Dania, seorang gadis yang akhirnya melakukan perjalanan waktu dan pindah ke dalam tubuh seorang putri kekaisaran yang sangat disayang dan dicintai oleh kaisar, permaisuri dan juga saudara-saudaranya.
dia adalah Diana deniela.
kekaisaran deniela dikenal sebagai kekaisaran yang lemah, miskin, dan bahkan rakyatnya serta prajurit-prajuritnya hidup susah.
tetapi walaupun begitu, walau kekaisaran deniela ini adalah kekaisaran yang kecil, tapi kekaisaran kekaisaran besar di luar sana, tak ada yang berani mengincar kekaisaran kecil ini. tak ada yang mau merebut atau menjatuhkan kekaisaran ini, karena alasannya tanah kekaisaran ini semuanya gersang.
bahkan, kalaupun harus mendapatkan wilayah kekaisaran deniela yang tidak seberapa, juga tidak akan bisa membuat kehidupan kekaisaran lainnya menjadi makmur.
tetapi jangan salah, walaupun kekaisaran kecil ini miskin, tetapi para penduduknya sangat setia. mereka dengan senang hati memikul semua beban kekaisaran dan saling berlomba-lomba.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hayu Nissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4. penyebab tanah gersang
Kaisar sander pun langsung mengerutkan keningnya.
"kalian mau kemana nak..?" tanyanya dengan lembut. Putri Dania pun menggarut kepalanya.
"hanya ingin jalan-jalan, dan keliling kekaisaran." ucapnya dengan canggung. terlihat kaisar sander menghela nafasnya.
"kekaisaran kita tidak memiliki banyak desa.. semua orang yang terbagi di setiap wilayah sudah berkumpul di satu titik. ya itu di sini nak.. terus kalian mau ke mana ? kalau harus pergi ke kota yang ada pasarnya, kemungkinan kalian harus pergi dan masuk ke kekaisaran lain ? sementara, untuk masuk kekaisaran lain itu harus ada izin dari kaisar tempat asal." tutur kaisar sander lagi.
(aduh? pertanyaannya kok ditail sekali ya..) batinnya dengan canggung.
"enggak kok yah.. aku dan gadis-gadis desa lainnya, jalan-jalannya tidak terlalu jauh, dan tidak pergi ke kekaisaran lain. aku hanya ingin mengajak teman-teman pergi saja.." kaisar pun menghela nafasnya.
"baiklah kalau begitu.. di sebelah sana, itu ada kereta yang terparkir. kalian gunakan kereta itu saja, tetapi kalau harus pergi jalan-jalan, bahwa beberapa pengawal untuk menjaga kalian. memang, kekaisaran atau wilayah tandus kita ini, tak ada yang berminat sama sekali. tetapi untuk berjaga-jaga, dan menyelamatkan kalian, semuanya harus dipersiapkan." tutur kaisar lagi. mendengar itu, Putri Dania tentu saja paham maksud ayahnya.
"baiklah ayah.. aku mengerti. ( sebenarnya aku juga sudah memahami beberapa teknik ilmu beladiri, tetapi aku tidak ingin membuat ayah kecewa.) sambungnya dalam hati.
"baiklah kalau begitu.."
akhirnya sesuai dengan yang diharapkan kaisar sander, Putri Dania pun langsung mengajak gadis-gadis kekaisarannya itu untuk pergi jalan-jalan bersamanya. dan tak lupa mereka juga membawa beberapa pengawal untuk menemani mereka.
biasanya, kalau di kekaisaran lain. anak-anak kaisar itu, atau orang yang bergelar putri dan pangeran, biasanya akan berteman dengan para perempuan-perempuan bangsawan dan sibuk mencari relasi sana-sini. dan kegiatan yang biasa mereka lakukan, yaitu minum teh bersama-sama, atau pergi jalan-jalan ke pasar berbelanja banyak pakaian baru.
tetapi berbeda dengan Putri bangsawan atau Putri kekaisaran seperti Dania. dia dan gadis-gadis kekaisaran lainnya, hanya bisa pergi jalan-jalan dengan menggunakan kereta sederhana saja. itupun, kereta yang mereka bawa itu adalah kereta yang biasa digunakan untuk berdagang.
melihat arah, kata tempat yang ingin mereka datangi, dan termasuk tempat yang tidak biasa didatangi oleh Putri Dania dan para gadis-gadis kekaisaran itu, membuat beberapa dari mereka bertanya-tanya.
"yang mulia...-" Putri Dania langsung mengangkat tangannya saat mendengar panggilan itu. dan gadis kekaisaran yang melihat kode tersebut berhenti.
"jangan memanggilku yang mulia.. panggil Dania saja. atau kalau kamu orang yang lebih tua dariku, bisa memanggilku adik atau sebagainya.. tetapi lebih enak dipanggil nona sih ..." ucap Putri Dania lagi yang membuat gadis-gadis kekaisaran lainnya saling memandang.
seketika senyum di wajah mereka pun terbit. Putri kekaisaran mereka ini benar-benar tidak berubah.
"maaf.. nona, apa yang kita lakukan di tepian pantai ? biasanya, kaisar tidak mengajukan kita untuk mengunjungi tempat ini. katanya, mungkin karena kekaisaran kita tak jauh dari pesisir pantai, makanya tanah di tempat ini sangat berpengaruh sehingga menjadi tandus.." tutur salah satu gadis desa itu dan menunjukkan kepalanya karena merasa sedih dengan kehidupan mereka.
Putri Dania yang mendengar penuturan itu tentu tidak langsung marah atau menyalahkan. dia hanya tersenyum simpul sambil menatap ke arah gadis-gadis itu.
"itu adalah teori yang salah.." mendengar jawaban Putri Dania, semua gadis-gadis kekaisaran mengangkat wajahnya.
"maksudnya bagaimana ya- nona.." ucapnya dan langsung segera mengganti panggilannya. Putri Dania yang mendengar itu kembali tersenyum sambil memandang ke arah, tempat yang sudah dekat yang ingin mereka datangi.
"kekaisaran kita perlu dilakukan penanaman pohon. dulu, katanya kekaisaran ini sangatlah makmur. tetapi karena insiden kebakaran, dan penebangan kayu secara liar, membuat tempat ini berubah menjadi tandus. karena itu, Kita harus mencari kayu untuk ditanam. setidaknya, kita utamakan menanam kayu di tempat kita terlebih dahulu." ucap Putri Dania yang membuat para gadis-gadis bangsawan itu tidak mengerti.
mengapa mereka harus menanam kayu ? sementara kayu tidak memberikan manfaat apapun dan tidak menghasilkan makanan.? bukankah ini sama saja adalah perbuatan yang sia-sia ? setidaknya itulah yang terlintas di kepala masing-masing.
"mengapa bisa begitu nona..?" tanya salah satu dari mereka lagi.
"tentu saja bisa.. karena, pohon itu bisa mengikat air, dan menghasilkan air juga dari dalam tanah. dan dedaunan pohon-pohon hijau, itu bisa menghasilkan oksigen dan membuat udara menjadi segar. selain itu, keberadaan pohon-pohon ini bisa membuat tempat kita menjadi sejuk. karena itu, mulai sekarang kita harus mencari bibit-bibit tanaman pohon." ucap Putri Dania lagi.
mendengar itu, gadis-gadis tersebut langsung menganggukkan kepala mereka. walaupun sebenarnya, mereka tidak mengerti dengan jalan pikiran Putri Dania.
"kita sudah sampai Yang mulia.." tiba-tiba salah satu prajurit yang menemani mereka jalan-jalan itu langsung bersuara.
"oh ya.. terima kasih Paman pengawal.." ujarnya dengan ramah. Putri Dania pun langsung segera turun dari atas kereta dan disusul oleh gadis-gadis kekaisaran lainnya.
sebenarnya, gadis-gadis kekaisaran itu menolak untuk menolak untuk naik dalam kereta. tetapi Putri Dania yang memang bisa berteman dengan baik, tak mampu membuat Mereka menolak permintaan itu.
Byur!! Byur!!
suara ombak pun langsung terdengar ramah di telinga Putri Dania. hembusan angin sepoi-sepoi pun ikut menyapa kulitnya, sehingga membuat rambutnya itu beterbangan.
Putri Dania, langsung memejamkan matanya, untuk merasakan hembusan angin yang sejuk itu.
"memang.. tempat ternyaman adalah pantai. suara deburan ombaknya, membuat perasaan gelisah menjadi jauh lebih baik.." gumamnya yang tentu saja masih didengar oleh gadis-gadis kekaisaran lainnya, beserta dengan para pengawal.
Putri Dania pun langsung mengedarkan pandangannya, untuk mencari tempat di mana mereka akan duduk. tapi sayang, ternyata di sana dia tidak menemukan tempat yang teduh atau pohon sama sekali. hal itu langsung membuatnya menggelengkan kepalanya lagi.
(astaga.. benar-benar tanah yang sangat gersang. bahkan satu pohon pun tak ada yang hidup di tempat ini..) batinnya.
menyadari situasi yang seperti ini, membuatnya harus mengeluarkan satu pohon kecil dari dalam ruang dimensi miliknya. dan hal itu tentu saja tidak dilihat oleh siapapun walaupun ada gadis-gadis dan juga para pengawal di sana.
Sring!!
Putri Dania yang sedikit berdiri agak jauh dari para gadis-gadis kekaisaran lainnya langsung tersenyum. kemudian Dia mendekati tempat yang sekiranya, sekitar 10 meter dari bibir pantai. dan di sana dia langsung menggali tanah berpasir itu. kemudian langsung menanam pohon tersebut.
dan ternyata, setelah menyadari kalau tempat ini benar-benar tidak memiliki pohon, dia pun langsung mengeluarkan sekitar 20 pohon kecil lainnya untuk ditanam. dan tak lupa dia juga mengeluarkan air dari dalam ruang dimensinya, sebagai sarana pertama untuk memberikan kehidupan pada tanaman pohon itu.