Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayo semangat
Setelah kepergian perwakilan para guru dan juga para mahasiswa magang, kini semuanya kembali ke ruangan kelasnya masing-masing. Karena mereka memang harus melanjutkan jam pembelajaran, sebab kelas tidak akan mungkin dibiarkan kosong. Dan pada akhirnya akan memancing sebuah keributan, dan keributan itulah yang akan membuat mereka mendapatkan teguran dari kepala sekolah dan mereka semua sangat tidak ingin mendapatkan hal tersebut.
Grace saat ini memasuki kelas siswa tersebut, tentunya ia tiba-tiba saja kepikiran teman siswa tersebut saat melihat kursinya yang saat ini kosong. Beberapa siswa yang memperhatikannya juga menyadari hal tersebut, sebenarnya mereka juga mengetahui kepulangan temannya itu karena kabar duka. Mereka sebenarnya sangat ingin mengunjungi rumah temannya itu, tetapi para guru tidak mungkin membawa mereka menuju ke rumah sang teman.
Sebelumnya guru dan wali kelas hanya membawa perwakilan dari kelas mereka saja, karena ini adalah jam pembelajaran dan tidak mungkin mereka semua meninggalkan tim pembelajaran. Tentunya mereka semua sangat khawatir dengan kondisi temannya, tapi mereka tidak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa menunggu jam pulang sekolah saja. Setelah jam pulang sekolah mereka akan pergi ke rumah sama teman, karena mereka semua sangat khawatir dengan kondisi temannya itu.
Kelas itu sudah dikenal sebagai kelas yang solid, karena itu mereka selalu berusaha memahami satu sama lain. Belum ada siswa di kelas itu yang berbuat masalah, karena jika mereka berulah maka bukan wali kelas yang bertindak terlebih dahulu. Tetapi mereka akan mencoba mencari tahu apa yang sedang dialami oleh siswa itu, dan akhirnya mereka akan menasehatinya sebelum kejahatan yang dilakukan diketahui oleh wali kelasnya.
Guru-guru di sana sebenarnya mengetahui hal tersebut sejak mereka masih duduk di kelas 7, tetapi mereka berusaha bersikap biasa dan membiarkan hal itu saja. Menurut mereka asal lagi apapun yang dilakukan masih belum termasuk tindak kriminal ataupun kesalahan yang fatal, mereka masih hanya memantau saja terlebih dahulu. Namun jika memang kesalahan yang dilakukan sudah tidak bisa ditolerin oleh kelasnya, maka hal itu akan naik ke wali kelas.
Sejauh ini masalah yang dihadapi oleh kelas tersebut pada akhirnya hanya akan berakhir di tangan walikota saja, belum ada satupun siswa yang pada akhirnya berakhir hingga ke guru BK ataupun kepala sekolah. Oleh karena itu semua guru di sana memberikan jempol kepada kelas tersebut, karena kelas tersebut memang menjunjung tinggi solidaritas yang tinggi. Dan itulah yang membuat mereka semua bangga pada kelas itu, bahkan di pergantian wali kelas pastinya banyak yang memperebutkan kelas tersebut.
...----------------...
...Jovita saat ini telah kembali dari rumah duka, Ia pun langsung menemui teman-temannya yang saat ini sedang berada di meja piket. Tentunya mereka semua sangat penasaran dengan situasi yang terjadi di sana, karena mereka semua memang tidak ada yang pergi ke rumah duka....
Jovita dan juga Kenan menceritakan situasi yang terjadi, dan tentunya mereka semua sangat terkejut ketika mengetahui situasi yang terjadi. Mereka sangat tidak menyangka kalau kejadiannya seperti itu, dan mereka yakin kalau siswa tersebut saat ini pasti sangat bersedih. Mereka sangat tidak menyangka kalau duka yang dialami oleh siswa itu sangat menyakitkan, tetapi mereka hanya bisa berharap saja kalau siswa tersebut akan terus bahagia dan bisa melalui semuanya.
" Aku sangat tidak menyangka kalau siswa itu mengalami hal seperti itu, pasti dia sangat bersedih." ucap Kurniawan
" Kita juga tidak bisa berbuat banyak, kita doakan saja agar dia bisa melewati semua tragedi yang dia alami." ucap Jenny
" Semoga saja semuanya bisa dilewatinya dengan tenang ya, dan setelah ini dia tidak akan mengalami kesedihan yang telah mendalam." ucap Jessica
" Kita doakan saja yang terbaik untuknya, dan mungkin kita bisa lebih memperhatikannya." saran Jovita.
" Tetapi jika kita terlalu memperhatikannya bukankah para guru-guru dan siswa di sini akan menganggap kita tidak adil." ucap Grace
" Itu juga yang aku khawatirkan teman-teman, kira-kira mereka akan berpikiran kita tidak adil nggak ya?" ucap Gina
" Kalau aku yang berpendapat sih tidak ya, apalagi kelas gadis itu memang adalah kelas yang menjunjung solidaritas yang tinggi dan aku yakin mereka pasti juga memaklumi perasaan yang dirasakan oleh temanmu." ucap Indah
" Tapi tetap saja kita harus mengantisipasi semuanya, kita tidak boleh membiarkan hal buruk terjadi. Jangan sampai gara-gara di sini menganggap kita tidak bisa adil kepada para siswa, dan hal itu akan membuat kita mendapatkan penilaian yang buruk." ucap Intan
" Selalu menurut kalian kita harus bagaimana menghadapi gadis ini, jujur saja aku sangat kasihan padanya apalagi dengan situasinya saat ini." ucap Ira
" Sebenarnya bukan kau saja yang merasa seperti itu Ira, aku juga merasakan hal yang sama. Tapi kita juga tidak bisa berbuat banyak, kita hanya bisa mendoakan yang terbaik." ucap Irma
" Yang kita bahas bukan mengenai tendangan biasa aja, kita harus memikirkan mengenai sikap kita juga kepadanya. Kita tidak boleh tampak pilih kasih kepadanya, hal itu bisa saja berdampak pada nilai kita yang akan diberikan oleh guru pamong kita masing-masing." ucap Khalid
" Lalu kita harus bagaimana menghadapi situasi seperti ini, apakah kita harus membiarkan saja jika kita melihat dia sedang bersedih di dalam ruangan kelas?" ucap Kenan
" Kita harus tetap bersikap profesional, tetapi ketika kita melihat dia bersedih di luar ruangan kelas kita bisa memberinya motivasi atau semangat. Tetapi jika kita melihatnya bersedih dalam ruangan kelas, mungkin kita bisa membawanya keluar ruangan kelas terlebih dahulu dan kemudian memberinya nasehat." ucap Kurniawan
" Yang kau katakan itu masuk akal juga, kalau begitu kita ikuti saja apa yang dikatakan oleh Kurniawan. Semoga saja semuanya berjalan dengan lancar, dan aku sih berharapnya hal seperti itu tidak akan pernah terjadi dalam ruangan kelas pada saat kita mengajar." ucap Jenny yang memang sangat berharap.
" Kita semua sama-sama berdoa ya semoga saja hal itu tidak akan pernah terjadi pada saat kita berada di kelas." ucap Jessica.
" Amin..." ucap mereka semua serentak
Obrolan mereka terus saja berlanjut, dan kini tanpa mereka sadari hari sudah semakin terang. Beberapa dari mereka harus pergi untuk melanjutkan studinya di universitasnya masing-masing, dan ada beberapa yang memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Jam pulang sekolah memang sudah sejak tadi berlalu, tapi mereka memang memutuskan untuk masih mengobrol.
Grace saat ini memutuskan untuk pulang ke kosnya, karena Ia memang sudah diberitahukan oleh dosennya kalau hari ini tidak masuk. Dosennya sedang ada urusan penting yang terbilang mendesak, sehingga memutuskan untuk tidak masuk kelas dan meliburkan para mahasiswa. Dan mereka yang memang masih dalam proses magang tentunya sangat senang, karena mereka bisa pulang cepat.
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)