NovelToon NovelToon
Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Fantasi petualangan-Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:411.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aris pujiono

Dewa perdamaian yang membuat kesalahan karena mencintai sang anak kaisar langit di hukum bereinkarnasi ke bumi menjadi manusia. Dia harus melewati berbagi macam penderitaan yang ada di dunia. Dengan tanda dewa yang ada di keningnya memudahkan para dewa dan bangsa asyura untuk mencarinya. Dewa bumi yang mempunyai sikap welas asih menutupi tanda itu dengan kekuatannya. Sang dewa perdamaian pun bisa terlahir dengan selamat di alam manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris pujiono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zhang Yutang Emosi.

"Setiap kali aku bermain seruling ini, hatiku terasa damai," ucap Jiarong.

"Setiap kali aku mendengar suara seruling itu, aku mengingat sesuatu di masa lalu. Aku merasa kita pernah ditakdirkan bersama," ucap Astara.

Jiarong menatap ke arah langit. "Malam ini bulan terlihat indah, mungkin dia sedang tersenyum melihat kita."

Astara tersenyum menatap lekat Jiarong, lalu mencium keningnya.

Jiarong kembali mendekap dada bidang Astara. "Jika kau pergi dari sini, ajaklah aku berkelana."

Astara hanya tersenyum, mengisyaratkan sebuah rahasia. Mereka berdua lalu turun dari atap bangunan bergandengan tangan mesra sambil duduk di gardu taman.

Zhang Yutang tidak sengaja melihat mereka berdua bermesraan. Jiarong bersandar di pundak Astara, itu membuat Yutang cemburu buta. Emosinya tidak bisa terbendung lagi, dengan api kemarahan Zhang Yutang menyerang Astara dari belakang. Astara yang tidak siap, menerima telak pukulan tenaga dalam dari Zhang Yutang.

"Zhang Yutang, apa yang kamu lakukan!" pekik Jiarong sembari menolong Astara yang mengeluarkan darah di mulutnya.

Dengan amarah Zhang Yutang kembali menggunakan tenaga dalam untuk menghabisi Astara. Namun, Bailin datang menolong Astara yang sedang terluka. Zhang Yutang dan Bailin pun bertarung, berbagai macam jurus di keluarkan. Pertarungan terlihat berimbang.

"Berhenti!" Gongfu dan beberapa murid sekte Lin'an menghentikan pertarungan antara Bailin dan Zhang Yutang.

"Apa yang kalian lakukan!?" pekik Gongfu.

"Astara lancang telah berani berduaan di tempat sepi dengan Jiarong," ucap Yutang membela diri.

"Kau yang lancang, aku telah merestui hubungan mereka berdua!" hardik Gongfu.

Zhang Yutang pun terbelalak, seolah tidak percaya dengan apa yang gurunya katakan. Sekian tahun dia mencintai Jiarong, tapi hancur seketika karena ulah Astara. Zhang Yutang pun berdiri lemas menatap kosong ke depan.

Bailin tersenyum sinis menatap Yutang. "Hey anak nakal, kau sudah dengar 'kan penjelasan dari ketua sekte?"

"Lukamu masih belum sembuh, seharusnya kau masih ada di kamar, tapi kenapa malah keluar!" pekik Gongfu.

Zhang Yutang menoleh pelan ke arah Gongfu. Dia masih shock dengan gurunya yang merestui Astara dan Jiarong.

"Murid yang melanggar harus dihukum. Bawa Yutang ke penjara, berikan hukuman cambuk seratus kali," perintah Gongfu.

Zhang Yutang tidak melawan, dia masih menatap Jiarong dan Astara sambil langkahnya digiring menuju penjara.

Sedangkan, Jiarong segera mengobati Astara dengan air penyembuhan masuk ke dalam tubuh Astara. Seketika itu Astara sembuh. Jiarong pun terkejut dengan apa yang dilihatnya.

"Astara, kau sudah pulih?" Jiarong menatap lamat-lamat wajah Astara, dia masih tidak percaya air penyembuhan bisa mengobati Astara dengan cepatnya.

"Jiarong." Astara memegang erat tangan Jiarong.

"Astara kau tidak apa-apa," ucap Bailin sambil membantu Astara bangun.

"Ada apa denganku? Aku seperti merasakan pukulan tenaga dalam," ucap Astara yang terlihat bingung.

"Kau tadi terkena pukulan dari Zhang Yutang, untung saja Jiarong segera menyembuhkan," ucap Bailin.

Astara semakin tidak mengerti. "Mana mungkin orang yang terkena pukulan tenaga dalam bisa sembuh secepat ini."

"Aku juga tidak mengerti, tapi aku senang kau baik-baik saja." Jiarong secara spontan memeluk Astara.

"Ehem ...." Gongfu berdehem sambil mengelus janggut panjangnya.

Jiarong segera melepas dekapannya dengan wajah bersemu merah. Astara terlihat kaku karena dipeluk secara tiba-tiba oleh Jiarong.

Gongfu tertawa. "Urusan sudah beres, lebih baik kembali beristirahat. Besok bisa diteruskan lagi."

1
Raditya Vicky
Luar biasa
Nyamin Tolayuk
cerita gak masuk akal masa kaisar langit bisa di tipu oleh dewa dan itu Masi bawahannya... apa Thor gak tau kalau kaisar langit bisa melihat segalanya hahaha Thor goblok dewa bumi aja bisa melihat Dewa perang memiliki niat jahat kok Kaisar langit tidak hu bikin cerita yg bagus dikit dong Kaisar langit di kalahkan sama keroco apa Thor sering berkelahi sama anak SD waktu sudah SMA dan Thor kalah itu perbedaannya Thor Dewa perang Sama Kaisar Langit tapi Thor gak pake otak asal nulis aja hahahahaha
Iman Resmana
Luar biasa
Lusia
cerita yang bagus
MAWI
mantaaaaap thoooooooooooor
bakmi
semoga aja novel ini bisa tergantikan daripada novel xiao Chen,er
Karya Sujana
boooom
dua kristal
booom
Karya Sujana
baru satu keristal
booooom
Karya Sujana
menarik booooom
Karya Sujana
menarikkkk
booooom
Karya Sujana
booooooom
Karya Sujana
mampusss
boooom
Karya Sujana
hadir
booooom
Kamzay
Karya yang sungguh baik dan penuh fantasi dan imajinasi alam dewa...
Kamzay
Kak fantasi sex nya juga kadang diselipin dong biar gak jenuh
Joss
mantaap...
Tyara Lantobelo Simal
Selanjutnya
semangat
Mori Hanzell
tikus? haha
Lutfi Tanaba
cerita kok jadi ngawur begini....malas bacanya..
Lutfi Tanaba
ceritanya jadi aneh Thor,alam dewa tidak dapat dimasuki oleh yutang karena kultivasinya masih rendah malah tubuhnya tidak mampu menahan beban qi hingga meledak,hadeeeh gimana kok ceritanya jadi ngawur gini Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!