Menyandang status duda diusianya yang masih sangat muda adalah hal yang sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh Abrisam Xander Rahadian.
Hatinya telah membeku dan tidak berniat ingin mencari pendamping ataupun sosok ibu untuk putranya semenjak ia merasa dikecewakan dan sakit hati oleh mantan istrinya yang begitu tega meninggalkannya terutama putranya yang usianya belum genap satu tahun yang masih sangat membutuhkannya.
Ingin tau lebih lanjut cerita tentang Abrisam Xander??? Ikuti ceritanya yuk!!🙏😊😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 30
Dikamar tamu Apartemen milik Abrisam. Clara duduk diranjang sambil memeluk bantal dan tersenyum sendiri.
Ia merasa sangat bahagia kini ia berada satu atap bersama Abrisam yang merupakan atasannya yang selama ini ia kagumi.
"Ya ampun, mimpi apa aku semalam? Semoga saja bisa seperti cerita dinovel-novel yang sering aku baca! Seorang Presiden Direktur yang sangat tampan menikah dengan sekretarisnya! Aaaaa..aku pasti akan sangat bahagia!" Gumam Clara sambil memeluk bantalnya dan berteriak histeris sendiri didalam kamarnya.
...***************...
Di Mall terbesar di kota J.
Alexa sedang jalan-jalan ditemani oleh Iqbal setelah ia berhasil memaksa Iqbal tadi untuk menemaninya berbelanja. Ia memeluk lengan Iqbal dengan manja berjalan memasuki Mall tersebut.
"Kak Iqbal!!" Seru seorang wanita memanggil Iqbal kemudian menghampirinya.
Iqbal dan Alexa menghentikan langkahnya.
"Santi?" Balas Iqbal dengan tersenyum saat wanita yang memanggilnya tadi yang bernama Santi menghampirinya.
Alexa menatap Santi dengan tatapan sangat tidak suka dan ia mengeratkan pelukannya dilengan Iqbal.
"Kak Iqbal apa kabar?" Tanya Santi dengan ramah. "Ehm..pacar kak Iqbal sangat cantik!" Lanjutnya dengan tersenyum.
"Ehm..aku baik dan dia bukan pacarku!" Jawab Iqbal sambil melepaskan tangan Alexa yang melingkar dilengannya.
Karena memang mereka tidak berpacaran dan hanya dekat sekedar untuk bersenang-senang saja.
"Dia bohong, aku ini pacarnya!!" Sahut Alexa sambil mengulurkan tangannya mengajak berkenalan Santi dengan tersenyum sinis. Iqbal hanya menelan salivanya dan melebarkan matanya menatap tajam Alexa.
"Oh, aku Santi!" Ucap Santi dengan ramah dan tersenyum sambil menjabat tangan Alexa namun Alexa langsung melepaskan jabatan tangannya karena tidak sudi berlama-lama berjabat tangan dengan Santi yang mampu menarik perhatian Iqbal.
"Ehm..kalau begitu aku duluan ya! Permisi!" Merasa tidak enak karena menyadari sikap Alexa yang dengan jelas tidak suka dengannya saat menyapa Iqbal, Santi pun segera pergi melanjutkan langkahnya.
...***************...
"Santi, kamu kemana saja sih?? Lama sekali!!" Ucap Nella dengan kesal karena menunggu Santi yang lama sekali ke toiletnya.
"Maaf Nella! Tadi ada sikomo lewat..hehehe!" Jawab Santi sambil tertawa sendiri.
"Hah?" Nella hanya melongo merasa bingung.
"Sudahlah, ayo cepat jalan atau nanti kita terlambat menonton filmnya!" Sahut Santi sambil menarik tangan Nella dan menuju bioskop untuk menonton.
...***************...
"Kau ini kenapa tadi mengatakan kalau kau pacarku hah??" Tanya Iqbal dengan kesal kepada Alexa.
"Memangnya kenapa? Jangan bilang kalau kau tertarik dengan wanita itu!!" Ucap Alexa juga dengan kesal merasa tidak terima.
Iqbal hanya tersenyum sinis dan kembali melepaskan tangan Alexa yang memeluk lengannya lalu melanjutkan langkahnya dengan cepat.
"Iqbal tunggu!!" Seru Alexa sambil mengejar langkah Iqbal. "Apa kamu benar-benar tertarik dengan wanita tadi??" Tanya Alexa sambil menarik tangan Iqbla hingga membuatnya menghentikan langkahnya.
"Bukan urusanmu!!" Jawab Iqbal sambil menatap tajam Alexa dan meghempaskan tengan Alexa.
Alexa masih mengikuti langkah Iqbal hingga mereka masuk kedalam Cafe dan duduk.
"Iqbal, sebenarnya siapa wanita tadi?" Tanya Alexa dengan lembut mencoba untuk menarik perhatian Iqbal kembali.
"Dia adik kelasku waktu SMA!" Jawab Iqbal dengan acuh.
"Permisi kak! Silahkan mau pesan apa?" Ucap seorang waiters dengan ramah dan sopan sambil menyodorkan buku menu.
Iqbal dan Alexa segera memesan kemudian waiters tersebut juga bergegas pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.
...***************...
Di apartemen milik Abrisam di Singapura.
Abrisam dan Clara bersamaan keluar dari kamar mereka masing-masing dan sudah tampak segar sepertinya mereka selsei mandi.
Abrisam tidak memperhatikan Clara. Ia terus melangkah menuju dapur. Clara mengekor dibelakangnya.
"Ehm Pak Sam! Apa anda lapar? Saya bisa keluar dan membeli makanan untuk kita!" Tanya Clara setelah mendekati Abrisam.
"Apa kau tidak bisa memasak?" Tanya Abrisam sambil menoleh kearah Clara.
"Emm..tidak Pak!" Jawab Clara dengan malu lalu menyengir memperlihatkan giginya yang putih dan rapi.
"Kalau begitu aku akan memesan makanan untuk makan malam!" Ucap Abrisam kemudian beranjak menuju kamarnya untuk mengambil ponselnya lalu ia keluar lagi dan duduk disofa ruang tv.
"Kau ingin makan apa?" Tanya Abrisam sambil menoleh kearah Clara yang sedang berjalan menuju kearahnya.
"Samakan saja dengan anda Pak!" Jawab Clara sambil duduk disofa lain disebelah sofa yang diduduki Abrisam.
Abrisam segera memesan makanan untuk makan malam mereka. Setelah memesan makanan, ia membuka laptopnya dan menyalakannya.
Sambil menunggu makanan pesanannya datang, ia ingin menyelesaikan pekerjaannya yang belum ia selesaikan sebelumnya.
Clara meraih remote tv dan menyalakan tv mencari acara yang disukainya sambil sesekali mencuri pandang menatap Abrisam yang sedang fokus dengan laptopnya.
Tak lama suara bell berbunyi dan Clara segera beranjak membukakan pintu, ternyata pesanan makanan telah datang.
"Pak Sam, makanannya sudah datang!" Ucap Clara setelah masuk membawa makanan yang dipesan Abrisam tadi.
"Oke!" Jawab singkat Abrisam kemudian ia menutup laptopnya dan beranjak menuju meja makan.
Clara menyiapkan makanannya diatas meja dan mereka makan malam bersama dengan hening tanpa ada perbincangan.
Oh my GOD! Aku seperti sudah menjadi istrinya Pak Sam saja! Selalu berada dijarak yang sedekat ini membuatku semakin terpesona dengan ketampanannya dan semakin jatuh cinta dengannya!
Gumam Clara dalam hati sambil menatap Abrisam yang sedang makan.
"Kenapa terus menatapku seperti itu?" Tanya Abrisam dengan wajah dinginnya karena Clara sering sekali menatapnya tak berkedip membuatnya merasa tidak nyaman.
"Ah..emm..ti-tidak Pak! Ma-maaf!" Ucap Clara dengan gelagapan karena terkejut tertangkap basah menatap Abrisam.
Abrisam tak menghiraukannya lagi dan ia telah menghabiskan makanannya lalu langsung beranjak menuju ruang tv mengambil ponsel dan laptopnya kemudian masuk kedalam kamarnya dan menutupnya. Ia tidak bisa berlama-lama berdekatan dengan Clara karena Abrisam selalu tau kalau sekretarisnya itu selalu terus memandanginya.
Tapi Abrisam tidak pernah menghiraukannya. Selama ia masih profesional menjadi sekretarisnya dan selalu bekerja dengan baik tanpa mengusik kehidupan pribadinya maka Abrisam akan mempertahankannya sebagai sekretarisnya.
Clara membereskan bekas makan malam yang ada diatas meja makan. Setelah itu ia juga segera kembali ke kamarnya.
"Astaga! Kenapa aku menjadi salah tingkah dan gugup begini?? Aku tidak boleh terlihat agresif atau Pak Sam akan mencari penggantiku sebagai sekretarisnya!" Gumam Clara setelah masuk kedalam kamarnya.
Ia kemudian menyelesaikan pekerjaannya untuk persiapan pertemuan kepada pimpinan Perusahaan Victory besok pagi.
Ia harus mempersiapkanya dengan sangat baik supaya kerja sama antara Perusahaan Xander milik Abrisam dengan Perusahaan Victory milik Steve bisa berjalan dengan lancar.
...***************...
Demi apa, sesusah itu nyari novel yang seru. Btw, mau sekalian rekomendasiin novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib search pakek tanda kurung.
Bagus banget novelnya, tapi ya gitu minim pembaca😈