Aisyah harus kembali ke desa tempat ia di lahirkan...karena kematian Kakak dan Kakak iparnya.
Dia juga harus menjadi ibu bagi kedua keponakannya, Aira dan Airen .
Demi menjaga kedua keponakannya, akhirnya Aisyah bekerja di balai desa sebagai sekdes.
Hingga , kepala desa meninggal dan di gantikan oleh orang dari kota kiriman dari pemerintah. Kepala Desa baru cukup arogan dan terkesan galak.
Salah sedikit saja , pasti akan jadi masalah besar. Namun begitu ..banyak gadis desa maupun ibu - ibu mengidolakannya , karena ketampanan sang lurah dan statusnya sebagai Hot Duda.
Entah karena hal apa , Pak lurah itu selalu saja berseteru dengan Aisyah....Akankah permusuhan antara Aisyah dan Pak lurah berubah jadi cinta....
Ikuti kisahnya.....Pak Lurah Galak Mencari Cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Zayna meraung tidak mau di ceraikan . Dua keluarga itu berkumpul di rumah Papa Zaka...tanpa Samudra tentunya.
" Aku enggak mau Kak , apa salah aku padamu , apa kata orang nanti , belum ada sebulan kita menikah , aku sudah di cerai , seperti wanita tidak berguna saja aku ini ".
" Kamu lupa kalau orang - orang tidak ada yang tau kalau kita sudah menikah " Sanggah Mahesa.
" Baik kalau itu mau Kak Mahesa , tapi aku minta waktu , jadi tidak sekarang kita cerainya , atau aku akan sebarkan tentang pernikahan kita ".
" Maksud kamu?".
" Aku mau minta waktu dua tahun untuk kita tinggal bersama , dan jika selama dua tahun itu tidak ada cinta Kak Mahesa buat aku , aku akan terima apapun keputusan Kak Mahesa ".
" Ma ". panggil Mahesa.
" Semua Mama serahkan padamu nak , bagaimana baiknya ". Mama Zila tidak mau salah bicara , dan membuat putranya tertekan.
Dan akhirnya Mahesa memenuhi permintaan Zayna. Papa Zaka pun sampai membelikan rumah untuk mereka berdua. Mahesa tadinya menolak...namun kembali Mahesa mengalah , ia malas berdebat dengan Zayna.
Tapi selama dua tahun itu mereka berdua seperti hidup sendiri - sendiri . Tidur pun di kamar yang terpisah , Mahesa benar - benar menjaga jarak pada Zayna.
Ia tidak mau terjebak pada gadis berambisi itu untuk selamanya...ia tidak tau saja ada rencana Zayna di balik permintaannya.
Dan malam sebelum waktu yang di minta berakhir , Mahesa masuk dalam jebakan Zayna.. Meminum air yang telah di campur obat oleh Zayna , tanpa sadar ...Mahesa malam itu merenggut kesucian Zayna.
Dari hubungan itulah , lahirlah Raysa....tapi malang , saat melahirkan putri pertamanya, Zayna menghembusakan nafas terakhirnya.
# Flasback of #
" Sayang , maafin Mas ya , karena Mas tau Samudra ada rasa sama kamu , sebenarnya tadi ia sedang bercerita tentang kamu , lalu minta bantuan Mas untuk mencari di mana keberadaan kamu , dan dengan bodohnya Mas menyanggupinya , Mas takut kamu lebih memilih Samudra dari pada aku, ".
" Kalau tau kamu yang di cari Samudra, sudah dari tadi Mas tolak , dan bilang kalau kamu istri Mas yang paling Mas cintai ".
" Yakin nih cinta banget sama aku , buka gara - gara Pak Sam yang mau nyari aku ya ?".
" Bukan lah sayang, kali ini Mas benar - benar cinta sama kamu, kamu wanita pertama yang sudah mencuri hatiku ".
" Oh...oh...so sweet sekali Pak Lurah ini , hati adek meleleh Bang ".
" Heh , malah meledek, mau Mas cium ya "
" Biasanya juga enggak minta ijin , Mas langsung nyosor aja ".
" Jangan di sinilah , nanti banyak yang ngiri , ayo pulang sudah mau magrib , nanti Mama marah menantunya kecapean ".
" Udah enggak ngambek nih ceritanya ?".
" Enggak ".
Mahesa menggandeng tangan Aisyah lembut.
" Jangan di tinggal lagi aku nya Mas se ". Ledek Aisyah.
" Jangan Macam - macam kamu sayang, kalau enggak mau malam nanti begadang ".
" Aku lagi hamil dua anak kamu Mas kalau lupa".
" Mas enggak lupa sayang, habis kamu kayak nantang Mas sih ".
" Biannnn kamu ajak kemana saja Aisyah...sampai magrib baru pulang, wanita hamil enggak baik di ajak keluyuran tau ". Suara Mama Zila nyaring , membuat keduanya sontak melihat ke arah gerbang.
" Mama , kenapa teriak - teriak sih...aku dan Aisyah enggak kemana - mana Ma , cuma ke taman depan saja, kita duduk berdua dan mengobrol sampai lupa waktu , habis di sana suasananya tenang dan adem "
" Benar itu Aisyah ?". Tanya Mama Zila ke Aisyah membuat Mahesa membulatkan matanya.
Aisyah mengangguk,," Iya Ma , kita cuma duduk- duduk saja kok tadi ".
" Mama enggak percaya sama anaknya sendiri ?".
" Enggak.....makanya Mama tanya sama mantu Mama ". Mama Zila melepas genggaman tangan Mahesa dari tangan Aisyah.
" Gandengan mulu kaya mau nyebrang , ayo sayang masuk , hiraukan saja suami kamu itu !".
Mahesa mencebik , sekarang bukan hanya Aca yang akan mengusai istrinya tetapi juga sang Mama.
Tapi ia bersyukur, Mamanya begitu menyayangi Aisyah dengan tulus , tidak seperti pada mantannya dulu.
Makan malam kali ini di rumah Mama Zila begitu ramai , Aca tidak berhenti berceloteh , dia duduk di samping Aisyah, sambil minta di suapi oleh ibu sambungnya itu.
Hanya satu yang terlihat sendu , dialah Samudra.. Mahesa yang menyadarinya menepuk bahu adiknya itu.
" Makan yang benar Sam , jangan sampai kamu sakit... kalau ada masalah nanti bisa di bicarakan dengan ku ".
Mahesa sampai mengambilkan lauk kesukaan adiknya itu. " Makanlah , bukannya ini kesukaan kamu , Mama khusus membuatkannya untuk kamu , jangan buat Mama kecewa Sam ".
Samudra tau maksud ucapan kakak nya itu , Mama nya pasti akan kecewa jika tau , Aisyah lah gadis yang di cintainya.
Mama Zila tidak terlalu memperhatikan kedua putranya karena asik mendengarkan celoteh Aca yang begitu nyaring dan cempreng suaranya .
" Mama dan Papa sudah selesai, ayo Aca kita ke ruang TV...nanti Mommy kamu biar menyusul , kamu harus makan banyak Aisyah, di perut kamu ada dua nyawa yang harus kamu kasih makan juga ".
Deg....Samudra masih tidak percaya kini Aisyah sedang mengandung benih sang kakak....ada dua lagi.
" Iya Ma ".
Mama Zila , Papa Farid dan Aca meninggalkan tempat makan. Kini tinggal Aisyah , Mahesa dan Samudra.
" Mau nambah lagi sayang ?". Ucap Mahesa sambil mengusap kepala Aisyah.
" Enggak Mas , jangan terlalu banyak nanti perut aku begah , seperti biasa saja sedikit sedikit tapi sering ".
" Iya sih , Mas enggak bakalan lupa kok , apalagi ini menyangkut kamu dan buah hati kita ".
" Ehemmmm...masih ada orang di sini ". Tegur Samudra , mata dan telinga nya panas , entah sengaja atau tidak, perlakuan Mahesa pada Aisyah membuat Samudra berfikir keras.
Kamu terlihat bahagia Ais, Kak Bian juga , terlihat cinta banget sama kamu , haruskah aku merelakan kamu untuk Kakak ku..
" Mas tinggal sebentar mau buat susu hamil buat kamu ya sayang ".
" Nanti saja Mas , aku masih kenyang ".
" Bikinnya sekarang pakai air panas semua kan , nanti minumnya setelah agak adem ".
" Hemm iya deh ".
Mahesa sengaja meninggalkan istrinya dengan Samudra untuk sekedar berbicara.
" Kamu bahagia Ais ?".
" Bahagia Kak , sangat bahagia ".
" Bisa kah kita bicara berdua Ais ?".
" Maaf Sam , aku enggak bisa, jika kamu ingin bicara pada ku maka harus ada Mas Bian juga ".
" Aku ke depan dulu ya Sam , mau menemui Mama dan Aca ". Aisyah langsung menghindar, ia takut sang suami salah paham lagi.
Mahesa yang ada di balik tembok tersenyum , istrinya begitu teguh pendiriannya..
" Ahhh Mas makin cinta sama kamu sayang ". Ucapnya dalam hati.
Bersambung....
Like , vote dan comment ya...👍🏻🙏😊