu hancur. Ia ingin maju dan menahan tubuh Aksa, namun setiap kali ia mencoba melangkah, gerakan liar dan tatapan membunuh dari Aksa membuatnya terpaksa mengurungkan niat demi keselamatan mereka berdua.

​Aksa tiba-tiba menghentikan pukulannya pada tembok. Ia membalikkan tubuhnya perlahan, lalu menatap bayangan dirinya sendiri di dalam cermin besar yang terpasang di atas wastafel. Di dalam cermin itu, Aksa tidak melihat dirinya sendiri, ia melihat sosok monster masa lalu yang terus berbisik menyuruhnya untuk menyerah dan mati saja.

​"Kau... kau juga ingin menjatuhkanku, hah?!" desis Aksa dengan gigi yang mengatup rapat, air matanya mengalir bercampur dengan keringat dingin di wajahnya.

​PRANGGGGG!!!

​Dengan satu ayunan tangan kanan yang dilapisi amarah murni, Aksa menghantam cermin besar di depannya. Kaca tebal itu seketika pecah berantakan, retak seribu sebelum akhirnya runtuh menjadi ribuan kepingan tajam yang berjatuhan ke dalam wastafel dan lantai marmer. Beberapa pecahan kaca yang tajam sempat menggores lengan dan punggung tangan Aksa, membuat darah segar mulai mengalir deras, menetes satu demi satu ke atas lantai, mengubah ruangan toilet mewah itu menjadi medan pembantaian yang sunyi dan mengerikan.

​Zacky hanya bisa memejamkan matanya rapat-rapat di pojokan dinding, memeluk tubuhnya sendiri sambil merapalkan doa di dalam hatinya, berharap badai kegilaan yang sedang mengoyak jiwa Tuan Muda Dayaksa ini bisa segera mereda sebelum semuanya terlambat, sebelum takhta Herlos Grup yang mereka perjuangkan runtuh menjadi abu di tangan pemiliknya sendiri.

Setengah jam berlalu bagaikan seribu tahun lamanya. Namun, ketika pintu ganda ruang rapat pleno utama kembali terbuka, Dayaksa Herlos melangkah masuk dengan dagu terangkat dan punggung yang tegak lurus. Langkah kakinya konstan, seakan-akan badai kegilaan yang baru saja mencabik jiwanya di balik dinding toilet tidak pernah terjadi. Topeng es itu kembali terpasang dengan sangat sempurna di wajah tampannya.

Aksa melangkah mantap menuju podium utama, mengambil alih kendali ruangan yang sempat tertunda. Tanpa membuang waktu, ia membuka tablet digitalnya dan mulai mempresentasikan rencana kerja tandingan serta strategi pengembangan masa depan Herlos Grup.

"Jika fokus Manajer Emily adalah memotong dahan yang layu, maka fokus saya adalah menyembuhkan akarnya dan menyuntikkan masa depan," buka Aksa, suaranya menggelegar tenang melalui pengeras suara, membius perhatian seluruh isi ruangan.

Aksa menekan tombol presentasi, menampilkan bagan-bagan futuristik yang jauh lebih kompleks namun terstruktur rapi. "Pertama, saya akan membawa Herlos Grup melakukan lompatan besar melalui pengembangan teknologi berbasis AI (Artificial Intelligence) yang akan diintegrasikan ke dalam seluruh lini produksi dan manajemen logistik kita. Kita tidak bisa lagi menggunakan metode konvensional jika ingin tetap memimpin pasar global."

Ia menggeser tampilan slide, memperlihatkan grafik analisis sosiologis. "Kedua, kita akan menerapkan metode analisis pangsa modern dengan algoritma khusus untuk mengetahui kebutuhan riil masyarakat secara real-time. Kita menciptakan tren, bukan hanya mengikuti pasar."

Aksa menjeda kalimatnya, matanya menatap tajam ke arah faksi Emily dan Hendrik yang kini mulai tampak gelisah. "Ketiga, mengenai cabang-cabang yang dinilai kurang produktif. Rencana kerja saya dengan tegas menolak opsi penutupan cabang. Bagi saya, penutupan cabang adalah bentuk pelarian dari ketidakmampuan manajemen operasional!"

Kalimat telak itu langsung menghantam Emily hingga wanita itu mengepalkan tangannya di bawah meja.

1
umi
tahan aksa jgn terpancing esmosi mu yaa mereka tau titik kelemahan mu tu .. ingt della pasti kamu tenang tu
umi
kalah jauh kamu adryan jgn main2 lah sma keluarga besar aksa ya . bgi della kamu sdh yg terbaik aksa
umi
gila ya kamu adryan ,blom kena ya dia ni buku lima nya aksa lgi ni maka berkata bgitu pla ..
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
pasti ada sesuatu dengan obat Aska 👀
Kau harus kuatt Aska jgn sampai terpengaruh
SENJA
aduh jangan kambuh sekarang 😳🥺
SENJA
ciiih ngeselin lu sampah 🤢🤮
SENJA
mantabs
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
waduh jangan sampai Aksa gak fokus lagi karena hasil presentasi kedua belah pihak akan ditentukan saat ini antara presentasi Aksa dan Emily tolong jangan kambuh Sa
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Zacky memang tangan kanan yg bisa dipercaya & diandalkan
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
😭😭 di hati Della, Aksa menang Voting
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
😒 monyeet satu ini benar2 tidak tahu malu, dr awal memang sdh tidak waras si Ardyan 😏
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
iya Zacky benar bisa jadi Aksa sedang banyak pikiran jadinya ke mode silent
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
malu gak tuh luuu Adryan Juardi gak mungkin Della mau sama kau lagi huuuu bersama Aksa dia diratukan disayangi sedemikian rupa jadi ga butuh pria munafik kek luuu😏🤨
El Zèphyr
Aksa emang gila, tapi dia punya sisi pintar yang gak orang lain ounya
El Zèphyr
Oh astagaa manusia satu ini bucin sekaliehh
El Zèphyr
Aksa Masi bisa mikir kok kalo hal beginian
El Zèphyr
Tatapan yang mengerikan itu muncul guys
El Zèphyr
Aksaa kau jadi bucin + nurut gitu si sama Della.
Lucu deh kalian berdua
El Zèphyr
noh kan noh kannn liattt
El Zèphyr
ihhh bucin aku mau jugak 😽
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!