NovelToon NovelToon
PUNCAK TAHTA CEO MUDA & DETEKTIF R

PUNCAK TAHTA CEO MUDA & DETEKTIF R

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Transmigrasi / Sci-Fi
Popularitas:85
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Feng Yan tidak menyangka kasih persaudaraan berakhir dengan maut. Dibuang, dihina, dan nyaris mati di tangan Feng Yao, ia bersumpah untuk kembali. Bukan sebagai pecundang, melainkan penguasa kegelapan yang siap merebut kembali takhta CEO-nya.

Bersama Rendy si ahli strategi, Reyhan sang pakar IT, dan pengacara tegas Lin Diya, Feng Yan menyusun rencana kehancuran mutlak. Di balik gemerlap dunia korporat, sebuah permainan detektif dimulai untuk membongkar dalang pembantaian keluarganya.

Feng Yao boleh berkuasa sekarang, tapi Feng Yan sudah menyiapkan liang lahat untuknya. Siapakah yang akan bertahan di puncak tertinggi? Balas dendam ini baru dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harta,Tahta,Dan Ledakan Manis

Pintu baja itu sudah terbuka lebar. 50 anak buah Liu Ruyan merangsek masuk dengan senjata lengkap, merasa di atas angin karena sistem pertahanan Rendy baru saja dimatikan. Feng Yan sudah bersiap di posisi tempur, namun suara Rendy tiba-tiba terdengar di intercom, kali ini bukan suara panik, melainkan tawa kecil yang terdengar gila.

"Bos, maaf ya... aku sempat galau tadi. Tapi Dokter Kanaya benar, aku jenius. Dan jenius punya rencana cadangan yang... sedikit 'manis'."

Reyhan yang sedang mengisi ulang pelurunya mengernyit. "Rendy, apa yang kau lakukan? Jangan bilang kau mau kirim virus lagi."

"Bukan virus, Detektif. Lihat ke bawah kaki mereka," sahut Rendy tenang.

Dari lubang ventilasi kecil di langit-langit, ratusan butir permen bulat berwarna-warni jatuh berhamburan ke lantai, tepat di tengah kerumunan musuh. Musuh-musuh itu sempat tertegun, bahkan ada yang menendang permen-permen itu karena dianggap sampah.

"Permen? Kau bercanda, bocah?" teriak salah satu komando musuh.

"Itu bukan permen biasa, Tuan-tuan," suara Rendy terdengar makin 'gila'. "Itu adalah Candy-Boom v2.0. Isinya adalah nitroglycerin yang dipadatkan dengan enkripsi suhu. Dan kuncinya... ada di jariku."

Rendy di markasnya menekan satu tombol merah di keyboard-nya. "Selamat menikmati kavitasi rasa stroberi!"

BOOM! BOOM! BOOM!

Permen-permen itu meledak secara beruntun! Bukan ledakan besar yang menghancurkan gedung, tapi ledakan tekanan tinggi yang mengeluarkan gelombang kejut dan gas air mata pekat beraroma buah-buahan. Koridor seketika berubah menjadi neraka warna-warni. Musuh-musuh itu terlempar ke dinding, telinga mereka berdenging hebat, dan mata mereka buta seketika oleh gas tersebut.

"Gila... bocah itu benar-benar gila," gumam Reyhan sambil memakai masker gasnya.

Feng Yan tidak menyia-nyiakan kesempatan. Di tengah kepulan asap stroberi yang mematikan itu, ia bergerak seperti bayangan. Satu pukulan, satu patahan tulang. Ia menghabisi sisa-sisa musuh yang masih berdiri dengan kecepatan luar biasa.

Di sudut ruangan, Dr. Kanaya berhasil menstabilkan kondisi Lin Diya. Ia menatap ke arah CCTV dengan tatapan tajam. "Rendy, cukup ledakannya! Fokus kembali ke enkripsi Liu Ruyan!"

"Siap, Dokter Galak! Tapi akui saja, permenku keren kan?" sahut Rendy sambil kembali fokus ke layar monitornya yang kini menampilkan wajah Liu Ruyan yang tampak murka di seberang sana.

Feng Yan berdiri di tengah tumpukan musuh yang sudah tak berdaya. Ia mengambil satu permen yang belum meledak, menatapnya sejenak, lalu menoleh ke arah kamera.

"Harta bisa dicari, Tahta bisa direbut..." Feng Yan meremas permen itu hingga hancur. "Tapi siapapun yang menyentuh Cinta dan keluargaku, akan berakhir di ujung kegilaan timku."

Liu Ruyan di markas rahasianya membanting gelas sampanye. "Feng Yan... Rendy... kalian pikir ini sudah selesai? Dr. Kanaya membawa kunci kematian Kiara, dan aku akan memastikan kunci itu patah di tangan kalian sendiri!"

Sementara itu di rumah sakit, Rendy terduduk lemas. Di layar monitornya, muncul sebuah foto lama: Reyhan,Rendy, Kiara, dan Dr. Kanaya. "Aku kembali, Kanaya," bisik Rendy pelan. "Tapi kali ini, aku tidak akan membiarkan sejarah berulang."

Feng Yan menatap Diya yang terengah-engah dalam dekapan Dr. Kanaya, lalu beralih menatap pintu baja yang perlahan terbuka dengan suara derit logam yang menyayat. Di luar sana, 50 bayangan musuh sudah bersiap dengan senjata terhunus, menunggu perintah untuk menyerbu masuk.

"Rendy, matikan semua sistemnya!" perintah Feng Yan, suaranya rendah namun penuh otoritas. "Biarkan mereka masuk. Biar kuhancurkan mereka dengan tanganku sendiri sebelum mereka sempat menyentuh sejengkal pun lantai ruangan ini."

Rendy gemetar di markasnya. Tangannya ragu di atas tombol override. "Tapi Bos... kalau sistem mati, kalian tidak punya perlindungan!"

"Lakukan saja, Rendy!" bentak Reyhan sambil mengokang senjatanya. "Percayalah pada kegilaan kita!"

KLIK.

Lampu merah padam. Pintu baja terbuka sepenuhnya. Udara dingin dari koridor merangsek masuk, membawa bau mesiu dan kematian. Feng Yan melangkah satu tindak ke depan, berdiri tepat di ambang pintu, menghalangi pandangan musuh ke arah Diya dan Kanaya.

Ia melepas dasinya, menggulung lengan kemeja putihnya yang mulai ternoda bercak merah, dan menatap komando musuh dengan mata yang berkilat tajam.

"Kalian ingin tahta?" Feng Yan meregangkan lehernya, otot-ototnya menegang. "Silakan ambil... tapi kalian harus melewati neraka yang kubangun di sini."

Di saat yang sama, Rendy di markasnya tiba-tiba berhenti gemetar. Senyum aneh muncul di wajahnya saat ia meraih sebuah wadah kecil di samping komputernya.

"Maaf, Bos... aku memang mematikan sistem pertahanan gedung," bisik Rendy ke arah mikrofon. "Tapi aku baru saja mengaktifkan... sistem pertahanan manisku."

1
BlueHeaven
Penyelusup apa ya thor
Diah nation: penyelusup kaya pelakunya (khianat )..kalau penyusup itu mengamati itu perbedaanya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!