Menceritakan seorang anak yang lolos dari aksi pembantaian oleh orang-orang aliran hitam. Dia diselamatkan oleh seorang Kakek yang adalah seorang Kultivator terkuat di benua timur yang sudah lama mengasingkan diri di hutan kematian.
Dia pada akhirnya diangkat menjadi murid yang mewarisi Semua ilmu kepandaian gurunya dan menjadi penerus sebagai sang Naga.
Pergi berkelana seorang diri dan tidak pernah menutup mata terhadap ketidak adilan, menjadi momok yang menakutkan bagi aliran hitam.
Dialah Xiao Lang, seorang yang akan menuju puncak kultivasi dan menjadi LEGENDA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Attar GG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Melawan Monster
Malam itu mereka menikmati hidangan kelinci bakar dan dimasak oleh Xiao Lang. Sesekali Bing Rongyue melihat kearah pemuda itu, dengan sikapnya yang sederhana dan tidak sombong membuat Bing Rongyue semakin mengagumi kehebatan dan ketampanan pemuda yang sudah beberapa kali menolongnya itu.
Setelah semuanya bangun pada pagi harinya, mereka bertiga pun melanjutkan penjelajahan alam rahasia itu. Setelah beberapa jam berjalan, mereka melihat sekelompok Mahluk yang tinggi besar dan menyeramkan sedang mengerumuni sesuatu. Mereka berebutan untuk mendapatkan sesuatu yang mereka kerumuni.
Melihat pemandangan itu Xiao Lang langsung bergerak dan menyerang Monster yang berkerumun itu dengan menggunakan seper empat kekuatan nya. Teknik Tapak Dewa Naga, ucap Xiao Lang pelan. Tiba-tiba seketika itu muncul tapak besar dari langit yang langsung menghantam monster-monster yang sedang berkerumun itu.
Booommmmm
Para monster terluka parah mendapatkan serangan secara tiba-tiba itu. Melihat itu, dengan kecepatan tinggi Xiao Lang langsung menyerang Monster-monster itu dengan kuat dan tajam. Pergerakan dari Xiao Lang yang cepat, ringan dan lincah itu membuat monster-monster itu menjadi ketakutan dan mencoba untuk melarikan diri.
Tidak mau tinggal diam, Xin Mei dan Bing Rongyue dengan cepat menyerang monster-monster yang mencoba untuk melarikan diri. Praktis, serangan mereka bertiga membuat para monster itu mati dalam waktu singkat.
Selesai membereskan para monster itu, ketiga akhirnya mengetahui sebab berkerumun nya para monster adalah karena berhasil membunuh 3 orang yang berasal dari sekte Awan Biru. Ketiga orang itu beberapa waktu yang lalu di sergap oleh monster iblis dan tidak mampu menghadang rentetan serangan dari para monster yang tidak ada habisnya dan pada akhirnya mereka terbunuh.
Selesai berhadapan dengan para monster iblis itu, mereka bertiga akhirnya kembali bergerak dan keluar dari hutan belantara itu. Mereka tampa henti berlari dan selang beberapa waktu merekapun akhirnya sampai di tepi hutan dan melihat dataran yang cukup luas dan hanya di penuhi oleh rerumputan yang membentang.
"Seperti nya ada sesuatu di depan itu," ucap Xin Mei sambil menunjuk kearah yang di lihatnya.
"Ayo kita ke sana." ujar Xiao Lang dan diikuti oleh kedua gadis cantik itu.
Sampai di situ, Xiao Lang lagi-lagi melihat kerumunan monster yang jauh berkali-kali lipat lebih banyak dari jumlah yang mereka hadapi tadi. Xiao Lang langsung saja melihat kedua teman perempuannya itu yang di angguki oleh keduanya.
Monster yang paling besar menggeram melihat 3 orang manusia di depannya. Air liurnya menetes melihat santapan lezat yang tersaji didepannya. Dengan suara yang sangat keras ia langsung memerintahkan yang lainnya untuk menyerang manusia di depannya. Dengan kekuatan yang setara ranah pendekar Suci, monster-monster itu seperti kesetanan maju menyerang Xiao Lang dan kedua temannya.
"Langkah Dewa Naga" ucapnya pelan sambil mengeluarkan pedangnya dan secepat kilat melesat maju menyambut serangan dari para monster-monster itu.
"Jurus Pedang Naga Penghancur Langit" ucap Xiao Lang pelan sambil menyabetkan pedagangnya kearah monster yang menyerangnya.
Booommmmm
Booommmmm
Booommmmm
Serangan-serangan Xiao Lang membuat monster iblis itu berterbangan dengan kondisi tubuh yang terpotong-potong dan hancur. Tidak berhenti sampai disitu saja, dengan menggunakan teknik-teknik tingkat tinggi, terus Xiao Lang membantai monster-monster itu tanpa memberikan kesempatan untuk bernapas.
Sreeeettttttttt
Sreeeettttttttt
Sreeeettttttttt
Xiao Lang bagaikan Dewa kematian menghujani monster-monster itu dengan serangan pedang yang.
Seakan tidak mau kalah dengan Xiao Lang, Xin Mei dan Bing Rongyue juga maju dengan cepat dan mengeluarkan pedang-pedang pusakanya membabat monster-monster itu dengan penuh semangat.
"*J**urus* Pedang Penghapus Langit" ucap Xin Mei pelan.
"Jurus Pedang Es Pembeku Bumi" ucap Bing Rongyue.
Booommmmm
Booommmmm
Serangan-serangan gabungan kedua pendekar wanita itu membuat monster-monster itu hancur berkeping-keping. Mereka berdua dengan tidak mengenal lelah terus menyerang dan membantai monster iblis itu.
Sudah ratusan monster yang mati di tangan mereka bertiga, tapi seakan tidak mengenal takut mereka terus saja menggempur Xiao Lang dan dua teman perempuannya tanpa ada habis-habisnya mereka terus saja menyerang dan semakin membabi buta.
Melihat teman-teman yang mati, membuat para monster semakin berteriak dan menggeram marah.
"Kurang ajar, akan aku habisi kalian dan akan ku makan kalian tanpa sisa." ucap monster yang paling besar yang merupakan pemimpin dari kelompok itu.
Mendengar perkataan marah dari pemimpin monster itu, Xiao Lang semakin menyeringai lebar dan meningkatkan intensitas serangannya. Ia bergerak kesana kemari dengan secepat kilat memberikan kematian yang cepat seperti seorang dewa kematian.
"Auman Naga Surgawi" ucapnya pelan
Rooaaaaarrrrrr
Jurus auman naga dari Xiao Lang sontak saja membuat Monster-monster itu menjadi ketakutan dan memegang telinganya yang berdarah dan tidak sedikit yang mati dengan memegang gendang telinganya yang hancur.
Mereka menyadari bahwa kesalahan besar telah mereka lakukan adalah menyerang ketiga orang manusia di depannya. Dari ribuan monster yang datang tadi, kini tinggal beberapa puluh saja yang masih bertahan. Serangan demi serangan dari ketiganya pun membuat mereka meregang nyawa dan tinggal menyisakan pemimpin nya saja.
Melihat situasi yang demikian, praktis membuat pemimpin kelompok monster iblis itu menjadi ciut nyalinya, berhadapan dengan mereka bertiga sama hal nya dengan mengantarkan nyawanya pada dewa kematian. Dengan sangat ketakutan, ia lalu menjatuhkan diri dan berlutut di hadapan Xiao Lang dan memohon pengampunan dari manusia itu.
"Ampun tuan muda, jangan bunuh saya. Aku janji akan menunjukan anda sesuatu yang berharga dan sangat bernilai." ucap Monster Iblis itu.
"Apa itu, Kamu jangan coba-coba untuk menipu ku." ucap Xiao Lang dengan tatapan mata yang tajam dan dingin.
"Ha...ha...mba tidak berani tuan muda." dengan suara bergetar monster iblis itu menjawabnya.
"Siapa namamu, apa kamu punya nama.?" tanya Xiao Lang.
"Ada tuan muda, nama hamba Tu Bong. Tuan bisa memanggilku Bong saja." jawab monster iblis itu.
"Bong, sekarang kau antar kami ke tempat yang kamu bilang itu." ucap Xiao Lang dengan tenang.
"Baik tuan muda..."
Setelah membakar semua Monster yang menumpuk itu, mereka pun menuju tempat yang di janjikan oleh Tu Bong. Mereka bergerak ke arah barat menjauh dari dataran yang luas itu. Sesekali Xiao Lang menanyakan kepada monster itu tentang alam rahasia ini dan ada apa di dalamnya.
Di tengah perjalanan nya, mereka menemukan beberapa orang yang sedang berhadapan dengan puluhan binatang iblis Serigala yang cukup besar dan sangar. Serigala-serigala itu mengerumuni kelompok kecil itu tanpa memberikan sedikit pun celah untuk melarikan diri.
Xin Mei mengenali orang-orang yang di kepung serigala itu. Ia pun bergerak mendekati Xiao Lang dan Bing Rongyue untuk memberitahukan kalau itu adalah saudara seperguruan nya. Xin Mei mengenali kalau itu adalah Hei Long dan kawan-kawannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...