NovelToon NovelToon
MISTLETOE

MISTLETOE

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:199.1k
Nilai: 5
Nama Author: Xiie Lu

"Aku lihat kamu mirip seseorang."

"Mirip siapa?"

"Mirip menantu idaman Papaku."

---

Diego dan Alita, mereka terlihat seperti remaja biasa. Ke sekolah dan belajar seperti siswa pada umumnya.

Perfect partner yang usil dan jahil, tidak sesederhana yang terlihat. Layaknya tumbuhan hijau pemangsa, keduanya menunggu dan memangsa, dan akan menyerang balik jika ada yang mengganggu.

Siang dan malam adalah waktu yang berbeda, begitu pula dengan identitas Mistletoe, Shaun dan Lele.

Status : Tamat.

Lagu rekomendasi :

Johnny Orldano - What if - ft Mackenzie Ziegler

Johnny Orlando - Everybody Wants You

Johnny Orlando - Last Summer

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xiie Lu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Shaun & Lele 29

Happy reading!

.

***

Alita bergeming, tanpa mengiyakan atau pun menolak. Ditatapnya mata Summer yang tidak menunjukkan keraguan maupun candaan. Pemuda itu sangat serius.

Seutas senyum dari bibir yang sedari tadi menunggu tanggapan dari gadis di hadapannya mulai terbit. "Ayo kita berkencan!" Summer mengulangi perkataannya.

Alita tergelak tiba-tiba membuat Summer mengernyit heran. "Kenapa? Kamu anggap aku sedang bercanda?"

Gadis itu menggeleng, dia menepuk lengan Summer yang mengacak rambutnya. "Ekspresimu sangat menggemaskan," tukasnya yang masih menggantung tawa di bibir.

"Aku serius. Aku ingin menghabiskan waktu denganmu untuk melupakan masalahku sejenak," ucap Summer.

Alita tertegun, manik hijaunya berlarian ke segala arah. Entah kenapa, ajakan Summer seperti seorang kekasih yang mengajak kencan romantis, bukan teman yang membutuhkan sandaran.

"Baiklah, kita berangkat setelah pulang sekolah." Alita mengiyakan.

Senyum di bibir Summer terbit, lesung pipi yang tadi pagi tidak dilihat Alita kembali membuatnya ikut tersenyum.

"Kamu harus banyak tersenyum, Summer. Kamu tahu, aset berharga milikmu ada di kedua pipi. Senyumanmu bisa mengalihkan duniaku," ujarnya sambil menusuk kedua pipi pemuda itu.

Pemuda itu seketika terdiam. Dia menatap dalam manik hijau yang selalu menghipnotisnya setiap saat bertatapan. Senyum di bibir Alita membuat Summer berpikir ulang tentang rencananya. "Dan kamu tahu? Jantungku selalu berdebar saat bersamamu," aku Summer.

Alita tertawa lagi. Summer kembali menjadi pemuda yang menyebalkan dan selalu berkata blak-blakkan. "Itu karena jantung memang selalu bekerja setiap saat. Wajar saja kalau kamu merasakannya, jantung tidak akan berhenti bekerja sebelum napas terakhir berhembus."

Summer mengangguk kecil. "Tapi tidak ada artinya kalau jantung berdetak untuk seseorang yang telah berubah."

Alita mengangkat alisnya, tidak paham pernyataan Summer. Memilih mengacuhkan perkataan pemuda itu, Alita kembali menilik penampilan Summer yang super aneh hari ini.

"Summer, apa kamu baik-baik saja dua hari ini? Bagaimana dengan keluargamu?"

Senyum kecil kembali terulas di bibir pemuda yang memakai bandana itu. Dengan memainkan kalung panjang di lehernya, Summer tertawa pelan. "Tidak ada yang terjadi. Kamu tahu? Tiba-tiba saja aku terkejut karena aku menjadi tersangka, lalu kasus itu ditutup secara tiba-tiba juga. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Papa naik pangkat menjadi seorang Jenderal. Entah aku harus bersyukur atau bersedih, semuanya berubah dalam semalam," ujar Summer.

Alita diam-diam membaca ekspresi Summer yang berubah menjadi kelam. Dalam hati, gadis itu menyesal telah menanyakan perihal peristiwa yang merenggut kebahagiaan Summer pada masa remaja.

"Maaf ...," ucapnya.

Pemuda itu malah tertawa "Kenapa minta maaf? Aku tidak apa-apa."

"Maaf karena aku mengungkit masalah yang membuatmu sedih."

"Ei, aku tidak sedih lagi. Apalagi sekarang kita punya jadwal kencan. Ayo habiskan waktu bersama sebentar."

Alita mengangguk. Dia enggan membicarakan tentang Diego yang membantu Summer. Alita ingin pemuda itu tahu sendiri bahwa Diego tetaplah seorang teman yang baik untuknya.

"Umm, untuk hal itu, apa kamu percaya kalau bantuan tersembunyi bisa menyelesaikan sengketa?"

"Tidak, karena sebagian besar mengandung arti tersembunyi juga."

Alita tidak bisa melihat karena bunyi bel istirahat telah selesai, tatapan teduh dan penuh senyuman tadi seketika menjadi seringai tipis dengan kilatan emosi yang tercampur. Tangan Summer mengepal, bahkan buku-buku jarinya memutih.

Dalam kelamnya kilatan amarah di mata, dia masih bisa melihat Alita tersenyum dan menarik tangannya masuk ke kelas.

***

Jam berputar begitu cepat, waktu pulang sekolah membuat beberapa murid tertawa dan bangkit dari meja yang dijadikan kasur untuk meletakkan kepala.

Alita mengambil ponsel miliknya dan mengetikkan beberapa deret kata yang mengatakan dirinya akan pergi bersama Summer tanpa pulang ke rumah.

Dan jawaban Diego membuatnya terkikik geli. "Jalan kaki atau saling gendong?"

Tak mau kalah, Alita membalas. "Naik helikopter polisi."

Tak lama kemudian, ada balasan lagi dari Diego. "Aku sudah di depan gerbang. Aku akan menjadi sopir pribadi untuk kalian berdua."

Alita menyeringai tipis, sambil menggendong ranselnya, dia menghampiri Summer yang berada di depan pintu. Pemuda itu rupanya menjadi panorama baru di sekolah, semua gadis cantik dari kalangan atas mengerumuninya.

Beginilah kehidupan di sekolah Alita, yang pintar selalu menjadi buruan untuk dijadikan kekasih. Apalagi kalau yang pintar memiliki wajah tampan seperti Summer, mereka berlomba-lomba mengejar dan merebut hati orang itu.

Berbeda lagi kalau berwajah tampan tapi tidak pintar, mereka akan langsung menjauhi orang itu, dan bahkan membully. Entah anak orang kaya atau miskin, mereka tidak memandang bulu. Diego contohnya.

"Summer, ayo pergi!" seru Alita untuk membubarkan kelompok besar di depan kelas.

Kompak tatapan tajam diterimanya dari beberapa gadis yang merasa kecantikan mereka melebihi Alita.

"Kau kekasih Summer? Ck, kau seharusnya bercermin, kakakmu seorang sampah dan kau tidak pantas menjadi kekasih dari pria tampan dan pintar seperti Summer," tegasnya dengan mata yang menyipit tajam.

Alita tersenyum nakal, dia selalu merasa tidak suka kalau ada yang merendahkan Diego. "Lalu apa kau juga pantas? Summer menyukaimu?" tantangnya balik.

Tidak ingin kalah berdebat, gadis modis di hadapannya memulai perdebatan lagi. "Aku pintar dan cantik, ayahku seorang pejabat negara, tentu saja Summer harus berpasangan dengan gadis sederajat diriku."

Mata Alita memicing tajam, namun senyum tipis nan dingin terpatri di bibirnya. Dia bersedekap dan mengangkat dagunya tinggi. Berdiri dengan angkuh sambil mencibir. "Aku pikir sekelompok sampah seperti kalian tidak pantas menyamakan diri dengan Summer. Kau sudah lupa? Dua hari yang lalu, kalian semua menghina temanku karena kejadian itu. Lihatlah sekarang, kalian seperti siput yang mengerumuni kotoran dan mengotori diri sendiri. Sungguh menjijikkan."

Wajah gadis itu memerah kesal. Dia menyingkapkan roknya dan hendak menyerang Alita, tapi langsung ditahan Summer yang mengulum senyum simpul. "Kamu bukan siput, kenapa marah?"

Alita terkekeh melihatnya. Tentu saja dia akan melayani jika gadis itu berani menyerangnya. "Aku juga bingung, mereka suka sekali menjilat lagi ludah yang mereka buang."

Dengan menghentakkan kaki kesal, kelompok itu membubarkan diri. Meninggalkan Alita yang tersenyum penuh kemenangan. "Yang benar akan selalu menang. Hukum alam itu adil. Ayo, Summer, kita berangkat sekarang!"

Alita menarik tangan Summer dan berlari kecil menuju gerbang sekolah. "Kenapa kita harus berlari?" tanya Summer setengah menetralkan napas.

"Menghadapi kenyataan harus butuh tenaga, dan aku sedang mengembalikan stamina yang tadi terkuras."

Summer tertawa kecil menanggapi ocehan Alita. Tepat di depan gerbang, dia dikejutkan oleh keberadaan Diego yang bersandar di badan mobil.

Senyum yang tadi terpatri tiba-tiba beralih menjadi seringai kecil. Summer menautkan jemarinya di jari-jari kecil dan mungil milik Alita, memaksa gadis itu berlari berdampingan.

"Ke mana saja kamu, Diego? Apa kamu tidak tahu kalau temanmu terjerat kasus berat?" Summer memulai obrolan setelah mereka masuk ke mobil. Dia tersenyum ala kadarnya untuk menyesuaikan dengan keberadaan Alita di sana.

Diego tersenyum tipis, tangannya setia memutar kemudi. Dia menatap Summer lewat kaca spion depan. "Maaf untuk itu, aku tidak bisa melakukan apa-apa untukmu. Kamu juga tahu, aku hanya pendatang di sini dan tidak memiliki kenalan yang banyak."

Summer mengangguk, namun kilatan tajam terpancar jelas di sana. Sementara di samping Diego, Alita hanya menatap bergantian dua wajah yang terpaut jauh kadar ketampanan itu.

"Tidak apa-apa, aku juga mendapatkan kejutan misterius beberapa hari belakangan, mengikat dan melepaskan dalam waktu bersamaan. Sungguh membuat jantungku berdebar," ujar Summer.

Diego terkekeh pelan, dia menanyakan tujuan keduanya pergi dan Summer menginginkan ke pantai.

"Bukankah itu menyenangkan? Aku rasa sesuatu yang misterius akan membuat insting kita bekerja lebih tajam dari biasanya," imbuh Diego.

"Kamu benar. Karena itu, aku bisa menemukan hal yang luar biasa mengejutkan lagi setelah kejadian itu."

Lagi-lagi Alita tidak masuk dalam perbincangan kedua pemuda itu. Sekarang dia merasa seperti seorang pengganggu dalam hubungan sepasang kekasih.

"Oh ya? Selamat untukmu," tukas Diego menahan diri untuk tidak mengulas senyum iblis.

Perbincangan dengan maksud tersirat antara dua pemuda itu harus terhenti tatkala mobil yang membawa mereka berhenti di pinggir pantai. Alita langsung membuka seatbelt dan berlari ke hamparan pasir luas di depan mata, meninggalkan Summer dan Diego yang telat membuka pintu.

Beberapa langkah menjauh dari mobil, langkah Diego terhenti tatkala Summer memanggil sebuah nama yang membuat bibirnya tertarik ke atas.

"Shaun Anthony!"

.

---

---

Teruntuk sesama Umat Kristiani, Xie mengucapkan 'SELAMAT HARI NATAL'. Semoga damai Natal selalu menyertai kita, membawa kedamaian dan kesembuhan untuk bumi Nusantara kita.

Teriring salam dan doa dari keluarga besar yang tidak mengetahui bakat Xie yang satu ini, sekali lagi SELAMAT MERAYAKAN NATAL DAN MENYONGSONG TAHUN BARU.

---

Dapet juga ucapan selamat Hari Natal dari Diego dan Alita, dan tentu saja beserta dua anak anjing kesayangan, Bentley dan Leo.

---

Jan lupa klik jempol dan komen next❤

***

1
Ahmad Dinis
a@ btw tadi malam tidur
Ahmad Dinis
yang penting bisa bahagia
Ahmad Dinis: event
lombok sbr sm sy
total 1 replies
Jelita S
bagus banget,,
Triani
lega....,, akhirnya metong tuh aki2...!!!
Veny Tria Kusumanita
kak...novel will n lea kok.g dilanjutin?
def.: Lanjut say, cuma lg hiatus aja sorry🙏
total 1 replies
{♠️𐔣α𝒇 ιᷜͷͥαᷟༀ♠️}🐍
selalu sukses dengan hasil karyanya ya thor
{♠️𐔣α𝒇 ιᷜͷͥαᷟༀ♠️}🐍
semangat
Sisca Wilujeng
mks kak karyanya... ttp semangat & sukses selalu...👍👍😊😊
Sisca Wilujeng
mampir kak...
fe La'grimas
maaf summer (musim panas 🤭🤣) kamu memang tampan tapi diego lebih menarik (lebih segalanya 😍🤣)
Partiah Yake
crazy coupleee
Dewi Djordan
mks
Dewi Djordan
terlalu bodoh lele..masa anak silver mafia bodohnya kebangetan dan tidak punya keahlian apapun..
sizih_hm
Diego nyamar kayanya
Erny Area
😶
Adin
good novel
Noejan
Mampir kakk❤❤
Niena Saleh
aku telat bacanya 🤭 aku pikir lanjutannya di the devil of athlete...aku nungguin ajah dengan pedenyaa....ga taunya pas sadar udah kelar ajah 🤭👻👻👻👻
Niena Saleh
aku ga penasaran...aku lebih suka cerita yg sesuai dengan isu kepala othornya...daripada cerita yg mengikuti pembacanya...akan mudah ditebak dan tidak menyenangkan lagi untuk dibaca....just let the stories flow...🌷🌷
Niena Saleh
ahaaayyyy....madu terus yg diolesin dimulutnya alita 😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!