Seorang Dirga pewaris tunggal dari keluarga kaya raya terpaksa harus menikahi Elisa anak dari rekan bisnis orang tuanya, hanya karena surat perjanjian kala itu beserta penyatuan dua perusahaaan yang sudah di sepakati bersama.
Dirga sebenarnya tidak mencintai Elisa karena dihatinya sudah ada Mona yang sudah 5 tahun ini menjadi kekasihnya.
Elisa sudah mengetahui semuanya kalau ternyata Dirga menikahinya hanya karena keterpaksa, rumah tangga yang mereka jalani hanya kebohongan belaka. lambat laun hati Elisa mulai lelah dan dengan terpaksa dia harus pergi menjauh dari kehidupan Dirga dengan membawa kehamilannya yang tidak di ketahui oleh siapapun.
Dirga akhirnya menyesali perbuatanya saat dia mengetahui ternyata Mona hanya memanfaatkannya saja selama ini, dia kembali mencari Elisa tapi Elisa sudah pergi jauh dari hidupnya.
Penyesalan? apakah Elisa akan kembali untuk Dirga kita lihat saja nanti.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian readers like dan komennya ya!''🙏♥️😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Black card
"Kamu tidak percaya denganku?"
"Apa ayahku tahu dimana kamu tinggal?"
"Apa ayahmu tidak cerita kalau kemarin kita bertemu!"
"Apa! Jadi kalian bertemu? kenapa kamu tidak mengatakannya padaku?"
"Apa kalau aku mengatakan padamu kamu bisa mengubah keadaan? kamu tidak berani kan melawan ayahmu?" Disana Dirga terdiam, memang benar kalau dirinya tidak bisa melawan semua perintah ayahnya.
"Kenapa diam? kamu tahu apa yang ayahmu minta padaku?"
"Ayahku meminta mu apa?"
"Ayahmu memintaku untuk mengisi sebuah cek, dan kamu tahu berapapun nominal yang aku minta ayahmu akan memberikannya, asalkan aku mau meninggalkanmu!"
"Apa!!!!!" Disana nampak Dirga mengepalkan tangannya, dia sungguh tidak menyangka kalau ayahnya merendahkan dirinya sendiri untuk membayar Mona demi ambisinya. "Kapan aku bisa bahagia dengan hidupku sendiri!! Dirga benar-benar marah disana.
Sementara itu Mona merasa puas setelah berhasil mengadu domba Dirga dengan ayahnya sendiri, sedang Ronal yang masih duduk disana sungguh sangat kesal, dia tahu kalau kedatangan Mona sebenarnya ada maksud tertentu yaitu untuk mengadu domba Dirga dan juga Ayahnya.
"Kenapa kamu menikahi Elisa Ga, kalau hanya untuk mempermainkan hatinyanya saja, lebih baik dulu Elisa bersamaku pasti hidupnya akan jauh lebih bahagia!" lirih Ronal disana.
Disana Ronal segera pergi meninggalkan Dirga dan juga Mona, semakin lama disana malah dirinya semakin muak melihat Dirga yang tidak tegas terhadap Mona dan sekarang malah dirinya sudah di kendalikan oleh si ular berbisa.
"Sayang sudahlah tahan emosimu!''
''Aku hanya tidak suka dengan sikap ayahku, ayahku tidak membiarkanku mencari kebahagiaanku sendiri!''
"Sudahlah tahan emosimu, oya sayang, apa kamu masih ingat dengan janjimu?" Mona mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.
"Janjiku? Janjiku yang mana?" hati Dirga sudah mulai mencair disana.
"Kamu pernah mengatakan kalau setelah kepulanganmu dari Eropa kamu akan mengajakku kemana pun aku mau!"
"Ya aku ingat itu! apa kamu menagih janjiku sekarang?"
"Tidak, sebenarnya aku juga malas pergi-pergi!"
"Lalu? kamu mau minta apa?"
"Aku mau kamu memberiku black card saja!" apa kamu mau memberikannya untukku?"
"Black card? buat apa sayang? apa uang yang aku beri selama ini kurang?"
"Aku hanya ingin mempunyai Black card seperti teman- teman sosialita ku sayang!"
"Baiklah nanti akan aku pertimbangkan!"
"Benar ya sayang, aku tunggu kabar baik dari kamu!"
"Baiklah, kalau begitu kamu pulang saja ya, aku tidak mengusirmu tapi aku tidak ingin kamu terkena masalah dikantor ini!"
"Baiklah aku akan pulang!" Mona segera mengambil tas nya dan dengan cepat memeluk Dirga, disana dia segera mendarat kan ciuman di bibir Dirga.
"Aku mencintaimu sayang!"
"Aku juga! soal ayahku nanti akan aku bicarakan baik-baik ya!"
Akhirnya Mona segera pergi dari kantor Dirga, kedatangannya memang sengaja ingin mengadu domba antara anak dan ayah itu dia sedang mencari strategi untuk bisa menghancurkan Dirga dan juga ayahnya setelah itu dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan.
**
Sementara hari sudah mulai sore Dela segera berpamitan pada Elisa untuk segera pulang, dirumah Elisa tadi dia mendapat sebuah panggilan telepon dari perusahaan yang akan menginterview dirinya, pihak perusahaan meminta Dela untuk datang esok hari mereka mempercepat dari waktu yang sudah di tentukan.
"El, aku pulang dulu ya! besok aku janji akan menemuimu lagi!"
"Apa tidak sebaiknya kamu menginap saja di sini Del?"
"Lain kali saja pengantin baru!" Disana Dela pun tertawa dengan celotehannya.
"Apaan sih kamu Del?"
Akhirnya Elisa mengantarkan Dela kedepan rumahnya sedang di sana ada sebuah taxi yang sudah menunggu nya, taxi itu memang sudah di pesan oleh Dela tadi, tapi baru saja mereka akan keluar tiba-tiba mobil Dirga terlihat baru saja pulang dari kantornya. Di dalam mobilnya Dirga penasaran siapa perempuan disamping Elisa.
"Kamu baru pulang mas?" Sapa Elisa saat Dirga sudah turun dari mobilnya.
"Kenalkan mas ini Dela temanku!" disana Dela sudah menebak kalau orang di depannya adalah Dirga suami Elisa yang sering di ceritakan Elisa waktu itu.
"Dela!" disana Dela memperkenalkan dirinya di depan Dirga.
"Dirga!" disana nampak Dirga sedikit dingin menanggapi Dela. Dia pun langsung masuk begitu saja meninggalkan Elisa dan Dela.
"El, suamimu? dia cuek sekali!"
"Maaf ya, mas Dirga memang begitu tapi aslinya dia baik kalau sudah kenal kok!"
"Baik?"
"Iya, apa kamu tidak jadi pulang? atau malah kamu mau menginap di sini saja?"
"Tidak! tidak aku tidak mau melihat wajah suamimu lagi dia kelihatan garang tapi suamimu benar-benar tampan El!"
"Apa diam-diam kamu naksir suamiku juga?" Elisa pura-pura marah disana.
"Tidak El! tidak, aku hanya memuji saja!" Dela sedikit ketakutan disana tapi tiba-tiba Elisa tertawa.
"Aku hanya bercanda Del!" Dela pun sampai mengelus dadanya.
"Bercandamu membuat aku jantungan! ya sudah aku langsung pulang ya? kasian taxinya sudah menunggu lama!"
"Ya sudah hati-hati ya!" disana mereka kembali berpelukan.
Setelah kepergian Dela, Elisa segera masuk kedalam rumahnya dia tidak melihat suaminya ada di bawah pasti suaminya sedang ada di kamarnya. Elisa pun langsung segera menyusulnya keatas.
Sesampai di kamar atas Elisa tidak juga menemukan suaminya disana samar-samar dia mulai mendengar Dirga sedang berbicara dengan seseorang di balkon kamar mereka.
"Mel, tolong besok urus ya. Secepatnya saya mau black card itu!" disana Dirga sedang berbicara dengan sekretaris nya.
"Black card? untuk apa mas Dirga membuatnya? apa itu buat aku?" Di balik tirai jendela Elisa masih berusaha mendengarkan pembicaraan suaminya, tapi tiba-tiba entah dari mana se'ekor cicak sudah menempel saja di bajunya reflek Elisa langsung menjerit disana.
"Aaaaaaaaahhhhh......!!!!!" Mendengar teriakan Elisa, Dirga segera menghentikan pembicaraannya dengan sekretaris nya, Dirga segera berlari masuk kedalam kamarnya.
"Kamu kenapa?" Dirga dengan cepat sudah berada di dekat Elisa.
"Ci-cicak di bajuku!" dengan cepat Elisa segera memeluk Dirga guna bisa menyelematkan dirinya.
"Aku takuuuuutttt!"
"Apa kamu mengambil keuntungan untuk bisa memelukku?" disana Elisa baru tersadar dia segera melepaskan diri dari peluka Dirga.
"Maaf!" Elisa segera berlari ke bawah untuk meminta bantuan orang dibawah.
"Sial! kenapa juniorku merespon saat Elisa memelukku tadi?"
To Be Continued......
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMUA READERS 🙏😊❤