Menikah itu ibadah yang sangat panjang. banyak ujian dan cobaan yang akan kita lewati jadi bagaimana kita bisa menyikapi dan menghadapinya.
Kiran telah mengarungi biduk rumah tangga nya dengan regi selama 15 tahun, selama 15 tahun pernikahan kami dikaruniai tiga orang anak meski ada riak gelombang tapi kami bisa menghadapinya bersama . Tapi semuanya berubah saat regi pamit pergi ke luar kota dimana setelah itu regi mulai berubah, dan disaat yang bersamaan seseorang dari masa laluku pun telah kembali..... kemana kah arah muara pernikahan kami akan berlabuh...
ini murni hanya karangan author semata yang sedang belajar menulis dan mengembangkan cerita...
HAPPY READING ✍️✍️✍️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kiran sakit
Sebuah kejujuran dalam suatu hubungan itu sangat lah penting dan sepahit apapun kebenaran nya jauh lebih baik dari manisnya sebuah kebohongan.
Setelah bisa menguasai hati dan perasaannya akan rasa sakit yang di timbulkan atas kebenaran yang baru iya tau meski bukan dari mulut regi langsung. Kiran pun bersiap untuk menjemput anak anaknya. kiran berusaha menampilkan senyum seolah tidak terjadi apapun agar anak anaknya tidak ikut merasakan sedih.
Senja yang mulai menampakan warna jingga keemasan tidak serta-merta membuat hati Kiran membaik ditambah perkataan rela saat di telpon tadi..
flashback on
📞📞📞 kringggg
📞📞📞 kringggg
Kiran yang sedang menyiapkan makan malam pun menghentikan aktivitas nya dan meraih handphone yang iya letakan di meja kan,Kiran berusaha menenangkan diri setelah melihat siapa yang menelpon, baru Kiran mengangkat nya
📞" halo assalamualaikum... yah..."
📞" waalaikum sallam Bu... lagi apa... anak anak dah pulang semua..." seperti biasa regi selalu menanyakan anak anaknya.
📞" Bu... ayah ada urusan pekerjaan di luar kota ada meeting mendadak mungkin ayah ngga pulang malam ini.. " seolah menunggu reaksi dari Kiran dan setelah menunggu beberapa saat regi pun melanjutkan ucapannya
📞" Bu ngga papa kan ayah tinggal.. ini meeting penting dan ngga bisa di wakil kan dan mendadak ayah juga baru di beritahu barusan.."
📞" iya yah gapapa... ayah jaga diri jaga hati ya... jangan lupa makan hati hati.." seolah semuanya baik baik saja Kiran berusaha menahan agar suara tidak bergetar karna iya yakin ini bukan urusan kantor dan Kiran yakin itu.
flashback off
Kiran memanggil anak anaknya untuk makan malam seperti biasa setiap makan malam meja makan akan ramai oleh celoteh arasya dan pertengkaran Raka dan Randi sedangkan Kiran larut dengan pikirannya sehingga iya hanya mengaduk aduk makannya tanpa berniat memakannya.
Raka Randi dan Arasya seketika terdiam melihat ibu Meraka yang sepertinya sedang tidak baik baik saja.
" Bu... ibu kenapa...kok ngga di makan makanan nya??? ibu sakit... " arasya mendekati sang ibu tangannya terulur memegang kening Kiran.
" mas badan ibu anget.."
" ibu ngga papa ibu cuma kecapean. istirahat sebentar nanti sembuh " Kiran mencoba tersenyum agar anak anaknya tidak mengkhawatirkan nya.
" ya sudah ibu istirahat aja di kamar, Ara kamu temenin ibu ke kamar mas Raka sama ka Randi yang beresin ini."
" oh iya Bu kok ayah belum pulang???" meskipun sebenarnya Raka malas bertemu regi tapi iya penasaran kenapa sampai saat ini ayahnya blm pulang dan ini sudah lebih dari tiga jam dari jam biasa nya regi tiba di rumah.
" ayah ada urusan di luar kota.. mungkin nginep.. kenapa mas..." setelah menjawab pertanyaan Raka , Kiran beranjak dari kursinya dan di ikuti oleh arasya.
' pasti ayah ketemu dengan perempuan itu ' tiba tiba emosi menguasai hati Raka jika sampai sesuatu terjadi pada ibunya Raka tidak akan pernah memaafkan regi.
Raka dan Randi pun membereskan makan malam mereka setelah nya mereka menuju kamar mereka untuk belajar seperti biasanya.
Malam yang semakin larut Raka yang belum tertidur merasakan kegelisahan di hatinya dan Raka pun memutuskan untuk melihat ibunya karena tadi sore saat makan malam ibunya seperti sedang sakit.
tok tok tok
" Bu... ibu dah tidur.. Raka masuk ya Bu..." Raka yang penasaran karena ibunya yang tidak menjawab panggilannya pun semakin khawatir.
" Bu... ibu... " Raka memegang kening ibunya dan begitu kagetnya Raka saat dirasa kening ibunya yang terasa panas menyengat.
" ya Allah ibu... Bu bangun Bu...."
✍️✍️✍️ kiran kenapa ya... kepoin terus ceritanya ya... love you moreeeee 😍😍 jangan lupa like dan tinggalkan jejak ok... biar tambah semangat buat R-kha 😘😘
amin..