NovelToon NovelToon
Mahkota Bunga

Mahkota Bunga

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Anak Yatim Piatu / Anak Genius / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: CloverMint

Adira Angkasa Samudra, cucu dari sang Raja Properti-Adiyaksa Samudra.

Gadis jelita yang selamat dari kecelakaan maut yang membinasakan kedua orang tuanya saat ia masih berusia enam bulan.

Kyai Brama Erlangga, atau yang biasa dikenal sebagai Pertapa Tua, Pertapa Sakti, Pak Tua, Tabib. Seorang titisan dewa yang menjalani hukumannya di bumi selama tujuh ratus tahun lamanya.

Dengan bantuan dari Sang Pertapa Tua, Adira mejalani masa kecilnya di tengah hutan.

Hidup bersama seekor harimau besar dan seekor monyet nakal, membuat Adira kecil tumbuh menjadi gadis tangguh dan periang.

Tak bisa melawan takdir, tepat saat Adira berusia lima tahun, Sang Pertapa Tua harus kembali ke Nirwana, meninggalkan Adira.

Sebelum kepergiannya, Sang Pertapa Tua menitipkan Adira kepada Juki-seorang Supir yang menyebabkan kematian kedua orang tua Adira, sebagai bentuk penebusan dosanya kepada Keluarga Samudra.

Ikuti terus perjalanan Adira di novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CloverMint, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 29

"Non Dira, hari ini kita jadi ke rumah Pak Rafa kan?" tanya Mamat sesaat selesai latihan. 

"Jadi Paman," jawab Dira yang entah kenapa tak sabar ingin bertemu Rahayu.

"Baiklah. Paman mandi dulu ya," ujar Mamat beranjak masuk ke dalam rumah. 

Sambil menunggu, Dira mulai melatih anak-anak buah Mamat di halaman. Terlihat sekali dari gerakan mereka kalau mereka tidak memiliki dasar-dasar yang kokoh.

"Wah, wah. Tugas Dira banyak nih!" gumam Dira sambil berkeliling mengamati mereka.

"Yang tegap! Fokuskan semua kekuatan ppada kaki kalian!" teriak Dira sambil menendang memeriksa kekuatan kuda-kuda tiap anggota.

"Baik, Nona!" jawab mereka kompak.

"Ayo Dira, Paman sudah siap," panggil Mamat berjalan keluar dari dalam rumah.

"Hmm.. Sebentar, Paman. Dira mau melatih kuda-kuda mereka dulu. Dasar kuda-kuda mereka tak kuat, tak boleh dibiarkan," ucap Dira dengan serius.

Hingga tengah hari, Dira pun baru bisa melepas anak-anak buah Mamat berlatih sendiri.

"Ayo, Paman. Kita berangkat!" ucapnya dengan riang.

###

"Paman, ini rumah apa istana ya? Dira sering baca buku cerita, Istana itu besar seperti ini," ucap Dira begitu mereka sampai di rumah Rafa. 

"Ini rumah orang kaya Non, wajar saja besar dan memang mirip istana," jawab Mamat yang juga terkagum melihat rumah mewah itu.

"Non, tunggu di sini sebentar, Paman lapor satpam dulu biar kita bisa masuk ya," lanjut Mamat turun dari mobil lalu berjalan ke pos penjaga.

Tak butuh waktu lama, pintu gerbang pun dibukakan untuk mereka.

Setelah memarkirkan mobil, mereka segera turun dan disambut oleh seorang satpam. 

"Maaf apa ini Non Dira dan Pak Mamat?" tanyanya. 

"Benar. Dira mau ketemu Oma!" seru Dira nyaring. 

"Baiklah, ikuti saya. Nyonya sudah menanti kedatangan kalian," jawab satpam itu dengan ramah. 

Dira dan Mamat pun berjalan mengikuti satpam tersebut. Di dalam rumah, Dira tampak terpana memandangi isi dalam rumah itu, benar-benar cantik.

"Silakan duduk, sebentar lagi Nyonya akan keluar," ucap satpam sambil berjalan kembali menuju posnya.

"Wah.. Paman, kursinya lembut sekali" ucap Dira sambil berlompatan diatasnya dengan riang. 

"Non Dira.. Duduk saja ya," jawab Mamat khawatir pemilik rumah akan marah. 

"Tapi ini lembut sekali, Paman!" ujar Dira sambil mengerucutkan bibirnya. 

Saat Rahayu mendengar Dira sudah datang, Rahayu pun bergegas menuju ke ruang tamu dan wajahnya langsung berubah sumringah saat melihat Dira.

"Dira.. Akhirnya kamu datang juga.. Oma khawatir kamu tak jadi datang," ucap Rahayu langsung mendekati Dira dan meraihnya masuk ke pelukannya dan mencium pipi Dira. 

"Hahaha.. Geli Oma.." ucap Dira sambil tertawa dengan riang. 

"Ayo ke ruang makan, kita makan siang sama-sama ya," ajak Oma sambil menggendong Dira. 

"Ah.. Nggak usah Nyonya, jangan repot repot," tolak Mamat dengan sungkan. 

"Nggak papa, ayo," ajak Rahayu sambil berjalan masuk diikuti Mamat dan Ayi. 

Di ruang makan itu, duduk dua orang pria yang masing-masing sedang sibuk dengan kesibukannya sendiri. Adi yang sibuk membaca koran, dan Rafa yang sibuk dengan laptop mereka.

"Pa… Ini loh Dira, yang semalam Mama ceritakan," seru Rahayu begitu sampai di ruang makan yang besar. 

Mendengar ada tamu, Adi segera berpaling dari korannya, begitu juga Rafa. Mereka menatap Dira yang berada dalam gendongan Rahayu dengan senyuman lebar.

"Dira, itu Opa. Ayo kasih salam," ucap Rahayu sambil menurunkan Dira dari gendongannya. 

Dira kemudian memberi salam sambil tersenyum, dan Ayi juga berlompatan ke sana kemari, menunjukkan bahwa ia sedang senang, dan Mamat membungkukkan badannya sedikit untuk memberi hormat. 

"Pagi Dira, pagi Pak Mamat," sapa Rafa yang memang sudah mengenal mereka. 

"Pagi juga Pak," jawab Mamat dengan hormat. 

"Pagi juga Om Rafa!" saut Dira tersenyum.

"Ayo kalian duduk di sini," ajak Rahayu sambil menarik kursi untuk Dira. 

Adi sendiri terus mengamati Dira. Setelah mendengar cerita dari istrinya semalam, ia juga ingin bertemu dan melihat seperti apa anak tersebut. 

Pagi ini, ia melihat dengan mata kepala sendiri membuat Adi tak dapat berbicara. 

"Dira sekarang usia berapa?" tanya Adi. 

"5 tahun, Opa," jawab Dira nyaring. 

"Oma bilang orang tua Dira sudah tiada, terus Dira tinggal di mana?" tanya Adi lagi. 

"Iya. Ayah dan Ibu sudah dikubur. Dira tinggal sama Kak Ren, Ibu, dan Kak Heri," jawab Dira sambil mengamati makanan yang ada di meja dengan mata bulatnya.

"Pak Mamat, apa Dira keponakan Anda?" tanya Adi kepada Mamat. 

"Bukan Tuan, Non Dira adalah pimpinan kami," jawab Mamat sambil menunduk. 

"Hah.. Pimpinan?" tanya Rafa terkejut. 

"Benar Pak, Non Dira sekarang adalah pimpinan kami," jawab Mamat.

"Kalau begitu apa kamu tahu asal usul Dira?" tanya Adi lagi. 

"Pa.. Kok tanyanya begitu?" tanya Rahayu dengan tak suka. 

"Maaf Tuan, saya tidak tahu. Yang saya tahu, Non Dira punya seorang kakak bernama Rendra dan mereka sekarang tinggal di rumah Bu Sri dan anaknya, Heri," jawab Mamat. 

"Hmm begitu.. Baiklah.." jawab Adi. 

"Pa.. Kita makan dulu saja, nanti baru dilanjut pembicaraannya," sela Rahayu. 

"Benar Opa, kita makan dulu ya.. Dira sudah lapar," jawab Dira. 

"Baiklah, Dira makan yang banyak ya," jawab Adi tersenyum. 

"Dira boleh makan yang banyak? Harus bayar?" tanya Dira polos. 

"Haha.. Boleh Sayang.. Nggak perlu bayar," jawab Rahayu tertawa mendengar ucapan Dira. 

"Makasih Oma! Kalau gitu Dira makan ya sekarang," ucap Dira dengan senang. 

Tanpa sungkan, Dira pun mengambil makanan-makanan di atas meja. Makanan-makanan yang sebagian tak pernah dilihatnya, aneh san unik, hingga membuatnya terus bertanya tentang makanan-makanan itu, membuat Adi dan Rafa merasa heran dan terus mengamati tingkah Dira. 

Mamat sendiri cuma diam dengan hati berdebar melihat tingkah Dira yang tidak sopan, tetapi ia juga tak bisa menghentikannya.

"Oma, ini apa?" tanya Dira sambil menatap gelas berisi cairan berwarna putih yang diberikan Rahayu.

"Itu susu, bagus untuk pertumbuhan Dira," jawab Rahayu tersenyum. 

"Oh.. Susu.. Dira waktu kecil juga minum susunya Loreng, kata Kakek begitu!" jawab Dira senang sambil menghabiskan minuman itu. 

"Loreng? Siapa itu Dira?" tanya Rahayu heran. 

"Loreng itu harimau, teman Kakek," jawab Dira dengan polos. 

"Hah? Dira minum susu harimau?" tanya Rafa terkejut, begitu juga Rahayu, Mamat, dan Adi.

"Iya benar, Dira kan dulu tinggal di hutan!" jawab Dira tertawa lebar. 

Adi terus-terusancmenatap Dira, entah mengapa hatinya panas mendengar hal tersebut. 

"Di hutan mana? Apa Dira tahu namanya?" tanya Adi. 

"Namanya Alas Sewu, Opa," jawab Dira sambil memperhatikan Ayi yang senang dengan banyaknya buah-buahan di depannyam

"Alas Sewu.." gumam Adi sambil berpikir. 

Selesai makan Rahayu mengajak Dira ikut ke kamarnya, sedangkan Mamat menunggu di ruang tamu. Adi dan Rafa yang sedang sibuk pun kembali ke ruang kerja mereka.

"Pa, ada apa?" tanya Rafa heran. 

"Lihat ini Raf," ujar Adi sambil membuka laci dan mengeluarkan sebuah foto lama. 

"Ini kan Mama waktu kecil Pa?" ucap Rafa heran sambil menatap Adi bingung. 

"Kamu perhatikan baik-baik foto itu dan bandingkan dengan Dira," ucap Adi.

Rafa kemudian menatap foto hitam putih itu dengan teliti. Benar saja, banyak sekali kemiripan antara mamanya dengan Dira.

"Jadi maksud Papa?" tanya Rafa. 

"Kamu selidiki benar-benar tentang siapa Dira. Namanya juga sama dengan putrinya Bima, apa kamu lupa?" tegur Adi. 

"Ahh.. Benar juga.. Kenapa Rafa bisa lupa.." jawab Rafa menepuk jidatnya. 

"Si Mamat itu kamu ajak kerja bersamamu, awasi dia baik-baik," ucap Adi. 

"Baik Pa," jawab Rafa mantap.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...HAI!! Terima kasih buat para pembaca yang sudah mendukung saya agar tetap semangat melanjutkan cerita ini setiap harinya!!...

...Agar saya tetap semangat update, dukung saya terus dengan memberikan LIKE, dan VOTE sebanyak-banyaknya ya!!...

...Jangan lupa tinggalkan bintang lima...

...(⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️)...

...dan klik FAVORIT agar tak ketinggalan episode selanjutnya ya!!...

...Terima kasih.❤...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
ceuceu
ikutan sedih/Cry/
ceuceu
part/Sob//Sob/
ceuceu
author novelnya keren"
nining laksono
ceritanya menarik
nining laksono
bagus ceritanya
Aghitsna Agis
thor kpn nih up lg mahkota bunganya ditunggu blm up aja
ララサティ
apa kabar author?,semenjak izin oprasi mata sampai skrng udh 3 thn gx ada kabar sama sekali, thor aku nungguin kelanjutan ceritanya loh, cepet kembali yahh semoga aja semuanya baik² aja
Aghitsna Agis
thor cerita mahkota bunga akan up lg nga kalau nga mau diskip mks
Aghitsna Agis
kapan dilanjut lagi thor dutunggu
Grace Laoly
CERITA YG SERU dan ga bertele-tele favorit banget
Wahidun Wahidun
Thor ini cerita udah tamat kah ga up2 Thor ceritanya bagus loh Thor,tinggal menuju dan mncri misi balas dendam orang tua adhira
Aghitsna Agis
thor udah kangen nii sama verita dira sama lorengnya kapan up lagi sebelum betul2 lupa isi cetitanya lanjut fong thor
Rona Dhiangsah
thor ceritanya kapan up lagi.
Retnoendang Tri
ayo PD komentar biar up
Aghitsna Agis
thor belum dilanjut lagi niii mahkota bunganya aku nunggu kelanjutannya
Aghitsna Agis
thor apa ini nga dilanjutin
Riani Simatupang
semoga cepat sembuh kak,,gx sabar nunggu kelanjutan nya😊😊😊
Mbah dun3
semoga lekas sembuh thor...
Maya Sofha
thor,,, knp blm ada kelanjutannya??? udah lama nie blm ada lagi,, d tunggu thor. jgn kelamaanlah hiatus nya kan jadi nanggung nie
Aghitsna Agis
thor gimana kelanjutannya dan kapan uo lg ini nuguin semoga thor matanya sudah pulih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!