NovelToon NovelToon
Love Scenario

Love Scenario

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: samar

Sita adalah gadis yang sangat menjauhi percintaan. Kenangan masa lalu yang meninggalkan noda dalam hatinya.

Erick datang menyelamatkan Sita dari kekangan sang ayah yang ingin menjualnya. Untuk mengajak menjadi istri hanya untuk membuktikan kalau ia bisa melupakan mantan kekasihnya.

Sebuah kepura-puraan membawa luka pada hidup Sita. Lelaki yang ia harapkan bisa membawanya dalam kebahagiaan justru menyakitinya.

"Kamu sangat indah Sherena ...."

Seketika hati Sita seperti di iris-iris. Bagaimana tidak, di saat Erick sedang menikmati tubuhnya justru menyebut nama orang lain yang telah pergi darinya.

Saat Erick menyadarkan semua telah terlambat. Sita telah pergi dari hidupnya. Akankah dengan seiring berjalannya waktu mereka akan dipertemukan lagi oleh takdir?




Folow Ig author @Samar_Jenny1

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Khawatir

Sita beruntung mempunyai seorang mertua yang sangat perhatian dan menyayanginya, tanpa ada jarak antara ibu mertua dan menantunya. Lisa membawa nampan berisikan sarapan untuk Sita. Ia bergegas menuju kamar supaya menantunya itu cepat makan. Dengan penuh semangat ia mengetuk pintu.

Namun berkali-kali Lisa mengetuk pintu tidak juga mendapat respons dari Sita. Seketika rasa khawatir melingkupi perasaannya. Ia mencoba memutar daun pintu tapi sayang itu terkunci.

“Sita, apa kamu baik-baik saja? Kamu dengar Mama kan, nak?” Lisa mengetuk pintu hingga berulang-ulang sembari menaik-turunkan daun pintu, berharap bisa dibuka.

Di dalam kamar mandi Sita merendam tubuhnya di dalam bathtub dengan air hangat. Ia merelakskan otot-otot yang kaku, karena ia merasakan tubuhnya terasa masih sakit semua seperti habis tersengat listrik.

Ia segera berdiri saat mendengar ketukan pintu. Entah kenapa tiba-tiba merasakan kepalanya berdenyut hingga seperti berputar-putar ia meraih handuk kimono yang tergantung lalu memakainya.

Setelah itu kesadarannya mulai pudar, matanya meremang. Ia meraba-raba dinding untuk membantunya berjalan karena tubuhnya terasa lemah.

BRUK!!

Sita tersungkur di lantai, tidak sadarkan diri dalam keadaan masih di dalam kamar mandi.

Sedangkan Lisa sibuk menghubungi Erick, karena tidak kunjung mendapat respons dari Sita. Ia sudah mencoba mencari kunci cadangan tapi tidak menemukan karena hanya Erick yang membawanya, selain itu tidak ada yang memiliki karena demi menjaga keamanan aset-aset di kamarnya. Lisa panik bahkan seluruh pelayan seisi rumah ikut panik mondar-mandir ke sana dan ke mari.

Erick sedang berada di ruang rapat sedang memimpin jalannya meeting pagi ini. Acara baru saja di mulai para pimpinan dari perusahaan lain baru saja menduduki kursinya, Erick berdiri untuk menjelaskan perhitungan-perhitungan strategi pasar yang akan mereka susun.

Ponsel yang terletak di meja depan kursi Erick tiba-tiba berdering memecah keheningan seisi ruangan. Erick segera memeriksa nama di balik layar itu dan melihat ada nama Mama di sana.

“Maaf, semua. Aku harus menjawab telepon ini, karena ini sangat penting,” ucap Erick menggenggam ponsel dan membawa ke luar ruangan.

“Halo, Ma.”

“Erick, apa kamu bisa pulang sebentar?” Suara Mama Lisa terdengar panik sehingga membuat Erick khawatir.

“Tapi, apa yang terjadi, Ma? Kenapa Mama panik seperti ini? Semua baik-baik saja kan, Ma?”

“Aku gak tau, Erick. Sudah berulang kali aku memanggil Sita dari luar kamar, tapi gak ada jawaban. Cepetan pulang, Rik. Mama takut terjadi sesuatu pada Sita di dalam sana.”

“Baiklah, Ma. Jangan cemas, oke? Aku akan segera pulang.” Erick segera memutus sambungan telepon. Tanpa memberi kabar para klien ia segera berlari menuju mobil.

Saat di perjalanan pikirannya hanya rasa khawatir terhadap Sita. Apa Sita bunuh diri karena dia telah menyakiti hati dan juga fisiknya? Apa Sita mengurung diri dan tidak ingin bertemu dengan siapa pun, karena malu ia sudah ternodai? Tapi, bukankah Erick adalah suaminya?

Erick tampak kacau menekan-nekan klakson hingga berulang kali, karena mobil di depannya berjalan sangat lambat. Sukur saja pemilik mobil tersebut mengalah, segera menepi dari hadapan mobil Erick.

Setelahnya Erick mengendarai mobil sangat kencang. Tidak peduli jika nyawanya harus melayang sekarang juga, karena ia sangat cemas memikirkan Sita. Ia takut jika Sita berbuat hal di luar dugaan.

Setelah mobil sampai Erick segera berjalan dengan langkah lebar menuju kamar. Rasa khawatir berkecamuk dalam benaknya seolah semua ini adalah salahnya.

“Sukurlah kamu datang, Rik. Sita-”

Kata-kata Lisa terhenti saat Erick melewatinya begitu saja dan langsung memasukkan anak kunci ke induknya.

Lisa lega karena pintu terbuka lebar, Erick masuk dan ia mengikuti berjalan masuk dua langkah di belakang anaknya itu.

“Sita?” Mata Erick menyusuri kamar untuk mencari keberadaan perempuan yang baru sehari jadi istrinya itu.

“Mungkin dia di kamar mandi,” ujar Lisa menebak keberadaan menantunya itu.

Dan benar saja, saat Erick membuka pintu. Menemukan Sita tersungkur di lantai tidak sadarkan diri.

“Sita!” Lisa syok melihat menantunya itu lemah tidak berdaya.

“Sita, apa yang terjadi? Ayo bangun Sita!” Erick menyangga tubuh Sita dan menepuk-nepuk pipi pelan, berharap istrinya itu menjawab panggilannya. Tapi nyatanya Sita tidak bisa merespons suara apa pun.

Setelahnya, dengan hati-hati Erick meletakkan tubuh mungil milik Sita dengan pelan-pelan layaknya meletakkan sebuah porselen indah yang rapuh jika meletakkan dengan kasar. Erick memandangi wajah yang pucat tidak sadarkan diri itu dengan perasaan cemas.

Mama Lisa dengan sigap menelepon dokter keluarganya. Tak selang beberapa menit, dokter pun tersebut tiba di rumahnya.

“Ada apa ini, Tante?” tanya dokter perempuan muda yang masih seusia Erick itu, saat tiba di kamar.

“Tante juga gak tau, Fira. Kami temukan dia tiba-tiba dalam keadaan pingsan,” jawab Lisa.

“Biar saya periksa dulu.” Dokter yang bernama Fira itu mendekat ke sebelah Erick berdiri.

“Erick, apa kau bisa menyingkir sebentar. Biar aku bisa memeriksanya. Kau bisa melanjutkan menatapnya nanti setelah aku selesai memberinya obat,” kelakar dokter Fira.

Erick tersenyum miring menanggapi perkataan dokter dan juga teman baiknya itu. Lalu ia berdiri mempersilakan dokter Fira mengambil posisi duduknya tadi. Berdiri di belakang Fira sembari menelisik wajah Sita berharap cepat membuka mata.

Dokter Fira menghela napas, setelah memeriksa keadaan Sita. Ia lega karena tidak ada masalah yang serius pada perempuan itu.

“Bagaimana keadaannya, Fir?” tanya Erick saat dokter itu memasukkan alat pengontrol detak jantung ke dalam tas.

“Semua baik-baik, Rik. Dia pingsan karena kelelahan.” Dokter Fira mendekat ke arah Erick dan berbisik, “Pasti kamu melakukan malam pertama sepanjang malam, hingga dia bisa seperti itu. Lain kali kalau mau begituan, tanya dulu dia sudah makan atau, belum.”

Erick menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia harap mama Lisa tidak mendengarkan apa yang dokter Fira katakan. Memang benar semalam ia tidak bertanya, kalau Sita sudah makan atau belum. Yang ia tahu adalah, ingin menyalurkan hasrat karena ia tidak tahan melihat keindahan tubuh Sita seperti kumbang mengincar sari bunga yang mekar di taman.

“Aku akan kasih obat, nanti kamu bisa minumkan ke dia setelah sadar nanti.” Dokter Fira merogoh tas yang berisikan obat dan memberikan pada Erick.

“Tapi, aku minta buat dia makan sesuatu dulu sebelum minum obat itu. Karena tanpa makan semua itu akan percuma.”

“Baiklah, Fir. Aku akan membuat dia makan setelah dia sadar nanti.”

“Dan jangan lakukan hal itu, dulu. Tubuhnya masih lemah dan tidak memungkinkan kalau kau memaksanya.”

“Apa-apaan sih, lu Fira.” Erick tersenyum, wajahnya memerah.

“Aku sudah berpengalaman dengan hal itu, Erick. Jadi jangan coba-coba menyembunyikan dariku,” kata dokter Fira, teman dari masa kecilnya itu.

*Mohon maaf, atas keterlambatannya beberapa hari gak up, itu semua karena memang ada kesibukan yang gak bisa di tinggal. Oh, ya ada yang masih mau tau lanjutan Dijodohkan nggk? Rencana dalam waktu dekat aku akan up di sana*

1
Putri Sifani
luar biasa mengandung air mata bawang
BellaSasi
Hem hem
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
mksh
keren
Sisi Tarsun San'ngisa
good mam, anakmu emang harus di tegasi biar otaknya mikir
Sisi Tarsun San'ngisa
biasa laki-laki kalau sudah bucin jadi tolol
Siti Aisyah
Lumayan
Windarti08
maaf Thor... aku agak bingung, cerita ini kan ada kaitannya dengan cerita yang lain, jadi bagusnya judul mana yang harus dibaca terlebih dahulu biar nyambung ceritanya🙏
samar: skip aja kak bagian ini kalau bingung 🥰 cerita tokoh ini (Arini) ada di novel Single Mother🙏
total 1 replies
Benazier Jasmine
akhirnya menikah juga Keisha sm kerel, terimakasih kak authooor, ceritanya bgs👍👍👍
Benazier Jasmine
bener Keisha cemburu sm karel, nara nempel saja sm karel, aplg tingglnya 1hotel
Benazier Jasmine
karel u itu bodoh bgt, y jelas marah u batalin mendadak apalg yg telp kaisya sekretaris u, jelas donk marah bgt
Benazier Jasmine
erick ular jos gandos, 2x bercinta lgs bertelur😂😂😂
Benazier Jasmine
kyk erik sm sita blm cerai
Benazier Jasmine
semua kemarahan erik ke sita akibat dr sharena
Benazier Jasmine
unboxing terpaksa
Benazier Jasmine
ternyata ibu tirinya sita, mantanya erick ya thooor, namanya kok sama
Benazier Jasmine
semangat
kumala sari
sangat bagus
Ana. 090471
👍👍👍👍👍
chaaa
sita. sita..ngapain Lo ngaku kalau cinta sama si Erick? di manfaatin kan Lo ma tu laki sampe dia pake syarat utk nahan Lo.. jgn mellow lah sita..harus sangar ngadepin si Erick.
Yusri Yusoff
bagaimana dgn nasib Nara.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!