Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapakah Dia?
"Aku punya cara untuk membuatmu menang dalam pemungutan suara di rapat pemegang saham nanti." Ucap wanita cantik tersebut yang bernama Valen.
"Kenapa kamu ada di sini?" Tanya Diego dengan nada dingin.
"Tuan Diego, Nona Valen adalah orang yang selama ini kita cari. Di mana Nona Valen mengenal Ms. Alma, orang yang bisa mendesain pakaian merk terkenal." Jawab Asisten Mike yang menjawab pertanyaan Diego.
"Jika kamu memang mengenal desainer terkenal, kenapa kamu tidak memberitahu Paman Leon?" Tanya Diego.
Valen adalah anak dari adik kandung Tante Karmila, di mana Tante Karmila ingin menjodohkannya dengan Diego. Hal ini dilakukan agar Tante Karmila bisa menguasai semua aset milik Diego termasuk semua aset milik Keluarga Besar Roberto.
"Kak Diego, Aku selalu berada di pihakmu. Aku akan membantumu memenangkan pemungutan suara pemegang saham." Jawab Valen sambil menatap ke arah Kimberly yang masih menatap dirinya.
"Benarkah?" Tanya Diego yang tidak percaya dengan perkataan Valen.
"Tentu saja benar." Jawab Valen.
"Kak Diego, Aku ingin bicara berdua denganmu." Sambung Valen penuh harap.
"Kalau begitu Aku akan pergi sebentar ke toilet." Ucap Kimberly sambil bersiap meninggalkan Diego.
Namun belum ada satu langkah tangan Kimberly di tahan oleh Diego membuat Kimberly tidak jadi melangkah.
"Tunggu." Ucap Diego sambil melirik sekilas ke arah Kimberly.
"Kimberly, kamu tidak perlu pergi." Sambung Diego.
Kimberly terkejut dengan perkataan Diego terlebih Valen karena rencana jahatnya tidak berjalan sesuai dengan rencananya. Di tambah Diego sangat mempercayai Kimberly kalau Kimberly tidak akan membocorkan rahasia perusahaan.
"Jika kamu tidak mempercayai istriku, maka kamu tidak perlu bicara." Ucap Diego dengan nada dingin.
"Baiklah, Aku mempercayai istrimu." Ucap Valen yang tidak mempunyai pilihan lain.
"Kak Diego, pasti sudah mengenal Ms. Alma? Desainer terkenal sekaligus misterius dan entah berapa banyak orang yang sangat menginginkan kerja samanya." Sambung Valen.
Diego hanya terdiam begitu pula dengan Kimberly sambil menunggu kalimat selanjutnya yang keluar dari mulut Valen.
"Kebetulan Aku adalah Ms. Alma, orang yang Kak Diego cari selama ini." Ucap Valen dengan penuh percaya diri.
Kimberly yang mendengar perkataan Valen tentu saja sangat terkejut sambil menatap Valen dengan tatapan tajam.
"Aku bisa mendesain pakaian untuk musim dingin dan bekerja sama dengan perusahaan milik Kak Diego." Ucap Valen.
("Kalau kamu Ms. Alma, lalu putriku siapa?" Tanya Kimberly sambil memutar bola matanya dengan malas).
"Ada rumor yang mengatakan kalau Ms. Alma adalah pemegang kekuasaan di balik layar SESERAKADAJU Grup. Jadi bagaimana pun juga SESERAKADAJU Grup tidak akan menjual hak paten untuk membuat desain pakaian untuk musim dingin ke perusahaan lain." Ucap Diego.
("Tidak salah lagi, kamu memang Tuan Diego Roberto yang tahu banyak tentang perusahaan yang Aku dirikan bersama ke empat anak kembar kita." Ucap Kimberly sambil menahan senyuman).
"Aku memiliki usb, di mana isi usb ini berisi beberapa desain pakaian yang sebentar lagi akan di rilis." Ucap Valen sambil mengeluarkan usb dari dalam tasnya.
"Jika desain pakaian persis sama maka perusahaan milikku maka akan di tuntut oleh SESERAKADAJU Grup." Ucap Diego.
"Kak Diego tenang saja. Aku sudah memodifikasinya tanpa mempengaruhi perusahaan SESERAKADAJU Grup dan menghindari sengketa hak paten." Ucap Valen.
"Kamu itu benar-benar tidak tahu malu." Celetuk Kimberly yang sejak tadi terdiam.
"Apa yang kamu tahu? Kamu pikir melakukan hal ini mudah?" Tanya Valen dengan tatapan merendahkan.
"Melakukan hal ini memang tidaklah mudah. Jadi, bagaimana kamu bisa melakukannya?" Tanya Diego sambil menatap Valen dengan tatapan tajam.
"Kak Diego, apa Kak Diego sudah lupa? Kalau Aku adalah lulusan desainer di universitas terkenal di negara S?" Tanya Valen balik bertanya.
"Aku ini benar-benar ingin membantumu karena itulah mengapa Aku bekerja keras untuk bisa menjadi seorang desainer terkenal. Karena itulah ketika Kak Diego mengalami masalah, Aku tidak bisa langsung kembali ke negara ini untuk menemui Kak Diego. Aku mohon maafkan Aku." Mohon Valen.
"Kamu tunggu Aku di luar." Ucap Diego akhirnya.
"Baik." Jawab Valen sambil menatap ke arah Kimberly dengan senyum penuh kemenangan.
Hal ini dikarenakan ternyata Diego tidak mempercayai Kimberly karena itu Diego ingin bicara secara pribadi dengan Valen. Kemudian Valen pergi meninggalkan ruangan tersebut menuju ke ruang khusus penerima tamu.
Sedangkan Kimberly yang mendengar percakapan mereka hanya terdiam dan terlihat jelas wajah kecewanya. Diego yang sejak tadi menatap ke arah Kimberly hanya tersenyum sambil menggenggam tangan Kimberly.
"Kimberly, hanya Ms Alma yang bisa mengatasi masalah di perusahaan milik kita. Karena desainer yang selama ini bekerja di perusahaan kita mendadak mengundurkan diri karena itulah menjadi kelemahan perusahaan kita." Ucap Diego sambil masih menatap ke arah Kimberly agar Kimberly tidak salah paham.
"Aku sebagai pemilik saham terbesar ingin mengatasi masalah ini." Sambung Diego.
"Baiklah. Aku mengerti apa yang kamu kuatirkan." Ucap Kimberly yang kini tidak marah lagi.
"Sepertinya hari ini kita tidak sempat ke kantor catatan sipil untuk mengurus surat nikah. Aku akan meminta Asisten Mike untuk mengantarmu pulang." Ucap Diego.
"Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri." Ucap Kimberly dengan wajah yang terlihat kecewa.
Entah kenapa dirinya sangat kecewa ketika Diego tidak jadi mengurus surat nikah mereka. Kimberly hanya bisa memaksakan tersenyum sambil melambaikan tangannya lalu meninggalkan ruangan tersebut.
"Apa Dia marah?" Tanya Diego.
"Nyonya Diego orangnya pengertian jadi bisa dipastikan kalau Nyonya Diego tidak akan mungkin marah. Lagi pula Tuan Diego melakukannya demi pekerjaan." Jawab Asisten Mike.
"Benar juga apa yang kamu katakan. Oh ya, besok antarkan kami ke kantor catatan sipil." Ucap Diego.
"Baik." Jawab Asisten Mike dengan singkat.
"Sekarang kita temui Valen." Ucap Diego.
"Baik." Jawab Asisten Mike dengan singkat.
Kemudian Asisten Mike mendorong kursi roda menuju ke ruang penerima tamu. Sedangkan Kimberly berjalan ke arah lift dengan wajah terlihat kecewa.
("Aku sudah menduganya, kalau semua laki-laki itu adalah pembohong besar kecuali ke tiga putra kembarku. Katanya tulus padaku tapi pada kenyataannya hanya karena ingin bekerja sama dengan wanita itu janjinya padaku dilupakan." Ucap Kimberly dengan wajah terlihat kesal).
("Padahal jika Diego meminta pertolonganku maka Aku dengan senang hati mengatakan kalau Aku dan putri kami yang bernama Alma adalah orang yang dicarinya." Sambung Kimberly).
Kimberly masih berjalan ke arah lift dengan wajah cemberut namun tiba-tiba datang ....
xxxxxxxxxxxxxx
Siapakah Dia?