Isyana Putri, gadis tomboi berusia 22th. Tanpa sengaja bertemu dengan
Briyan Adhinatha, seorang CEO tampan berusia 28th.
Karena suatu keadaan membuat Isyana harus melakukan nikah bohongan dengan Briyan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mandry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
apa kita satu kamar?
"Jadi kalian belum memeriksa kandungan? " Tanya mama Rianti
"Sudah kok ma... Tadi pagi kita periksa ke bidan terdekat. makanya kita kesini agak sorean. kata bidan kehamilan Isyana baru 4 minggu" Bohong Briyan.
" Kenapa tidak dibawa ke dokter kandungan saja? " Tanya mama Rianti
"Ini kan weekend ma... Banyak dokter pada libur. Kita juga ingin segera tau... " Alasan Briyan
"Lagi pula bidan dan dokter kandungan kan sama saja. Tujuan mereka sama-sama membantu ibu hamil agar tetap sehat dan melahirkan dengan selamat" Papa Baswara ikut berpendapat.
"Iya sih pa... " Jawab mama Rianti
"Oh iya... Kalian menginap disini kan? " Mama Rianti berharap anak-anaknya menginap dirumah malam ini.
"Maaf ma... Kita hari ini tidak bisa menginap. Kemaren kita sudah cukup lama membuat rumah kosong tanpa penghuni hehehe..." Alasan Tiyo tidak bisa menginap.
" Iya dah... Yang habis honeymoon... " Ucap mama Rianti
" Briyan kamu menginap disini kan? Lagi pula mama juga ingin lebih mengenal menantu mama" Mama Rianti mendesak Briyan dengan alasan untuk mengenal Isyana lebih baik lagi. Karena mama tau Briyan lebih suka tinggal di apartemennya dari pada dirumah kedua orang tuanya.
"Iya deh ma... " Jawab Briyan sudah tidak bisa menolak lagi
"Nah karena Isyana lagi hamil harusnya kalian pindah ke sini saja. Biar mama bisa memperhatikan kehamilan Isyana" Ini namanya kesempatan mama Rianti untuk meminta mereka pindah kerumah.
"Kita pikirkan nanti y ma... " Jawab Briyan. Mama Rianti hanya bisa pasrah.
Diruangan itu, Mereka masih asik mengobrol. Membicarakan hal-hal yang membuat mereka lupa akan waktu. Isyana juga mulai nyaman dengan keadaan keluarga itu. Keluarga itu sangat menerima kehadirannya. Apakah akan sama setelah mereka tau keadaan yang sebenarnya?
Tak terasa waktu semakin malam. Tiyo dan Anggita pamit pulang kerumah mereka. Setelah kepulangan Tiyo, tinggallah papa Baswara, mama Rianti, Briyan dan Isyana.
"Sudah larut malam, istirahatlah... Mama dan papa juga mau istirahat" Perintah mama Rianti pada Briyan dan Isyana dan di iyakan oleh mereka.
Mama dan papa masuk kekamar mereka. Briyan dan Isyana naik ke lantai dua menuju kekamar Briyan berada.
"Apa kita satu kamar? " Tanya Isyana agak cemas pada Briyan saat mereka masuk kedalam kamar
"Kita kan suami istri... Ya tentu tidur bersama dalam satu kamar" Ucap Briyan yang melihat kecemasan di wajah Isyana. Sengaja mengusili Isyana.
"Tapi kita kan jadi suami istri bohongan... !" Protes Isyana
" Justru karena bohongan. Kita perlu akting yang meyakinkan" Ucap Briyan sambil memperlihatkan senyum seringainya
"Tidak... Tidak... Aku tidak mau... " Ucap Isyana sudah panik sendiri
"Aku mau tidur dikamar lain" Ucap Isyana
'Hahaha... Aku jadi suka ngejahilin anak ini...' batin Briyan
"Tidak ada kamar lain..." Jawab Briyan
"Y sudah aku tidur diluar tidak apa-apa. Tidur di sofa ruang tengah juga boleh" Isyana masih mencari cara agar mereka tidak jadi tidur dalam satu kamar.
"Silahkan..." Isyana sudah akan melangkah keluar kamar sampe mendengar kelanjutan ucapan Briyan
"Tapi nanti kalau sampai mama dan papa curiga dan membuat semuanya berantakan. Aku akan meminta ganti rugi 3 kali lipat" Ancam Briyan.
"Dasar tukang ancam" Ucap Isyana sambil menghentikan langkahnya. Briyan tersenyum lebar penuh kemenangan
"Baiklah kita tidur satu kamar. Tapi awas kalau kamu Macam-macam! " Ancam Isyana dengan wajah sudah penuh rasa sebal
"Jangankan macam-macam... Satu macam aja aku gak mau. Kau bukan seleraku" Ucap Briyan dengan sombongnya.
"Terserah... Tapi ambilkan bajuku di mobilmu. Aku mau ganti baju dan bersihkan diri" Ucap Isyana
"Siapa kamu menyuruhku...?!" Jawab Briyan
1 vote mengiringi karyamu Thor.
semangat berkarya