ketika kehormatan direnggut paksa oleh seseorang yang selalu berlaku kasar terhadapnya.
membuat gadis cantik Mikhayla didera rasa takut dan cemas.
lantas bagaimana ketika perbuatan dari laki-laki tersebut menghasilkan kehidupan baru dalam diri Mikhayla?
apa yang harus dilakukan olehnya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31.
"HHH.. maaf tuan Marvin,"kata sang dokter seraya menghela nafas panjang dan menggelengkan kepala pelan.
"Jelaskan!
Apa maksudnya?"desak Marvin dingin dengan memicing tajam.
"Mari ke ruangan saya tuan,
Akan saya jelaskan dengan rinci mengenai kondisi istri anda."ajak sang dokter.
"Hem,"jawab Marvin seadanya.
Gegas marvin pun mengikuti sang dokter SpOG untuk menuju ke ruangan nya.
"Silahkan duduk tuan."katanya mempersilahkan.
Tanpa menjawab Marvin menggeser kursi dengan satu kakinya, setelahnya duduk tepat didepan sang dokter sambil memandang penuh keingintahuan yang terselip rasa penasaran.
Sang dokter yang duduk berhadapan dengan Marvin pun terdiam sejenak sambil menarik nafas dalam-dalam dan melepaskan kacamata yang bertengger di hidungnya kemudian berkata dengan hati-hati.
"Dengan berat hati saya katakan mengenai kondisi kedua janin Anda...?~ terdiam sejenak seraya memejamkan mata dan kembali menarik nafas dalam-dalam lalu kembali melanjutkan perkataannya.
Tuhan lebih sayang kepada mereka, dan mungkin Memang...~ sang dokter pun kembali terdiam mendadak.
Ketika Marvin mengangkat telapak tangannya di udara dengan seringai tajam dan mematikan.
Lantas berkata.
"Segera Anda proses kan pada kedua janin tersebut dengan layak.
Saya akan membawanya pulang dan menguburnya.
Cepat lakukan tugas Anda dengan profesional. Pak dokter yang terhormat."titah Marvin dingin sambil beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari ruang dokter SpOG.
"Tunggu tuan, ada hal yang ingin saya sampaikan. Ini sangat penting untuk kebaikan nona Mikhayla."cegah sang dokter tegas.
Marvin yang hendak membuka pintu seketika mengurungkan niatnya dan menoleh kesamping lantas berucap.
"Katakan!!"ketus Marvin dengan wajah yang menahan kesel.
Dengan cepat sang dokter pun bangkit dari tempat duduknya. Dan berjalan menghampiri Marvin.
Lalu berkata dengan tegas.
"Tolong jangan dulu melakukan hubungan intim dengan istri Anda,
Sebab keadaan dan situasinya belum aman.
Karena jika seorang calon ibu kehilangan calon buah hatinya.
Jiwa dan hatinya tengah terluka hebat dengan kesedihan yang teramat dalam akan fakta tersebut.
Lebih baik Anda terus berada di samping nona Mikhayla untuk menemani dan menyemangatinya agar tak melakukan perbuatan yang tidak diinginkan.
Dan juga...~ sang dokter pun tak meneruskan perkataannya.
Ketika Marvin menatap nya dominan sambil mengepalkan kedua tangannya lantas berkata.
"Siapa kau!?
memerintah saya dengan semua perkataan mu yang tidak cocok dengan profesi mu!
Tugas kau hanya memeriksa keadaan istri ku.
Bukan untuk menceramahi saya dengan ocehan kau yang tak bermutu!."sarkas Marvin menghardik tajam.
BAM.
Marvin pun keluar dari ruang dokter tersebut sambil membanting pintu dengan gerakan kasar.
Setelahnya melangkahkan kakinya guna menuju ke ruang IGD untuk melihat keadaan istri kecilnya.
Sang dokter pun hanya geleng-geleng kepala akan sikap Marvin yang begitu kasar.
"Dasar laki-laki mau enaknya saja."gumam sang dokter mengejek sambil menatap punggung Marvin yang semakin menjauh dari ruangannya.
Drtt Drtt Drtt...
Marvin yang merasakan getaran hebat di dalam saku celananya gegas merogoh dan mengeluarkan gawai yang terus menerus berkedip.
"Hallo.."jawab Marvin datar.
"Hallo tuan..
Saya ingin menyampaikan kabar.
Jika nyonya Starla berhasil kabur dari pantauan kami.
Maafkan kami tuan."terang sang bodyguard dalam sambungan telepon.
"Cepat Kau periksa cctv.
Apakah ada yang membantunya?
Dan segera kau pergi ke tempat Kevin Sanjaya.
Sepertinya dia berada di sana.
Dan jika terbukti.
Cepat kau jalankan rencana B,"perintah Marvin tegas dengan seringai tajam terlukis di wajahnya.
"Hehehe...
Apa kamu begitu merindukan belaian dari laki-laki PECUNDANG itu,?
Atau kamu akan meminta bantuan dan pertolongan Dari Kevin?
HUH!!
Kita lihat Starla,
Apa yang akan terjadi?
Dan tunggulah kejutan dari ku,
Istri ku yang durjana."gumam Marvin seraya mengangkat sudut bibirnya keatas sambil tertawa sinis.
Kemudian melanjutkan langkah kakinya untuk menuju ke ruang IGD.
"Loh, suster dimana istri saya?"tanya Marvin pada seorang suster ketika tak melihat keberadaan Mikhayla di ruang IGD.
Sang suster yang tengah menangani pasien yang lain pun menengok ke samping untuk melihat siapa gerangan yang bertanya.
Lantas menjawab dengan sopan.
"Apakah istri anda yang bernama nona Mikhayla Erlangga."katanya untuk memastikan.
"Ya, dia istri saya."balas Marvin datar.
"Baru beberapa menit yang lalu kami memindahkan nya ke ruang rawat inap VVIP lantai tiga nomor 308."ujarnya memberi tahu.
Seketika Marvin pun sedikit kaget namun setelahnya terlihat biasa saja.
"Apa istri saya sudah siuman?"tanya marvin pada sang suster.
"Sudah tuan, beliau juga mencari keberadaan Anda."jawabnya.
"Kenapa Anda tidak menunggu kedatangan saya, untuk memindahkan istri saya ke rawat inap."katanya dingin.
"Saya tadi sudah mengatakan seperti itu terhadap nona Mikhayla, namun beliau bersikeras untuk segera pindah ke rawat inap tanpa menunggu kedatangan anda.
Kata nona Mikhayla.
Jika suami saya datang suruh saja langsung menuju ke kamar rawat inap dimana istri anda berada tuan,"terang sang suster menyampaikan apa yang dikatakan oleh Keyla.
"Hem,"dehem Marvin sambil menyugar rambutnya kebelakang.
Lantas gegas keluar dari IGD tanpa menjawab atau menggubris perkataan dari sang suster.
Dan terus berjalan guna menghampiri sang istri yang berada di kamar VVIP.
Ceklek.
Marvin pun membuka pelan pelan pintu kamar VVIP.
Setelahnya masuk dengan memelankan langkah kakinya agar tak menganggu istri kecilnya yang tengah tertidur nyenyak.
Kemudian mengambil kursi yang berada di samping lemari kecil tempat penyimpanan makanan jatah dari rumah sakit.
Lalu Marvin mendekatkan kursi nya tepat di samping ranjang perawatan Keyla setelahnya mendudukkan dirinya di atas kursi tersebut.
Cup.
"Maaf, maafkan aku.
Lagi lagi aku menjadi penyebab kehilangan buah hati kita.
Tuhan lebih sayang terhadap mereka.
Mereka lebih memilih ikut bersama saudaranya yang lain, timbang bersama kita.
HHH..
Apa yang harus aku lakukan?
Kenapa begitu banyak permasalahan dalam kehidupan yang kita bina?
Apakah ini pertanda dari Tuhan,
Jika kamu bukanlah untuk ku!
MIKHAYLA ERLANGGA.
Aku mencintaimu..
Aku begitu mencintaimu.
Cinta ku begitu besar dan melebihi cintaku pada Dia yang membuat mu seperti ini.
A a aku tidak tahu kapan cinta itu datang terhadap ku?
Aku pun tak tahu kapan rasa ingin memiliki mu begitu membuncah dalam hati ku.
Dan itu membuat ku begitu tersiksa Mikhayla.
setiap hari hari yang aku lewati tak pernah sekalipun bayang bayang wajahmu hilang dari pikiran dan hatiku.
Apakah itu yang dinamakan cinta?!
Rasa rindu yang begitu menyiksa diri ini.
Hingga Membuat aku tak bisa jauh dari pandangan mu.
MIKHAYLA..
Tetap lah berdiri di samping ku.
Jangan kamu pergi dari ku.
Aku mau Kamulah wanita pertama dalam penglihatan ku saat bangun tidur.
Aku hanya ingin kamulah wanita yang akan menjadi ibu bagi anak-anak ku.
Tolong tetaplah bersamaku, apapun yang terjadi.
Aku akan berusaha semampu dan sekuat tenaga, untuk membahagiakan mu, dan juga memberikan kenyamanan dan keamanan untuk kehidupan yang kita jalani."
Marvin mengungkapkan segala isi hatinya dan juga merasakan sedikit ketakutan jika Keyla pergi dari kehidupannya.
Tidak!
Tidak bisa!
Dia tidak bisa jauh dari wanita pemilik wajah ayu Dengan tatapan teduh nya. Yang selalu menghantui hari hari nya.
Dan juga selalu dirindukan nya sepanjang hari.
Sambil memberikan kecupan manis di seluruh wajah Keyla.
Marvin pun bangkit dari duduknya dan berdiri tegak disamping ranjang perawatan.
Seraya terus menatap sang istri begitu dalam.
Marvin pun mengangkat satu persatu kakinya guna membaringkan tubuhnya disamping sang istri yang tertidur nyenyak dan membawa tubuh Keyla dalam pelukan nya.
"Aku mencintaimu Mikhayla Erlangga..
Cup."bisik marvin lirih di telinga Keyla sambil memberikan kecupan mesra di bibir sang istri yang terlihat pucat.
( M m mas Marvin mencintai ku.
Tidakkah aku bermimpi!?) Bathin Keyla bertanya-tanya.