Menikah karna ingin balas dendam. Inilah yang Verdiansyah lakukan pada seorang gadis cantik. Ia sengaja menikahi gadis tersebut untuk membalaskan dendam adiknya yang telah meninggal dunia.
Apakah yang akan terjadi? Akan kah Verdi mampu melanjutkan dendamnya? Atau malah jatuh cinta pada gadis yang ia nikahi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
"Sekali lagi kau teriak dihadapanku maka....
Melati langsung menarik kedua tangan Verdi dan meletakkan nya di leher Melati. "Bunuh aku! Bunuh! Ayo lakukan sekarang jika itu bisa membuat mu bahagai. Ayo lakukan!" Ucap Melati dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kenapa diam! Ayo lakukan!" teriak Melati dan semakim menekan tangan Verdi di lehernya.
Verdi menatap wajah Melati, entah kenapa ada perasaan yang sangat sulit untuk Verdi uangkapkan. Verdi melepaskan tangannya di leher Melati. "Keluar! keluar dari kamar ku sekarang juga!" Pinta Verdi lalu melangkah ke arah kamar mandi meninggalkan Melati.
"Apa mau mu? aku sudah memberi mu izin untuk membunuhku, tapi kenapa kau tidak lakukan? kenapa?" Teriak Melati. "Jangan menyiksaku seperti ini, jika kau ingin aku mati maka bunuh aku sekarang juga!!"
Verdi tak mengindahkan ucapan Melati, Verdi malah masuk kekamar mandi dan menutup pintu dengan sangat keras.
Verdi mengacak rambutnya secara asal. Lalu menyalakan shower dan mengguyur kepalanya di bawah air shower. "Mata itu, kenapa matanya menatapku seperti itu?" Gumam Verdi. "Apa aku terlalu jahat padanya? sehingga dia menatapku dengan tatapan seperti itu?"
"Kau kejam, sangat kejam" Lirih Melati
...🥀🥀🥀🥀...
Dan tak terasa kini dua bulan telah berlalu. Dan hingga saat ini Melati tak kunjung juga memberitahu kehamilan nya pada Verdi. Perlakuan yang sama masih sering Melati rasakan, tapi tak membuat Melati untuk menyerah, membuat Verdi jatuh cinta padanya. Karna hanya cara ini Melati bisa lepas dan bahkan Melati berharap kelak ia diperbolehkan bersama dengan bayi yang ia kandung saat ini.
"Yang sehat nak didalam sana. Kuatkan ibu nak, biar ibu bisa berjuang untuk hidup bersama mu kelak." ucap Melati sambil mengusap perutnya yang masih rata. "Ibu yakin Nak, nenek mu pasti senang mendegar kabar tentangmu." lanjut Melati.
Dan selama dua bulan ini, entah kenapa Verdi lebih nyaman berada dirumah yang di tempati oleh Melati. Kopi buatan Melati sudah menjadi candu tersendiri untuk Verdi. Bahkan ketika Verdi meminum kopi di rumah yang Sandra tempati, Verdi merasa aneh dan tidak enak seperti buatan Melati.
Hampir tiap hari Verdi menginap disini. Awalnya Sandra marah dan cemburu, namun dibalik semua ini Sandra merasa senang, karna setidaknya banyak waktu yang bisa ia habiskan dengan kekasih gelapnya.
"Sayang kau ingin pulang kemana sebentar malam?" tanya Sandra sambil mengalungkan kedua tangannya dileher Verdi
Verdi terdiam tidak tahu ingin menjawab apa. Jujur Verdi ingin menginap di rumah Melati, hanya saja ia mau menjaga Sandra agar tidak sakit hati dengan keputusannya.
"Aku tidak apa sayang jika kau tinggal. Yang penting jangan melibatkan hatimu padanya." Ucap Sandra dengan manja. "Ingat sayang, aku sangat mencintaimu. Hanya kau satu-satunya untuk ku, tak ada yang lain, jadi kumohon tolong jaga hatimu untukku." Ucapnya lalu mencium bibir Verdi.
"Jangan takut sayang. Hatiku tidak akan berpaling dari dirimu. Hatiku sudah beku untuk satu orang saja, dan itu adalah kamu sayang." Ucap Verdi. "Melati hanya ku jadikan pembalas dendam untuk adikku dan juga rahimnya untuk anak kita kelak. Jadi jangan khawatirkan hal yang lain sayang."
"Iya sayang, aku percaya padamu"
"Aku juga sangat percaya padamu" Balas Verdi.
Selama dua bulan berlalu, Verdi tidak sadar jika membekunya hatinya telah terkikis oleh waktu. Dan sampai sekarang ia tidak sadar akan hal itu, karna dibenaknya hanya ada balas dendam dan rahim bayaran.
Happy reading semuanya🥰🥰🥰🥰
smw pada gantung ceritanya