NovelToon NovelToon
DENDAM DAN CINTA

DENDAM DAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Balas Dendam / Romansa Modern / Romansa Fantasi
Popularitas:175.1k
Nilai: 5
Nama Author: nona manies

Elza Rose Arabella berniat membalas dendam akibat meninggalnya kakak kandungnya keluarga satu satunya , dia bunuh diri disebabkan oleh kandasnya hubungan percintaan akibat perselingkuhan yang pacarnya lakukan.Elza berjanji pada dirinya sendiri akan menuntut balas pada seorang pria yang sama sekali dia belum kenal.


Tama Aditya seorang pengusaha sukses, perusahaan nya sangat berkembang pesat saat bekerja sama dengan global grup perusahaan milik sahabatnya Arsenio kalandra bramantyo, selain itu pelindung dari perusahaannya adalah TIGER WHITE kelompok mafia nomor satu dinegara ini mampu membuat perusahaan peninggalan mendiang orang tuanya semakin kuat.

Selain kesuksesannya wajah Tama yang Tampan mampu membuat semua wanita manapun tertarik terhadapnya membuat Tama menjadi seorang Casanova dia memacari setiap wanita yang mengutarakan perasaannya. Tidak ada cinta, dia hanya membutuhkan belaian dari para wanitanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona manies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

baper

Selepas mandi Tama menyemprotkan parfum mahalnya keseluruh badan, dan saat pakaian formalnya sudah dia kenakan Tama juga menyemprotkan lagi.

Melilitkan jam mewah kepergelangan tangan, Tama segera keluar sembari menenteng tas kerjanya.

Senyum tampan selalu merekah mengingat hari ini ada wanita cantik yang tinggal diapartemennya.

Tama mencari keberadaan Elza, dan ternyata wanita itu sekarang sedang berada didapur.

Dengan mengenakan celemek wanita itu tampak cekatan membalik telur untuk membuat sendwich.

Dia mengikat rambutnya seperti ekor kuda memperlihatkan leher jenjang dan putih milik wanita itu.

gluk

Tama menelan salivanya susah payah "sadar tam sadar!!" Dia menampar wajahnya sendiri pelan beberapa kali agar otaknya kembali normal, dan tak lagi membayangkan sesuatu hal yang aneh lagi.

Menarik nafas pelan dan mengeluarkannya, sampai merasa tenang.

ehem

Elza menoleh kebelakang, dia tersenyum saat melihat Tama berdiri diambang pintu "anda sudah selesai? duduklah dikursi makan, saya sudah menyiapkan susu hangat dan sebentar lagi sendwich nya matang"

"susu?"

"kenapa? apa anda tak menyukai susu hangat?" tanya Elza saat melihat wajah terkejut pria tampan itu.

"ah bukan, hanya saja aku sudah lama sekali tidak meminumnya" jelas Tama.

"lalu susu ini siapa yang minum? ada beberapa botol dikulkas" tanya Elza.

"pasti milik salah satu wanitanya" batin Elza menghakimi saat melihat raut bingung diwajah Tama.

"entahlah" jawab Tama sembari angkat bahu, diapun tak terlalu memperhatikan isi kulkasnya karena dia jarang masuk kearea dapur, mungkin itu milik tukang bersih bersih yang biasanya membersihkan apartemennya.

Elza tak peduli lagi, dia kembali fokus pada masakannya.

Tama tak beranjak, dia masih memperhatikan gerak gerik wanita itu.

Setelah matang Elza berbalik sembari membawa piring yang berisi sendwich "eh- anda kenapa masih disini?"

Tama menggaruk tengkuknya yang tak gatal untuk mengurangi rasa malu "hehe... selain cantik kamu jago masak juga, memang istri idaman"

Elza menatap sinis Tama sekilas, tapi sejurus kemudian dia tersenyum lebar sekali "anda bisa saja, saya masih kecil tuan belum memikirkan hal itu"

Tama tersenyum, dia mengikuti langkah Elza yang meletakan sendwich tersebut di atas meja makan.

"silahkan tuan, saya kebelakang dulu" hendak berlalu pergi.

"tunggu"

Elza tatap lengannya yang ditahan oleh Tama, membuat pria itu terkesiap kaget.

Tama lepaskan cekalannya segera "maaf, bisa temani saya makan?"

Dengan ragu Elza mengangguk, dia melangkah menuju kursi yang berhadapan langsung dengan Tama.

Tama menarik sudut bibirnya dan meminum susu hangat yang telah disiapkan oleh Elza, sudah lama sekali rasanya dia tak meminum susu saat pagi hari, kemudian dia memakan sendwich buatan Elza.

Elza memandang Tama lekat, dia penasaran sekali bagaimana reaksi Tama setelah menggigit sendwich tersebut.

"bagaimana rasanya?" tanya Elza.

"biasa saja"

Terlihat kecewa wajah catik itu, dia menghela nafasnya panjang.

"hahaha jangan memasang wajah begitu dong el, ini enak kok"

"benarkah?" tanya Elza.

Tama mengangguk dan menggigitnya lagi "kamu mau?" tawar Tama.

"tidak, silahkan dimakan saja, saya nanti buat lagi kalau mau"

Tama mengangguk, dia kemudian menghabiskan sarapan tersebut.

"ikut denganku!" ucap Tama, dia mengusap bibirnya dengan tisu saat merasa ada susu yang menempel disudut bibirnya.

"kemana?" tanya Elza, dia hendak membereskan bekas sarapan Tama tapi diurungkan.

Tama mengisyaratkan Elza agar mengikutinya, dan Elza pun mengikuti langkah kaki pria itu.

Alisnya menyernyit saat melihat Tama mengotak atik digital lock yang terletak disisi pintu.

"letakan jarimu disini !"

Elza mengangguk dan menempelakan jarinya disana.

Klik

Terdengar suara digital lock pintu tadi berbunyi.

"sekarang sidik jarimu sudah aku masukan kesistem digital lock ini, jadi kau tak akan kesulitan untuk masuk ataupun keluar" jelas Tama.

"tuan" ucap Elza dengan binar polos dimatanya yang jernih

Tama menatap mata bulat wanita itu "ya?"

"apa anda benar benar mempercayai saya? bagaimana kalau saya membawa kabur barang berharga anda?"

"kalau kau bisa silahkan" ucap Tama santai, dia silangkan tangannya didepan dada dengan tatapan yang tampaak begitu angkuh.

Elza menggeleng pelan, bagaimana bisa dia berkutik disini kalau setiap sudut ruangan apartemen ini memiliki kamera pengawas,bahkan dikamarnya pun ada dan memerlukan lift khusus untuk bisa mencapai atau keluar dari unit ini, belum lagi penjagaannya yang begitu ketat.

"bagaimana aku memulai mancari tahu tentang kematian kak Zara? dan membawa dokumen penting perusahaan dia? kalau untuk bergerak saja aku kesulitan, sial, sepertinya aku salah prediksi, padahal sudah membahayakan keselamatanku hanya untuk bisa masuk kekediaman si be*gsek ini"

tuk

Elza terkesiap, saat jari telunjuk Tama mengetuk keningnya.

"apa yang kau pikirkan?"

Elza meringis "tak ada, aku hanya sedang berfikir bagaimana caranya aku bisa membawa kabur guci besar itu" seloroh Elza, dia menunjuk guci yang berdiri disisi dinding.

"hahaha selera humormu bagus juga" ucap Tama sembari tertawa.

Elza tersenyum, senyum yang menurut Tama begitu cantik nan manis, tanpa sadar dia mengusap pipi mulus wanita itu, membuat Elza terkejut.

"sorry, a-aku pergi bekerja dulu, byee" Tama salah tingkah, dia segera pergi meninggalkan Elza yang masih termenung.

Tama berbalik badan tapi masih berjalan menuju lift "aku pulang nanti sore, jadi untuk nanti siang kamu tak perlu memasak untukku"

Elza mengangguk, lalu matanya terbelalak "tuaaan awas!"

Tama yang tak mengerti menoleh kedepan lalu

dug

"aaahhkk" pekik Tama, dengan konyolnya keningnya malah menabrak pintu lift.

"ya ampuuun" pekik Elza, dia segera lari mendekat.

"anda tak apa tuan?" Elza menjinjit lalu mengusap pelan kening Tama yang memerah "ini pasti saklit sekali" gumam gumam kecil masih dwngan mengelus elus lembut kening pria itu.

Tama tertegun, dia menatap wajah Elza yang sangat dekat dengannya, kalau saja dia memiliki keberanian dia akan menarik pinggang ramping gadis itu agar lebih dekat dengannya, akan tetapi dia tak mau melakukan hal itu mengingat jika Elza adalah gadis yang baik, yang tak akan mungkin mau dipeluk sembarangan oleh seorang pria.

"a-aku tak apa" memalingkan wajahnya kesamping, dia merasakan degup jantungnya tak lagi normal dan lagi wajahnya terasa panas sekarang.

Sungguh lucu sekali casanova itu, biasanya dialah yang membuat wanita wanita di luar sana merona akibat pesonanya, tapi sekarang malah terpesona pada gadis kecil ini.

Segera berbalik badan dan menekan tombol lift, dia tak mau sampai wanita itu melihat seburat rona merah yang menghiasi pipinya.

Elza menyeringai, saat mendapati wajah Tama yang memerah, meski tadi Tama berusaha menutupinya tapi saat dia menoleh kesamping, Elza dapat melihaat telinga Tana yang tampak memerah.

"begitu saja baper, dasar crocodile!" umpatnya sembari tersenyum sinis., lalu dia masuk kedalam apartemen.

1
Rinafm Utomo
Elza hobbynya nubruk orang...
nona manies
Luar biasa
T1 T1n
kapan sih ini tamatnya
Wulan Sari
kak update lg doooonggggg,🥺🥺🙏🙏
Desi Nyemot
ini lama gk update lagi
Lialia Lia
belum up
T1 T1n
aku penasaran malam pertamanya sang mantan kasanova🤭🤭🤭
Atik Marwati
good
Atik Marwati
semangat Elsa ...
Haryati
haiih.....Thor....kenapa digantung lagi siiih....😔
Maylaf Faizah
karya mu bagus kAk aku suka membacanya
👍👍👍👍👍
Maylaf Faizah
semangat Thor...
👍👍👍👍👍
Haryati
tahan Tama....kamu masih belum bisa buka puasa.....😁😁😁
Atik Marwati
kasihan tama haidnya masih lama..
Okti
lanjut kak di tunggu MP nya❤❤❤
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "pembalasan istri yang disingkirkan" makasih kak🙏
total 1 replies
Ari Mulyati
oh iya belum malam pertama yak hahahahahahaha kasian sang cassanova , sekali Nha dapet yg halal malah harus menunda hahahaha
T1 T1n
ya ampun ini othornya udah gak ada niat up lagi kayaknya
Chulsum Kasanah
kapan lanjutnya
Haryati
ngobati rindu kelakuan valley juga botak kesayangan...😁😁😁😁
Atik Marwati
makin seru....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!