Menceritakan Jiang Xuan yang kembali kemasa lalu tepatnya saat dia berusia 15 tahu, dengan mata takdir dan teknik kaligrafiya dia membantai musuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anonim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Dasar Menara Pusat bukanlah gerbang menuju keselamatan, melainkan rahang dari sebuah altar jagal raksasa.
Jiang Xuan dan Lin Ruoxue berdiri tersembunyi di balik sebuah pilar obsidian yang hancur sebagian. Di depan mereka, pelataran batu hitam seluas alun-alun diisi oleh parit-parit kecil yang membentuk pola formasi kuno yang rumit. Di tengah pelataran itu, sekitar tiga puluh murid luar yang tersisa dari delapan ribu peserta ekspedisi berjaga di lantai. Pakaian mereka bersimbah darah, tubuh mereka gemetar hebat, dan isak tangis putus asa terpampang di dinding gua.
Mereka tidak dikelilingi oleh siluman buas, melainkan ditekan ke lantai oleh leher Qi yang sangat berat dan menyesakkan.
Melayang tiga kaki di atas tanah, tiga sosok pria tua membentangkan biru tua menghadap ke bawah dengan pemandangan sedingin es. Itu bukan ilusi dari tempat tinggal; mereka adalah tiga Diakon dari Sekte Awan Azure. Ketiganya memancarkan aura murni dari ranah Pembentukan Fondasi.
“Kalian seharusnya bangga,” ucap Diakon yang berada di tengah, suaranya diperkuat oleh Qi hingga menggema seperti guntur. "Darah dan daging fana kalian akan menjadi fondasi bagi kejayaan abadi Sekte Awan Azure."
Seorang murid luar yang kehilangan satu lengan memberanikan diri terangkat, wajahnya dipenuhi air mata dan dikhianati. "Kenapa... Diakon... kami telah berjuang membawakan harta untuk sekte! Bukankah kami akan diizinkan keluar?!"
Diakon di sebelah kiri tertawa parau, tawa yang meremehkan seekor cacing. "Harta? Jangan bodoh. Formasi inti ini terlalu kuat untuk dibuka bahkan oleh Kepala Sekte. Tempat ini tidak memiliki nilai materi bagi kami. Nilai sejati dari Reruntuhan Kuno ini adalah formasi penyaring darahnya yang mutlak tertutup dari Hukum Langit."
Diakon tengah melanjutkan dengan nada fanatik. "Leluhur Sekte kita berada di ambang kematian di puncak ranah Inti Emas. Jika dia gugur, sekte kita akan ditelan oleh sekte lain. Oleh karena itu, delapan ribu babi dari pelataran luar dikirim kemari. Kematian kalian, menetap kalian, dan siluman yang membunuh kalian... semua itu dirancang untuk membuat Qi dan esensi darah kalian mendidih menjadi sangat pekat. Sekarang, esensi dari delapan ribu saudara kalian telah terkumpul di bawah altar ini. Dengan menambahkan darah kalian tiga puluh sebagai pemicu terakhir, Nanti akan bangkit kembali dan ranah Jiwa Baru Lahir!"
Di balik pilar obsidian, mata Lin Ruoxue membelalak. Cengkeramannya pada gagang Pedang Ratapan Musim Dingin menguat hingga buku-buku spesifikasi memutih telapak tangan. Kemarahan yang luar biasa murni mendidih di dada. Delapan ribu nyawa. Delapan ribu remaja yang berlatih siang dan malam, dibuang dan ditipu murni sebagai pakan ternak untuk satu orang tua bangka.
"Bajingan munafik..." desis Lin Ruoxue, hawa es mulai merembes dari surat yang terkatup rapat. “Mereka lebih iblis daripada siluman mana pun.”
Di sebelahnya, Jiang Xuan tidak merasakan sedikit pun kemarahan. Ekspresinya kosong. Roda Langit emas di mata kirinya berputar konstan, menganalisis aliran formasi di lantai altar.
Namun, di dalam otaknya yang rasional, kepingan sejarah masa lalu akhirnya bersatu membentuk sebuah teka-teki berdarah yang sempurna.
Jadi begitu ceritanya, monolog Jiang Xuan dalam hati. Seringai sinis, sangat dingin dan tanpa belas kasihan, perlahan melengkung di bibirnya. Di kehidupan laluku, satu bulan setelah ekspedisi ini berakhir, Kepala Sekte tiba-tiba mengumumkan bahwa Leluhur telah menembus ranah Jiwa Baru Lahir. Kekuatan Sekte Awan Azure melonjak drastis, menekan semua sekte kecil di sekitarnya.
Jiang Xuan mengingat detail berikutnya dengan sangat jernih. Tetapi kejayaan itu hanya berumur jagung. Tepat dua bulan kemudian, Aliansi Tiga Sekte Besar dari Benua Biru menyerbu gunung kami. Mereka meratakan Sekte Awan Azure hingga menjadi abu atas satu tuduhan mutlak: 'Mempraktikkan Ilmu Hitam dan Pengorbanan Darah Terlarang'. Saat itu aku mengira itu hanya alasan politik dari sekte besar untuk menyingkirkan saingan.
Tawa tertahan, kering dan mengejek, keluar dari hidung Jiang Xuan.
Ternyata... tuduhan dari sekte-sekte besar yang sok suci itu seratus persen benar. Kepala Sekte dan para Diakon ini benar-benar menggunakan sihir darah kuno. Ironis sekali.
Lin Ruoxue menoleh, menatap majikannya dengan mata memerah. "Kita harus menghentikan mereka. Formasi itu akan—"
"Diam," potong Jiang Xuan datar. "Moralitas adalah racun bagi yang lemah. Aku tidak peduli pada tiga puluh babi yang menangis di sana, dan aku juga tidak peduli pada leluhur tua bangka di atas menara."
Jiang Xuan mengangkat Pena Kuas Tulangnya. Aura hitam yang mematikan menguar dari ujung bulu kuas tersebut.
"Delapan ribu esensi darah kultivator yang telah disaring dan dimurnikan oleh formasi kuno..." Mata Jiang Xuan memancarkan keserakahan predator yang absolut. "Itu adalah makanan yang terlalu mewah untuk orang mati. Aku akan mengambilnya untuk diriku sendiri."
Lin Ruoxue terkesiap. Ia menyadari rencana gila Jiang Xuan. Pemuda itu tidak berniat menyelamatkan siapa pun; ia berniat merampok seluruh hasil panen berdarah sektenya sendiri!
"Mulai!" teriak Diakon tengah di pelataran altar.
Ketiga Diakon itu menekan tangan mereka ke bawah. Fluktuasi Pembentukan Fondasi menghantam tubuh tiga puluh murid malang itu. Jeritan histeris meledak. Tubuh mereka meledak menjadi kabut darah secara serentak. Darah mereka tidak jatuh ke lantai, melainkan tersedot ke dalam parit-parit obsidian, memicu cahaya merah darah yang luar biasa menyilaukan dari seluruh altar.
Gemuruh energi yang masif mengguncang dasar menara. Energi murni dari delapan ribu nyawa yang telah disaring mulai berkumpul di pusat altar, bersiap untuk ditembakkan ke puncak menara.
Pada detik kritis itu, Jiang Xuan bergerak.
Ia tidak keluar dari persembunyiannya. Ia berjongkok, menempelkan telapak tangan kirinya ke salah satu parit formasi di dekat pilar. Tangan kanannya yang memegang Kuas Tulang bergerak dengan kecepatan yang menembus batas kewarasan.
Void Calligraphy: Array Parasit Pemutus Takdir.
Sret! Sret! Sret! Sret! Sret!
Belasan goresan Niat Formasi berwarna emas gelap melesat menembus batu obsidian. Jiang Xuan tidak menghancurkan altar itu; ia murni membajak jalurnya. Niat Membunuhnya yang setajam pisau bedah menyusup ke dalam akar formasi kuno, memotong simpul aliran energi yang mengarah ke puncak menara, dan membengkokkannya secara paksa.
"Alirkan padaku," perintah Jiang Xuan dengan otoritas jiwa yang berkuasa penuh.
WUUUSSSHHH!
Pilar cahaya darah yang seharusnya melesat ke atas tiba-tiba berbelok di bawah tanah. Aliran esensi darah murni yang setara dengan samudra Qi menghantam telapak tangan kiri Jiang Xuan layaknya bendungan yang pecah.
Mata Jiang Xuan melebar. Pembuluh darah di leher, lengan, dan wajahnya langsung menonjol hitam pekat.
"Ukh... HAAAH!"
Energi yang masuk terlalu besar, terlalu brutal. Ini adalah ekstrak dari delapan ribu manusia. Namun, Jiang Xuan telah mempersiapkan wadahnya saat menelan Bunga Teratai Sumsum Es. Sumsumnya telah bersih, meridiannya telah kokoh.
Di dalam jubahnya, Baozi pingsan seketika, tidak kuat menahan radiasi aura darah yang meledak dari tubuh Jiang Xuan.
Dantian Jiang Xuan yang tadinya sebesar danau kecil kini diisi paksa hingga meluap. Cairan Qi di dalamnya mendidih, mengompresi, dan meledak berulang kali.
Tahap empat Kondensasi Qi hancur. Fluktuasi meledak ke tahap lima Kondensasi Qi!
Energi darah terus mengalir tanpa ampun. Jiang Xuan menggigit bibirnya hingga robek. Ia menahan rasa sakit meridian yang merenggang hingga batas putusnya dengan rasionalitas absolut. Ia memaksa Niat Membunuhnya untuk menjinakkan aliran darah liar tersebut.
Tahap enam Kondensasi Qi tercapai! Terus meroket! Tahap tujuh Kondensasi Qi!
Lantai obsidian di sekitar Jiang Xuan retak menjadi debu. Lin Ruoxue terlempar mundur hingga menabrak dinding gua, tidak mampu berdiri di dekat pusaran energi yang menelan Jiang Xuan. Ia menatap majikannya dengan teror absolut. Remaja itu menelan kekuatan satu batalion pasukan murni dengan tubuh fana.
Hanya dalam waktu sepuluh tarikan napas, aliran energi utama dari altar itu mengering.
Jiang Xuan melepaskan tangannya dari lantai. Sisa energi meledak darinya, memancarkan gelombang kejut yang merobek kabut di sekitarnya.
Puncak tahap delapan Kondensasi Qi!
Hanya selangkah lagi dari batas puncak Kondensasi Qi, dan ia mencapainya dari tahap empat hanya dalam waktu kurang dari satu menit. Tubuhnya kini memancarkan aura yang begitu padat, pekat, dan buas hingga mengaburkan udara di sekitarnya.
Di tengah altar yang kini cahayanya padam total, ketiga Diakon terhuyung mundur. Wajah keriput mereka dipenuhi kepanikan dan kebingungan luar biasa.
"Apa yang terjadi?! Kenapa formasinya mati?!" teriak Diakon kiri, matanya mencari-cari ke atas menara. "Energinya tidak sampai ke Leluhur! Ada yang memutus alirannya di bawah tanah!"
"Siapa yang berani menyabotase ritual suci Sekte Awan Azure?!" raung Diakon tengah, melepaskan aura Pembentukan Fondasinya yang membunuh ke segala arah, mencoba mencari penyusup.
Dari balik pilar obsidian yang hancur, kabut debu perlahan tersibak oleh langkah kaki yang mantap.
Jiang Xuan melangkah keluar. Pakaian jubahnya berlumuran sisa kabut darah. Wajah bekasnya kini ditutupi oleh urat-urat merah gelap yang perlahan memudar ke bawah kulitnya. Matanya hitam seluruhnya, memancarkan dinginnya lagu Cendekiawan Tinta Hantu yang telah mendapatkan kembali sebagian kecil dari taring aslinya.
Kuas Tulang di tangan bergetar, meneteskan sisa-sisa Formasi Niat.
Jiang Xuan menatap petinggi ketiga sekte itu. Senyum yang luar biasa arogan, dominan, dan meremehkan terbentuk di wajahnya.
“Ritual suci?” Jiang Xuan tertawa pelan, suaranya kini membawa resonansi tahap delapan yang menekan dada. "Kalian hanyalah koki rendahan yang memasakkan hidangan untukku. Dan hidangannya... cukup lezat. Sekarang, izinkan aku memberikan tip atas pelayanan kalian."
Jiang Xuan mengangkat Kuas Tulangnya, mengarahkannya lurus ke tiga ranah monster Pembentukan Fondasi tersebut.
Pembantaian tingkat tinggi akhirnya dimulai.
Thor, kurangi sifat jahat MC nya
Harusnya dia bersyukur, bisa memulai dari awal dan memperbaiki semuanya
Sebenar na, Xuan itu arti na apa ya? 🙏