NovelToon NovelToon
Rey - Hanna {After Summer'S}

Rey - Hanna {After Summer'S}

Status: tamat
Genre:Romansa / Suami ideal / Istri ideal / Tamat
Popularitas:275.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayu Lestary

Ketika hubungan Raffael dan Yayank mulai goyah karena pengakuan Raffael akan cintanya pada Hanna, Hanna terjebak dalam kebingungan. Di saat yang bersamaan, Rey mulai merasakan dilema. Adik angkatnya, Ella, dengan berani mengungkapkan perasaannya, meski Rey sudah berulang kali menolak. Rey merasa hidupnya mulai semakin rumit dengan adanya perasaan-perasaan yang tidak seharusnya muncul, baik terhadap Ella maupun Hanna.

Di tengah kekacauan itu, mereka bertiga harus menghadapi kenyataan bahwa cinta sering kali hadir dengan cara yang tidak terduga. Hanna terjebak di antara dua pria yang sangat penting baginya. Raffael, sahabat setia yang selalu ada, dan Rey, yang meskipun keras kepala, mampu membuat jantungnya berdebar. Akankah persahabatan mereka mampu bertahan di tengah badai perasaan yang terus bergolak? Atau, salah satu dari mereka harus mengorbankan segalanya demi sebuah cinta yang tak terungkap?

Happy Reading guys 🧾🧾🧾

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep.31

Tok! Tok!

Hanna mengetuk pintu kaca yang di biarkan terbuka di ruang marketing department.

Sudut mata semua orang yang berada disana langsung tertuju ke arah sosok si pengetuk pintu yang kini masih berdiri di ambang pitu.

"Hanna!"

Ruangan itu seketika menjadi riuh menyambut kedatangan Hanna.

Setelah kejadian hari itu, Hanna di berhentikan dari pekerjaannya oleh Rey dan tidak di izinkan lagi untuk bekerja, para staf divisi marketing tak pernah lagi bertemu dengan Hanna setelah itu, kalau pun Hanna berkunjung ke perusahaan. Sangat minim kemungkinan mereka bisa berpas-pasan di perusahaan sebesar Zillow Group.

"Kami sangat merindukanmu.." Vany langsung bergegas menghampiri Hanna yang masih berdiri di ambang pintu. Merangkul lengan Hanna, lalu membawanya duduk di salah satu kursi kosong disana.

"Apa kedatanganku mengganggu pekerjaan kalian?" Hanna melirik satu persatu wajah yang kini sedang mengerumuninya.

"Tentu saja tidak, ini sudah waktunya istirahat." Sambung Yuna sambil melirik ke arah jam arlojinya.

"Kebetulan sekali, aku baru saja berniat ingin traktir kalian makan siang." Seloroh Hanna.

"Kalau begitu, kami tidak akan sungkan Bu Hanna. Ayo kita berangkat sekarang, sebelum pak manager kembali dan memberi kami pekerjaan tambahan." Vany dan yang lain langsung bergegas, setelah mempersilahkan Hanna untuk jalan lebih dulu.

*

"Yayank.." Panggil Mama Lalita ketika Yayank sudah bersiap untuk keluar rumah seperti biasa.

Yayang menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah Mama Lalita yang berdiri tak jauh darinya. "Iya, Ma.."

"Bisa kita bicara sebentar?"

Yayank sempat terdiam sesaat, ekspresi Mama Lalita tampak serius. Yayank sudah menerka-nerka apa yang akan di katakan Mama Lalita padanya.

"Bisa, Ma.." Diiringi dengan langkahnya yang berjalan menghampiri Mama Lalita.

Pun dengan Mama Lalita, yang juga mengambil langka menuju ruang keluarga.

"Ada apa, Ma.. Apa yang ingin Mama bicarakan?" Tampaknya, Yayank sedikit gugup mendapati tatapan tak biasa dari Mama Lalita.

"Kehamilanmu sudah memasuki usia delapan bulan, dan kau masih belum mengurangi aktivitas mu di luar rumah. Mama khawatir itu akan berpengaruh pada kesehatan janinmu." Ujar Mama Lalita, yang akhirnya membuat Yayank bisa menghela napas lega. Ternyata yang dibicarakan Mama Lalita bukan hal yang ia takutkan.

"Mama tenang aja," Yayank menggenggam tangan Mama Lalita, lengkap dengan senyumannya untuk meyakinkan Mama Lalita. "Walaupun aku sibuk dengan pekerjaan, tapi aku selalu memprioritaskan bayiku."

"Tapi tetap saja-"

"Oh iya, mungkin nanti aku telat pulang, tolong sampaikan pada Rafa ya, Ma. Kalau aku meeting diluar." Sela Yayank, lalu langsung beranjak dari duduknya.

Mama Lalita hanya bisa menghela napas sambil geleng - geleng kepala. "Anak jaman sekarang, susah bener dibilangin." Gumam Mama Lalita, lalu ikut bangkit dari duduknya dan berjalan masuk ke kamarnya.

Sebelumnya, Mama Lalita juga sudah bicara dengan Raffael. Untuk menasehatinya agar tidak terus bertengkar dengan istrinya.

Saat itu, Raffael hanya mangut - mangut saja tanpa membantah.

Ya, anak itu memang paling bisa menenangkan hati Mama Lalita.

Raffael memang tidak pernah lagi bertengkar dengan Yayank setelah itu, namun sikapnya semakin dingin dan tak acuh.

Kini, apapun yang dilakukan Yayank, seakan Raffael tak lagi perduli.

Ia sudah mencoba, sebisanya untuk memperbaiki hubungannya dengan Yayank demi anak yang sedang di kandung Yayank. Namun, rasanya semakin hari semakin berat untuk menjalaninya. Dan kini, seakan hubungan keduanya seperti tak berarah.

Mama Lalita meraih ponselnya, lalu mencari kontak anak mantunya untuk menghubunginya, siapa lagi kalau bukan, Hanna.

Langkah Hanna terhenti ketika ponselnya berdering, tepat saat ia baru saja akan masuk ke dalam restoran yang berada tak jauh dari Zillow Group.

"Kalian duluan.." Ujar Hanna pada yang lain, sedangkan ia memilih menerima panggilan mertuanya itu di luar perkarangan restoran.

"Hallo, Ma." Jawab Hanna, menerima panggilan itu.

"Apa kau sedang sibuk? Bisa temani Mama sebentar? Tanya Mama Lalita dari balik telpon.

Hanna terdiam beberapa saat, pandangannya menembus dinding kaca restoran, ke arah Vany dan yang lain. Mereka sudah menepati salah satu meja di dalam sana.

Vany, langsung melambaikan tangannya ke arah Hanna.

Hanna membalasnya dengan senyuman.

"Tidak, Ma. Hanna sedang tidak sibuk. Sebentar lagi Hanna jemput Mama ya." Ujar Hanna kemudian.

Hanna berlenggang masuk kedalam restoran untuk menemui Vany dan yang lain setelah panggilan itu berakhir.

"Sudah pesan makanannya?" Tanya Hanna.

"Kami menunggumu." Sahut Yuna.

"Aku minta maaf, aku ada urusan mendesak sekarang." Imbuh Hanna dengan menyesal. "Begini saja, nanti kirimkan tagihannya padaku. Aku akan membayarnya."

"Tapi, Han.." Kalimat Vany menggantung.

"Maaf aku harus pergi sekarang." Hanna melempar senyum terbaiknya sebelum akhirnya beranjak dan bergegas pergi dari sana.

Ia langsung melaju menuju rumah Mama Lalita.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 25 menit, Hanna sampai di kediaman Mama Lalita, tidak lagi menunggu Hanna turun dari mobil. Mama Lalita yang sudah menunggunya sedari tadi di halaman depan rumah langsung masuk ke mobil Hanna sesaat setelah mobil itu berhenti.

"Tolong bawa Mama ke spa, Mama butuh merelaksasi kan pikiran." Celetuk Mama Lalita lengkap dengan ekspresi lesunya.

Hanna mengernyit, "Ada apa, apa yang mengganggu pikiran Mama?" Hanna kembali melajukan mobilnya. Menuju spa tempat langganan Mama Lalita sesuai dengan permintaan mertuanya itu.

*

"Untuk apa kita kesini?" Tanya Yayank, pada pria di sampingnya yang baru saja menghentikan mobilnya di depan hotel.

"Bukankah katamu kau ingin bicara! Ini tempat yang paling tepat agar tak ada yang mendengar percakapan kita." Ujar si pria, setelah itu turun dari mobil, lalu berjalan membukakan pintu mobil untuk Yayank.

Yayank menurut saja, ia turun dan masuk ke hotel bersama pria itu. Ia menunggu di lobby ketika si pria memesankan kamar untuk mereka berdua.

"Ayo.." Ajak si pria, setelah menerima kunci dari resepsionis.

Yayank bangkit dari duduknya, lalu mengikuti langkah si pria yang membawanya ke salah satu kamar hotel yang berada di lantai 10.

Namun, sesampainya di depan pintu kamar hotel, langkah Yayank tampak berat untuk melangkah masuk.

"Ada apa? Kau takut padaku?" Pria yang sedang berdiri di ambang pintu itu bertanya, di iringi dengan seringainya.

Si pria memberi akses untuk Yayank masuk.

Akhirnya, Yayank melangkah masuk setelah berdengus kesal.

"Kau tampak lebih cantik ketika marah." Pria itu menutup pintu, lalu menghampiri Yayank yang sudah masuk dan duduk di atas ranjang.

Baru saja akan memulai percakapan mereka, pintu kamar di ketuk.

"Aku tahu kau pasti belum makan, jadi aku pesan makan siang untukmu." Ujar si pria, sambil membuka jasnya.

"Tumben sekali!" Yayank kembali bangkit dari duduknya, berjalan ke arah pintu untuk membukanya dan menerima makan siang yang di antar itu. "Kenapa cepat sekali.." Gumam Yayank seiring dengan tangannya yang meraih gagang pintu dan membuka pintu itu lebar - lebar. Perasaan mereka baru saja masuk ke kamar, bisa - bisanya makan siang itu sudah selesai disiapkan.

" Ha-hanna!" Mata Yayank membulat sempurna, setelah membuka pintu dan mendapati sosok di balik pintu itu bukan pelayan yang mengantar makan siang, melainkan Hanna dan, Mama Lalita.

Next ♡♡♡

1
Nur Aliyah Zainal
niat dilanjutkan gak sih ceritanya Thor?
Mutia
udh nunggu lama bnget thor
Any
Wahh akhirnya thor, setelah sekian purnama
Tika Rostika
lanjut kak
Lea
Ok thor, next.... 🍻
Rina Kurnia
semoga othor sehat n baik2 saja ya...
semangat lg thoorr..... 💪💪🌹🌹
Irma Dwi
kemana aja othor satu ini, udah kangen banget,,,,
sampai lupa jalan critanya 🤭😁
Lea
Thorrrr........
sudahi hiatus nyaaaa
cepat lah up thorrrrr 🤧🤧🤧
Arya Adikara
kasat mata= dapat di lihat,nyata,konkret

tak kasatmata=tk dapat di lihat,tidak nyata.
Arya Adikara
kasat mata= dapat di lihat,nyata,konkret

tak kasatmata= tak dapat di lihat,tak nyata.
Reni Anggraini
kapan dilanjut thooor
🌹Fina Soe🌹
astaga hanaaa...ngidamu itu...🤣🤣
Rumkitalia Fajrimarini
ko setengah² si Thor nulis novelnya
Waty Umi hafidzah
Bagus, ditunggu kelanjutanx_pengenx syelah yayank siuman maka rumah tanggax denga Rafa akan kembali.
Waty Umi hafidzah
Koq aku ngerasa sedih banget yaak, kasian banget sama Yayank yg tetap mau bertahan padahal udh tau bahwa tak akan ada tempat buatx dihati Rafa😭 apakah Yayank akan terus sakiit sampai ending? Entahlaaah hanya othor yg tau😔
Quwh Caiiankcllucma Ranggaaguz
ini ceritanya sudah sampai d sini kaj
Otin Frankenstein Jr.
abis di usap terus di gerus pala botaknya 🤭🤭🤭
fitriana
ayo thor jangan lama² update nya kelamaan nunggu nih ngak sabar pembaca setia!!!
Alin Norshalsabilla Alkhatir
Pasti Ray dh tau smua'y
klo aku yg di tanya Ray kmu mau makan apa. jwananku, aku mau makan kamu Ray... km menggemaskan 🤣

Lanjut ka Thor and ttp semangat💪
Salsa Bila
bufek tour mikir konsepe piye iki... 🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️💪
Any: Jangan di pikirin, biar othor nya aja y mikir, kita baca aja 🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!