Seorang pendekar tanpa tanding yang juga ahli pengobatan jenius dengan menggunakan metode terlarang dalam pengobatannya. Setelah kematiannya dia mendapatkan kesempatan untuk menjalani kehidupan keduanya.
Dengan mengandalkan keahlian dalam pengobatan terlarang dia dijuluki Dark Doctor, dan mampu menyembuhkan berbagai penyakit pasien bahkan menghidupkan kembali orang yang telah mati.
Apakah setelah kehidupan kedua ini pendekar itu akan masuk ke alam Neraka atau Surgawi?
Ikuti perjalanannya dalam novel ini.
Jangan lupa untuk like setelah selesai membaca agar penulis dapat menghitung retensi secara manual untuk melihat minat baca dari teman-teman.
Selamat membaca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHALINKA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31 | Bertemu Raja Pedang
Mobil mewah itu segera meluncur ke halaman kediaman keluarga Lang dan berhenti tepat di depan bangunan samping keluarga Lang. Kemudian dari dalam mobil turun seorang lelaki muda dari pintu kopilot yang kemudian menuju ke pintu belakang mobil untuk membukakan pintu.
Dari bagian belakang mobil kemudian turun seorang lelaki setengah baya yang berpakaian kuno berjalan dengan menggunakan tongkat. Lelaki muda itu kemudian mengikutinya di samping lelaki setengah baya itu menuju ke bangunan ruang persembahan itu.
“Guru!” Teriak Camelia yang kemudian menunduk memberi hormat pada lelaki setengah baya itu.
“Hmm... Katakan apa yang telah terjadi,” kata lelaki setengah baya yang dipanggil guru oleh Camelia.
Dia adalah seorang guru spiritual dari keluarga Lang yang selalu memberikan petunjuk untuk keluarga Lang dalam melakukan kegiatan usaha, ekonomi dan keluarga mereka.
Atas petunjuknyalah keluarga Lang membuat gedung persembahan di samping rumah utama itu dan melakukan kegiatan ritual untuk keluarga Lang.
Camelia lalu menceritakan kepada gurunya itu kejadian yang telah dilaporkan sebelumnya oleh pengawal mereka. Guru Camelia yang bernama Zack Lee itu menatap tajam ke arah Jason setelah mendengar penjelaan dari Camelia.
Kemudian Guru Zack itu berjalan mendekati kursi tempat Jason terikat dan menyelidiki wajah Jason dari dekat. Dia berusaha untuk merasakan aura dan kekuatan Jason yang telah berani mengacaukan keluarga Lang.
Jason menyeringai melihat kedatangan guru keluarga Lang yang telah membuat keluarga Lang melakukan tindakan persembahan dengan menggunakan tumbal ini.
“Jadi kamu yang telah berani menghancurkan dan mengacaukan kediaman keluarga Lang. Siapa namamu nak?” kata guru Zack.
“Rupanya kamu guru keluarga Lang yang membuatkan persembahan iblis dengan menggunakan tumbal ini?’ sahut Jason.
Mata guru Zack berkedut mendengar kata-kata Jason yang cukup tajam, wajahnya berubah menjadi gelap setelah mendengar hal itu. Dia lalu mengangkat tangan kanannya dan mengarahkannya ke dada Jason.
“Katakan siapa namamu nak! Atau aku akan mencabut nyawamu tanpa nama,” ancam guru Zack.
“Kamu ingin mencabut nyawaku? Bahkan Raja Iblispun tidak berani melakukannya,” cibir Jason pada guru Zack.
Mata guru Zack menjadi merah, tangannya bergetar karena marah. Kemudian dari tangan kanannya keluar aura hitam pekat yang bergulung-gulung menuju ke arah jantung Jason.
Jason melihat aura itu memasuki jantungnya dan menggenggam jantungnya. Dia meringis kesakitan merasakan jantungnya yang seperti diremas oleh aura hitam tersebut.
Namun Jason bukanlah orang biasa, dia kemudian mengalirkan kekuatannya untuk menjaga jantungnya dari aura hitam itu. Dengan kekuatan dalamnya dia menyerap aura hitam itu dan menyegelnya di dalam tubuhnya.
Wajah guru Zack tampak terkejut merasakan kekuatannya kini diserap oleh Jason. Aura hitam dari tubuhnya mengalir dengan deras ke tubuh Jason, dia merasakan kekuatannya semakin lama semakin terkikis diserap olehnya.
“Akh!”
Guru Zack tiba-tiba menghentikan serangannya pada Jason karena tidak ingin seluruh kekuatannya diserap oleh Jason. Dia menatap Jason dengan wajah pucat ketakutan.
“Siapa kamu?” tanyanya pelan.
“Aku adalah dewa pencabut nyawamu,” sahut Jason dengan dingin.
Jantung guru Zack seperti berhenti berdetak mendengar kata-kata Jason, dia tanpa sadar mundur setelah mendengar hal itu. Guru Zack lalu mengarahkan tangannya ke tubuh anak kecil yang ada di pangkuan ibunya.
Tubuh anak kecil berusia sembilan tahun yang tidak sadarkan diri itu melayang di udara lalu berdiri menatap pada Jason. Matanya terbuka berwarna merah menatap tajam pada Jason.
“Guru!” Teriak ibu dari anak itu yang merasa cemas melihat anaknya.
Guru Zack tidak mempedulikan teriakan ibu anak itu. Dia kemudian mengerahkan seluruh kekuatannya yang tersisa ke seluruh ruang persembahan itu. Aura hitam pekat yang keluar dari tubuhnya disertai mantra dari mulutnya mulai merasuki tubuh orang-orang di sekitarnya.
Mata semua orang menjadi merah dan kesadaran mereka hilang. Otak dan kesadaran mereka telah dikuasai oleh guru Zack. Mereka menggeram dan melihat ke arah Jason dengan marah.
“Cih, kamu menjadikan mereka perisaimu. Dasar pecundang! Kamu hanya bisa memanfaatkan orang lain untuk menjadi bonekamu,” cibir Jason.
“Hahaha... Kamu mungkin lebih kuat dariku. Tapi apakah kamu bisa melawan mereka semua?” Guru Zack tertawa dikelilingi oleh orang-orang dari keluarga Lang dengan mata merah mereka menggeram berjalan maju menuju ke arah Jason.
Jason mengerahkan kekuatannya untuk melepaskan ikatannya.
Brak!
Kursi yang diduduki oleh Jason hancur bersamaan dengan lepasnya ikatan Jason.
“Serang dia!” Perintah Guru Zack pada pasukan orang-orang bermata merah yang dikendalikan olehnya.
Orang-orang itu langsung melompat dan berlarian ke arah Jason dengan wajah garang menyerang dirinya. Jason melompat di udara lalu menjejakkan kakinya di pundak beberapa penyerangnya dan melompatinya untuk mendekat ke arah guru Zack.
Mata guru Zack berkedut melihat Jason yang telah berada di dekatnya dan bersiap untuk menghantamkan tinjunya ke dada guru Zack.
Trang!
Sebuah pedang berkelebat menghalangi tinju Jason mengenai tubuh guru Zack. Tampak laki-laki muda yang datang bersama guru Zack telah menghunus pedang untuk menangkis tinju Jason tersebut.
“Rupanya kamu masih memiliki seekor anjing yang menjadi perisaimu,” sindir Jason pada guru Zack.
Guru Zack merasa beruntung pengawal pribadinya telah melindungi dirinya dari serangan Jason. Dia pun mundur dan membiarkan pengawalnya itu untuk melawan Jason.
“Katakan namamu nak! Aku tidak akan sungkan untuk membunuhmu,” kata lelaki muda yang menghunus pedang itu.
“Raja Pedang, bunuh saja dia!” perintah Guru Zack pada pengawalnya.
“Raja Pedang?”
Jason menyipitkan matanya melihat pengawal yang dijuluki Raja Pedang itu. Dia pun berdiri menatapnya dengan tenang.
“Kenapa? Apakah kamu takut setelah mendengar julukanku?” tanya Raja Pedang dengan wajah sombongnya.
Jason terkekeh mendengarnya. “Jangankan Raja Pedang, bahkan jika itu Dewa Pedang yang datang aku tidak akan takut menghadapinya,” sahut Jason.
Di kehidupannya yang lalu, Jason merupakan seorang pendekar tanpa tanding yang telah mengalahkan semua pendekar dari rimba persilatan. Jadi dia tidak pernah takut untuk menghadapi siapapun.
Orang-orang bermata merah telah berbalik dan menyerang Jason dari belakang tubuhnya. Jason tidak tinggal diam lalu mengerahkan kekuatan dalamnya untuk menghalangi mereka.
Wussshh...
Angin kencang menghembus ke sekitar tubuh Jason pada saat dia mengerahkan kekuatannya. Para penyerang yang mendekatinya terdorong mundur bahkan ada yang terpelanting karena tidak kuat menahan angin kencang yang dikerahkan oleh Jason pada mereka.
Melihat kekuatan Jason, guru Zack terkejut, demikian juga dengan Raja Pedang. Mereka tidak menyangka anak muda seumuran Jason bisa memiliki kekuatan sedahsyat itu.
“Katakan siapa kamu sebenarnya,” tanya Raja Pedang kembali.
“Kamu tidak perlu tahu siapa aku. Orang mati tidak perlu mengetahui apapun,” kata Jason yang melompat menyerang langsung pada Raja Pedang.
Raja Pedang kembali menggunakan pedangnya untuk menangkis serangan Jason. Jurus pedangnya seperti membentuk perisai pedang menghalangi setiap serangan tinju yang dikerahkan oleh Jason padanya.
yang jadi villain ( ngurung cecil ) juga joan
dan yang di kurung juga joan
cerita macam apa ini/Sob//Sob/