NovelToon NovelToon
Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dea Anggie

"Sayang aku hamil, bagaimana bisa kamu membuangku??"
..
Seorang wanita berlari dan langsung memelukku. Dia menangis, dia mengatakan jika dia hamil anakku.
..
Aku terkejut.. Bagaimana mungkin hamil anakku? Aku menyentuhnya saja tidak pernah. Aku Morgan, jangankan menyentuh wanita, didekati wanita pun aku akan menjauh.
..
Dia berteriak, semua orang dibandara menatapku. Aku sungguh dipermalukan oleh wanita aneh ini.
..
Dengan terpaksa aku membawanya, dia sangat cerewet dan banyak bicara. Membuatku kesal, aku akan gila jika terus bersama dengannya.
..
Aku memutuskan naik taxi untuk kembali ke mansionku. Mungkin aku dan dia terikat takdir. Lagi lagi kami bertemu. Bianka nama wanita itu diberikan padaku oleh papanya sendiri, sebagai tanda ganti rugi. Aku benci wanita! Tapi aku kasian melihat Bianka terluka di sekujur tubuhnya. Aku pun membawa pulang Bianka ke mansionku.
..
Sekian lama kami bersama, dia begitu perhatian. Dia memberiku kehangatan dan kasih sayang. Aku memendam perasaanku padanya, ingin mengungkapkan namun tidak tahu harus bicara apa dan bagaimana mengungkapkannya. Aku merasa aneh dan malu.
..
Sampai akhirnya aku memberanikan diriku, memintanya menikah denganku.
"Bianka, ayo kita menikah"
..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PEJC - 30

Yohanes dan Umeko kembali ke negara masing masing karena kesibukan masing masing. Dibandara tiga bersauda berpisah lagi, Yohanes memeluk Umeko dan Morgan bergantian. Begitu juga Morgan dan Umeko saling berpelukan erat.

Yohanes: (mengusap kepala Umeko) jaga dirimu sayang, jangan lupa makan. Dan jangan terlalu sibuk dengan pekerjaanmu.

Umeko: ya kak, kak Hans juga.. (menatap Caroline) kakak ipar, tolong jaga kakakku. Aku mohon..

Caroline: tentu, aku akan jaga kakakmu. (Tersenyum)

Yohanes: Ryco, jaga Bianka baik baik.. jangan membuatnya menangis, oke?

Morgan: oke kak. Aku pasti akan buat Bianka selalu terseyum.

Bianka: Kak Hans, Kak Carolie, Kak Meko dan Kak Frans hati hati ya..

Yohanes: iya sayang.. kamu juga. Jika adikku mmebuatmu kesal, lapor saja padaku.

Bianka: oke..

Umeko: bye Ryco kecil, bye Bianka yang cantik. Sampai jumpa di hari pernikahan kak Hans..

Morgan: bye bye.. hati hati kakak kakakku. Aku sayang kalian..

Yohanes: pulanglah.. tidak perlu antar lagi.

Ryco:oke.. bye bye..

Rico melihat kedua kakaknya dan kakak iparnya melambaikan tangan. Mereka masuk de dalam lobby. Morgan menggandeng Bianka masuk kedalam mobil. Morgan dan Bianka kembali pulang ke rumah.

♡♡♡♡♡

Bianka berdiri diteras kamarnya, menikmati indahnya langit malam. Morgan masuk kedalam kamar, berjalan mengampiri Bianka. Morgan memeluk erat Bianka dari belakang. Bianka terkejut, memegang tangan Morgan.

Morgan: apa yang kamu pikirkan?

Bianka: tidak ada, kenapa belum tidur?

Morgan: aku ingin tidur denganmu. Ingin memelukmu.

Bianka: bukankah seminggu ini kita sudah tidur bersama? Setiap malam kamu menyelinap masuk dalam kamarku.

Morgan: ya.. aku tidak bisa jauh jauh darimu sayang. Bersamamu aku selalu merasa nyaman.

Bianka: selalu saja bermulut manis.

Morgan melepas pelukan dan membalikan badan Bianka. Morgan dan Bianka saling berhadapan. Mata mereka saling menatap dalam, Bianka tersenyum cantik berjinjit mencium lembut pipi Morgan. Morgan merangkul pinggang Bianka erat, mencium lembut bibir Bianka. Morgan ******* Bibir Bianka dengan rakus membuat Bianka kehabisan nafas. Bianka tersengal, Morgan melepaskan ciuamanya dan memeluk Bianka.

Morgan: maaf.. aku terlalu bernafsu

Bianka: akan berbahaya jika kita terus seperti ini.

Morgan: maaf sayang.. maaf..

Bianka: ayo kita tidur..

Morgan melepaskan pelukan menatap Bianka. Bianka tersenyum manis pada Morgan. Morgan menggendong Bianka masuk dalam kamar, Morgan merebahkan Bianka ke atas ranjang. Mencium lembut kening Bianka.

Morgan: selamat malam sayang, selamat tidur.

Morgan menyelimuti Bianka, Morgan berjalan menutup dan mengunci pintu teras kamar. Morgan kembali berjalan mendekati ranjang, naik keatas ranjang dan berbaring di samping Bianka. Bianka mengusap lembut rambut dan Wajah Morgan.

Bianka: selamat tidur pangeranku, mimpi indah. I lovd you..

Morgan: i love you too putriku.. (tersenyum)

Bianka mendekat dan memeluk Morgan. Bianka membenamkan wajahnya dalam pelukan Morgan. Morgan mengusap lembut punggung Bianka. Morgan mendekatkan kepalanya kekepala Bianka, Bianka memejamkan mata dan terlelap tidur. Morgan yang masih terjaga perlahan mulai memejamkan mata dan terlelap tidur.

♡♡♡♡♡

Keesokan harinya..

Bianka bangun dan melihat dada bidang Morgan di hadapannya, Bianka meraba lembut dada Morgan, Bianka mengangkat kepalanya keatas, melihat Morgan yang masih terlelap tidur. Bianka tersenyum dan mencium kilas bibir Morgan. Bianka meraba raba wajah Morgan.

Bianka: pagi sayang..

Bianka berusaha melepaskan tangan Morgan dari pinggangnya, namun usahanya gagal. Morgan justru mengeratkan tangannya di pinggang Bianka. Bianka menatap ke arah Morgan, Morgan membuka matanya perlahan dan tersenyum tampan kearah Bianka.

Morgan: pagi sayang..

Bianka: sudah bangun? Bisa lepaskan tanganmu? Ini sangat tidak nyaman.

Morgan menindih Bianka, membuat Bainka tak bisa bergerak.

Morgan: jika seperti ini apa kamu nyaman?

Bianka: Morgan, jangan mulai lagi.

Bianka kesal, Morgan bangun dan duduk di ranjang. Morgan tersenyum melihat ekspresi Bianka yang menggemaskan. Bianka bangun dan mengecup pipi Morgan. Cup... Bianka segera beranjak dari ranjang, Morgan terkejut menatap Bianka. Bianka hanya mengedipkan satu matanya diikuti senyuman manisnya. Morgan turun dari ranjang dan berlari kearah Bianka dan langsung memeluk Bianka dari belakang.

Morgan: mau kemana kamu, kamu selalu menggodaku Bianka.

Bianka: oke oke.. lepaskan aku..

Morgan melepaskan Bianka, Bianka berbalik dan berjalan mundur. Morgan melangkah maju mendekati Bianka, Bianka terus mundur hingga menempel dinding. Morgan mendekat dan menatap Bianka.

Bianka: oke oke.. maaf, aku tidak akan berani menggodamu lagi

Morgan: hmmm.. Bianka, si penggoda. Aku akan menghukummu.

Morgan mendekat, dan mencium lembut pipi Bianka. Morgan tersenyum tampan membelai wajah Bianka.

Morgan: i love you..

Bianka: (tersenyum) i love you too..

Bianka memeluk Morgan, Morgan mengeratkan pelukan Bianka.

Bianka: aku akan ke tempat paman.

Morgan: (melepas pelukan) untuk apa?

Bianka: entahlah, paman mengajakku bertemu pagi ini pukul 9.

Morgan: aku ada rapat pagi ini, tidak bisa temani. Berangkat dengan supir ya?

Bianka: (menggeleng) aku bisa pergi sendiri sayang, kamu bekerjalah dengan baik. Oke?

Morgan: jik ada apa apa hubungi aku. Aku tak ingin pamanmu menyakitimu.

Bianka: oke.. aku mengerti. Kembalilah kekamar mu dan mandi.

Morgan: iya, aku harus berangkat lebih awal. Bye sayang.. aku siap siap dulu ya..

Morgan mencium kilas bibir Bianka dan berlari keluar kamar Bianka menuju kamarnya. Bianka tersenyum lebar menggelengkan kepalanya. Bianka merapikan selimut dan bantal di ranjang. Bianka duduk di ranjang dan menghela nafas panjang memikirkan pamannya.

♡♡♡♡♡

Bianka dan Morgan sarapan bersama. Bianka melayani Morgan dengan sepenuh hati. Morgan sangat senang dengan adanya Bianka di sisinya. Morgan terus manatap ke arah Baianka. Bianka menaikkan alis menatap Morgan.

Bianka: ada apa?

Morgan: kamu sangat cantik dan sexy.

Bianka: pandai merayu, jangan banyak bicara. Makan sarapanmu dan pergilah bekerja.

Morgan terdiam terus menatap kearah Bianka. Bianka memakan sarapnnya dengan lahap. Morgan mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan pada Aska.

"Aska kirim orang orang ke rumah, mengikuti Bianka. Bianka ingin menemui Alex Josie pagi ini pukul 9. Aku takut hal buruk akan terjadi. Hari ini aku ada tamu dari korea, tidak bisa pergi dengan Bianka. Beri tahu mereka, jangan sampai ketahuan oleh Bianka."

(Kirim)

-----

Aska

"Baik Tuan. Siap laksanakan perintah"

-----

Morgan meletakan ponselnya di atas meja dan mulai makan sarapannya. Perasaanya sedikit lega, meski tidak bersama Bianka setidaknya orang orangnya akan menjaga Bianka dari jarak jauh. Morgan tak ingin hal buruk terjadi pada Bianka.

(Dalam hati Morgan)

Andai saja rapatku bisa di tunda, aku akan tunda demi menemanimu Bianka. Rapat ini sangat penting, bagaimana pun aku harus bisa membagi waktu antara urusan bisnis dan urusan pribadi. Maaf sayangku, semoga tidak terjadi hal buruk padamu.

Hallo semua..

Terimkasih sudah mau berkunjung dan membaca karya saya..

Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar ya..

Bagi tip juga boleh..

Bye bye..

Sampai jumpa di episode selanjutya..

Salam hangat,

"Dea Anggie"

1
Lina Herlina
alurnya terlalu kaku...di awal cerita suka dg Bianca, gmn critanya??
Nurmiati Aruan
ikut nangis 😭😭😭😭😭😭
Nurmiati Aruan
ahh the best lah bang Morgan 👍👍
Nurmiati Aruan
mampir dulu...
Ran Aulia
Luar biasa
Rifki Toboalimu
lanjut
Siti Saadah Khodijah
suka sekali dengan semua karyamu Thor, salam olahraga
Amel Munthe
morgan sebenarnya dah suka ma bianca, jujur aja morgan takit di tikung ma nico,, gigit jari lohhh
Fitri Talib Jelani
Jadi kangen kedua ortuku thor
Fitri Talib Jelani
Bianca ngelunjak, tak acuh pada Morgan yang menolong dari Alex sang paman kejam
Memey Lennie
222222244
€ 89
Hansyah 🥰
bianka
Sidieq Kamarga
Mantappp Othor, aku suka alurnya 😍😍😍
Sidieq Kamarga
Aye ada pangeran baru buat Bianka 😆😆😆
Sidieq Kamarga
Morgan kamu kok gitu sih ? Kenapa mesti mebgirim Bianca kembali, kasian kannanti disiksa lagi
Marnie Marsin
Jodoh Hans dah muncul🤭
Asep Ahmad
mantul👍👍👍
Asep Ahmad
nyimak,awalnya ceritanya ambigu,tapi setelah sekian lama menarik juga👍👍👍👍
Asep Ahmad
hmm
Asep Ahmad
masih nyimak.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!