NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta

Terjerat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cintapertama
Popularitas:95k
Nilai: 5
Nama Author: Rniehamizan

Di khianati, adalah satu kata yang paling menyakitkan. Bagaimana pria yang tak lagi punya rasa cinta itu bisa menjerat para wanita dalam pesonanya?

Ketulusannya terhadap Echa putri tirinya membuat Arfian menjadi pria paling di idamkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rniehamizan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Hanum merupakan wanita yang tegas juga penuh rasa percaya diri tinggi semenjak hatinya terluka oleh Arfian juga mantan suaminya. Ia berjalan menuju tempat parkir mobil Arfian, hari ini mereka berencana untuk bertemu kembali dan mengenalkan putra dan putri mereka.

Wanita yang dulu selalu berpenampilan rapi juga sopan itu kini hanya mengenakan rok pendek di atas lutut juga begitu ketat, karena pekerjaannya sebagai sekretaris membuatnya harus berpenampilan semenarik mungkin.

Arfian sempat terkejut, mantan kekasihnya itu begitu banyak berubah. Pertama bertemu Hanum tak terlalu banyak perubahan karena memakai baju casual. Tapi, karena hari ini ia baru pulang dari kantor jadi tak sempat untuk berganti baju.

"kau baru pulang kerja?" Tanya Arfian basa-basi.

Hanum hanya bergumam pelan lalu segera masuk kedalam mobil tanpa di minta. Ia duduk di kursi belakang karena di depan sudah ada seorang anak kecil yang sedari tadi tak hentinya memandangi dirinya. Merasa risih sebenarnya tapi Hanum tetap bersikap biasa saja.

Arfian berdeham pelan lalu segera melajukan mobilnya. Ia melirik Hanum sepintas, ia tengah sibuk dengan ponselnya seperti sedang mengirimkan pesan.

"Daddy..." Echa melihat Arfian dengan mata bulatnya yang polos.

Gadis itu nampaknya tak nyaman dengan kehadiran Hanum. Raut wajah Hanum yang sedikit jutek membuat Echa merasa takut.

Arfian menyentuh tangan kiri putrinya lalu tersenyum lembut.

"jangan khawatir, Tante itu orang yang baik."

Echa mengangguk pelan, lalu melihat kebelakang.

Hanum yang merasa di perhatikan pun mengangkat kepalanya, melihat Echa dengan kening mengerut. Ia tak suka di pandang seperti itu, apalagi orang itu adalah Echa. Bukan karena ia tak suka anak kecil, Hanum hanya merasa tak suka dengan kenyataan jika Echa adalah putri Rena.

Echa yang di balas dengan tatapan seperti itu langsung menunduk dan kembali melihat kedepan. Matanya berkaca-kaca, ia takut. Arfian dan orang di rumah tak pernah ada yang menatapnya seperti itu, mereka selalu memperlakukan Echa dengan begitu lembut.

"berhenti di panti asuhan bintang." Ujar Hanum kemudian.

Arfian pun segera memperlambat laju mobilnya karena di belokan tajam itu tepatnya panti asuhan itu berdiri.

"putramu di titipkan di sana?"

"ya."

Hening, kembali keduanya terdiam. Echa pun masih diam, ia menahan dirinya untuk tidak menangis karena di tatap tajam oleh Hanum tadi.

Tak begitu lama mereka pun tiba, Hanum segera turun dari mobil. Ia meninggalkan Arfian dan Echa begitu saja. Masuk kedalam bangunan yang cukup luas itu dengan tak sabaran. Merindukan putra kecilnya yang sudah satu minggu ini tak bertemu.

Arfian membuka sabuk pengaman Echa, pria dewasa itu mengeryit saat mendapati putrinya yang diam dan terus menunduk.

"ada apa sayang?"

"uumm.. Daddy.."

"ada apa?" Arfian terkejut melihat airmata yang mengalir membasahi pipinya.

Echa langsung menangis keras, memeluk Arfian dengan erat.

"sayang..ada apa? humm...apa ada yang sakit?" Cemas Arfian.

Echa menggelengkan kepalanya.

"Daddy, Tante tadi menakutkan." Ujarnya dengan suara bergetar.

Arfian tersenyum, menghapus airmata Echa lembut.

"dia baik, mungkin hanya belum kenal saja jadi...."

"tapi tadi matanya melotot pada ku." Adu Echa.

Arfian menghela nafasnya. Ia jadi teringat kata-kata Hanum saat mereka menyepakati kontrak ini. Hanum berkata dengan terus terang, ia tak akan bersikap baik pada Echa meskipun Arfian memintanya. Wanita itu sungguh-sungguh dengan perkataannya, Arfian pikir waktu itu hanyalah sebuah ucapan saja karena Hanum masih merasa kesal padanya.

Tapi jika di pikir lagi, seharusnya dia yang marah bukan. Hanum menyelingkuhi nya dulu, Arfian hanya melakukan apa yang harus ia lakukan. Ialah memutuskan hubungan mereka dan memarahinya. Tapi kenapa sekarang Hanum masih saja marah padahal dirinyalah yang salah. Itulah pikir Arfian, ia tak mengerti dengan jalan pikiran Hanum saat ini.

Brak...

Arfian dan Echa di kejutkan oleh suara pintu mobil yang di tutup keras. Rupanya Hanum sudah kembali dengan seorang anak laki-laki di gendongan nya.

"dia putramu?"

"ya."

"Hanum, bersikap lembutlah sedikit. putriku ketakutan." Tegur Arfian.

Hanum mengeryit, ia tak suka di protes seperti ini. Melihat Echa yang berada di pangkuan Arfian, gadis itu membenamkan wajahnya di dada sang ayah.

"ck.. merepotkan saja." Dengus Hanum.

Arfian menghela nafas. Hanum sepertinya akan sulit meminta bantuan pada Hanum. Wanita ini sama sekali tak peduli terhadap putrinya. Arfian menjadi ragu dengan keputusannya untuk menikah kontrak dengan wanita cantik ini.

Melihat bagaimana ketakutannya Echa dan tak pedulinya Hanum, mereka berdua sama seperti air dan minyak. Tak akan pernah menyatu.

...***************...

Sena mengambilkan air minum untuk Rada. Hubungan keduanya kembali membaik setelah Arfian memberikan pengertian pada Rada.

Rega pun menjadi tenang, ia tak perlu lagi takut akan mendapatkan penolakan dari Rada untuk tetap bersama Sena. Bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang lebih di kampusnya dan mengambil beberapa pekerjaan paruh waktu yang bisa ia lakukan jika sedang libur kuliah.

Ia menjadi pria yang mandiri. Tak hanya Rada yang dia harus tanggung saat ini, tapi Sena pun merupakan masa depannya yang harus dia jamin kehidupan nya. Rega tak ingin kedua wanita yang begitu berharga baginya ini menderita. Apapun akan dia lakukan untuk membahagiakan kedua nya.

"Sena, kau harus menyiapkan keperluan Rega mulai sekarang. dia akan semakin sibuk karena mengambil jam lembur." Ucap Rada.

"iya bi, aku akan melakukannya dengan baik."

"huuumm...padahal toko kelontong ini membutuhkan dirinya tapi dia malah memilih bekerja berat seperti itu." Keluh Rada tak mengerti dengan pikiran putranya itu.

Sena tersenyum, hampir setiap hari Rada mengelus seperti itu. Semenjak kembali dari rumah Arfian, mereka memang sibuk di toko kelontong ini. Berminggu-minggu tak buka membuat para pelanggan protes dan berujung dengan pesanan yang begitu banyak hari ini.

Setelah Arfian mengatakan akan segera menikah. Rada langsung memutuskan untuk kembali kerumahnya, bukan karena tak ingin melihat Arfian dengan wanita lain selain putrinya.

Tapi, hanya merasa jika dirinya sudah terlalu banyak merepotkan pria itu. Rada berjanji saat pernikahan mereka, dia akan hadir dan menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat padanya.

"Baru juga sehari, aku sudah merindukan Echa."

"iya bi. aku juga. Ku harap Echa baik-baik saja."

"umm..anak itu beruntung. meskipun ibu dan ayahnya tak peduli tapi Arfian sangat menyayangi nya."

Sena mengangguk setuju atas ucapan Rada. Echa mungkin tak beruntung karena memiliki orangtua seperti Rena dan Ben, tapi Tuhan berlaku adil padanya dengan menghadirkan Arfian di kehidupannya.

"aahh..iya, pak Arfian bilang lusa akan memperkenalkan calon istri nya pada kita. apa bibi tahu siapa wanita itu?"

Rada menggeleng, ia berpikir mungkin itu Rihanna karena wanita itulah yang akhir-akhir ini dekat dengan Arfian. Tapi tak sepenuhnya yakin juga, karena di lihat dari segi manapun Arfian sepertinya tak memiliki rasa ketertarikan terhadap Rihanna.

Jadi Rada masih belum tahu, seperti apa wanita pilihan Arfian yang telah menggantikan posisi Rena di hati pria tampan itu.

...*******************...

Hanum masih saja bersikap dingin dan cuek terhadap Echa. Ia hanya peduli pada putranya saja, menyuapi Leon dan mengajaknya bercanda.

Echa yang duduk tepat di depannya hanya memandanginya dengan sendu. Ia pun ingin di manja seperti itu, tapi seingatnya tak ada sosok ibu di kehidupannya. Ia melirik Arfian, menampakkan wajah sendunya.

"hanum, tak bisa kah kau menyuapi Echa?" Pinta Arfian, dia tahu gadis kecil nya merasa iri terhadap Leon.

Hanum melihat Echa. Tatapan matanya yang menyiratkan makna mendalam itu membuat Hanum menarik napas dalam-dalam. Ia mendudukkan Leon lalu mengambil piring Echa.

"makanlah." Ujarnya sambil menyodorkan sesendok nasi ke arah Echa.

Echa tersenyum senang, matanya berbinar bahagia. Dengan cepat dia membuka mulutnya.

Arfian ikut tersenyum di buatnya. Hanum mendengus, meletakkan kembali sendoknya lalu menggeser piring itu kedekat Arfian.

"kau ayahnya, suapi dia." Ujarnya ketus.

Arfian mencoba sabar, sikap Hanum sungguh kekanakan baginya. Ia tak bisa menahan diri didepan anak-anak, tetap saja bersikap keras kepala.

"seharusnya aku yang marah bukan?" Ujar Arfian sambil terus menyuapi Echa.

Hanum tersenyum miring.

"itu yang kau pikir, karena termakan hasutan wanita lampir itu."

Arfian tahu siapa wanita yang di maksud Hanum.

"menuduh ku selingkuh lalu dua bulan kemudian kalian menikah.. sungguh lucu." Kekeh Hanum, mengangkat Leon kedalam gendongannya.

"aku tunggu dimobil." Ujarnya lalu pergi begitu saja.

Echa memandang Arfian yang terdiam.

"Daddy, Tante kenapa?" Tanyanya.

"tidak apa-apa. sebentar ya.." Arfian melambaikan tangannya kesalah satu pelayan cafe, segera membayar semuanya dan menyusul Hanum.

Arfian masih terngiang-ngiang dengan ucapan Hanum. Menuding selingkuh, apa selama ini dia salah mengira atau ada sesuatu yang dia tak tahu sebelumnya.

Pria ini begitu bingung, setiap kalimat yang di lontarkan Hanum sepertinya menyiratkan sesuatu. Seolah dirinya telah melakukan kesalahan yang tak pernah ia tahu. Arfian harus mencari tahu kebenaran nya. Kebenaran 5 tahun yang lalu.

Dimana dirinya menemukan Hanum tengah berbincang dengan seorang pria. Dan Rena yang tiba-tiba saja hadir di kehidupannya.

...****************...

1
Cevineine
lanjut thorrr, semangat terus yaa
ᴋᴀɪᴢᴇʀ⸙ᵍᵏ
🐾🐾🐾🐾🐾
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Ini udah tamatkah kok ga up lagi
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Semangat lanjut thor
gu$T@fJuGa
semangat upnya ya othor..makin oke banget lho..
gu$T@fJuGa
bgitu lebih baik..
gu$T@fJuGa
jgn kaget, Echa...Leon mu tak lg spt dahulu.. mungkin kmu akan sedikit kecewa..atau kecewa banget..plus sedih..
gu$T@fJuGa
smua gr2 ayahnya tuh.. terlalu keras pd Leon..jd Leon pun tumbuh spt itu.. keras dan dingin
gu$T@fJuGa
wajar.. seorang ibu pasti akan slalu berusaha melindungi anaknya..spt Haeun..meskipun Leon itu anak tirinya..tetap dia slalu jd orang pertama yg berdiri di belakang Leon..saat anaknya berbuat hal2 di luar batas...
𝕸y💞 Ree🍏
leon kaku bgt kek bpk nya🤧 lanjoott thorr
⸙ᵍᵏ 𝓓𝓲𝓲 𝓮𝓲𝓶𝓾𝓽
next
𖣤​᭄ اندي وحي الد ين
Baru baca, semoga alur plot nya bagus
ᴀʏᴜʜ̶e̶r̶a
semangat up kak
𝕸y💞Alrilla Prameswari
babang leon kenapa jadi kasar
ㅤㅤ⍣☙𝕮𝖑𝖑𝖆𝖘𝖘𝖎𝖙𝖆☕︎⍣
semangat kak..
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Semangat UPnya thor
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🎋AniN🩷
ish.....up lg ...jangan bikin penasaran Thor 🤧🤧🤧
𝕸y💞 Ree🍏
baik bgt echa,, semoga kebaikn mu bisa merubah leon jg..
𝕸y💞Alrilla Prameswari
mulia nya hati mu echa 😘😘
gu$T@fJuGa
bau2 ikan asin nih..awas kucing garong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!