NovelToon NovelToon
Suami Bayaran Nona Bellinda

Suami Bayaran Nona Bellinda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bundew

Berawal dari pekerjaan sebagai 'suami bayaran' Devan akhirnya terjebak dalam sebuah kisah cinta rumit diantara kaka beradik, Bellinda Halley dan Clarissa Halley.

Pada siapa akhirnya Devan melabuhkan hatinya?

Baca juga side story dari karya ini:

"Bidadari untuk Theo" yang merupakan kisah dari Theo Rainer, sepupu sekaligus asisten dari Bellinda Halley.

"Oh, My Bee" yang merupakan kisah dari Nick Kyler, mantan calon tunangan Bellinda Halley yang mempunyai penyakit alergi pada wanita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KADALUWARSA

Devan membuka pintu utama apartemen seraya membawa sekantong sayuran di tangannya.

"Sore, Dev!" Sapa Clarissa yang sedang duduk di sofa ruang tamu seraya mengutak-atik macbook-nya.

"Sore, Clara! Kau masih disini?" Balas Devan berbasa-basi menutupi rasa kagetnya karena tak mengira kalau Clarissa masih ada di apartemen ini.

"Ya. Aku akan menginap di sini, sampai Bellinda setuju untuk pulang ke rumah," jawab Clarissa santai. Gadis itu meletakkan macbook-nya dan beranjak berdiri menyusul Devan yang sudah berjalan menuju ke arah dapur.

"Kau belanja sayur?" Tanya Clarissa lagi yang kini sudah membantu Devan membongkar belanjaannya.

"Ya. Rencananya aku akan memasak untuk makan malam," jawab Devan cepat.

"Kau bisa memasak? Wow!" Clarissa bertepuk tangan dengan lebay.

Devan jadi semakin salah tingkah.

"Hanya beberapa masakan sederhana," ujar Devan merendah.

"Pantas saja Bellinda tergila-gila kepadamu. Selain tampan dan penuh kasih sayang, ternyata kau juga pandai memasak. Benar-benar suami idaman," puji Clarissa berlebihan yang sontak membuat Devan tersedak ludahnya sendiri.

Apa kata gadis ini?

Bellinda tergila-gila pada Devan?

Apa gadis ini sedang mengarang indah?

Atau dia tidak tahu kalau Devan hanya seorang suami bayaran dari nona Bellinda yang kaya?

"Kau memuji terlalu berlebihan, Clara. Aku tidak sesempurna itu," sekali lagi Devan merendah.

"Ngomong-ngomong, apa Bellinda masih di kamar?" Tanya Devan khawatir.

"Bellinda ke kantor setelah makan siang. Apa dia tidak memberitahumu?" Clarissa balik bertanya dengan raut wajah heran.

Tentu saja Devan terkejut dengan informasi yang diberikan Clarissa barusan. Namun secepat kilat Devan menutupi rasa terkejutnya dari Clarissa.

"Oh, ya? Mungkin Bellinda sudah mengirim pesan tapi aku belum membacanya. Aku sering lupa membuka ponsel saat sedang bekerja," ujar Devan sedikit berdusta.

Jelas-jelas Devan sudah membuka ponselnya sesaat sebelum masuk ke apartemen tadi. Dan tidak ada satupun pesan dari Bellinda.

Apa nona direktur itu sudah benar-benar sehat, hingga dia memutuskan pergi ke kantor hari ini?

Mendadak Devan merasa cemas.

"Kau akan masak apa, Dev?" Tanya Clarissa yang langsung membuyarkan lamunan Devan.

"Ayam bakar sambal matah dan tumis kangkung," jawab Devan cepat.

Clarissa mengangguk.

"Boleh aku membantumu?"

"Tentu," jawab Devan seraya tersenyum.

Dan sedetik kemudian, dua orang itu sudah akrab memasak seraya bersenda gurau di dapur.

****

Setelah hampir satu jam berperang dengan kompor dan peralatan masak lainnya, Devan dan Clarissa akhirnya selesai membuat sajian untuk makan malam.

Ponsel Devan berbunyi nyaring, saat pria itu baru selesai menyusun makanan di atas meja.

Bellinda menelpon.

"Halo, Bell!" Sambut Devan cepat mengangkat panggilan dari Bellinda.

"Dev, kau sudah pulang? Theo tidak membawa mobil hari ini, dan aku tidak bisa pulang naik motor bersama Theo-"

"Aku akan menjemputmu," potong Devan cepat seolah sudah bisa menangkap maksud Bellinda.

"Baiklah, aku tunggu di lobi depan," pungkas Bellinda sebelum menutup panggilannya.

Devan menyimpan kembali ponselnya dan segera mencuci tangan. Pria itu berjalan cepat menuju kamar untuk berganti baju.

"Mau kemana, Dev?" Tanya Clarissa yang masih sibuk di dapur, membereskan kekacauan yang ia buat bersama Devan saat menyiapkan makan malam tadi.

"Aku harus menjemput Bellinda sekarang," jawab Devan yang langsung ditanggapi Clarissa dengan sebuah anggukan.

Devan sudah melesat ke arah pintu utama apartemen dan dengan cepat keluar dari unit apartemen tersebut.

Butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk Devan, sampai akhirnya pria itu tiba di gedung kantor Halley Development.

Bellinda yang sudah menunggu di lobby depan, segera masuk ke mobil Devan dan memasang sabuk pengaman. Devan pun segera menjalankan mobilnya, kembali membelah jalanan kota yang mulai padat.

"Clara masih di apartemen?" Tanya Bellinda membuka obrolan.

"Iya, masih. Tadi kami baru saja selesai memasak untuk makan malam," jawab Devan mulai bercerita.

"Kalian memasak bersama? Aku pikir kau baru pulang dari restorant," sela Bellinda sedikit tak menduga.

"Pekerjaanku selesai cepat. Jadi pulang lebih awal," ujar Devan masih terlihat antusias.

Bellinda hanya mendengus malas. Wanita itu membuang pandangannya keluar jendela.

"Clarissa ternyata juga pandai memasak," puji Devan seraya tersenyum dan matanya masih fokus pada jalan di depannya.

"Dia hidup mandiri selama di Paris. Sangat wajar jika dia cekatan memasak dan melakukan pekerjaan rumah lainnya," timpal Bellinda masih dengan nada malas.

Nona direktur itu ganti menekuk siku tangan, lalu meletakkannya di jendela untuk dijadikan sebagai tumpuan kepala.

"Dia bilang akan menginap di apartemenmu sampai kau mau pulang ke rumah. Apa itu benar?" Tanya Devan memastikan.

"Iya, benar."

"Lalu kenapa? Apa kau ingin tertawa bahagia sekarang karena akhirnya bisa tidur sekamar dan seranjang lagi denganku setiap malam?" Jawab Bellinda dengan nada ketus.

Devan terbahak.

"Aku bisa tidur di ruang tengah jika kau tidak mau berbagi ranjang denganku. Aku sungguh bukan tipe pria pemaksa," ucap Devan bersungguh-sungguh.

"Jangan coba-coba tidur di ruang tengah saat Clarissa menginap di apartemen!" Bellinda memperingatkan sekaligus menuding ke arah Devan.

Sontak Devan langsung memasang raut wajah bingung

"Gadis itu lebih tajam dari pedang. Kalau dia tahu tentang pernikahan kontrak kita, dia akan langsung melapor ke paman Theo. Dan habis sudah," ucap Bellinda mendesah frustasi.

"Jadi aku harus bersikap bagaimana di depan Clarissa?" Tanya Devan masih bingung.

"Bersikap saja sewajarnya sebagai seorang suami. Tapi jangan ambil kesempatan!" Sergah Bellinda meninggikan nada bicaranya untuk kalimat yang terakhir.

"Kau yang menciumku tadi pagi, jadi bukan aku yang ambil kesempatan, Oke!" Sanggah Devan mencari pembenaran.

Tentu saja Devan tidak mau dituduh "mencari kesempatan" jika yang pertama bertindak agresif adalah nona direktur ini. Kenapa kaum pria yang selalu disalahkan dan dijadikan kambing hitam?

"Haruskah kita membahas adegan ciuman yang sudah kadaluwarsa itu?" Bellinda mendengus sebal.

"Bukankah sejak awal aku sudah bilang padamu, kalau semua sikap romantisku kepadamu itu hanya sandiwara. Hanya sandiwara!" Tegas Bellinda berapi-api.

"Jadi tidak perlu mengartikannya dengan lebay dan membahasnya berulang kali!" Imbuh Bellinda lagi seraya bersedekap kesal.

Gantian Devan yang memutar bola matanya karena perubahan sikap Bellinda yang drastis. Padahal tadi pagi masih lembut bak bidadari. Kenapa sekarang sudah ketus seperti mak lampir?

Mobil Devan sudah memasuki basement apartemen.

.

.

.

Belum jadi adegan ranjang 😜😜

Jadwal UP baru 2 hari 5 episode (gimana sih jelasinnya othor bingung 😂)

Jadi selang seling ya, misal Rabu 2eps, nanti Kamis 3eps, Jumat 2eps lagi, Sabtu 3eps lagi, dst.

Jangan tanya mengapa, karena ku tak tahu.

Terima kasih yang sudah mampir.

Dukung othor dengan like dan komen di bab ini 👠

1
Putri Wulan
aku kesini gara² liam ang huhu/Sob//Sob//Sob/ mantap thor/Heart/
Aqqila Busni
/Sob/
Siti patma
suka ceritanya bagus thor itu namanya klau jodoh pasti bertemu kembali /Heart//Heart//Heart//Heart/
loebaysriitem
Luar biasa
Desi Nur
kalau belle mempunyai saudara kandung perempuan bernama Clarissa dimana dia sekarang
Awe
memang kenyataan karma itu real ada saya juga merasakan nya dan saya juga melihat orang2 yg saya kenal kena karma walau kena karma nya lama tapi saat itu tiba kalian akan menyesal
Rindu Alam
bagus
kika
bagus kok, aku suka... sdh bosan dengan yg male lead nya ceo2... pas ktmu yg ini & critanya bagus, mengalir, membangun kisah nya male & female lead juga pelan2. lbih bisa diterima. pelakor nya juga lain dri yg lain... pebinor nya juga malah merebut banyak simpati ku...wkwk... go nick... mudah2an othor baik hati kasih jodoh yg lbih unik dri bee ya...
kika
bagus kok. lain dri yg lain. gak mudah ditebak. klo yg mudah ditebak malah bosen. semangat thor
kika
gpp, aku menikmati alurnya kok. masih selalu kerasa ada manis2 nya...wkwk...
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
TENANG AZA, BUNDEW SDH SIAPKN JODOH BUAT LO NICK...
Sulaiman Efendy
BRRTI CLARA SDH GK VIRGIN SAAT TRJADI O.N.S DGN DEV...
Sulaiman Efendy
DLU SUSAH2 DEV INGIN CIUM DN PELUK BELLE, SKRG NICK PUAS PELUK2 & CIUM2 BELLE..
Sulaiman Efendy
BRRTI THALIA & THALITA BKN ANAK DEV DGN BELLE, TPI DGN CLARA, HNY LIAM & ANNE ANAK BELLE & DEV
Sulaiman Efendy
MASIH SAJA TU BELLE KRAS KPALA, KSIAN DEVAN, TU BELLE PUAS DIOBOK2 NICK, MSKI BLM DITIDURI..
Sulaiman Efendy
SEMOGA BELLE TDK TRLENA DGN NICK, DN SERAHKN KSUCIANNYA KE NICK
Sulaiman Efendy
PASTI DIKERJAIIN CLARA NI SI DEVAN..
Sulaiman Efendy
NTAR THEO JUGA SEMPAT JDI DIREKTUR, KRN SANG PEWARIS SI LIAM ANG SIBUK DGN DUNIA MODEL..
Sulaiman Efendy
KASIAN JUGA DGN CLARA, INI KRN ULAH BELLE YG TRLALU GENGSI DGN PRASAANNYA, DN STTUS NIKAH KONTRAKNYA, DN CERAIKN DEVAN STELH PROYEK SLESAI, SEANDAINYA CLARA YG JUMPA DEV DLUAN, MGKIN MRK BSA SALING JATUH CINTA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!