NovelToon NovelToon
Diagnosis: Ghost!

Diagnosis: Ghost!

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Misteri / Mata Batin / Tunangan Sejak Bayi
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Salah klik jurusan saat kuliah adalah bencana, tapi bangun dari koma dan bisa melihat hantu adalah petaka!"
Arini, dokter forensik yang aslinya clumsy dan penakut, harus menerima kenyataan pahit: ia terbangun dari koma dengan "bonus" mata batin terbuka. Kini, ruang otopsinya jadi ramai! Ia harus membedah mayat sambil mendengarkan curhat para arwah yang menuntut keadilan (dan permintaan konyol lainnya).
Untungnya, ada Mika—hantu gadis Tionghoa yang centil dan bar-bar—yang setia membantu Arini mengungkap fakta medis lewat "jalur gaib".
Masalahnya satu: Tunangan Arini, Baskara, adalah Jaksa kaku yang skeptis dan hanya percaya logika. Baskara memang bucin parah, tapi bagaimana jadinya jika sang Jaksa tahu bahwa bukti-bukti kemenangan kasusnya berasal dari bisikan makhluk halus?
Di tengah konspirasi maut yang mengancam nyawa, Arini harus memilih: Tetap waras di antara para hantu, atau terjebak dalam pelukan posesif sang Jaksa yang benci takhayul?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: Jejak yang Terhapus

​Malam semakin larut di Jakarta, namun lampu di ruang kerja pribadi Baskara masih menyala terang. Arini baru saja keluar dari kamar mandi, mengenakan piyama panjangnya, ketika ia melihat Baskara masih terpaku di depan tiga monitor besar yang menampilkan ribuan baris data.

​"Bas, ini sudah hampir jam satu pagi. Kamu tidak istirahat?" Arini mendekat, meletakkan secangkir teh hangat di meja kerja suaminya.

​Baskara tidak langsung menjawab. Ia melepas kacamata bacanya, memijat pangkal hidungnya yang terasa kaku, lalu menarik kursi Arini agar duduk di sampingnya. "Lihat ini, Arini. Aku baru saja masuk ke arsip yang seharusnya sudah 'mati' sejak tahun lalu."

​Arini mengerutkan kening, menatap layar yang menampilkan foto seorang wanita cantik dengan senyum cerah. "Ini... Maya Sari, kan? Konten kreator yang viral karena meninggal saat live streaming tahun lalu?"

​"Benar," sahut Baskara dingin. "Waktu itu, media memberitakan dia meninggal karena serangan jantung akibat kelelahan bekerja. Kasusnya ditutup hanya dalam waktu tiga hari. Tapi, coba kamu lihat laporan medis yang asli ini, yang baru saja berhasil aku tarik dari server cadangan kepolisian."

​Baskara memperbesar sebuah foto otopsi yang buram. Mata Arini langsung membelalak. Ia mendekatkan wajahnya ke layar, jemarinya menyentuh permukaan monitor seolah ingin meraba luka di sana.

​"Tunggu, Bas... Lihat jahitan di bagian perut ini," suara Arini sedikit bergetar. "Pola jahitannya kasar, menggunakan benang non-medis yang sama dengan yang aku temukan pada Bella Luna tadi siang."

​"Tepat," potong Baskara dengan nada tajam. "Lalu lihat tanda di pergelangan tangannya. Apakah itu tampak seperti bekas serangan jantung bagimu?"

​"Bukan," Arini menggeleng cepat, napasnya mulai memburu. "Itu bekas ikatan kuat. Sangat kuat sampai menghancurkan jaringan kulitnya. Bas, pola tusukan jarum di lehernya juga identik. Ini bukan serangan jantung. Ini pembunuhan yang dirancang agar terlihat seperti kematian alami!"

​Baskara bersandar di kursinya, matanya berkilat penuh amarah. "Kasus Maya Sari ditangani oleh Jaksa Agung Muda sebelumnya dan dokter forensik dari rumah sakit swasta yang punya hubungan gelap dengan birokrasi. Mereka memalsukan data otopsi agar publik tidak bertanya-tanya. Kasus ini tenggelam begitu saja karena tidak ada yang berani menggali lebih dalam."

​"Berarti Bella Luna adalah korban berikutnya dari sindikat yang sama?" tanya Arini dengan suara rendah.

​"Sepertinya begitu. Polanya sama: wanita, publik figur, punya pengaruh besar di media sosial, dan kematiannya dibuat dramatis," Baskara mengepalkan tangannya di atas meja. "Tapi mereka membuat satu kesalahan besar kali ini."

​"Apa kesalahannya?"

​Baskara menoleh ke arah Arini, menatap istrinya dengan pandangan yang sangat intens dan posesif. "Mereka tidak menyangka bahwa kasus Bella Luna akan jatuh ke tanganku, dan otopsinya akan dilakukan oleh dokter forensik yang tidak bisa disuap sepertimu. Sial bagi mereka, tersangka kali ini berhadapan dengan kita berdua. Aku tidak akan membiarkan kasus ini tenggelam seperti kasus Maya Sari."

​Arini terdiam, ia bisa merasakan kemarahan yang membara di balik ketenangan Baskara. "Mereka punya orang di dalam kejaksaan, Bas. Ini berbahaya."

​"Justru itu yang membuatku semakin bersemangat," desis Baskara. "Aku akan menyeret mereka semua ke permukaan. Jika mereka pikir bisa bermain-main dengan nyawa manusia dan memalsukan hukum, mereka salah besar."

​Tiba-tiba, suasana di ruangan itu terasa mendingin. Di sudut yang gelap, Satria berdiri dengan wajah yang sangat serius, sementara Mika tampak gelisah di sampingnya.

​"Kamu dengar itu, Mika?" bisik Satria. "Mereka mulai menemukan jejak fisiknya. Tapi mereka belum tahu bahwa ada sisi yang jauh lebih gelap yang menahan jiwa-jiwa para korban ini."

​"Denger, Mas Satria!" Mika mengangguk cepat. "Tapi Mas Jaksa beneran serem ya kalau lagi mode serius gitu. Auranya kayak mau makan orang hidup-hidup."

​Satria menatap Arini yang sedang digenggam tangannya oleh Baskara. "Biarkan mereka melacak bukti di dunia manusia. Kita punya tugas lain. Kita harus menemukan di mana jiwa Bella Luna disekap sebelum para dukun itu menghancurkannya sepenuhnya."

​Arini melirik sekilas ke arah Satria, meskipun ia berpura-pura tidak melihat. Ia tahu, perjuangan kali ini akan dilakukan di dua medan perang sekaligus.

​"Bas," panggil Arini pelan. "Apapun yang terjadi, kita harus menuntaskan ini. Demi Bella, demi Maya, dan demi semua orang yang suaranya dibungkam secara paksa."

​Baskara membawa tangan Arini ke bibirnya, mencium punggung tangan itu dengan penuh janji. "Aku bersumpah, Arini. Siapapun yang ada di balik ini, mereka tidak akan pernah bisa tidur nyenyak lagi mulai malam ini."

1
Zee
ternyata orang bertato doyan makan seblak juga/Facepalm/
Ariska Kamisa: tato nya asesoris doang kayanya.... 🤣🤣🤣🤣
mulutnya tetap nyari micin 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Cerry Beta
di tunggu lanjutannya 🤩
Ariska Kamisa: oke siap, terimakasih banyak kak... 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut😍
Ariska Kamisa: oke deh /Good//Good//Good//Good//Good/
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Neneng
seruuu..
lanjut thorr
Ariska Kamisa: gaskeun....
total 1 replies
Ariska Kamisa
mikacu... ♥️♥️♥️♥️
umie chaby_ba
min.. aku ga sabar mau tahu lanjutannya
umie chaby_ba
mika lu polos banget sumpah... ga bisa apa kamu cari tahu masalalu mu? atau jangan-jangan hantu juga bisa lupa ingatan???
Ariska Kamisa: mungkin saja... mika kejedot dialam hantu🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
mika??? waduh jangan-jangan ada sangkut pautnya nih.. kenapa mika ngintil mulu🫣
Ariska Kamisa: tenang kal nanti terungkap kok,
jangan lupa ikuti yaaa
total 1 replies
umie chaby_ba
ikut merinding sih aku... 🫣
Ariska Kamisa: /Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
total 1 replies
umie chaby_ba
tuh kan.... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
lagian botol parfum taro diluar dulu deh rin kalo mau bikin anak. hantu lu resek🤭🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: eehh.. nanti di curi orang 🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh... mika denger ga yaaa🤭
umie chaby_ba
mika bisa ga lu diem .. dia lagi bulan madu woyy
Ariska Kamisa: maafkan mika ya kak🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
pen banget diakui 🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: begitulah mika🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
hantu apaan lu banyak mau🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: hantu pick me🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
seblaknya keluar lagi nih🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: aduh.. ketahuan 🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
mika .. 🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
pesen apa nih? 🫣
Ariska Kamisa: pesan siomay🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!