NovelToon NovelToon
Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: HeniNurr

Kisah Asmara Arini, seorang gadis muda sederhana dengan kekasihnya Aditya yang harus kandas ditengah jalan. Status sosial menjadi tembok penghalang hubungan mereka.

Dengan terpaksa Aditya melakukan pernikahan dengan wanita pilihan orang tuanya.Tanpa Aditya sadari, Arini melahirkan seorang anak dari hubungan mereka selama ini.

Dengan menelan kekecewaan dan sakit hati, Arini membesarkan anaknya seorang diri dengan penuh perjuangan dan air mata. Hingga akhirnya datang seorang pria bernama Radit yang begitu bersimpatik dan mengagumi kehidupan Arini. Bersamaan dengan itu pula Aditya datang kembali dalam kehidupannya.

Akankah Arini kembali menerima cinta Aditya?

Atau....

Akankah Arini menerima cinta tulus Radit yang begitu mencintai dan menerima semua masa lalunya?

Penasaran.....? pantengin terus cerita di setiap partnya...❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HeniNurr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keinginan

Perjalanan pulang, Arini dan Aditya duduk berdampingan dikursi belakang. David si pengendara roda empat dengan setia menjadi ponggawa mereka.

Arini hanya diam dan memperhatikan laju kendaraan yang ada didepannya. Sedangkan Aditya lebih senang memperhatikan Arini yang duduk sedikit menjauh darinya. Tidak ada obrolan apapun yang tercipta, keduanya membisu.

"Pak David, saya turun didepan gang saja."

"Aku akan mengantarmu sampai rumah Bu Dewi." Sanggah Aditya.

"Nggak...aku turun disana saja." Arini mengeraskan suaranya.

"Kalau kamu menolak aku akan menemui Nuno sekarang juga."

Arini berdecak kesal, lagi-lagi dia harus kalah dari Aditya. Menyebalkan. David yang mendengarkan mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Dirumah Bude Wati, Nuno sedang asyik bermain bola basket dengan Laras. Sedangkan Bude Wati menemani mereka sambil duduk diteras rumah sambil memberikan tepuk tangan saat Nuno berhasil memasukan bola kedalam keranjang.

Mereka melihat sebuah mobil mewah berhenti didepan rumah.

"Mobil siapa Bu?"

"Nggak tahu, mungkin cuma ikut parkir saja."

"Masa sih...ko parkir depan gerbang kan ngalangin jalan."

"Cuma sebentar kali."

"Tante ayo cepet..." Nuno yang merasa diabaikan merasa jenggah karena Laras tidak lagi merebut bola dari tangannya.

"Oke..oke little boy.."

Didalam mobil, Aditya memperhatikan Nuno yang begitu semangat memainkan bolanya.

"Terima kasih sudah mengantarku." Arini hendak membuka pintu mobil namun Aditya mencekal lengannya.

"Apa itu Nuno?" Aditya menunjuk dengan gerakan matanya.

Arini melihat Nuno yang sedang tertawa senang karena berhasil merebut bola dari Laras.

"Iya...kamu bisa lihat kan dia sudah cukup bahagia tanpa kehadiranmu. Jadi aku minta kamu lupain niatan kamu menemuinya. Kita akan lebih baik-baik saja tanpa kamu."

"Tapi Nuno membutuhkan ayahnya."

"Aku sudah menjadi ibu sekaligus ayah buat Nuno selama ini."

Arini menjawab dengan sedikit bergetar. Menahan agar air mata tak ikut turun dengan seiring mulutnya berkata. Arini menarik nafasnya dalam, menstabilkan emosinya sebelum keluar dari mobil.

Aditya menggengam tangan Arini.

"Izinkan aku menemuinya."

"Selama ini aku sudah menjaganya untuk tidak bertemu dengan siapapun orang yang aku kenal dimasa lalu, termasuk kamu. Aku tidak mau istri dan ayahmu tahu keberadaan Nuno, aku harap kamu mengerti itu."

Arini melepaskan genggaman tangan Aditya," Pak David terima kasih sudah mengantar saya." Lanjutnya.

"Sama-sama Nona." David mengganggukan kepalanya sambil tersenyum.

Arini segera keluar dari mobil dan menutup kembali tanpa melihatnya.

"Rin...."

Tiba-tiba Aditya memanggil namanya kembali, setelah sekian detik membisu mendengar kata-kata terakhir yang Arini ucapkan.

Arini menghentikan langkahnya kemudian berbalik melihat kedalam mobil yang posisi kaca sudah terbuka setengahnya.

Aditya ingin berkata namun begitu susah untuk mengeluarkannya.

"Bundaaaaa......"

Terdengar suara Nuno yang berteriak kegirangan melihat Arini yang baru saja turun dari mobil. Bude Wati dan Laras pun ikut memperhatikannya.

Arini memutus pandangannya dari Aditya dan berjalan masuk ke gerbang rumah menghampiri Nuno yang berlari memeluknya.

Semua tak luput dari pandangan Aditya, ingin rasanya dia turun dan menemui Nuno disana dan mengatakan kalau aku adalah ayahmu...

Dalam dekapan Arini, Nuno melihat kedalam mobil yang masih belum beranjak pergi. Walau tidak melihatnya dengan jelas, Nuno bisa melihat ada seorang laki-laki berbaju hitam yang sedang memperhatikannya.

"Bunda diantar siapa, kenapa temen Bunda tidak ikut turun?"

"Temen bunda lagi buru-buru, jadi mau langsung pulang."

"Temen Bunda cowok?"

Nuno melepaskan pelukannya, menunggu jawaban Arini yang malah terdiam.

"Nuno suruh bunda masuk dong, ko malah ngobrol disana."

Bude Wati mengalihkan pertanyaan Nuno dengan seiring perginya mobil Aditya.

"Mbak keren banget mobilnya, pasti temen Mbak Arini tajir ya." Seloroh Laras.

"Laras kamu ini, matamu langsung sliwer kalau liat yang bagus-bagus." Bude Wati mencubit tangan Laras.

"Aduh bu, sakit tahu... Mobilnya memang beneran bagus keluaran terbaru dari eropa."

"Sudah-sudah sana ajak Nuno maen didalem, diluar udah makin panas. Ibu mau ngobrol dulu sama Mbak Arini."

Laras pun mengajak Nuno masuk dan Arini duduk disamping Bude Wati.

"Bude...maaf Arini jadi merepotkan Bude buat jagain Nuno."

"Ndak apa-apa Rin, Nuno sudah seperti cucu Bude sendiri. Rumah jadi rame kalau ada Nuno. Semalam kamu pergi kemana?" Arini hanya diam. Bude Wati melanjutkan kata-katanya," Tadi yang nganter, bukan temen kamu kan?"

Arini masih tetap diam tak menjawab sepatah kata pun.

"Semalam Bude melihat kamu pergi bersama pria setelah Nak Radit mengantar mu pulang, apa yang mengantarmu tadi orang yang sama dengan pria yang semalam?"

Arini terkejut, ternyata Bude Wati melihat kejadian semalam.

"Semalam Bude khawatir sekali takut kamu kenapa-napa. Bude coba telpon kamu tapi ndak diangkat-angkat. Tapi Bude sedikit tenang setelah kamu mengirimkan pesan."

Arini menitikan air matanya, terharu akan perhatian Bude Wati yang begitu besar kepadanya.

"Maafkan Arini Bude, Arini sudah buat Bude cemas."

Bude Wati mengelus punggung Arini dengan penuh kasih sayang.

"Bude kan pernah bilang, kalau Bude sudah menganggapmu seperti anak Bude sendiri. Kamu bisa cerita apa saja sama Bude."

"Terima kasih banyak Bude."

Arini menggenggam tangan bude Wati dan memeluknya. Arini menangis kembali mengingat semua kejadian yang dia lalui semalam.

"Sebenarnya apa yang terjadi Rin?"

Dengan terbata Arini menjawab," Sebenarnya semalam Arini pergi bersama dengan Aditya Ayahnya Nuno dan yang mengantar Arini barusan juga dia."

Bude Wati terkejut, ternyata apa yang selama ini Laras bicarakan memang benar adanya. Ayah Nuno sepertinya memang seorang pengusaha kaya raya yang tempo hari ada dikoran.

"Apa ayah Nuno itu Aditya Putra Wiriaatmaja, pengusaha yang baru membuka cabangnya di Surabaya?"

"Bude tahu dari mana soal itu?"

"Jadi benar Aditya ayahnya Nuno?" Bude Wati masih sulit mempercayainya.

"Iya Bude."

"Bude pernah melihatnya dikoran. Mungkin ini sebuah kebetulan atau apa, Laras melihat kemiripan diantara mereka. Bude tidak menyangka kalau memang seperti itu adanya."

"Nuno memang mirip dengan Aditya."

"Kenapa kamu tidak mempertemukan Nuno dengan Aditya, Nuno pasti akan sangat senang."

"Aku tidak bisa Bude, aku nggak mau Nuno kenapa-napa."

"Berikan kesempatan buat Aditya bertemu dengan putranya Rin, bagaimanapun dia ayahnya."

"Arini takut kalau akhirnya nanti Pak Wiria akan tau keberadaan Nuno. Arini tidak mau Itu terjadi."

"Pikirkan semua dengan kepala dingin, pikirkan juga Nuno. Bagaimanapun Nuno berhak tahu siapa ayah kandungnya. Kamu nggak mungkin terus menerus menyembunyikannya."

"Arini tidak tahu Bude"

"Apa kamu masih mencintai Aditya?"

Arini terhenyak dengan pertanyaan Bude Wati.

"Tanya hati kecilmu yang terdalam, maka kamu tahu apa jawabannya." Lanjut Bude Wati.

Tatapan Arini kosong, dia tidak tahu dengan perasaannya sendiri. Rasa sakit dan benci masih begitu teramat menyiksa.

Melihat Aditya bersama wanita lain, hatinya begitu sakit luar biasa dan saat Aditya memeluk dan menatapnya dia merasakan sesuatu yang hilang telah kembali.

Entahlah.....

1
Ririn Santi
udah lama jg, jd gak usah drama gitu dit. kembalilah ke pelukan istri mu sana gih
Ririn Santi
makanya neng gak usah pacaran yah. ntar semua semua udah dikasi ,kamu malah ditinggal lari sama cowokmu, trus dia nya nikahnya sama orang lain. kamu dapat susahnya, dia dapat enaknya. ..☹️☹️☹️☹️
Ranie
iseng2 ngetik nama kak Heni eeh tainya ketemu dong ceritanya di NT 🤭🤭 sambil nunggu indah dan Alvin honeymoon aku baca ini deh 😅
💞my heart💞
😭😭😭😭😭😭nyesek Thor
💞my heart💞
😭😭😭😭😭😭
💞my heart💞
bodoh kamu Aditya
💞my heart💞
semoga Arini jodoh ngan Radit thor
💞my heart💞
ada bawang merah nya Thor 😭😭😭😭
Poernama 💜💜💝💝
Teteh aku selalu rindu sm karya mu yg pertama ini sangattt bagus
Arin
Halah pnysln BPK udh telat...Sono hdup aj dngn pnysln yg udh ngg ada guna biar tau rsa
Arin
nah dsni ada obtny,knpa kbnykan novel klo udh Kya gtu ktnya ngga ada obat selain gtuan...
marta💎: katax sih klo dosisnya terlalu tinggi solusinya hrs berhubungan bdn kak, krn klo d kasih obat bs bahaya ke syarafx, dan itupun tdk menjamin reda pengaruh obat perangsangnya.
total 1 replies
Arin
sy suka bngt sm visualny Thor...☺️
Arin
dasar si tua Bangka,sy sumphin anda ngga bkl punya cucu lain selain Nuno biar mampus tuh si tua
Arin
kpn si pak tua ini kena karma,dan menantu ksyngny juga
Arin
hemm Arini sama Adit itu SM aja....mentlny krupuk,sebel sy SM arini
Arin
udhlh Arini kmu ngga ush ngrsin tentang Adit,kmu fokus aja sama orng yg bner"tlus dan tegas ngga kaya Adit yg mentlny Kya krupuk
Arin
lagian kmu Arini,terllu gmpng maafin Adit,ydh makan tuh cinta
Arin
aduh Aditya...kmu jngn gtu dong,urusin dlu noh bpkmu sm istrimu
Arin
Gea kta"mu mwkli htiku...
Arin
semoga pak tua bangkrut trs dia lumpuh biar tau rsa,coba aja mntu ksyngn mau ngga ngrwt dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!