NovelToon NovelToon
LUSIANA

LUSIANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Anak Genius / CEO
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: putrinw

Kisah seorang anak perempuan yang selalu mendapatkan ketidakadilan dari sang ibu. gadis itu sering di bandingkan dengan saudara saudara nya sendiri. karena tuntutan ibunya, Lusiana harus terjun menjadi wanita malam, di sebuah club ternama di kota.

bagaimana car gadis itu bertahan dari keras nya dunia. apakah gadis itu mampu bahagia, atau malah sebaliknya?? ikuti kisah Lusiana sekarang juga!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.4

"Aku ingin data data gadis itu!"ucap mami we Yang saat ini tengah bersandar di dada nya manager bram.

 "Dia hanya anak perantauan, yang baru bekerja di sini selama 3 bulan lamanya." Ucap bram sambil memainkan rambut coklat mami we.

"Wah, jadi gadis itu dari perantauan. Cukup menarik!"ucap mami we dengan tersenyum lebar nya.

Manager bram langsung menghela nafas berat nya.

"Apa yang ingin kau lakukan dengan gadis itu?" tanya bram yang cukup penasaran.

"Lihat saja nanti. Dia akan menjadi sumber ladang keuangan ku!"

"Huft.... Jangan menjebak nya, dia hanya gadis polos yang tak tau apa apa!"

"Kau tenang saja Bram, aku tak akan menyakiti nya."

Sedangkan Lusi saat ini tengah berdiri dengan memegang minuman di tangan nya. Tentu saja dia harus menghormati para tamu yang hadir. apalagi kebanyakan lelaki hidung belang yang bersenang senang dengan para wanita malam di sebelah nya.

"Hahahaha, kau sangat menarik sayang." ucap seorang pria yang saat ini tengah mabuk mabukan.

Lusi yang saat ini memakai masker di wajah nya, hanya bisa menghela nafas beratnya. untung saja dia tak digoda oleh para laki laki hidung belang itu, sebab wajah nya tak kelihatan saat sedang bekerja.

"Lusi, kau di panggil manager bram di ruangan nya." ucap lili yang memberitahukan kepada gadis itu.

"Tapi bagaimana dengan tugas ku?" tanya Lusi yang merasa tak enak dengan lili.

"Tenang saja, aku yang akan menggantikan mu sementara!"

"Baiklah. Terima kasih banyak lili. Maaf merepotkan mu."

"Tak masalah. Sudah sana, jangan membuat manager kita menunggu!"

"Baiklah."

Lusii dengan bergegas menuju ke ruangan nya manager nya tersebut. dia begitu penasaran dengan obrolan apa yang akan di sampaikan oleh manager bram.

"Tok...tok.... Lusi mengetuk pintu ruangan nya dengan sedikit ragu.

"Masuk!" ucap bram yang sudah mengetahui bahwa gadis itu sudah datang ke ruangan nya.

"Permisi pak, maaf menganggu."

"Ayo masuk lah."

Dengan bergegas Lusi masuk ke dalam ruangan tersebut. wangi menyeruak saat pertama kali masuk ke ruangan tersebut.

"Nama mu Lusi kan. Duduk lah dulu."

Dengan perlahan gadis itu duduk dan menunggu apa yang akan di sampaikan oleh managernya itu.

"Ini gaji mu!" ucap manager bram yang memberikan gaji Lusi. Gadis itu sedikit kaget dengan ucapan pria tersebut. Padahal dia belum waktunya gajian, tapi sudah diberi gaji secepat ini.

"Pak, maaf bukan kah belum waktunya gajian?" tanya nya dengan raut wajah penasaran.

"Ini bonus untuk mu. karena kau sudah bekerja dengan sangat baik!"

"Pak apakah ini serius?"

"Tentu saja. ambil lah, jangan menolak nya."

Dengan sedikit ragu, Lusi langsung menerima nya. Apalagi saat ini dia lagi membutuhkan uang. Dia bisa mengirimkan sedikit uang untuk ibunya yang sedang sakit itu.

"Terima kasih banyak pak, kalau begitu saya pamit dulu."

"Hmm." ucap Bram yang menghela nafas berat nya.

"Entah apa yang akan terjadi dengan mu gadis malang. We benar benar menargetkan mu saat ini. " gumam manager Bram saat ini.

Tentu saja pemberian gaji dan bonus adalah maksud terselubung. Dan Bram hanya membantu mami we untuk mencapai niat nya saja, itupun dengan terpaksa menuruti sebab mami we benar benar licik dalam memanfaatkan keadaan.

"Drrttttt..... Telpon berdering dari saku pria yang begitu berpengaruh di negeri tersebut. Tatapan nya menyala dan juga tak terusik dengan ponsel yang terus menerus berbunyi itu. fokus nya hanya dengan dokumen yang menumpuk yang tak kunjung selesai di kerjakan.

"Tuan, apakah perlu di angkat?" tanya asisten nya dengan nada sedikit takut. apalagi saat ini, suasana hati tuan nya benar benar tak baik baik saja.

"hmm." gumam pria itu yang hanya mengangguk singkat. saat melihat persetujuan dari tuan nya itu, barulah pria itu mengangkat panggilan yang dari tadi berbunyi.

"Halo." ucap asisten Rendi dengan nada datar nya saat melihat nama wanita itu.

"Halo tuan Rendi. Maaf bila menelpon di jam sibuk ini. Aku punya barang yang menarik, dan di jamin tuan Ken akan suka." ucap manja mami Ken dengan nada centil nya itu.

Rendi melihat ke arah tuan nya itu, yang tampak memikirkan sesuatu.

"Apakah kau ingin menjebak tuan ku?" tanya Rendi dengan nada sengit nya.

"Ah tuan, untuk apa aku menjebak tuan Ken. Tentu saja barang ini masih segel. Dia gadis yang polos. tuan ken pasti akan menyukai nya!" ucap mami we dengan nada manja nya. Hal itu membuat asisten Rendi muak dan ingin muntah saat berbicara dengan wanita jalang seperti mami we.

"Nanti saja. Tuan ku masih sangat sibuk!"

"Apakah tuan yakin, sayang sekali kalau begitu. Kabarin saja kalau tuan Ken tidak sibuk ya. Jangan melewatkan kesempatan ini." ucap we dengan berusaha membujuk asisten nya ken itu.

"Kau benar benar licik!'

"Tentu saja tuan, aku hanya memanfaatkan keadaan saja." kekeh nya dengan suara keras nya.

Setelah itu panggilan terputus, dan Rendi melihat tuan nya yang ingin mendengar apa yang mereka bicarakan tadi. Rendi yang mengerti tatapan tuan nya, langsung saja menjelaskan

"Tuan, wanita jalang itu memiliki mainan yang bagus!"

"Aku tidak berminat!" ucap Ken dengan nada singkat dan datar nya. urusan nya masih begitu banyak, apalagi saat ini dia harus memikirkan strategi untuk melawan para musuh yang berkeliaran.

"Apakah tuan yakin?" tanya Rendi yang berusaha menyakinkan tuan nya, sebab dia tau, saat ini ken sedang tak baik baik saja."

"Kau tau, aku tak bisa bersentuhan dengan para jalang itu!"

"Baik tuan maafkan saya." ucap rendi yang segera meminta maaf karena terlalu ikut campur dengan urusan pribadi tuan nya.

"Jam berapa pertemuan itu?" tanya ken dengan nada datar nya.

"Jam 1 tuan. Di hotel grand wisata." ucap rendi yang memberitahukan rapat nanti nya.

"Hmm. Apakah kau sudah tau bahwa klien ini sangat cerdik dan licik."

"Tentu saja tuan, saya sudah mengecek dan mengawasi nya. Jadi jangan khawatir!"

"Aku percaya dengan mu!" ucap Ken dan langsung pergi dari ruangan karena perut nya terasa lapar. Tentu saja dia akan pergi ke salah satu restoran yang tak jauh dari kantor nya itu. restoran tersebut adalah restoran milik keluarga nya.

Rendi yang tau bahwa saat ini, tuan nya ingin makan siang, langsung beranjak pergi dari sana. Dan mengikuti sang tuan dari belakang

ken dengan gaya cool dan juga langkah yang tegap, berjalan santai menuju ke arah mobil pribadi nya itu. beberapa para gadis yang ada di kantor nya,bahkan menatap diam diam sang CEO dengan wajah berbinar binar. Gaya Ken benar benar sangat tampan dan visual nya begitu banyak diminati oleh para kaum hawa..

1
Nyonya Gunawan
Lusi hamil..
Nyonya Gunawan
Nanti kira" siapa y yg bucin,,lusi atau ken..😄😄
Nyonya Gunawan
Akhirnya sah jga,,
Apa mgkin Lusi putri konglomerat yg di culik waktu bayi..
Dinda Putri
up lagi rhooorrr semangaaaaaaat
Dinda Putri
luar biasa
Dinda Putri
lanjut
Nyonya Gunawan
Makanya yg pintar lusi jgan bodoh,,pergi jauh" ganti nmor hpmu,,jgan trlalu lemah sdah di tindas msh jga punya rasa lemah
Nyonya Gunawan
Seharusnya lusi cari tau dlu ttg keluarganya,,
Dinda Putri
lanjut
§͜¢🦢🍒 Triya_S ♬⃝❤️
double up de /Determined//Determined/
§͜¢🦢🍒 Triya_S ♬⃝❤️
i chose to stay and wait 🥰
kaylla salsabella
lanjut
Nyonya Gunawan
Kasian bget lusi di jadikan sapi perah ma keluarganya..
kaylla salsabella
aku mampir thor
macha late: terima kasih kak🥰
total 1 replies
mary dice
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!