NovelToon NovelToon
Anak Kembar COE Terpisah

Anak Kembar COE Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.

Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.

Bagaimana kelanjutan cerita nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aneh

Sera menyentuh dagunya melihat putranya itu bermain game perangnya lagi seperti tidak ada hal aneh sebelumnya.

Sera menyentuh keningnya kemudian beralih pada kening putranya itu, meskipun putranya itu menepis tangannya. Namun, Sera merasakan secara langsung putranya itu baik-baik saja.

"Kamu tidak demam," ucap Sera menyipitkan matanya.

"Ya iyalah Ma, aku nggak demam. Mama kenapa dah sehabis pulang dari hotel keliatan aneh," jawab Louis seraya membuka lengan baju dan menunjukkan bicep yang tidak terbentuk sama sekali.

Sera terlihat menjewer kuping putranya itu, "Iya, tapi kamu kelihatan aneh tadi, masa kamu pendiam sekali padahal bisa kayak petasan banting,"

Louis tampak memanyunkan bibir dan menyipitkan matanya serta meletakkan tangannya di pinggangnya merasa tidak suka dengan sindiran dirinya.

Sera kembali menyentuh dagunya, "Atau jangan-jangan ada hantu kloning di tempat itu, seperti di film-film horor,"

Sera langsung mengusap bahunya yang terasa merinding, dia tidak ingin memikirkan hal yang aneh-aneh itu lagi dan memutuskan untuk pergi ke dapur.

Sedangkan Louis tampak keheranan dengan apa yang dipikirkan oleh ibunya itu, dan mengaruk kepalanya yang tidak gatal.

Di sisi lain, Dominic tampak mengibaskan tangannya di depan wajah Leo, namun anak tidak merespon gerakkan tangannya seperti sebelum-sebelumnya.

Membuat Dominic heran, padahal beberapa jam lalu Leo terlihat fokus dan pandai dalam bertutur kata, dan sekarang malah kembali ke keadaan awal.

"Aneh?" ujar Dominic mengerutkan keningnya.

"Padahal, dia bisa membobol pintu kamar hotel dan mengelabui Ajudan, sekarang malah tidak mau berbicara," gumam Dominic pelan.

Dominic kemudian berjongkok di hadapan Leo yang masih terdiam dengan mata yang tidak fokus ke arah Dominic.

Dominic mencoba memanggil Leo beberapa kali, "Leo... Leo, dengar Papa,"

Leo menatap Dominic sembari fokus pada jam tangan pemberian Louis. Dominic terlihat menyentuh tangan putranya agar tidak lepas dari perhatiannya.

"Kamu tadi bisa berbicara dengan baik? Kenapa sekarang tidak bisa lagi?" tanya Dominic mengerutkan keningnya.

Jujur saja dia lelah saat ini, padahal tadi putra seakan memiliki perkembangan yang pesat, namun ternyata nihil—anak kembali pada keadaan yang sama.

"Tuan," panggil Robert yang membuat Dominic menoleh.

Dominic meraup wajahnya kasar dan berdiri dari duduknya, "Iya ada apa?" tanya Dominic.

"Tuan, Nyonya Tua datang," ucap Robert menyampaikan pesan.

Tidak berselang lama dan tanpa aba-aba, Margaret—Ibu Dominic—masuk ke ruang keluarga, tentu saja dengan setelan ala ibu-ibu sosialita dengan bulu-bulu di lehernya.

"Kau! Apa yang kau lakukan pada terapis Leo? Mama mendengar semuanya," gertak Margaret memegang pinggangnya dengan gerakan kasar.

Dominic mengerutkan keningnya tampak jengkel dengan perdebatan yang akan terjadi.

"Mama, Mama harus tahu terapis itu tidak baik untuk Leo," jawab Dominic.

"Kenapa tidak baik? Apa salahnya? Dia membantu Leo untuk bisa seperti anak lain. Apa yang salah?" tanya Margaret dengan bertubi-tubi.

"Ya, dia memang membantu Leo, tapi juga menciptakan trauma pada cucu Mama seumur hidupnya," jawab Dominic dengan getir, mendekat ke arah putranya.

"Apa maksud kamu?" tanya Margaret mulai kebingungan dan menyipitkan matanya karena penasaran.

Dominic tanpa aba-aba membuka baju Leo dan memperlihatkan ada beberapa luka di tubuh Leo yang tidak mereka ketahui.

Margaret langsung menutup mulutnya sebab tercengang melihat beberapa luka memerah yang masih baru dan ada pula luka yang terlihat sudah menghitam—itu semua tampak sangat banyak di mata Margaret.

"Astaga!" mata Margaret membulat.

"Beraninya wanita itu menyakiti cucuku!" ujarnya geram, matanya merah menyala seolah akan membuat pelajaran pada seseorang yang telah menyakiti cucu kesayangan itu.

Namun, selepas melihat mata Leo yang terlihat berbinar dan polos membuat Margaret meredahkan emosi dan mendekat ke arah Leo kemudian memeluknya.

"Maafkan Oma, Oma salah. Harusnya Oma tidak membiarkan kamu di terapi dengan wanita biadab itu," geramnya hingga giginya gemerutukan.

"Kita harus menghukum seberat mungkin hingga tak ada satupun yang tersisa," ujar Margaret menatap wajah putranya dengan tatapan elangnya.

"Mama tenang saja, Mama tidak perlu mengotori tangan Mama. Aku sudah membereskan semuanya," kata Dominic dengan pasti menatap mata ibunya itu.

"Bagus, dia tidak tahu bahwa kita tidak bisa diremehkan dengan mudah," jawab Margaret menganggukkan kepalanya dengan semangat dan tersenyum simpul.

Margaret kemudian mengelus surai Leo dengan senang dan memperhatikan apa yang dikerjakan oleh cucunya itu.

Ternyata cucunya itu bermain dengan sebuah smartwatch yang tidak pernah dimiliki Leo sebelumnya. Dia kemudian menoleh pada Dominic seolah mempertanyakan tentang jam tangan itu.

"Sayang, di mana kamu menemukan jam tangan ini?" tanya Margaret mengelus surai Leo dengan lembut.

"Al— Alpukat?" ujar Leo menatap ke arah Margaret dengan berbinar-binar.

Margaret dan Dominic saling melirik dengan wajah bingung mendengar kata yang dikeluarkan dari mulut Leo yang menunjuk smartwatch-nya yang tidak menyala.

"Alpukat? Apa yang kamu maksud dengan alpukat, sayang? Orang yang memberikannya namanya Alpukat?" tanya Margaret menatap wajah cucunya lekat-lekat.

Leo hanya menganggukkan kepalanya dengan kencang dan mengembungkan pipinya, meskipun maksudnya bukan itu tapi—

'Ada seorang anak yang memberikan jam tangan pintar itu dan menyebut diri mereka adalah Alpukat, dan tentu saja namanya Louis,'

Dia ingin berbicara panjang lebar tentang perasaan senangnya hari ini. Namun, dia memiliki keterbatasan dalam berbicara sehingga rasanya melelahkan jika harus menjelaskan dengan panjang lebar.

Dominic mendekati putranya itu dan berjongkok di hadapannya, "Kamu mendapatkan jam ini dari siapa, Leo? Kamu tidak membawa jam ini kemarin, kan?"

Margaret tampak menoleh pada Dominic dengan perasaan khawatir, "Kamu sudah tahu siapa yang memberikannya ini?"

Dominic menggelengkan kepalanya dengan kening yang menunjukkan perasaan frustasi.

*

Sedangkan seorang anak yang telah memberikan jam tangan pada Leo kabur dari rumah dengan mengendap-endap dan sekarang naik mobil driver menuju rumah sakit tanpa takut diculik.

"Eh, adek mau kemana? Nggak takut diculik apa?" tanya supir driver itu terus mengomeli Louis sepanjang jalan menuju rumah sakit.

"Ish, Om ini. Tau tidak Mama ku sedang di rumah sakit dan aku ingin menemuinya," gerutu Louis.

Jujur saja Louis tidak bohong dengan perkataannya sebab dia ingin menemui Mama angkatnya yang bekerja di rumah sakit.

Cerita cukup panjang mengapa seseorang di rumah sakit itu menjadi ibu angkatnya, namun Louis merasa tidak perlu menjelaskan semuanya pada supir driver itu yang mengkhawatirkannya seperti keluarga sendiri.

"Om tinggal diam saja dan fokus di jalan saja," tegas Louis tidak mau diganggu dan malah menghadap jendela mobil.

Supir driver itu kemudian menghela nafas, "Ya udah dah, kalau diculik benar jangan teriak... Mama! Mama tolong!"

"Om skibidi banget dah," ujar Louis mengembungkan pipinya.

"Haelah... Gen Alpha," ledek supir driver mobil itu.

1
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kas Mi
doble up thor🤭
Rere Lumiere: Oke nanti ya 👍
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kas Mi
lnjut thor..tegang🤭🥰
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Kas Mi
🙏thor msih bnyk thipo..ngetik.y jng terburu2 biar hsil.y bgus🥰
Rere Lumiere: Oke makasih
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Rere Lumiere: Tunggu ya 👍
total 1 replies
Greenindya
aku kira Dominic bakalan langsung beli tuh RS pas ga dikasih info
Kas Mi
semangat berkarya
Kas Mi: masama thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!