Kisah seorang anak perempuan yang selalu mendapatkan ketidakadilan dari sang ibu. gadis itu sering di bandingkan dengan saudara saudara nya sendiri. karena tuntutan ibunya, Lusiana harus terjun menjadi wanita malam, di sebuah club ternama di kota.
bagaimana car gadis itu bertahan dari keras nya dunia. apakah gadis itu mampu bahagia, atau malah sebaliknya?? ikuti kisah Lusiana sekarang juga!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.30
"Ken sudah menikah!" ucap Albert kepada Livi yang langsung terpaku mendengar nya.
"Kakek, jangan bercanda. Ken adalah calon tunangan ku, apakah kau sedang mengerjai ku?" ucap Livia yang sedikit menaikkan oktaf suara nya.
"Huft....Ken memang sudah menikah Livia, bahkan saat ini dia tinggal bersama dengan istri nya itu. Dan aku cukup kaget, dengan keputusan cucu ku itu. Jadi aku minta, agar kau merebut hati Ken, agar mau bertunangan secepatnya dengan mu!"
"Deg..... Perasaan Livia benar benar senang, dan benar benar sedih secara bersamaan. akhirnya pria tua itu, memutuskan keinginan nya, untuk menikah dengan Ken. Tetapi hal yang membuat nya sedih adalah, Ken menikah dengan orang lain. Ini tak bisa dibiarkan, Ken adalah milik nya. Selamanya akan menjadi milik nya!"
"Aku akan merebut Ken dari gadis tak jelas itu kek!" ucap Livia dengan tatapan datar nya, apapun yang telah menjadi milik nya, akan menjadi milik nya.
"Terserah apapun yang kau lakukan, aku hanya melihat nya dari belakang. Jangan bertindak gegabah, dan jangan kecewakan kepercayaan ku!" ucap Albert yang mendukung keputusan Livia. Kali ini, dia akan menilai siapa yang akan bertahan sampai akhir. Livia, atau gadis pilihan cucu nya itu.
"Tuan, kita akan kemana lagi?" tanya Lusi yang masih sedikit canggung saat berada di mobil dengan Ken.
"Ke rumah nenek ku!" ucap Ken yang ternyata menjawab singkat pertanyaan dari lusi. Gadis itu hanya mengangguk saja, dan bingung harus berbuat apa.
nenek dan kakek nya Ken telah berpisah sejak lama. nenek Ken tinggal di sebuah perumahan elit yang tak jauh dari rumah kake nya Ken. walapun telah berpisah, kakek Ken selalu berusaha untuk kembali membujuk mantan istri nya itu, hidup bersama lagi. Tapi nenek nya Ken tetap kekeh dengan pendirian nya. Dia tak akan pernah luluh lagi, dengan rayuan dari kakek Albert.
Perumahan itu cukup mewah, dan begitu indah saat melihat banyak nya bunga bunga yang di rawat dengan baik, di sekitar taman. Lusi langsung terpana saat melihat beberapa tanaman segar yang tampak begitu indah saat dipandang.
"Wow, ini sungguh luar biasa!" gumam nya dalam hati. Ken melihat ke arah lusi yang tampak terpesona langsung menatap nya datar. Gadis itu cukup unik menurut nya.
"Akhirnya kalian datang juga. Nenek sudah menunggu mu dari tadi. Ayo masuk, ayo masuk nak, jangan sungkan!" ucap wanita tua itu yang masih tampak begitu cantik dan elegan. bahkan nenek nya Ken lebih ramah, dibandingkan dengan kakek nya Ken.
"Ayo masuk nak, jangan sungkan. Saat Ken mengatakan akan membawa istri nya ke sini, nenek begitu kaget dan senang secara bersamaan. Akhirnya cucu ku menikah."
Lalu pandangan ria menuju ke arah cucu nya itu. Bisa bisa nya anak ini tak memberitahu kan nya terlebih dahulu. Dia benar benar kesal karena tak dapat hadir di pernikahan cucu kesayangan nya itu.
"Dasar cucu kurang ajar. Kenapa menikah tak mengundang keluarga mu. Kau sangat nakal Ken, nenek akan memukul punggung mu itu. Bisa bisa nya kau menikah tanpa mengabari kami." oceh nenek nya Ken sambil berkacak pinggang.
"aku sengaja tak bilang bilang,karena nenek pasti tau, bagaimana sifat kakek. Dia pasti akan menghalangi ku menikah dengan gadis pilihan ku." ucap Ken dengan nada datar nya, tapi wajah Ken tak sedatar saat berada di rumah kakek nya.
Apa mgkin Lusi putri konglomerat yg di culik waktu bayi..