seorang gadis SMA menyukai seorang polisi ganteng yang memberikan surat tilang kepadanya saat dia mengendarai mobil nya tanpa SIM, perjuangan berat yang harus dia lakukan untuk melepaskan sang polisi ganteng dari masa lalunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Author seneng banget dapet hadiah dari @ran_murasaki, terimakasih banyak, sering-sering ya author dikasih hadiah, kalau yang lain mau ngasih juga author terima dengan senang hati 😝
Untuk part ini, sebelum nya author minta maaf kalau ada kesalahan dalam hal penulisan atau apapun 🙏
Happy reading 😉
---------
"Hana!"
Panggil seseorang, namun Hana masih ketakutan dan tidak berani menoleh kearah orang yang memanggilnya
Hingga tangan hangat yang sangat dia rindukan membelai lembut rambut panjangnya
Hana menoleh pada seseorang yang sedang membelai lembut rambutnya, dia tersenyum dan langsung menghambur ke pelukannya.
"Kak Nathan, Hana kangen banget sama kakak, Hana takut banget kalau Hana tidak akan bisa ketemu lagi sama kakak" Hana terisak di pelukan Nathan
"Tenang lah, aku disini, aku akan melindungimu dan menjagamu"
Nathan tiba tepat waktu,dia meminta bantuan dari kepolisian di negara tersebut untuk membantunya, berbekal berbagai catatan kejahatan yang telah seno lakukan, yang berhasil Nathan dan Arlan kumpulan sebelum mereka berangkat menyusul Hana, dengan mudah dia mendapatkan bantuan dari polisi di negara itu.
"Dorr!!"
Terdengar suara tembakan lagi, Hana dengan cepat memeluk Nathan dengan eratnya.
Seno kembali mendapatkan timah panas di tubuhnya oleh seorang polisi yang masih bersiaga disana karena tadi dia sempat ingin kembali menyerang Hana dan Nathan.
Hana masih membenamkan wajahnya pada dada bidang milik Nathan, dia tidak berani melihat kearah Seno yang kini telah benar-benar tumbang berlumuran darah
"Papa!" Jerit Indri saat melihat suaminya terkapar lemah di lantai apartmentnya.
Indri menggenggam tangan suaminya dan membelai wajah Seno yang berlumuran darah, Seno tersenyum melihat Indri ada disampingnya disaat dia dalam keadaan lemah
"Maaf" ucap Seno lemah bahkan hampir tidak terdengar
"Jangan katakan apapun lagi, bertahan lah, kita akan membawamu ke rumah sakit" ucap Indri dengan derai air matanya, meskipun suaminya begitu jahat, namun dialah lelaki yang selama ini dia dampingi dalam siang atau malam, dan suka ataupun duka.
"Tidak, tidak perlu, aku sudah tidak bisa bertahan lagi, Hana..." Panggil Seno pada putrinya, dia mengulurkan tangannya untuk menggapai Hana.
Namun Hana masih ketakutan dan tidak berani untuk memegang tangan papanya, Hana masih enggan untuk melepaskan pelukannya pada Nathan, namun Nathan menuntunnya untuk menggenggam tangan papanya, Seno tersenyum saat Hana sudah menggenggam tangannya.
walaupun bukan bagian vital yang terkena tembakan, namun darah yang mengalir begitu banyak hingga Seno kehilangan banyak darah.
"Maaf kan papa Hana, papa sudah banyak salah padamu, papa tidak pernah bisa memberikanmu cinta seorang ayah, papa hanya bisa menyiksamu, sekarang papa melihat calon suamimu yang sangat menyayangimu, Jayden, jaga mama dan adikmu, maafkan papa, sekarang papa bisa pergi dengan tenang..." Seno menutup matanya untuk selamanya.
"Papa...!" Jerit tangis dari Indri menggema di seluruh ruangan itu, kini dia benar-benar menutup matanya, seseorang yang selalu memaksanya untuk mengikuti setiap perintahnya kini telah tertidur pulas untuk selamanya meninggalkanmya dan semua anak-anaknya.
Air mata Hana pun sudah lolos membasahi pipinya, walaupun papanya sudah melakukan hal yang begitu buruk padanya, tapi dia tetap lah pria yang setiap tetes darahnya mengalir juga dalam tubuhnya.
"Kamu harus kuat" bisik Nathan ditelinga Hana, Hana mengangguk kemudian kembali memeluk nya, dan menangis di pelukan Nathan, Nathan mengusap rambut Hana, dan mengecup keningnya mencoba menenangkan Hana.
"Terimakasih" bisik Hana disela Isak tangisnya.
Indri masih menangis sesenggukan dalam pelukan Jayden, Jayden mencoba untuk menenangkan mamanya, dia juga meneteskan air mata, walau bagaimanapun Seno tetaplah ayahnya.
Indri tidak mengizinkan saat tubuh kaku suaminya akan dibawa kerumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut, dia hanya ingin menguburkan suaminya di negara asalnya dan tidak ingin lagi tinggal di negara yang telah merubah suaminya menjadi seorang iblis
Nathan dan Arlan harus disibukkan karena mengurus laporan untuk kasus ini, sementara Hana dan sahabat-sahabatnya membantu Indri dan Jayden mengurus semuanya untuk kepulangan mereka kembali ke Indonesia
--------
Seminggu telah berlalu dari kejadian buruk itu, Hana kini telah kembali ke rumahnya bersama Indri dan Jayden
Indri sudah tidak sesedih waktu itu, sedangkan Jayden sudah disibukkan urusan kantor, dia mulai menata kembali bisnisnya untuk melanjutkan perusahaan yang ditinggalkan oleh ayahnya
Sementara Hana, dia masih malas-malasan, tidak ingin melakukan apapun, bahkan untuk sekedar bertemu dengan Sinta dia masih belum mau, sedangkan dengan Nathan, entah kenapa dia seolah menjauh.
"Hana, ada tamu yang mencarimu sayang" panggil Indri pada putrinya yang sedang bermalas-malasan di kamarnya.
"Siapa ma? Hana malas keluar, suruh pulang aja" tolak Hana, dia benar-benar tidak ingin bertemu dengan siapapun.
Indri melihat seorang pria berdiri di depan pintu kamar Hana yang terbuka, dia memberi kode pada Indri untuk meninggalkan mereka berdua, Indri tersenyum padanya dan melangkah keluar dari kamar Hana.
Hana masih dalam posisi tengkurapnya, membenamkan wajahnya di bantal kesayangannya
Pria itu berbaring memeluk tubuh Hana yang hanya memakai tank top, dan hot pants Hana terkejut dan segera membalikkan tubuhnya.
"Kak Nathan?!" Hana terkejut melihat siapa yang berada di kamarnya dan tengah memeluknya.
"Kenapa kamu menjauh dari ku, bukankah sudah kukatakan agar kamu harus terus mengejar ku dan selalu mencintai ku, dan kamu bahkan sudah berjanji untuk itu" ucap Nathan tanpa melepaskan pelukannya.
"Aku tidak menjauhimu kak, aku hanya perlu waktu untuk mendapatkan semangatku lagi, aku masih mencintaimu bahkan sangat mencintaimu, aku akan mengejarmu kembali Aku hanya ingin sedikit memberimu waktu, agar kamu menyiapkan cinta mu untukku" Hana mengalihkan wajahnya dari tatapan mata Nathan.
"Aku memang sudah menyiapkan cintaku untukmu" ucap Nathan pada Hana dengan jarak yang sangat dekat
Hana kembali menatap manik mata hitam milik Nathan, mencari kebenaran yang ada di matanya
"Hana, kamu tahu saat kamu tiba-tiba pergi meninggalkanku, kamu tahu, aku merasakan ketakutan, marah, kecewa, sedih, dan yang pasti aku merasakan kehilangan sosok yang selalu mengejarku, memberikan kehangatan pada kehidupanku dan selalu memberikan cinta padaku. Aku begitu merindukanmu Hana, dan saat itulah aku menyadari, jika aku telah jatuh cinta padamu." Nathan menatap mata Hana dengan penuh kasih dan cinta.
Air mata Hana mengalir begitu saja tanpa di sadari, Nathan mengecupi setiap air mata yang keluar dari mata Hana.
"Maaf Hana, telah membuatmu menunggu lama, sebaiknya kamu dengar apa yang akan aku katakan, karena aku hanya akan mengucapkan sekali saja" Nathan mengatur nafasnya sebelum melanjutkan kata-katanya
"Hana, aku mencintaimu, I love you" Nathan akhirnya mengucapkan kalimat yang selalu Hana tunggu-tunggu selama ini
Hana tidak bisa mengatakan apapun, air matanya terus mengalir, dia memeluk erat tubuh lelaki yang selama ini selalu dia kejar untuk bisa mendapatkan cintanya, dan kini lelaki itu sudah memberikan segalanya untuknya
"Hana bahagia banget kak, Hana juga sayang banget sama kak Nathan"
Nathan melepaskan pelukannya dan menatap wajah gadis yang telah berhasil menariknya dari masa lalu yang selalu menenggelamkannya, Nathan mengusap air mata Hana kemudian mengecup kening Hana
Nathan mengubah posisi keatas tubuh Hana yang terlentang
"Bukankah kamu bilang kalau kamu sedang mengandung anak ku? Bagaimana kalau kita membuat nya sekarang?" Bisik Nathan ditelinga Hana yang kini berada di kungkungan nya, wajahnya memerah mendengar bisikan Nathan, dia tidak berani menatap wajah pria dihadapannya
"Tatap aku Hana" bisiknya lagi, suara nya terdengar serak semakin membuat hati Hana bergetar, Hana memberanikan diri menatap wajah pria idaman nya, melihat tatapannya yang tengah di penuhi oleh kabut gairah.
"Ayo kita lakukan 'itu' Hana" ucapnya lagi, Hana tidak bisa berkata apapun, dia hanya mengangguk malu karena tatapan mata Nathan yang seolah tengah menelanjanginya
-------
Udah ah buat besok lagi 😝
Jangan lupa tap jempolnya 😉
ceritanya sangat menarik