NovelToon NovelToon
Di Jodohkan Dengan Om Duda

Di Jodohkan Dengan Om Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:36.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Mia Novita

Elzia manofa, seorang anak SMA yang di jodohkan dengan duda anak satu, bagaimana kelanjutan cerita mereka, ikuti yuk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Insiden

Lampu lorong kantor yang biasanya terlihat megah kini terasa menghimpit. Zia berlari menuju lift, menekan tombol berkali-kali dengan jari yang gemetar. Air mata yang sejak tadi ditahannya tumpah juga. Ia merasa bodoh, merasa seperti mainan yang dipamerkan Arkan di pagi hari, lalu dibuang oleh masa lalunya di sore hari.

Ting!

Pintu lift terbuka. Namun, sebelum Zia sempat masuk, sebuah tangan kekar menahan pintu itu dengan kasar. Arkan berdiri di sana, napasnya memburu, dasinya sudah ditarik longgar.

"Zia, berhenti!" bentak Arkan. Suaranya menggelegar di lorong yang sunyi itu, membuat beberapa staf yang berada di sana tersentak diam.

"Lepas! Pergi sana sama Kak Sarah!" teriak Zia sambil berusaha mendorong dada bidang Arkan. "Om jahat! Om cuma jadiin aku tameng supaya nggak terlihat menyedihkan di depan mantan istri Om, kan?"

Arkan tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru menarik Zia masuk ke dalam lift yang kosong dan menekan tombol stop . Lift itu berhenti secara tiba-tiba di antara lantai 15 dan 14, menimbulkan guncangan kecil yang membuat Zia kehilangan keseimbangan.

Suasana seketika mencekam. Lampu indikator lift berkedip merah. Ruangan sempit itu kini hanya berisi mereka berdua dengan emosi yang meledak-ledak.

"Kamu mau tahu kebenarannya?" Arkan melangkah maju, memojokkan Zia hingga punggung gadis itu menempel di dinding besi lift yang dingin. "Kamu mau tahu kenapa aku benci melihatmu bersama Sarah?"

"Karena Om masih cinta sama dia!" balas Zia menantang, meski tubuhnya bergetar hebat.

"Salah!" Arkan memukul dinding lift tepat di samping telinga Zia. Bunyi dentumannya menggema menyakitkan. "Aku benci melihatmu bersamanya karena dia adalah racun, Zia! Dan kamu... kamu adalah satu-satunya hal bersih yang tersisa. Aku tidak mau kamu tercemar oleh mulut manisnya!"

Wajah Arkan hanya berjarak satu inci dari wajah Zia. Sorot matanya bukan lagi jahil, melainkan penuh kegelapan dan keputusasaan.

“Dia bilang aku pelampiasan” ucap Zia sesenggukan. "Dia bilang aku cuma pelampiasan rasa sakit Om."

Arkan memejamkan mata sejenak, menempelkan keningnya pada kening Zia. Napas panas mereka saling beradu. "Dia benar soal satu hal... aku memang kesakitan. Tapi dia salah soal kamu. Aku tidak menggunakanmu untuk sembuh, Zia. Aku menjagamu supaya aku punya alasan untuk tetap jadi orang baik."

Tiba-tiba, ponsel Arkan berdering keras. Di layar tertera nama: SARAH .

Arkan menatap ponsel itu dengan mematikan. Bukannya mengangkat, ia justru melempar ponsel mahal itu ke lantai lift hingga layarnya retak seribu.

"Jangan dengarkan dia lagi. Jangan pernah," desis Arkan.

Belum sempat Zia menjawab, lampu lift tiba-tiba mati total. Pemadaman listrik. Suasana berubah gelap gulita. Hanya terdengar suara napas Arkan yang berat dan detak jantung Zia yang tak beraturan.

Dalam kegelapan itu, Zia merasakan tangan Arkan merambat ke pinggangnya, menariknya mendekat hingga tidak ada jarak lagi di antara mereka.

"Om...apa yang mau Om lakukan?" suara Zia mencicit ketakutan.

"Memberimu pelajaran," bisik Arkan tepat di telinga Zia, suaranya serak dan berbahaya. "Supaya kamu tahu, kalau kamu bukan lagi anak kecil yang bisa lari dariku kapan saja kamu mau."

Di luar lift, Sarah berdiri dengan senyum miring, memegang alat kontrol sirkuit listrik kecil di tangannya. "Kalau aku tidak bisa memilikimu, Arkan, maka tidak akan ada yang bisa memilikimu termasuk bocah itu."

Kegelapan di dalam lift terasa pekat dan menyesakkan. Udara mulai terasa menipis, atau mungkin itu hanya perasaan Zia karena posisi Arkan yang terlalu intim dan mengintimidasi. Arkan tidak bergerak, namun mencengkeramnya di pinggang Zia.

“Om, lepas…gelap, aku takut,” bisik Zia. Suaranya mulai gemetar, trauma petir semalam kini berganti menjadi klaustrofobia yang mencekam.

"Diam, Zia. Dengar," desis Arkan.

Bukannya melepaskan, Arkan justru menarik Zia lebih rapat ke pelukannya. Ia menyandarkan telinganya ke pintu lift. Sebagai pria yang terbiasa dengan keamanan tingkat tinggi, Arkan menyadari sesuatu yang janggal. Mati lampu di gedung sekelas SCBD seharusnya memicu generator dalam hitungan detik. Tapi ini sudah hampir satu menit, dan mereka masih terjebak dalam kegelapan total.

"Ini bukan mati lampu biasa," gumam Arkan pelan.

Tiba-tiba, terdengar suara logam dari atas plafon lift. Astaga... astaga...

Zia tersentak dan spontan memeluk leher Arkan, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher pria itu. "Ada orang di atas? Om, itu siapa?"

“Tetap di belakangku,” perintah Arkan. Suaranya kembali ke mode profesional yang dingin. Ia mendorong Zia ke sudut paling aman, lalu ia berdiri di depannya, melindunginya dengan tegapnya tubuh.

Tiba-tiba, ponsel Arkan yang layarnya retak di lantai menyala redup karena sebuah notifikasi masuk. Cahaya kecil itu menampilkan bayangan seseorang di balik celah kecil pintu lift yang mulai terbuka sedikit secara paksa dari luar.

Bukan seorang psikolog, melainkan seorang pria berjaket hitam dengan penutup wajah.

"Arkana," suara berat dari luar pintu lift itu terdengar sinis. "Sarah bilang kamu sulit diajak bicara baik-baik."

Arkan diam, matanya berkilat tajam di tengah keremangan. "Jadi ini cara Sarah bermain? Mengirim preman murahan ke kantorku sendiri?"

"Dia hanya ingin kamu memberikan apa yang seharusnya menjadi miliknya sebelum dia pergi. Saham itu, Arkan. Tanda tangani, atau gadis kecil di belakangmu ini tidak akan pernah melihat ujian matematikanya."

Zia membeku. Jadi, pernikahan ini, drama ini, semuanya berakhir pada perebutan harta yang kotor? Ia menatap punggung Arkan yang tampak tegang.

“Zia, pejamkan matamu,” perintah Arkan lembut namun tidak terbantahkan.

"Tapi Om—"

"Pejamkan, Bocil! Jangan buka sampai aku bilang boleh!"

Zia memejamkan mata rapat-rapat, menutup telinga dengan tangan. Detik berikutnya, suasana menjadi kacau. Terdengar bunyi dentuman keras saat pintu lift dibuka lebar. Suara baku hantam, deru napas yang memburu, dan bunyi besi yang beradu memenuhi ruang sempit itu.

Arkan bertarung dengan membabi buta. Setiap pukulan yang ia layangkan adalah bentuk kemarahan atas rasa sakit yang diberikan Sarah selama bertahun-tahun, dan bentuk perlindungan untuk gadis yang kini diwujudkan di belakangnya.

"Ah!" seorang pria mengerang kesakitan setelah Arkan membenturkan kepalanya ke dinding lift.

Tiba-tiba, lampu darurat lift menyala redup berwarna kemerahan. Zia memberanikan diri membuka mata sedikit. Ia melihat Arkan berdiri di ambang pintu lift yang setengah terbuka, menggenggam kerah baju pria asing itu dengan tangan yang sudah berdarah.

"Sampaikan pada Sarah," desis Arkan dengan suara yang begitu mengerikan hingga membuat Zia merinding. "Jika dia menyentuh Zia satu kali lagi, aku tidak hanya akan mengambil hartanya, tapi aku akan menghancurkan hidupnya sampai dia berharap tidak pernah mengenalku."

Arkan menghempaskan pria itu hingga tersungkur di lorong lantai 14 yang gelap. Ia kemudian berbalik, menatap Zia yang masih gemetar di sudut lift.

Melihat wajah ketakutan Zia, amarah di mata Arkan luruh seketika. Ia mendekat, berlutut di depan Zia, dan mengabaikan luka di buku spesifikasi.

"Kamu terluka?" tanya Arkan, suaranya kembali lembut, hampir berbisik.

Zia menggeleng pelan, lalu tiba-tiba ia menghambur ke pelukan Arkan, menangis sejadi-jadinya. "Aku mau pulang... Om, aku takut..."

Arkan menghela napas panjang, mendekap erat tubuh mungil itu. "Iya, kita pulang. Maafkan aku, Zia. Aku menyeretmu ke dalam duniaku yang kotor."

Di kejauhan, sirine keamanan gedung mulai berbunyi. Arkan menggendong Zia ala bridal style , keluar dari lift itu tanpa mempedulikan terjadinya orang-orang. Di kepalanya hanya ada satu hal, Sarah telah membangunkan iblis yang salah.

1
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Ini Arkana sudah pernah menikah ya
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : penasaran aku kak😁
total 3 replies
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
pensiun jadi playgirl zia ada" aja ini ya luka lama memang susah untuk di lupakan apalgi luka itu sangat dalam
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
arka PD sekali ya yakin banget kalau zia akan langsung jatuh cinta saat nanti ketemu
zia duda itu tidak selalu tua juga ada yg usia 20jadi duda 🤣🤣🤣
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
tidak salah neneknya menyuruh Zia belajar masak karena usia segitu memang sudah sepantasnya untuk belajar memasak
Free Palestine 🇵🇸
ya jgn kasih kesempatan buat kang selingkuh👉👈
Free Palestine 🇵🇸
kalo ada kata2 peje jd inget malak d gc🙈🙈🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Free Palestine 🇵🇸
jalani az Zia...kalo kebanyakan mikir yg ada stress duluan...
delete account
sabar saja ya Zia bagiamana pun kamu tetap akan dinikahi dengan duda itu dan semoga minimal orangnya baik
delete account
kayak sudah tidak ada begini ya atau bisa didoakan
delete account
lagi lagi tidur bermimpi dan mimpi terlalu indah baginya
Free Palestine 🇵🇸
luka tak berdarah itu memang sangat menyakitkan
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Iya Zia tidak usah menghindar dan terima saja takdirmu.
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
pemikiran orang tua jaman dulu. anak cewek harus bisa masak. padahal ga bisa masak jg tetap bisa makan. wkwkwk
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Hahaha panggilan om dudanya keren,nyai roro kidul 😂🤣
Belum juga ketemu udah bayangin om duda tua muka jelek jangan gitu dong,nanti kalau kamu terkejut gimana 🤔
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
wkwkwk tidur aja ada ga aman nya ya. tenang Zia, nanti sambung lagi tidurnya
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
kan hal yang paling menyenangkan itu ya tidur. apalagi bisa tidur pulas dimana aja, jarang-jarang bisa yang ada diomelin orang rumah
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Berpikir positif saja Zia siapa tau pernikahan keduamu kali ini bisa membahagiakanmu nantinya meskipun traumamu juga mendalam setidaknya itu akan luntur seiring berjalannya waktu.
Risa Virgo Always Beau
Elzia kaget mendengar Arka akan membawa Elzia bertemu kedua orang tua Arka
Risa Virgo Always Beau
Arka kamu pasti lagi berusaha merayu Zia
Risa Virgo Always Beau
Zia kamu di tegur gara gara cara berpakaian kamu tidak sopan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!