Tidak perlu menjadi seseorang yang serba bisa, tekuni saja salah satu bidang yang paling kamu suka, kemudian jadilah seseorang yang hebat dengan bidang tersebut.
Seperti hal nya aku yang sedang berusaha menekuni hatiku agar selalu berpihak padamu.
Bertahan walau begitu sulit, dan percaya bahwa kuasa Allah itu nyata.
Kelak, kamu akan menoleh dan menatap ku dengan berkata "Dialah wanita yang selalu ada untuk ku. Wanita yang selalu aku cintai dan akan selalu aku sayangi seumur hidup ku." #Ameena Khairin Humaira
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tangisan
...~Happy Reading~...
Cklek!
‘Alhamdulilah,” gumam Maira merasa lega karena sudah mengeluarkan semua isi perut nya.
Namun, saat dirinya keluar dari toilet, ia di buat sedikit bingung, dahi nya berkerut dan pandangan matanya menatap ke segala arah karena tidak menemukan siapapun. Sepi, itulah yang ia lihat saat ini. Kemana suami nya? Pikir nya.
“Arga? Ar, kamu dimana?”
Seperti anak ayam yang kehilangan induk nya, Maira terus mencari keberadaan Arga bahkan hingga keluar ruangan, namun tidak juga menemukan nya. Sekertaris bahkan asisten pribadi Arga juga ikut menghilang entah kemana.
Tuuttt ... Tuutt ...
Berulang kali juga Maira menghubungi ponsel suaminya, tapi tidak bisa. Membuat kepala Maira kembali berdenyut saat tidak menemukan keberadaan suami nya.
“Masa iya sih udah berangkat meeting? Tapi kenapa gak pamit, atau seenggak nya kirim pesan kek, ckckck!” Wanita itu berdecak sambil mendudukkan diri di sofa kembali.
Mencoba berfikir positif bahwa Arga sedang meeting bersama klien. Karena memang beberapa waktu lalu, Arga sempat mengatakan bahwa akan meeting, walau jadwal itu masih ada satu jam lagi. Tapi, mungkin saja di percepat, batin Maira.
“Uuhhhh, ini perut kenapa sih, astaga aku ada salah makan apaan?” gumam Maira saat kembali merasakan mual dan membuat nya berlari kembali ke toilet untuk menuntaskan gejolak di perut nya.
Setelah beberapa saat, kini Maira memutuskan untuk istirahat di dalam kamar tidur yang ada di ruangan Arga. Rasanya, tubuh nya benar benar lemas karena mual dadakan yang ia rasakan.
Matanya menatap pada langit langit di ruangan itu, sambil berfikir ada salah makanan apa yang ia makan. Namun, semakin ia mengingat makanan, justru ia kembali teringat akan drama yang ia tonton beberapa waktu lalu, dimana satu keluarga memakan makanan yang sangat menggugah seleranya, hingga tanpa sadar wanita itu sampai menelan saliva nya sendiri.
“Kok kayaknya enak banget ya, tapi dimana beli nya?’ gumam nya sampai mengecap rasa hambar di mulut nya.
Ia bangkit mencari ponsel nya, setelah bertemu ia segera mencari tahu dimana restauran yang menyediakan makanan korea seperti yang di drama nya. Tapi, tidak ada satu pun restauran korea di Indonesia yang membuat nya tergoda.
Dirinya sangat ingin seperti yang di drama. Tidak ingin yang di Indonesia, apalagi Jakarta. Rasa keinginan yang begitu kuat, membuat wanita itu seperti orang yang terobsesi.
“Ini kenapa sih, mendadak laper tapi maunya itu. Aahhh Arga kemana juga sih, gak bisa di ajak kompromi, dasar jelangkung nyebelinnn!” Wanita itu berdecak denan begitu kesal karena tak juga mendapatkan respon dari suami nya.
Tuuttt ... Tuuttt ...
“Assalamualaikum ... “ ucap seseorang di seberang sana setelah sambungan panggilan nya terjawab.
“Hiks hiks hiks.”
“Loh, Sayang kamu kenapa?” tanya seorang laki laki di seberang sana langsung khawatir saat mendengar putri nya terisak.
“Abi hiks hiks Abi hiks hiks.” Entah mengapa saat mendengar suara ayah nya, tangisan Maira langsung pecah, ia sendiri juga tidak mengerti mengapa ia bisa se cengeng itu.
“Maira, ada apa Nak? Bilang saja Abi, apakah Arga nyakitin kamu? Kamu—“
“Iya Abi, Arga jahattt huaaaa!”
“Apa yang dia lakukan?” tanya abi Mike dari seberang sana, seketika suaranya langsung berubah kala mendengar suara putrinya semakin terisak.
“Arga ninggalin Maira, Abi hiks hiks hiks.”
“Kemana? Dia pergi kemana?” Tanpa sadar, tangan abi Mike sudah terkepal dengan begitu erat.
“Ada apa Abi?” tanya seorang wanita paruh baya dengan begitu lembut, saat melihat suaminya seperti menahan amarah.
“Meeting, hiks hiks.” Jawab Maira sampai sesenggukkan.
Deg!
Seketika itu juga, abi Mike langsung terdiam dengan wajah pias nya. Hanya di tinggal meeting? Pikir nya, lantas mengapa harus menangis?
...~To be continue ......