NovelToon NovelToon
Aku Bukan Kupu-kupu

Aku Bukan Kupu-kupu

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Romansa Fantasi / Time Travel / Model / Fantasi Wanita / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:361.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wachid Tiara

Seorang model cantik yang sangat terkenal, tiba-tiba harus menjalani takdir kehidupannya dengan menjadi seorang Dewi Kupu-kupu, dia terbang begitu jauh menembus ruang dan waktu, sampai dia terjebak di sebuah kerajaan bernama Awan Langit untuk menyelesaikan misinya di sana, agar dia bisa memenuhi satu keinginan terbesarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30

.

30

.

Sesampainya di sana, mereka di sambut oleh ratu Amalthea dan juga Astrid yang terlihat begitu cemas.

Dia takut jika Sky ternyata ikut di serang oleh orang-orang yang dia perintahkan untuk membunuh Vivi

Astrid terkejut saat melihat Vivi yang sedang tersenyum manis padanya. Di sana juga ada Bisma yang sedang menatapnya seolah jika dia sedang memberikan hormat padanya

"Kamu masih hidup?!" Ucap Astrid dengan keras.

Semuanya melihat ke arah Astrid, mereka tidak mengerti kenapa Astrid mengatakan hal itu pada Vivi. Sementara Sky hanya tersenyum menyeringai mendengar itu. Dia senang karena Astrid kini membuka kedoknya sendiri

"Aku? Kenapa aku harus tidak hidup? Kamu Sepertinya benar-benar terkejut melihatku masih hidup. Apa kamu ingin melihatku mati?" Tanya Vivi balik.

Astrid menutup mulutnya, dia melihat ke arah kakaknya yang menggelangkan kepalanya padanya.

"Apa yang kamu katakan Astrid?" Tanya Ratu Amalthea.

"Tidak apa-apa bibi. Aku hanya sangat khawatir pada Vivi. Dia pergi dari pagi, dan sekarang ini baru kembali." Jawab Astrid. Dia tersenyum lebar pada ratu Amalthea yang menatapnya penuh dengan selidik.

"Khawatir? Kamu Sepertinya sangat terkejut saat melihat Vivi masih hidup. Aku yakin jika kamu benar-benar khawatir" ucap Cloud sarkis, "kamu itu seperti orang yang sudah melakukan sesuatu hal yang bisa membuat Vivi kenapa-napa tapi tidak berhasil. Dan kini kamu melihat Vivi ada di sini dan baik-baik saja. Itu sebabnya kamu sangat terkejut saat melihat dia baik-baik saja." Tambahnya.

"Apa yang kamu katakan Cloud... Mana mungkin begitu. Aku tidak pernah melakukan hak seperti itu." Kilah Astrid.

"Aku sangat mempercayai mu..." Jawab Cloud dengan senyuman menyeringainya.

"Sudahlah. Saat ini yang penting Vivi baik-baik saja. Kita tidak perlu membesarkan masalah ini. Lagi pula kalian ini dari mana? Kenapa pergi begitu lama?" Tanya ratu Amalthea.

"Iya... Aku menunggu kalian." Tambah Belinda yang segera berlari memeluk Vivi.

"Kami hanya pergi berlatih pedang di dekat danau. Di sana pemandangan sangat indah. Jadi kami sampai lupa waktu." Jawab Vivi.

"Benar Ibunda... Kami belajar pedang di sana... Karena itu kami lupa diri. Maafkan kami Ibunda." Tambah Sky sembari membungkukkan badannya.

Melihat itu Vivi, Cloud juga Lunar juga segera membungkukkan badan mereka pada ratu Amalthea.

"Kalian pasti sangat lapar bukan? Kalian belum makan apapun sejak pagi." Ratu Amalthea terlihat khawatir.

Tidak ibunda... Kami sisah kekenyangan. Vivi menyiapkan banyak makanan yang sangat enak aku dan Lunar menghabiskannya." Jawab Cloud dengan cepat.

"Vivi? Apa yang dia siapkan? Apa dia memiliki banyak uang untuk menyiapkan semuanya itu?" Tanya ratu Amalthea

Vivi merasa kebingungan untuk menjawab pertanyaan itu. Dia melotot pada Cloud yang tidak bisa menjaga mulutnya.

"Tidak ibunda... kami pergi ke pasar untuk membeli banyak kue bulan. Aku yang membelinya. Bukan Vivi. Cloud bahkan menghabiskan semuanya!" Sky melirik ke arah adiknya dengan sebal. Dia masih kesal, karena piknik bahagianya dengan Vivi harus di gagalkan oleh adiknya yang juga menghabiskan semua makanannya.

"Benar yang Mulia ratu Amalthea... Saya bahkan tidak punya uang sepeserpun." Tambah Vivi.

"Ya sudah. Sepertinya kalian sangat lelah. Kalian bersihkan diri kalian, setelah itu kita akan berkumpul bersama untuk minum teh." Ucapnya ratu Amalthea pada semuanya.

"Iya ibunda..." Ucap Sky dan Cloud secara bersamaan. Sementara Vivi dan Lunar hanya menganggukkan kepala mereka.

"Ya sudah. Kembalilah ke kamar kalian. Aku akan menemui yang mulia Raja, Sky, Cloud, kian juga ikut aku." Ucap ratu Amalthea lagi.

"Baiklah ibunda." Jawab Sky dan Cloud secara bersamaan.

Setelah itu mereka berdua mengikuti ratu Amalthea yang berjalan pergi dari sana bersama dengan Belinda.

Sementara Vivi dan Lunar masih ada disana bersama dengan Astrid dan juga Bisma.

"Kamu tidak tahu kenapa kau masih hidup?" Tanya Vivi seraya melihat ke arah Bisma sekilas, "kakak kesayanganmu tidak menceritakan semuanya padamu? Bagaimana dia gagal membunuhku?" Vivi menatap tajam pada Astrid yang terlihat gugup saat ini.

"Orang yang tidak bisa menepati janjinya, dalam duniaku adalah seorang sampah! Dia tidak pantas untuk sekedar di beri makan! Dia harus di biarkan mati perlahan-lahan, agar dia tahu, bagaimana dia akan merasakan rasa sakitnya menghadapi kematiannya yang begitu menyiksanya." Ucap Vivi lagi.

"Vivi! Jangan sombong dulu! Kakak ku mungkin tidak bisa membunuhmu saat ini , tapi aku akan membunuhmu lain kali! Aku akan memastikan semuanya itu! Jawab Astrid.

Vivi tertawa geli.

"Sebelum kamu membunuhku. Aku mungkin sudah lebih dulu membunuhmu. Jadi jaga sikapmu padaku." Jawab Vivi sembari berjalan melewati Astrid untuk kembali ke kamarnya.

"Kamu tidak tahu sedang berurusan dengan siapa putri astrid. Ada baiknya kamu kenali lawanmu dulu, sebelum kamu memutuskan untuk menyerangnya." Ucap Lunar sebelum akhirnya dia juga berjalan menyusul langkah kaki Vivi.

Astrid mengepalkan tangannya kuat-kuat.

"Argh! Kenapa kakak bisa gagal!" Geram Astrid.

"Sebaiknya kamu urungkan saja niatmu untuk membunuhnya. Atau lain kali kita tidak akan beruntung seperti ini." Jawab Bisma.

"Kakak pengecut! Aku tidak mau tahu, kakak harus menghabisi Vivi bagaimanapun caranya!"

"Tidak. Kakak justru menemuimu untuk memberikan hukuman untukmu. Kakak tidak akan pernah lagi membantumu untuk melakukan hal itu. Kakak juga tidak akan bertanggung jawab lagi, jika nantinya kamu akan mendapatkan hukuman dari yang Mulia raja Orion Janus. Kamu harus melupakan rasa benci mu pada Vivi. Bukan salahnya bisa mendapatkan hati sky.

Karena dia tulus ingin dekat dengannya tanpa memikirkan jika sky adalah calon raja atau apapun. Tapi kamu memikirkan apa yang bisa kamu dapatkan jika kamu bisa mendekatinya. Seorang ratu. Kamu ingin semuanya itu. Itu sebabnya Sky tidak merasa nyaman untuk bersama mu. Bersainglah secara sehat untuk mendapatkan hati sky. Bukan justru seperti ini. Kamu akan berhadapan dengan ku, jika kamu benar-benar mencoba untuk menyakitinya atau sampai membunuhnya lagi." Jelas Bisma, setelah itu dia juga berjalan pergi dari sana.

Mendengar apa yang baru saja kakaknya katakan justru membuat Astrid semakin marah.

"Vivi sialan! Aku benar-benar akan membunuhnya dengan tanganku sendiri!"

Di kamarnya Vivi mengeluarkan sayapnya yang terasa begitu ingin keluar sejak tadi. Mungkin sayapnya juga ingin menikmati kebebasannya.

"Ini melegakan..." Ucapnya seraya mengepakkan sayapnya.

"Kenapa kamu menyembunyikan identitas aslimu?" Tanya Lunar.

"Bagaimana lagi... Jika semua orang tahu jika aku ini Dewi Kupu-kupu, mereka akan berbondong-bondong datang padaku untuk meminta sesuatu dariku. Aku tidak mau! Aku kemari hanya untuk memberikan bantuan Sky dan Cloud. Walaupun aku juga sebenarnya bebas melakukan apapun yang aku inginkan di sini, termasuk membantumu." Jelas Vivi.

"Kamu yakin tugasmu hanya untuk membantu Sky dan Cloud saja?" Tanya Lunar lagi.

Vivi tersenyum lebar.

"Tidak... Sebenarnya aku di kirim kemari untuk membantu kerajaan ini. Tapi aku memfokuskan pada sky dan Cloud." Jawab Vivi.

"Itu berarti semua orang seharusnya bisa mendapatkan bantuanmu bukan?" Tanya Lunar lagi.

"Benar. Tapi aku akan melakukannya diam-diam saja. Aku juga tidak mau menunjukkan sayapku pada semuanya. Itu berbahaya." Jawab Vivi.

"Benar. Aku tidak bisa membayangkan jika sampai semua orang meminta bantuanmu."

"Sudahlah. Kita nikmati ini... Namanya pop corn. Kamu akan suka. Karena ini pedas." Vivi memberikan satu cup besar pop corn pada Lunar yang segera menerimanya dengan senang hati.

Sementara diluar kamar Vivi, Bisma mendengar semuanya apa yang Vivi katakan. Dia juga melihat sayap indah Vivi yang begitu menakjubkan. awalnya dia ingin mengatakan sesuatu padanya, tapi tidak sengaja dia harus menyaksikan semuanya itu

"Jadi dia Dewi kupu-kupu...."

.

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
hai kak aku mampir wih nie novel dri 2020 tapi ngga pp ya walau baru nemu

siapa yang sudi mampir di novel pertama qu
Sri Yuli Yanti
ceritanya menarik jariku untuk terus menggeser terus layar hpku ke atas,, 🤭 lanjut baca Thor ☺️
Aprilia G. De Obelia
ngakak! ke ingat cerita Amy sama Arthur, adegannya sama
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣🤣 dapat da bayangkan
Jjlynn Tudin
terbaik hahaha
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Jjlynn Tudin
love Vivi ketat2 🤣🤣
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣 klu sky kpingin ya Peri agung ya juga pengin tu hahahah
Jjlynn Tudin
hahaha sot² punya dewi🤣🤣🤣
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣🤣 aduh best juga selingkuh pada yang sama untung jadi playgirl terhormat hahaha
Jjlynn Tudin
geram aku sama ratunya eeee
Jjlynn Tudin
Peri agung cemburu 🤣🤣 di buatnya sky tetidur hahaha
Jjlynn Tudin
ohh aku ikut merasa kegilaan Vivi🤣🤣🤣
Jjlynn Tudin
alala suda di hisap² bibirnya Dewimu Peri agung🤣🤣🤣
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣 kurungla.selama.lamanya🤣
Jjlynn Tudin
oiii mengoda dewi dosa tu hahahaha
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣 kdapatan tliur
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣
Jjlynn Tudin
🤭dapat saya bayangkan Vivi mcm siok sdiri hahaha
Vivi swanti Nainggolan
kok Uda tamat gk ada sama sekali TDK ending alias gantung sayang sekali padahal ceritanya bagus.lihat ini aja ceritanya gantung jd malas lihat cerita yg lain😓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!