NovelToon NovelToon
AndaiKata

AndaiKata

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Slice of Life
Popularitas:206
Nilai: 5
Nama Author: Elegi223

Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Acara Pentas dan Lomba last pt

Setelah itu Gua, Erin Ghina, dan Annie ke belakang panggung untuk menemui Yura, di situ Gua bisa liat dengan jelas Yura yang selalu ceria ini menangis di sudut belakang panggung sambil memeluk gitar kesayangannya. Gitar itu pemberian Gua ketika ia mulai serius belajar musik sewaktu kelas 5 SD, itu sebagai bentuk apresiasi Gua padanya karna giat berlatih. Gua bisa liat wajah Annie yang nampak menahan amarah.

"Dasar semua cowok sama aja! YURAA HUHUHU JANGAN NANGIS BESTIEE KU"ucap Annie yang menghentak-hentakkan tanah dengan keras kemudian berlari kecil menuju Yura lalu berteriak dengan keras, suara mereka teriakan itu sedikit terdengar di tengah suara gaduh musik di panggung.

"HUAAAA ANNIEE HUHUHU"ucap Yura yang menangis sampai matanya sembab kemudian memeluk Annie dengan erat, Gua merasa bersalah dengan Yura yang selama ini menderita padahal rencana Gua ingin menjodohkan mereka supaya lingkaran pertemanan ini semakin kokoh. Tapi, sepertinya rencana itu harus di buang jauh-jauh.

Setelah menenangkan Yura yang masih melepas masa lalunya, Gua mulai menceritakan perihal kedekatan Yura dan Alvin yang awalnya salah paham saat Gua menyuruh Alvin untuk menyelamatkan Yura saat di bully para laki-laki di komplek kemudian Yura mendekati Alvin kemudian proses Yura berkembang dari yang nggak bisa main musik sampai mahir demi Alvin, hingga ia di tolak ketiga kalinya saat mengungkapkan perasaanya.

"Fu*k! cowok sialan sini kau Alvin!!"ucap Annie yang ingin bangkit menghajar Alvin namun Gua dan Erin berusaha menahannya, Syukurlah latihan fisik Gua selama ini berguna juga.

"dah An biarin aja... lagian Gua udah lega melepas rasa ini, sekarang Gua mau bikin Album kayak artis favorite gua"ucap Yura yang berusaha mencairkan suasana, kemudian mengunkapkan tujuan barunya

"wahh beneran nih? okeh aku dukung kamu sepenuh hati dan jadi fans nomor satu kamu"ucap Annie yang emosinya hilang kemudian di gantikan dengan rasa antusias yang tinggi, hal ini membuat senyum Yura kembali cerah.

"YURAAA ANAKKU SAYANG PAPAA DATANGG"teriak sesorang yang sangat Gua kenal, orang itu adalah Ayahnya Yura, ternyata sifat absurb ini berakar dari sini

"PAPAAA"ucap Yura yang membalas denga teriakan kemudian mereka berpelukan

"Astaga sayang! ini tempat umum jangan teriak-teriak"ucap Seseorang yang sangat Gua kenal juga, itu Ibunya Yura, ia datang lalu mengomeli Ayahnya Yura dan mencubit pinggangnya.

"aduh duh sayang hehehe maaf"ucap Ayahnya Yura sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal lalu mengelus pucuk kepala Yura dengan penuh kasih sayang. Jujur saja Gua sangat iri dengan hal ini, tapi Gua tetap bersyukur karna di beri kesempatan ini.

"ehh ada anak kedua papa juga disini"ucap Ayahnya Yura yang bernama Dedy

"hehehe iya nih pa, lagi nemenin adik nangis di pojokan"ucap Gua yang biasa bercanda dengan om Dedy meskipun terlihat kurang sopan

"aduh sejak kapan tante punya anak lagi, lana ibu kamu dimana?"ucap Ibunya yura yang biasa di panggil tante Hasnah,

"eh tante hasnah... ada kok ibu duduk di barisan paling belakang"ucap Gua memberi tau keberadaan Ibu, tante Hasnah mengangguk lalu menarik om Dedy untuk menuju kursi orang tua, om Dedy merasa tak rela dan terjadi sedikit drama perpisahan ayah dan anak.

Setelah kedatangan orang tua Yura menjadi hiburan untuk Yura agar ia tak bersedih karna ada yang selalu mendukungnya, setelah itu kami menuju sanggar lukis dan duduk di kursi yang di sediakan. Beragam lagu mau itu buatan sendiri ataupun cover lagu kami saksikan meski di selingi obrolan dan pertanyaan random dari Annie yang bertanya perihal pengalaman selama ini di SMP 33 ini.

Erin menyenggol pelan lengan Gua kebetulan kami duduk bersebelahan lalu tatapan matanya mengisyaratkan ke arah lukisan Gua yang berjudul "AlterEgo" tersebut. sekumpulan orang yang berseragam hitam seperti memperhatikan lukisan tersebut dengan begitu cermat

"sepertinya ini hanya lukisan anak sekolah biasa"

"mustahil ada QieronYc disini"

"tapi kita tidak tau, bisa saja ia menyamar di tengah acara ini"

samar-samar dapat Gua dengan percakapan mereka, dunia Gua berasa runtuh mendengar mereka mencari Gua, apakah ini keluarga Rendra?.

"Lan kayaknya mereka deh, kita pura-pura bodoh aja usahakan jangan mencolok"ucap Erin berbisik di telinga Gua, Gua hanya bisa mengangguk, Mereka sempat melirik lalu kembali mengamati lukisan tersebut

"mereka siapasih lan? kayak maling aja"ucap Ghina bertanya padaku dengan tatapan penasaran

"entah mungkin lagi nyari tikus"jawab Gua.

Kami tertawa lalu kembali menyaksikan acara, Erin tidak lama menemani kami karna ia adalah ketua panitia acara dan harus ada kapan saja, jadi tersisa kami berempat menikmati acara dengan hikmat, Annie sangat kagum dengan pengaturan Erin terhadap acara ini. Sebenarnya Erin berbakat sejak dulu, terutama managemennya yang mengesankan.

Kami berempat kembali berkeliling setelah acara mendekati jam makan siang, Gua memperkenalkan makanan lokal yang ada di kantin, tentunya Gua yang traktir. Saat di kantin Gua melihat pasang mata yang sangat Gua kenal, itu Leo yang sedang asik makan, tak lama itu ia pergi tapi samar-samar ia berkata "makanan sampah", ini anak iblis apa ya? padahal makanan di kantin ini terkenal dengan kenikmatannya yang tak tergantikan di sekolah ini.

Perasaan amarah itu perlahan hilang ketika Gua menyaksikan Annie yang kepedasan karna kebanyakan sambal, Gua tertawa sebagai bentuk hiburan Gua agar menghilangkan Leo dari pikiran Gua.

"huft huft... gila pedas banget"ucap Annie yang telah selesai minum es jeruknya hingga habis tak tersisa

"lagian kamu sih! Gua kan udah bilang kalo itu sambel masih aja nggak percaya humph"ucap Yura lalu memalingkan mukanya

"eh maaf dong bestie hehehe aku kira pedasnya nggak seberapa, taunya nendang gini hehe"ucap Annie yang berusaha membujuk Yura yang cemberut, Gua tersenyum melihat tingkah mereka, Gua jadi teringat kalo dulu Annie pernah tak sengaja makan permen kesukaan Yura tanpa izini dan Yura ngambek sampai pulang.

Setelah menikmati makanan dari kantin, Kami lanjut mengelilingi sekolah, Yura bersemangat memperkenalkan seluruh isi sekolah berbeda sekali dengan Gua yang hanya sebates tempat umum. Yura menjelajah lebih jauh hingga tempat terkecil dan tersembunyi, bahkan tempat biasa siswa maupun siswi bolos, ia kenalkan juga.

Sepanjang perjalanan Yura memperkenalkan sahabatnya dari luar negeri tersebut dengan bangga pada teman-teman Yura yang begitu banyak, Gua merasa capek duduk dekat dengan taman belakang sekolah namun perhatian Gua teralih saat melihat langkah Edward yang begitu tergesa-gesa ke arah tempat penghijauan, Gua mengikutinya diam-diam dari belakang.

"Vin lo harus jelasin ke Gua, apa yang sebenarnya terjadi?"ucap Edward menatap Alvin dengan tatapan marah sekaligu kecewa

"Gua... nggak tau ward, jujur aja selama ini Gua mengira Yura selalu dukung gua, gua nggak tau kalo dia terkuka ward... jujur gua merasa bersalah. Mau minta maaf tapi gua takut dia nggak bakal maafin gua"ucap Alvin menatap kearah langit siang yang cerah.

"huft... lo bodoh banget Vin... sekarang gua tanya ke elo vin, jujur aja lo suka nggak sama Yura?"ucap Edward menatap Alvin dengan serius yang membuat Alvin terdiam

"sebenarnya Gua udah lama suka ward tapi Gua ngerasa itu perasaan sementara, tapi setelah apa yang gua alami hari ini kayaknya sudah terlambat"ucap Alvin

"nggak ada kata terlambat vin"

Nyahoo sampai sini dulu, makasih udah baca cerita aku sampai sini, sampai jumpa di bab selanjutnya see you MUACH

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!