NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:116.1k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.

Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.

Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.

"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."

Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.

Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.

Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

Hati Zhao Jie membengkak hampir nyaris meledak karena saking marahnya, membuat ia berniat mengurung diri saja dikamar selama putri dan menantu tirinya berkunjung.

Tapi saat mencium aroma gurih daging, air liurnya meronta-ronta. Ingatan akan putri kandungnya yang kemarin datang dengan badan menyusut kurusan, memaksanya untuk menerobos masuk kedapur.

Niat hati Zhao Jie ingin mengirimkan separuh daging babi segar yang dibawa Xiao Jian untuk Zhao Jiao. Tapi malah dibuat makin sakit hati.

Dua pon daging direbus seluruhnya oleh kedua anak tirinya. Makin gelap saja dunia Zhao Jie.

Ini tidak boleh dibiarkan.

"Kalian keluar saja, biar aku yang memasak." ujar Zhao Jie dengan kornea yang masih setia tertuju pada panci rebusan daging.

"Bukannya ibu sedang tidak enak badan..?" tanya Qing Bao setengah mengejek.

Zhao Jie menoleh pada putra tirinya itu, menatap pucat lalu mendengus tertahan.

"Sudah membaik setelah dibawa beristirahat." jawab Zhao Jie sekenanya.

"Lagi pula mana bisa aku membiarkan seorang putri yang sedang melakukan kunjungan pertama setelah menikah, sibuk memasak didapur." sambung Zhao Jie.

Qing Bao dan Aran manggut-manggut, menggigit lidah agar tidak kelepasan tertawa.

"Dua pon daging tadi aku iris menjadi lima puluh potong, yang artinya dari kita kebagian sepuluh potong saat makan nanti." kata Qing Bao tersenyum miring.

"Karena ibu tiri sudah baik-baik saja, maka untuk selanjutnya kami serahkan padamu. Tolong dagingnya dimasak dengan benar ya ibu tiri..? terimakasih..!" pungkas Qing Bao, menarik sang adik keluar dari dapur.

Dada Zhao Jie sesak pedih, seolah baru saja dijejali dengan bara. Sepuluh potong daging untuk masing-masing orang, apa mereka tidak takut parutnya meledak karena kekenyangan.

Lagian yang benar saja..?

Keluarga petani yang jarang makan daging seharusnya berhemat, ini malah mau menghabiskan semuanya dalam sekali waktu.

Sementara itu, kakak beradik yang berada dikamar Qing Bao, sudah terpingkal-pingkal memegangi perut.

Puas sekali rasanya melihat wajah kecut bak cuka yang ditunjukkan oleh Zhao Jie.

Setelah Qing Bao menyerahkan cetak biru penyulingan, keduanya gegas menuju keaula tamu.

Satu alis Song Aran naik rendah, bibirnya berkedut lirih, saat melihat betapa baiknya sikap sang ayah pada Xiao Jian.

Padahal jika ditelisik kebelakang, ayahnya ini juga memiliki ke engganan untuk berbaik sangka pada menantunya akibat julukan pembawa sial yang disematkan pada Xiao Jian.

"Ayah, aku sudah merebus semua daging yang dibawa adik ipar. Nanti saat makan siang, kita akan mendapat bagian sepuluh potong. Itu pasti menyenangkan karena sudah lama meja makan keluarga Song tidak ada hidangan daging." oceh gila Qing Bao, dengan gaya khas begajulan.

"Daging babi sebanyak itu kalian rebus semua..?" delik Song Dahuan menganga.

Dua pon daging bisa untuk makan selama dua minggu, ini mau dihabiskan sekaligus.

Song Dahuan menggeleng pasrah, ini pasti karena bersangkutan dengan istri keduanya.

"Dari pada berakhir dimangkuk keluarga Kang atau tukang kayu Sun, lebih baik masuk keperut kita." balas Qing Bao mengangkat kedua bahunya ringan.

Xiao Jian dan Aran terkekeh, melihat tingkah polah Qing Bao.

Song Dahuan mendengus, sebelum beralih ketopik lain.

"Xiao Jian bilang akan mengajarimu berburu dimusim gugur dan musim dingin nanti. Diladang belum banyak yang bisa dikerjakan, manfaatkan waktu itu sebaik mungkin. Semua hasilnya itu sepenuhnya untukmu, tidak usah menyerahkan pada ayah."

Song Qing Bao yang semula bersender tengil pada kursi, sigap menegakkan punggungnya.

"Benarkah..?" seru Bao berbinar, menatap sang ayah lalu ke adik iparnya.

Song Dahuan dan Xiao Jian serempak mengiyakan.

Terlepas dari rumor yang beredar diluaran, Xiao Jian adalah sosok pria bertanggung jawab dan sangat berbakti pada keluarga. Cakap mencari uang serta baik. Tidak ada alasan bagi Song Dahuan untuk menjauhinya, terlebih menantunya itu bisa mengajarkan sesuatu yang baik bagi putra kandungnya.

Penyesalan Song Dahuan, kenapa dulu termakan bujukan Zhao Jie sampai ia mengirim putra tirinya belajar kekota dengan menghabiskan puluhan tahil. Sementara Qing Bao, anak kandungnya sendiri ia biarkan bekerja diladang tanpa pendidikan.

Song Qing Bao dengan penuh semangat bertanya soal tehnik berburu pada adik iparnya. Sesekali Song Dahuan menimpali, sedangkan Aran yang biasa berburu manusia diabad modern menjadi pendengar yang bijak.

Ketika Zhao Jie datang memanggil semua orang untuk makan malam, rahang wanita itu kembali mengeras karena melihat keakraban yang ditunjukan oleh ayah dan anak kandung serta menantu lelakinya.

Yang semakin membuat keheranan, kenapa Song Aran belum juga mati tertelan kesialan Xiao Jian.

Sesampainya dimeja makan, semua mata langsung tertuju pas semangkuk babi rebus.

Kornea Qing Bao memicing, jumlah daging itu terlalu sedikit.

"Satu, dua, tiga... sepuluh..!" Qing Bao memindahkan daging kemangkuknya sembari berhitung.

Didalam mangkuk tinggal beberapa potong daging, yang banyak disana irisan lobaknya.

Qing Bao sontak menatap kesal Zhao Jie.

"Ibu tiri, apa kau pikir aku tadi bercanda saat mengatakan ada lima puluh potong daging..?"

Zhao Jie mengeram dalam hati, tangannya mengepal erat.

"Kemana yang lain..? apa ibu tiri sudah mengirimkan kerumah keluarga Kang..? atau ketukang kayu Sun dikota..?"

"Jangan asal menuduh, yang semangkuk lagi masih tertinggal didapur." jawab Zhao Jie melirik Dahuan yang sedang menatapnya tajam.

"Akan aku ambil dulu, sebentar..!" wanita itu tergopoh-gopoh kedapur, hatinya terus komat-kamit mengutuk Qing Bao.

Ketika Zhao Jie datang, ia membawa semangkuk daging babi tanpa ada secuil pun lobak.

Dahuan makin geram saja melihatnya.

Zhao Jie tersenyum canggung, tangannya yang memegang supit gemetaran.

"Aku hanya berpikir terlalu boros menghidangkan dua pon daging dalam sekali makan, jadi aku menyimpan semangkuk lagi."

Song Qing Bao menaruh potongan daging kemangkuk ayahnya sembari dihitung, lalu kepiring Xiao jian, terakhir Song Aran.

"Ibu tiri sedang tidak enak badan, jadi tidak boleh makan terlalu banyak daging, itu bisa memperparah keadaan. Jadi bagianmu biar aku yang memakannya."

"Tidak masalah, aku bisa menyimpannya untuk makan malam." Zhao Jie gegas menyembunyikan mangkuknya dibalik kedua telapak tangan.

Meski menurut Song Dahuan itu terlalu pemborosan, tapi ia tetap menghabiskan semua daging dimangkuknya dengan tambahan setengah mangkuk nasi saja.

Kalau Song Aran, melahap semua daging dan lobak tanpa nasi sama sekali.

Zhao Jie tak tahan lagi. Ia mengisi banyak lobak kedalam mangkuk dagingnya, menuang kaldu diatasnya.

"Aku ingin menyimpannya kedapur, kalian makan saja dengan tenang." kata Zhao Jie bangkit, meninggalkan ruang makan.

Tidak ada yang menyahuti, bahkan Song Dahuan yang notabene suaminya.

Tiga pria lintas generasi dan Song aran, semua tenggelam hikmat dalam mangkuk mereka masing-masing.

Dari balik mangkuknya, Song Ara melihat Zhao Jie berbelok kehalaman depan. Ia yakin wanita itu pasti akan kerumah keluarga Kang.

Dalam hati Aran kontan saja tersenyum mencibir.

1
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
wajah Xiao Jian kok belum disembuhkan sama Aran, kan ada air spiritual nya
Datu Zahra
Laosan ini aslinya baik, tapi terlalu takut dan pasrah sama ibunya
Fauziah Daud
lanjuttt
Sribundanya Gifran
lanjut
chataleya
wah jangan2 anak tuan besar tuh
Memyr 67
𝖽𝖾𝗁. 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗁𝗎𝖺. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂, 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝖺𝖽𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗇𝖾𝗁
Memyr 67
𝗍𝖺𝗆𝖻𝖺𝗁 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌. 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝗎𝗍𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝖺𝗇𝖾𝗁 𝖻𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺𝗂𝖻, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝗂𝗍𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗃𝖾𝗅𝗆𝖺𝖺𝗇 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗅𝗎 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖽𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀
Memyr 67
𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖻𝖾𝗋𝗆𝗎𝗅𝗎𝗍 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆, 𝗌𝗈𝗆𝖻𝗈𝗇𝗀 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍, 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖺𝗉𝖺 𝗌𝗂𝗁 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗅𝗂𝗁𝖺𝗍 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝖻𝖾𝗍𝗂𝗇𝖺 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗄𝗈𝖼𝖺𝗄 𝗀𝗂𝗇𝗂 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺
Andira Rahmawati
thorr knp blm up...dr kemarin kutunggu2 ..
Memyr 67
𝗒𝖺𝖺𝗁, 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗍𝗎 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗆𝖺𝗌𝗎𝗄 𝗅𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇 𝗇𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺, 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗇 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗆𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗉𝖾𝗋 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍
Memyr 67
𝗁𝖺𝖽𝗈𝗈𝗁. 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗂𝗇𝗂, 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗄𝖾𝗉𝖺𝗅𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗌𝖾𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀
Memyr 67
𝖺𝗉𝖾𝗌 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀. 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗂𝗍𝖺 𝗒𝗀 𝗁𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗇𝗀𝗂𝗇 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺 𝗁𝖺𝗋𝗍𝖺 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗆𝖾𝗇𝗒𝗂𝗌𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍𝗉𝗎𝗇 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀.
Memyr 67
𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗇𝗂? 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗊𝗂𝗇𝗀 𝗌𝗁𝖺𝗇?
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗉𝖾𝗋𝗇𝖺𝗁 𝗄𝖾 𝗀𝗎𝖺 𝗁𝗂𝗋𝖺 𝗒𝖺? 𝗅𝗂𝖺𝗍 𝗌𝗍𝖺𝗅𝖺𝗄𝗍𝗂𝗍 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆?
Memyr 67
𝖺𝗒𝖺𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇 𝗇𝗀𝖺𝗉𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺? 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝖻𝗎𝗋𝗎𝖺𝗇, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺, 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇, 𝗒𝗀 𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗌𝗄𝗂𝗇? 𝗍𝗎 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝗆𝖺𝗇𝖺? 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗇𝗂 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺.
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
dari awal praduga itu ternyata benar, kalo Xiao Jian bukan anak kandung mereka
miss blue 💙💙💙
curga lian keturunan pedagang chen. 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!