Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua istri
"Aku minta maaf Rain, semalam itu aku benar-benar tidak sadar" Raina jelas kecewa, malam yang harusnya penuh cinta dilalui saat suaminya tidak sadar
"Ada orang yang kasih aku obat, dan aku berakhir sama kamu"
"Tidak masalah, aku akan menganggap semua itu tidak pernah terjadi"
Entah kenapa jawaban itu justru menyakiti Kevin, apa semalam tidak berkesan hingga Raina ingin melupakannya
"Ya udah, aku berangkat dulu!" Tanpa Raina yang meminta, Kevin menyodorkan tangannya dengan sendirinya dan Raina segera menyambut uluran tangan suaminya itu
Raina kembali kerumah, Kevin benar, keadaannya sedang tidak baik. Ia merasa sekujur tubuhnya terasa remuk sebaiknya memang beristirahat
***
"Kamu temukan orangnya! Saya tidak mau tau, dia harus menyesal!" Kevin benar-benar geram, entah siapa yang tidak punya pekerjaan hingga memberikannya obat perangsang
"Baik tuan" Evan menyetujui dan mulai melakukan perintah dari atasannya itu
Pikiran Kevin penuh akan kejadian malam tadi, ia melanggar kesepakatan dengan menyentuh Raina. Harusnya ini tidak terjadi karena ia berjanji untuk menjaga kesucian wanita itu
Malam ini Kevin kembali kerumah, Alanna memang merengek namun ia juga khawatir akan keadaan sang istri yang sepertinya tidak baik
Kevin masuk, Raina yang tengah duduk segera melangkah. Mengambil alih tas kerja serta jas milik suaminya
"Kamu sudah makan?" Tanya Kevin dan anggukan kepala Raina berikan sebagai jawabannya
Ada gurat kekecewaan yang terpancar dari wajah tampan itu, ia mengerti harusnya ia tidak merasa kehilangan atas kebiasaan ini
Setelah membersihkan diri Kevin kembali kekamar, karena Raina sudah makan, ia jadi tidak bernafsu untuk makan
Pagi harinya, Raina merasa ia sudah cukup baik, hari ini ia ada janji untuk bertemu seorang fotografer yang telah dijanjikan oleh Syafiq
Dengan mini Cooper kesayangannya, ia menuju toko. Ia akan menghabiskan waktu dengan bekerja agar bisa melupakan semua yang terjadi padanya
Setelah tiga puluh menit ia tiba, beruntung ia sedikit lebih cepat karena Syafiq belum datang
Tak lama sebuah mobil berhenti yang ia ketahui adalah milik dosen tampan itu. Bersamaan dengan sebuah motor yang Raina yakini adalah fotografer yang Syafiq ceritakan
"Assalamualaikum" Syafiq mengucap salam
"Waalaikumsalam" Raina dan Maryam menyahut
"Rain, kenalin! Dia Bara, fotografer yang kemarin aku bilang!" Syafiq memperkenalkan sahabatnya
Pria bernama Bara itu hanya tersenyum sambil menatap Raina tanpa berkedip. Jelas sekali jika pemuda itu terpesona dengan wanita dihadapannya
"Bara" Syafiq segera menyadarkan rekannya itu
"Huh?" Bara tersadar lalu menyodorkan tangannya "Bara"
Raina tersenyum, wanita cantik itu mengatupkan kedua tangannya didepan dada "Raina"
Bara tersenyum canggung, ia lalu beralih pada gadis disebelah Raina. Tak ingin kembali ditolak, Bara mengatupkan kedua tangannya seraya menyebutkan namanya
"Maryam"
Tatapan Bara kembali mengarah pada wanita bernama Raina, mata yang indah. Tidak, semuanya indah. Dipadukan dengan senyum yang begitu manis
"Kita mulai sekarang!" Syafiq segera mengalihkan perhatian rekannya itu. Ia cemburu saat ada pria lain yang menatap gadis pujaannya dengan tatapan memuja seperti ini
"Ayo mas Bara!" Raina melangkah lebih dulu diikuti oleh Syafiq serta Bara
"Dia udah nikah" Bara mengalihkan pandangannya pada pria disampingnya. Apa tatapannya terlalu kentara hingga Syafiq menyadarinya
"Ti-tidak ada apa-apa" Elaknya
"Matamu bahkan gak ngedip begitu lihatnya"
Bara hanya menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal, ia jadi canggung karena ketahuan menyukai seorang wanita
Satu hal yang membuat Bara kecewa adalah, wanita itu sudah menikah. Pria yang menjadi suami Raina pastilah sangat beruntung
Bara memulai pekerjaannya, beberapa alat telah disiapkan. Dua orang model wanita juga telah siap untuk beberapa model hijab keluaran terbaru
"Aku kekampus dulu, kalau ada apa-apa kamu langsung kabari aku!" Ujar Syafiq pada wanita pujaannya
"Makasih sekali lagi yaa Syafiq, aku gak tau kalau gak ada kamu"
"Santai aja, selagi aku bisa pasti aku bantu" Pria berwajah timur tengah itu menoleh kearah sahabatnya "Gue balik dulu! Kerja yang bener"
"Aman bro" keduanya melakukan tos, lalu Syafiq meninggalkan toko
"Kita mulai sekarang mbak?"
Setelah mengambil beberapa gambar, sekarang waktunya untuk melihat hasilnya. Bara menunjukkan hasil fotonya di layar laptop
Maryam dan Raina ikut melihat, Bara yang berada ditengah merasa jantungnya berdetak kencang, terlebih jarak antara dirinya dan Raina begitu dekat
Astaga, Bara tidak bisa lagi berkata-kata. Wanita ini sangat cantik, dan senyumnya itu, begitu memukau. Bara tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah indah ini
"Waah mas Bara, hasilnya bagus banget!" Bara tersentak saat tiba-tiba saja lengannya di tepuk
Suara cempreng Maryam membuatnya tersadar dari lamunannya. Bisa-bisanya ia terpaku
"Iya, hasilnya bagus banget" Puji Raina
Senyuman itu lagi, Bara benar-benar kehilangan kata. Apa mencintai istri orang itu dosa? Bara benar-benar jatuh cinta pada wanita ini
"Terima kasih"
"Tidak, kami yang harusnya bilang terima kasih" Kata Raina
Pekerjaan hari ini begitu banyak hingga sore hari Raina masih berada di toko. Kevin heran kenapa istrinya belum tiba dirumah
Biasanya Raina akan berada dirumah sebelum ia tiba, Kevin sengaja pulang lebih awal karena mengkhawatirkan istrinya, namun wanita itu tidak berada dirumah
"Dimana Raina?" Tanya Kevin pada seorang pelayan yang membukakan pintu
"Nyonya Raina belum pulang"
"Kemana dia?" Kevin meraih ponselnya, namun ponsel sang istri tidak bisa dihubungi
Selang beberapa saat ponselnya berdering, tanpa melihat nama si penelepon ia menjawab panggilan tersebut
"Halo Rain, kamu dimana? Ini sudah malam" Suaranya terdengar marah
"Aku Alanna"
Kevin mengumpat, bisa-bisanya ia tidak melihat lebih dulu. Sekarang bagaimana? Istrinya itu pasti akan marah
"Maaf sayang! Aku salah ngomong!" Ujar Kevin
"Kamu khawatir sama istri kamu?" Tanya Alanna
"Bukan gitu, Mama khawatir sama Raina makanya aku kesel karena Mama nanyain mulu" Kevin memberi alasan "Ada apa? Kamu butuh sesuatu?"
"Enggak, tadinya mau nanya kabar kamu" Alanna menutup sambungan telepon tanpa menunggu jawaban dari suaminya itu
"Aaiiisshh" Kevin menarik rambutnya frustasi "Kalo kayak gini mending gak punya istri sekalian"
Kevin mondar-mandir di ruang tamu rumahnya, soal membujuk Alanna akan ia lakukan besok. Sekarang yang lebih penting adalah menunggu istrinya yang entah berada dimana
Setelah cukup lama berada diruang tamu, terdengar deru mesin mobil. Langkah pria itu cepat menuju pintu, Kevin berkacak pinggang begitu melihat sang istri keluar dari mobil
"Loh mas, kamu gak lembur?" Pertanyaan macam apa ini? Apa Raina tengah marah
"Kamu dari mana aja?" Tanya Kevin dengan suara dingin
"Aku ada kerjaan penting di toko. Aku mau launching produk baru" Raina mengatakan sambil melangkah masuk
"Kok hp kamu gak bisa ditelepon?"
"Hp aku lowbat"